Pada suatu pagi aku kembali tak masuk sekolah, dan aku segera menuju rumah Pak Achmad, aku yakin pagi ini pasti Pak Achmad pergi kekantor seperti biasanya. lewat halaman samping aku terus menuju bangunan belakang dan kemudian masuk ke dapur dan dipojok sana dekat kamar mandi aku lihat Ibu Ning sedang mencuci pakaian. Ibu Ning punya kebiasaan kalau mencuci celana dalamnya dan anak anak gadisnya Ibu Ning hanya mengucek ngucek sendiri dan tak pernah memasukannya kedalam mesin cuci.6425Please respect copyright.PENANAEbIpsdogT8
6425Please respect copyright.PENANAzY6gr6mRZS
6425Please respect copyright.PENANALbsudG7i4z
Ibu Ning sedang duduk pada sebuah bangku kecil sambil membuka lebar kedua pahanya sementara dasternya tersingkap sampai jauh keatas pahanya yang putih mulus. Mungkin sebab tak ada orang lain di rumah ini karena pembantu lagi pulang kampung maka Ibu Ning jadi bersikap bebas begitu dan Ibu Ning pun kaget dengan kehadiranku yang tiba tiba itu.6425Please respect copyright.PENANAPH5bubYa0V
6425Please respect copyright.PENANAsKpDSYVmQo
6425Please respect copyright.PENANAmarkeehNc0
”Lhooo… Donii…. Kenapa kamu gak masuk sekolah….?” Tanya Ibu Ning heran.6425Please respect copyright.PENANApd4qFwni7r
6425Please respect copyright.PENANA1GJC0VLFuP
6425Please respect copyright.PENANAA84IedE81M
“Bolos lagi ya….. nanti kamu bisa-bisa gak naik kelas lho ……” sambungnya.6425Please respect copyright.PENANAzmefNgtCYj
6425Please respect copyright.PENANAOeOOiOLcBk
6425Please respect copyright.PENANA8q1eqcKBSa
“Eeghhh …. Eeghhh… nggak koq Bu Ning …..” aku bingung juga menjawabnya.6425Please respect copyright.PENANAAorKKTeisC
6425Please respect copyright.PENANAfbd66biJRU
6425Please respect copyright.PENANAvQ6uHbgxaY
“Eeghh …… anu …. Anuuuu ….. Bu Ning ……” aduhhh …. Aku makin bingung.6425Please respect copyright.PENANAQYE1OIYsVw
6425Please respect copyright.PENANAzszFIOUb0j
6425Please respect copyright.PENANAiW0u13mVgN
“Anu apa Don ….. anuu …nya siapa ….?” Tanya Ibu Ning tersenyum-senyum.6425Please respect copyright.PENANA8sGuVge3lk
6425Please respect copyright.PENANAuociyrtvJA
6425Please respect copyright.PENANA2eJrttr3T8
“Anunya Doni kenapa …..?” hii …. hi ….. tawanya lirih ….6425Please respect copyright.PENANACIvBHIf9tO
6425Please respect copyright.PENANAafG4BFKC4v
6425Please respect copyright.PENANAefdUDqePAn
“Anu Bu Ning …. Tadi saya bangun kesiangan jadinya malas mau masuk kesekolah, gak enak klo mesti dimarahin dulu ama guru BP …..” kataku memelas. Mencari simpaty darinya.6425Please respect copyright.PENANALzKVYgyoGU
6425Please respect copyright.PENANAIGuIZmbFmd
6425Please respect copyright.PENANAsl9UQKGq8n
Aku pura pura nanya segala macam untuk mengajak Ibu Ning ngobrol sambil aku duduk di hadapannya hingga pahanya yang besar yang telah basah oleh air sabun jadi mengkilap putih. Bisa kulihat dengan jelas bulu-bulu hitam keriting yan tumbuh lebat disekitar lubang *****nya karena celana dalam yang dipakai Ibu Ning sangat tipis, membuat aku jadi benar benar terangsang.6425Please respect copyright.PENANAHC0GvFtpeM
6425Please respect copyright.PENANAJi0Pv6mhsC
6425Please respect copyright.PENANA4ECHUfFzL7
“Bu Ning klo Mas Wawan, Mbak Anna dan Mbak Shinta kuliah di fakultas apa sih ….. koq mereka jarang pulang ya . …?” tanyaku.6425Please respect copyright.PENANAe3Op0MeXlL
6425Please respect copyright.PENANAEGBqOuPJSZ
6425Please respect copyright.PENANAR2QnxYlvRk
“Doni …. Doni ….. klo Mas Wawan kuliah di fakultas Tehnik Mesin di ITB Bandung. Kalau Anna di fakultas akuntansi sedangkan Shinta di fakultas sastra inggris, mereka berdua di Jogyakarta.. “ kata Ibu Ning sambil tetap mencuci. Entah kenapa Bu Ning tetap tak merubah posisi duduknya sadar atau tidak dengan posisi duduknya itu, dia telah membangkitkan nafsu birahi dalam dadaku yang saat ini sedang menggelora dan sulit untuk dikendalikan. mataku terus melotot kearah selangkangannya.6425Please respect copyright.PENANAlv9PMwEAdK
6425Please respect copyright.PENANA30OIcvvPwJ
6425Please respect copyright.PENANAUhsrvsy6Ku
Aku lalu berdiri dan memutar mendekatinya dari belakang dan sambil berjongkok kupeluk tubuh sintal Bu Ning, jari tangan kananku segera meraba pahanya yang basah itu dan agak meremas-remas kulit paha yang masih kenyal dan putih itu, sementara penisku mulai bergerak gerak didalam celanaku yang menempel ketat dipunggungnya..6425Please respect copyright.PENANAo0FpkzPoMG
6425Please respect copyright.PENANAiGAGJ0mk76
6425Please respect copyright.PENANAV5ZQFxqBDx
"Heeeii ... Doonnniiiii ….Heeiiii ….!" sergah Ibu Ning tapi tanpa menoleh padaku.6425Please respect copyright.PENANAOCnPmTebiO
6425Please respect copyright.PENANAtMcwRaSbg1
6425Please respect copyright.PENANAZhsnTd1vNn
"Doonnniii ……. Jangan nakal yaaaa ……". Tapi nada suaranya tidak seperti orang marah. Jari-jariku turun kebawah sampai mendekati selangkangnya dan kusingkap lebih keatas lagi baju dasternya.6425Please respect copyright.PENANABJpNm7xR7y
6425Please respect copyright.PENANA72sNRDAMqC
6425Please respect copyright.PENANApVEEIhsff3
"Aduuuh ….. Doonniii …. ini nakal sekali ya ?" kali ini suara Bu Ning agak meninggi sedikit, tapi ia tetap saja melanjutkan mengucek cucian celana dalam. Dan tanganku sudah tak bisa ditahan lagi, jari-jariku segera menerobos masuk kedalam CDnya.6425Please respect copyright.PENANAqkrTDCLV8Z
6425Please respect copyright.PENANAtdrQIDkJIB
6425Please respect copyright.PENANAIYwUfAf7C4
Kurasakan bulu-bulu jembutnya yang lebat dan keriting itu sementara jari-jariku terus saja masuk menyusup hingga aku menemukan lobangnya. Aku yakin bahwa ini adalah lobang *****nya Ibu Ning, segera jari tengahku dan jari telunjukku kudorong masuk. Ibu Ning menjerit lirih karena gelid an seketika menoleh menatapku seperti tak percaya kalau aku berani berbuat sejauh itu. Bu Ning berusaha menarik keluar tanganku, tapi aku tetap bertahan. Dengan gerakan lembut dan cepat aku mengocok keluar masuk kedua jariku didalam *****nya Bu Ning itu.6425Please respect copyright.PENANAniY36Iqq7u
6425Please respect copyright.PENANAuCAZyodjqf
6425Please respect copyright.PENANAdmNtSQZT14
Kulihat Bu Ning memejamkan matanya sambil terus mendesah dan mulai menyandarkan kepalanya dibahuku, tubuh sintalnya terkulai dalam pelukanku sedangkan kedua kakinya semakin dibuka lebar-lebar. Aku semakin kuat dan cepat mengocok keluar masuk terus hingga jari jariku terasa basah oleh cairan birahi yang ada didalam lobang *****nya Bu Ning itu.6425Please respect copyright.PENANANJYpmeJZ9v
6425Please respect copyright.PENANAVroMYVaLXL
6425Please respect copyright.PENANA1a7ZIvazPR
Kedua tangannya terkulai lemas sambil memegangi kedua tanganku di kanan dan kiri dan kepalanya mendongak keatas dan suara nafasnya melenguh-lenguh dan memburu. Tangan kiriku bebas menggerayangi dan meremas-remas buahdadanya. Buahdada Bu Ning memang besar walau sudah agak kendor dengan putingnya yang berwarna kecoklatan, kupelintir-pelintir putingnya untuk menambah sensasi birahi yang kini menggelora dalam dirinya. Bibirku terus bergerak menciumi lehernya yang jenjang dan terbuka itu.6425Please respect copyright.PENANANpSE8KjVEY
6425Please respect copyright.PENANAjbqqbHaFYA
6425Please respect copyright.PENANAXyWIiPeWa7
“Doonnn ….. Doonniiii …. Jangaaann ….. aachhh …. jang aaann …… “ rintih Bu Ning sambil memejamkan tetap memejamkan mata. “Doonnn ….. Doonnniiii …. Jangan disitu ….. nanti kalau kelihatan ada tanda merah di leher Ibu bisa gawat ….. nanti Pak Achmad bisa curiga ….. jangaaan ya Donnniii …….” Kata Bu Ning lirih. Aku pikir-pikir memang benar juga nih, wah bisa gawat klo ketahuan Pak Achmad suaminya, bisa-bisa jadi perkara besar mengingat jabatannya dikantor Pemda.6425Please respect copyright.PENANAM7MY1YhNUC
6425Please respect copyright.PENANAy7Tv4C45Q5
6425Please respect copyright.PENANAtTvjP5V7iz
Segera saja ku alihkan bibirku mencium bibirnya yang merah terbuka dengan gigi-gigi putihnya.6425Please respect copyright.PENANALRGuGVdvsH
6425Please respect copyright.PENANAocyVozrwSO
6425Please respect copyright.PENANAwOIKL1oZKm
Kemudian ku emut dan kusesap bibirnya yang menggairahkan itu, air ludah kami berdua bercampur aduk dan masuk kedalam tenggorokan kami masing-masing saat lidahku dan lidah Bu Ning bergelut dengan ganas dalam balutan nafsu birahi yang membara. Air liur kami membasahi bibir dan dagu kami berdua.6425Please respect copyright.PENANAXmQhRnM8Kq
6425Please respect copyright.PENANAphZjsAaTmj
6425Please respect copyright.PENANAZ2svVGIUaq
Kulihat Ibu Ning seperti kesetanan mendesah mengerang sambil menjepit kedua pahanya kuat kuat hingga jari jariku ikut terjepit. Beberapa saat kemudian kemudian Dia seperti tersadar lalu mendorongku untuk melepaskan pelukanku hingga aku jatuh terjengkang kebelakang. Lalu dengan cepat Bu Ning bangun berdiri dan meninggalkan tempat itu. Kemudian terdengar pintu kamar ditutup dengan agak keras. Aku terkaget lalu buru buru bangun dan membetulkan letak penisku yang udah ngaceng tegang dan membuatku kesakitan karena celana panjangku jadi kesempitan.6425Please respect copyright.PENANAKB5VhoshIS
6425Please respect copyright.PENANAzc6WGFMb6b
6425Please respect copyright.PENANAonK9DzZoGD
Aku tetap sabar menunggu Bu Ning keluar dari kamar tidurnya sambil membaca majalah. Tak lama kemudian terdengar derit pintu terbuka dan Bu Ning kembali masuk ke dapur namun sudah berganti baju dengan motif yang lain.6425Please respect copyright.PENANA3uCOgaFMeT
6425Please respect copyright.PENANAAbTqphShMm
6425Please respect copyright.PENANAEFZU74Az5J
Dia mengambil air minum dan meneguknya perlahan-lahan sambil memandangiku. Sambil memegang gelas berisi air setengah dan tersenyum manis padaku.6425Please respect copyright.PENANAPZMsjeXtn4
6425Please respect copyright.PENANALnnSpZ2Evz
6425Please respect copyright.PENANAJvmMNPDyLp
“Doonn ….. kamu nggak haus …..” tanyanya lembut menggundang.6425Please respect copyright.PENANA6i2R3q84y1
6425Please respect copyright.PENANATOHcY0dw9A
6425Please respect copyright.PENANAomB8EIHgHI
“Kalau mau minum …. Niihhhh …. Abisin ya… “ kata Bu Ning sambil mengangsurkan gelas berisi air yang tadi sudah diminum setengahnya.6425Please respect copyright.PENANAotxKzF66u3
6425Please respect copyright.PENANAITcuGR0CU2
6425Please respect copyright.PENANAOHrLpTPM7g
Aku segera mengambil gelas tersebut dari tangannya dan meminumnya dibekas bibirnya yang tertinggal. Aku meminumnya sambil mataku terus memandangiku Ibu Ning, lidah dan bibirku menirukan gerakan sedang berciuman seperti yang tadi telah kami lakukan dengan ganas dan membara. Bu Ning hanya tersenyum dan mencubit pinggangku dengan gemas.6425Please respect copyright.PENANAmLVBn4j4LI
6425Please respect copyright.PENANA51p8ewvcID
6425Please respect copyright.PENANAtIs8Y9p5uG
“Dasaaaar …… bocah gendheng ….. playboy tanggung….” Sungutnya manja. “Awas ya ….. jangan sampai Doni melakukan hal ini terhadap Dewi ya …. Ibu gak rela klo anak Ibu dewasa sebelum waktunya” kata Bu Ning mengingatkanku.6425Please respect copyright.PENANAB3dswOy86I
6425Please respect copyright.PENANAR7NHtr4MIt
6425Please respect copyright.PENANAJLatfABR6O
“Sumpaaaahhh ….. Bu Ninggg ….. nggak akan terjadi ….” Jawabku mantap. “khan …. Saya udah dapat yang sesuai idaman hatiku …. Cintaku lebih mantap dengan wanita setengah baya yang menggairahkan dan seksi.. “ sambungku sambil tersenyum.6425Please respect copyright.PENANAYNqIa6fo04
6425Please respect copyright.PENANAWt5J4csjlH
6425Please respect copyright.PENANAZpdFUVvDwO
“Donnn ….. kenapa kamu suka dengan Ibu yang sudah tua begini …?”.6425Please respect copyright.PENANAmMjOEAaLYB
6425Please respect copyright.PENANAn8ZfYou7pX
6425Please respect copyright.PENANAoHmVdC42Z7
“Apa sih yang kamu sukai dari wanita seusia Ibu ini …?” Tanya Bu Ning mengejar.6425Please respect copyright.PENANAJCuw3xV5eu
6425Please respect copyright.PENANAsQFOeRArXs
6425Please respect copyright.PENANAAbSSc1Jk5b
“Aada aja …. “ jawabku sambil duduk kembali.6425Please respect copyright.PENANAlE4uW0svl2
6425Please respect copyright.PENANABtE30V0DkP
6425Please respect copyright.PENANAae9c5UN4gc
Aku paling tak suka sama Mbak Shinta, kakaknya Dewi. Orangnya sombong dan angkuh, tidak seperti Mbak Anna atau Mas Wawan kedua kakaknya. Mbak Shinta 5 tahun lebih tua dari aku, kami jarang ngobrol bila aku main ke rumahnya, aku lebih banyak ngobrol dengan Pak Achmad, Bu Ning, Mas Wawan atau Mbak Anna juga Dewi.6425Please respect copyright.PENANACF8ieAPytD
6425Please respect copyright.PENANA4C7kiZ4C5d
6425Please respect copyright.PENANAi1m6LArvZA
Aku berpikir gimana kalau sampai mereka tahu apa yang tlah ku perbuat terhadap Ibu mereka ..?. Dunia pasti akan geger. Sebab aku masih remaja usia 17 tahun berbeda jauh usianya dengan Ibu Ning yang telah berumur 40 tahun dan telah bersuami. Untuk beberapa hari berikutnya aku tak berani main kerumah Pak Achmad. Tapi dalam sehari tak melihat wajahnya Bu Ning yang juga istrinya Pak Achmad, aku merasa diriku sangat sengsara. Sejak kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Ini yang bikin aku jadi nakal dan liar.6425Please respect copyright.PENANAXrt4uX8JRo
6425Please respect copyright.PENANALvCU2SgNeJ
6425Please respect copyright.PENANAYuPQ24Hl5a
Aku masih teringat waktu acara liburan sekolah di SMA, Selama liburan aku tinggal dirumah kakekku. Rumahnya berada di pegunungan Dieng dimana rumah kakekku dekat dengan danau telaga warna. Kadang aku ikut kakek memancing ikan untuk menghilangkan rasa sepi juga sekaligus lauk untuk kita makan. Tapi hatiku slalu rindu sama Ibu Ning. Akhirnya papaku datang mengunjungi kami. Aku sangat sayang sama beliau, tapi aku benci istrinya itu. Karena liburan sekolah hampir berakhir maka ku tak punya pilihan lain selain harus kembali kerumah itu. Padahal rumah itu bagai neraka bagiku, tapi ada sosok Bu Ning wanita setengah baya, tetanggaku yang slalu aku rindukan siang dan malam.6425Please respect copyright.PENANA4rDqhBFZW8
6425Please respect copyright.PENANAGZav9i45P4
6425Please respect copyright.PENANALLc8lI1xft
Setelah aku kembali dari liburan sekolah, untuk sementara waktu aku menahan diri untuk tidak terlalu sering berkunjung ke rumah Pak Achmad karena aku sengaja menghindar untuk bertemu dengan Bu Ning yang seksi menggairahkan. Namun kegiatan sms mesra dengan Ibu Ning tetap aku jalani bahkan aku berani mengirim sms mesra yang mengatakan klo aku sedang bermasturbasi sambil membayangkan sedang bersetubuh dengan Ibu Ning. Jawaban sms dari Ibu Ning juga sangat mesra karena dia mengatakan sangat memimpkan bisa mengemut dan meminum sperma dari penisku yang masih perjaka tingting.6425Please respect copyright.PENANAmS6XHM7w6L
6425Please respect copyright.PENANAqGIANpUAl6
6425Please respect copyright.PENANA706CjAFLDo
Aku mulai kembali lagi berakrab ria dengan keluarga Pak Achmad sebab aku beberapa kali bertemu dengan Pak Achmad dan Bu Ning saat makan soto ayam di stasiun atau saat minum wedang jahe bersama temanku bahkan setiap kali bertemu pasti pada akhirnya Pak Achmad dan Ibu Ning lah yang membayari makanan dan minuman yang aku makan. Maka setelah beberapa lama akhirnya aku muncul juga bermain ke rumah Pak Achmad dan Ibu Ning dengan alasan mau pinjam buku pelajaran si Dewi. Padahal aku sengaja untuk bertemu dan mengobrol dengan Ibu Ning yang seksi dan menggairahkan.6425Please respect copyright.PENANAqXI0Wi3k1A
6425Please respect copyright.PENANASW1dQczzGH
6425Please respect copyright.PENANAqDavhx2Gi0
Ternyata setelah kami berdua akrab kembali, baru aku ketahui kalau selama ini Ibu Ning juga merasakan rindu yang tak tertahankan. Sebagai wanita terhormat tentu tak mungkin bagi Bu Ning untuk datang ke rumahku dan mengutarakan kerinduannya padaku. Rasa rindu dalam hatinya sedikit terobati bila kami berdua bertemu muka walau saat itu Bu Ning sedang bersama dengan Pak Achmad suaminya. Rasa rindu itu makin menggelora tapi tentu saja tak mungkin diungkapkannya padaku, sebab Ibu Ning ini adalah wanita yang masih terkungkung oleh norma norma kehidupan dan tradisi orang Jawa dan takut akan mengundang kehebohan tetangga. Namun dia sama sekali tak bereaksi ketika aku berusaha lagi untuk mendekatinya, walau aku yakin kalau dia itu tahu akan gerak gerikku ini.6425Please respect copyright.PENANAwg0ZzPRwLK
6425Please respect copyright.PENANACdbJ1iuiJ7
6425Please respect copyright.PENANAtaAbugN77G
Waktu aku datang lagi saat jam 2 siang sepulang sekolah sambil memberitahukan Bu Ning kalau si Dewi baru akan kembali ke rumah nanti sore, karena sore ini Dewi dan teman-teman lainnya sedang ke rumah Monik untuk rujakan dan makan bakso. Maklum hari ini ultah si Monik tapi aku sengaja tidak ikut agar bisa bertemu Bu Ning mamanya Dewi. Waktu itu Bu Ning hanya sendirian di rumah karena Pak Achmad sedang rapat dinas dikantor Kabupaten.6425Please respect copyright.PENANADRrG6Zx5bU
6425Please respect copyright.PENANA7RNcsWCJGc
6425Please respect copyright.PENANAbtaVUtZBmV
Ibu Ning memang tak pernah tidur siang. Waktu aku datang saat dia lagi sendirian duduk di meja makan sambil membaca majalah, ia menatapku dengan penuh kasih kasing. Setelah menyapanya aku langsung datang duduk didekatnya. Aku dapat mendengar setiap helahan napasnya.6425Please respect copyright.PENANAxRwcCF9Py6
6425Please respect copyright.PENANAz8MuvzNmJE
6425Please respect copyright.PENANAIWvwCGl4Ni
"Donnii …..kemana aja kamu ….. bocah … ?". Sialan, ia masih juga memanggilku dengan sebutan anak kecil, padahal aku sudah di bangku kelas tiga SMA.6425Please respect copyright.PENANAFwDQnfFUYw
6425Please respect copyright.PENANAsglzzfSo2n
6425Please respect copyright.PENANAtC2tFXxNcY
“Saya cuma dirumah saja koq ……Bu Ning ….” Jawabku pendek. “Klo saya gak main kesini itu karena saya sibuk fitness…. “ lanjutku dengan pura-pura serius.6425Please respect copyright.PENANAM5RSlQT6Kc
6425Please respect copyright.PENANAEOvk3Zg6wn
6425Please respect copyright.PENANAf7nkAPN0Ae
“Fitnes……hebat sekali kamu Donnn ….. Fitnes dimana…?” Tanya Ibu Ning dengan mata berbinar.6425Please respect copyright.PENANA9bufFdeVu8
6425Please respect copyright.PENANAJaZ2ppCaDC
6425Please respect copyright.PENANAVXJgeUhU04
“Yaaachhh …. Dirumah sajalahh …. Emang Ibu Ning gak melihat perubahan diri saya…” tanyaku6425Please respect copyright.PENANAHYqfjt3UzE
6425Please respect copyright.PENANAgJ3MGa9nV6
6425Please respect copyright.PENANAcFQUN2tqhR
“Perubahan yang mana yaa ….. emang Doni latihan apa …. “ kejar Bu Ning penasaran, sambil mengamati diriku dari atas ke bawah.6425Please respect copyright.PENANAppLM5ZmcMd
6425Please respect copyright.PENANAsX2FcEV1Gc
6425Please respect copyright.PENANA4YlDw9GYTI
“Saya latihan beban lengan dan eehhhh….. “ aku enggan untuk melanjutkan agar dia penasaran.6425Please respect copyright.PENANAAmeQPk0f6a
6425Please respect copyright.PENANAjj1pYOUZ4x
6425Please respect copyright.PENANAD3PN5JGfqb
“Latihan lengan dan apa Donnn …. Koq gak dilanjutkan sihhh … “ Tanya Bu Ning semakin penasaran.6425Please respect copyright.PENANAm1DTjYcESy
6425Please respect copyright.PENANA5CvIqNo2aA
6425Please respect copyright.PENANAIDzrz7xgBS
“Lengan dan kkkk ….. penis saya Bu Ning …. Hii … hiii ..hiii “ tawaku lirih karena berhasil mengerjainya.6425Please respect copyright.PENANAdgZMOR3alE
6425Please respect copyright.PENANAqeEvOrfNED
6425Please respect copyright.PENANAo1JHgrMtef
“Fitnes lengan dan penis alias onani….” Hee … hee…. tawaku6425Please respect copyright.PENANA9QFmAdhnQy
6425Please respect copyright.PENANA7csKbjHDiu
6425Please respect copyright.PENANAhOqiFy8D77
“Dasar bocah gendheng ……. Tak pikir serius je … bhule ngapusi tah …. He…. He….” Tawa Bu Ning berderai mendengar pengakuanku yang kurang ajar sekali.6425Please respect copyright.PENANAruvR6i9yPo
6425Please respect copyright.PENANA6pIE2FWqhS
6425Please respect copyright.PENANAusj6aGthOD
"Bu Ning …. Doni rindu banget .." jawabku sambil tersenyum padanya.6425Please respect copyright.PENANA4K2fTwplqh
6425Please respect copyright.PENANAX2v3xXvvhT
6425Please respect copyright.PENANA5vdwzh16lo
“Rindu …. Rindu gimana….” Tanya Bu Ning dengan mimic wajah lucu.6425Please respect copyright.PENANAzKef6M2gTd
6425Please respect copyright.PENANA4U8n1zkGXs
6425Please respect copyright.PENANAfe28TdsmYt
“Yaahhh …. Rindu banget sama Bu Ning …. Sampai-sampai kebawa dalam mimpi basah ….” Kataku merayu.6425Please respect copyright.PENANA80SWEv5nvB
6425Please respect copyright.PENANAzfMep3YBmH
6425Please respect copyright.PENANAuWSjkwcKKC
"Doniii …. Doniiii …. Dasar bocah gendheng …." katanya sambil menatapku dan tersenyum.6425Please respect copyright.PENANACGiJ2gEra5
6425Please respect copyright.PENANAi8ddNDnaLh
6425Please respect copyright.PENANAMZGGqkyLUb
"Tapi Bu Ning sebenarnya juga suka kan …. Doni kangenin …..?" jawabku menantangnya dan menatap matanya dengan mesra.6425Please respect copyright.PENANARw444twGUZ
6425Please respect copyright.PENANARPrZ6PvVG2
6425Please respect copyright.PENANAOnvgJvoC00
"Iya sihh …. Tapi Doni mesti ingat yah klo Ibu ini sudah tua. … !"jawab6425Please respect copyright.PENANAQrY22ouZRg
6425Please respect copyright.PENANAac9fR41Clu
6425Please respect copyright.PENANA0iyh6PaFsw
Bu Ning dengan suara mendesis lirih.6425Please respect copyright.PENANAZ3Ox7fj51w
6425Please respect copyright.PENANA6dZ0OvR66J
6425Please respect copyright.PENANAQENQKCcE4y
"Bu Ning masih kelihatan muda koq …!, Bu Ning masih cantik, ayu dan merangsang …., hanya Bu Ning saja yang tidak merasa …" aku terus merayu dan meyakinkannya sambil aku memegang dan mengusap-usap lengannya. Bu Ning diam saja tak bereaksi ketika kuusap-usap lengannya yang terbuka dan satu tanganku mengelus-elus pahanya dari luar dasternya.6425Please respect copyright.PENANAzo77wj6YJd
6425Please respect copyright.PENANA7PDJzddFtm
6425Please respect copyright.PENANAWwJHSsFBOP
Aku memeluknya dan mencium bibirnya sambil kumasukan tanganku ke dalam dasternya dan menyelusup ke dalam BHnya. Kuremas-remas buahdadanya yang montok dan besar. Karena aku kurang merasa nyaman maka aku melepas tali simpul baju dasternya maka daster itu terbuka dan melorot ke bawah perutnya. Tubuh Bu Ning terbuka hanya mengenakan BH warna coklat muda. Kulitnya yang kuning langsat sangatlah merangsang birahiku.6425Please respect copyright.PENANAbngLIqJlsX
6425Please respect copyright.PENANArURmyFzbYS
6425Please respect copyright.PENANAR5Nx9MSkTI
Segera saja ku buka hooknya dan kulepas talinya perlahan-lahan aku menarik lepas BHnya dan meletakannya di meja makan. Maka kedua buahdadanya yang besar dan montok itu tergantung layu seperti buah pepaya dengan puting susunya yang besar dan memanjang berwarna gelap. Kontras sekali dengan warna kulitnya yang kuning langsat dan mulus bersih itu. Pada perutnya yang agak membesar itu terlihat guratan guratan tanda pernah melahirkan, nampak jelas sekali disekitar lobang pusarnya dan bagian bawah perutnya. Pahanya yang besar itu sudah berlemak yang menggelambir mengantung dan hampir menutup selangkangnya. Bulu bulu jembutnya sangat tebal dan memanjang menutupi bagian depan vaginanya. Segera saja kedua tangan Bu Ning menyilang di depan menutupi kedua buahdadanya yang besar tapi sudah agak kendor itu, tubuhnya gemetar dan menatapku dengan bingung. Kuminta supaya Bu Ning bersandar disandaran kursi dan kubuka lebar kedua pahanya. Bu Ning hanya pasrah mengikuti permintaanku tanpa membantah sambil duduk dikursi bersandar pasrah seperti orang yang kebingungan.6425Please respect copyright.PENANA53L6iNgpfR
6425Please respect copyright.PENANA1tEixPHvX8
6425Please respect copyright.PENANATidw7gEhXh
Buahdadanya yang montok dan besar tergantung layu seperti buah pepaya, aku remas-remas dan kuciumi buahdada yang besar itu, kuhisap dan kukemut-kemut putingnya yang berwarna gelap itu. Bu Ning makin mendesah-desah, kedua tangannya memegang kepalaku dan membenamkanya lebih kuat ke buahdadanya yang besar dan kenyal itu. Jari-jari Bu Ning mengusap-usap kepala dan rambutku dengan gemas. Kulit buahdadanya terasa semakin kenyal saat kukemut dan kuciumi dengan nafsu birahiku yang semakin memuncak dan nafasku yang semakin memburu, debar jantungku terasa makin cepat memompa darahku ke sekujur tubuhku.6425Please respect copyright.PENANAjbDBoyzyR2
6425Please respect copyright.PENANAAFHfnmlD2l
6425Please respect copyright.PENANAsvMgZRci7G
“Donnii ….. oohhhh ….. eehhhhh …… “ Bu Ning makin meracau tak karuan saat bibir dan lidahku mengecup dan menjilati puting buahdadanya yang semakin tegang dan mengeras dalam mulutku.6425Please respect copyright.PENANACLY8POu9wS
6425Please respect copyright.PENANAee5j1jcdvS
6425Please respect copyright.PENANASw1yDZ58IQ
“Donnii ….. oohh.. jangaaannn …. jangan di cupaaannng ….. oohhhh …. Donnniiin…. Sayaaaannng ….. jangaaaannn …yaaaa …. Nanti bisa bahayaaa …. Klooo sampaaaiiii….. Pak Achmad tahuuu …. “ kata Bu Ning bergetar menahan gejolak birahi yang meronta dalam dada menuntut klimaks yang tuntas.6425Please respect copyright.PENANABkicsOpMBR
6425Please respect copyright.PENANAG538o8VAUR
6425Please respect copyright.PENANAxoczPkkVrA
Untuk menghindari bekas cupang yang akan semakin banyak terlihat di kulit buahdadanya yang putih dan kenyal itu, maka aku segera berjongkok dan menciumi paha Ibu Ning yang putih mulus itu. Tanganku meremas dan mengusap-usap bulu-bulu halus hitam keriting yang tumbuh subur di pangkal pahanya. Beberapa saat kemudian jari jempol dan telunjukku mulai mengorek-orek dan masuk kedalam lubang *****nya. Bu Ning makin merintih-rintih dan meracau tak karuan sepertinya keenakan dan tanganya makin kuat menekan tanganku untuk semakin dalam memasuki lubang *****nya.6425Please respect copyright.PENANANP9Dg1vvNo
6425Please respect copyright.PENANATdA5D1fQQV
6425Please respect copyright.PENANALD8JrNsqDx
“Donniii …. Donnnii …… “6425Please respect copyright.PENANAnwkK1dkkNd
6425Please respect copyright.PENANAsTVHDWCIxq
6425Please respect copyright.PENANACB5xTSHaZ7
“aachhhhh …..eheuekk …. Aaachhh …. “ rintih Bu Ning sambil terus menggeliat seperti cacing kepanasan. Tangannya mencengkeram tanganku kuat-kuat agar berhenti mengocok lubang *****nya. Aku menghentikan gerakanku dan menarik keluar jari-jariku.6425Please respect copyright.PENANAv0TDNSGw8J
6425Please respect copyright.PENANAVM2azj8ROM
6425Please respect copyright.PENANAI3uffCysGj
“Donnii …. Sayangku …. Ayoo berdiri sayaaangkuuuu …..” pinta Bu Ning manja.6425Please respect copyright.PENANAAY1E6UAzlo
6425Please respect copyright.PENANAUzG3ZFGEBl
6425Please respect copyright.PENANAXaXLdO5FT6
Tapi tiba-tiba tangan Bu Ning bergerak mengelus-elus pangkal pahaku dan tak berapa lama ritsluiting celanaku tlah terbuka, tangan Bu Ning yang hangat dan halus memelorotkan celana dalamku maka penisku yang telah tegang dari tadi segera mengacung bebas. Jari-jari tangan yang halus milik Bu Ning meremas dan mengocok maju mundur kepala penisku.6425Please respect copyright.PENANARxrruOBPcY
6425Please respect copyright.PENANAv1PDt2PFJS
6425Please respect copyright.PENANAB9O2RwN7VM
“Donnnii ….. oohhhh ….. kontool kamu besar banget yaaaa ….”6425Please respect copyright.PENANATgAMZuxe5m
6425Please respect copyright.PENANAztToRMM6nC
6425Please respect copyright.PENANANzYGUiM7tN
“Hweeehhhh ….. aaahhhh …. Ibu jadi gemas melihatnya. Beda banget dengan milik Pak Achmad …. “ kata Bu Ning kagum…6425Please respect copyright.PENANAGiymcYMHAU
6425Please respect copyright.PENANAigTqJ8h4ML
6425Please respect copyright.PENANAF2XFihT5wj
“Masakkk … siiihhh …. Buuu ……” kataku bergetar menahan nikmat ….6425Please respect copyright.PENANArAmawrOKXZ
6425Please respect copyright.PENANApAXVmC5cVv
6425Please respect copyright.PENANARg8asL4gmv
“Dulu milik Pak Achmad memang bisa tegang dan keras ….. tapi kini setelah makin bertambahnya usia dan berat badannya maka sekarang milik Pak Achmad udah agak loyo dan lembek, apalagi bila lagi nggak mood maka sama sekali gak bisa bangun, Ibu jadi sedih dan kecewa karena tak pernah lagi merasakan kenikmatan bercinta…. “ kata Bu Ning sambil menatapku sayu.6425Please respect copyright.PENANAjad9XRP8IP
6425Please respect copyright.PENANAx6A0LCcBcB
6425Please respect copyright.PENANAhXw0Lgr5Dc
“Donnii …. Sayangku ….. “ kata Bu Ning tersenyum manis dan tak dapat kucegah tangannya menarik penisku kearah mulutnya yang terbuka dan segera saja kurasakan hangat dan panas saat penisku memasuki mulutnya. Kepala penisku terasa basah dan hangat oleh air liurnya dan ujung lidahnya menggelitik kepala penisku yang membuatku merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara membuncah dalam dadaku.6425Please respect copyright.PENANAMgYVAHsxLA
6425Please respect copyright.PENANAiEdoW6caq0
6425Please respect copyright.PENANAc1i0PmecqV
“Ooohhh ….. oohhh….. niiiiikkmaaaaatt …… “ aku merintih keenakan6425Please respect copyright.PENANANBsEpEcbun
6425Please respect copyright.PENANATxknP9MkmG
6425Please respect copyright.PENANAprLS7Brcqm
“Ooohhhhh …… Buuu Niiingg ….. oohh….. enaaaakk …..sekaliiiii ….” Kataku sambil tangan kananku menggerakan kepala Bu Ning maju mundur semakin cepat ….. dan semakin cepat … sedangkan tangan kiriku berpegangan erat pada kursi makan yang diduduki oleh Ibu Ning.6425Please respect copyright.PENANASdD4tAZUR8
6425Please respect copyright.PENANAkSCeRN6Rgc
6425Please respect copyright.PENANAkCXMNWRo8b
“Buuu Ninnngg ….. oohhh …. Buuu Ninnngg ….. akuuuu …. Akuuu …..!! “6425Please respect copyright.PENANA5LK8OmRimE
6425Please respect copyright.PENANARtvkIvRHzT
6425Please respect copyright.PENANALXmF1fk5OA
“Oooohhhh …. Bu Ninnnnngg …… aaakkuu …. Maaauuuu keluaaaarrrr ….. “ aku merem melek sambil merintih dasyaaatt …. Akibat hisapan dan hangatnya mulut Bu Ning yang sedang mengemut-emut kepala penisku yang sudah berkedut-kedut tak karuan.6425Please respect copyright.PENANANowbYZw0oG
6425Please respect copyright.PENANAq3VDMAaBbb
6425Please respect copyright.PENANATABsNS4bqX
“Ayooo Donii ….. ayoo …. Muntahkan pejuhmu …. Aayoooo … Kata Bu Ning sambil terus menggerakan mulutnya maju mundur mengemuti penisku.6425Please respect copyright.PENANAFeF6H0jlXC
6425Please respect copyright.PENANAKIWHv9nX4I
6425Please respect copyright.PENANA06Yh1mGOq8
“Ayooo …. Sayaaanngkuuuu …. Ibu pengin merasakan pejuhmu yanggg masih perjaka itu sayaaaannng …. “ kata Bu Ning sambil menatapku sayu, air liurnya membasahi bibirnya yang hangat. Buahdadanya yang besar dan montok bergoyang-goyang seperti papaya Bangkok, sungguh suatu sensasi yang tak pernah dapat kulupakan sepanjang masa.6425Please respect copyright.PENANA3ukn8Bytp8
6425Please respect copyright.PENANA5PKzXMYJ4O
6425Please respect copyright.PENANAjQF3Clc19l
“Aduuuuuuhhh ….. ooohhhhh ….. Bu Ninnnnggg ……Buuuuu ….!”.6425Please respect copyright.PENANAG7QSofn8Hk
6425Please respect copyright.PENANA0WM6vHaadQ
6425Please respect copyright.PENANAaqcKNSMy8y
“Bu Niiinnnggg …… Ooohhhh ….. aaaa …. Akuuuuu … keluaaaarrrrr …..!!”. aku mengejan kuat-kuat sambil memaju mundurkan penisku yang terjepit erat didalam mulut Bu Ning yang hangat. Pejuhku yang kental dan banyak memenuhi mulut Bu Ning dan sebagian meluber didagunya. Bu Ning sambil tersenyuumm …. Menelan pejuhku yang memenuhi mulutnya..6425Please respect copyright.PENANARFKeDWtfZR
6425Please respect copyright.PENANAUM5W02Qo8T
6425Please respect copyright.PENANAv8vdkawSOX
“Ehhhmmmm …… nikmaaaat ….. pejuh seorang perjaka tingting akan membuat wanita akan awet muda…. “ kata Bu Ning bangga.6425Please respect copyright.PENANAmjf6dMaNsc
6425Please respect copyright.PENANAbGiPTiIjtX
6425Please respect copyright.PENANA1wopNWB9OE
“Makasih ya sayaaaannngkuuu …… berikan saja pejuhmu pada Ibu kapan saja Doni pengin dikeluarkan …. Ibu siap membantu ….” Kata Bu Ning sambil tangannya meraih penisku yang masih berkedut-kedut dan menempelkanya pada buahdadanya yang besar dan montok. Terasa hangat dan kenyal saat penisku menempel erat pada kulit buahdada itu, tangan Bu Ning kembali mengocok-ocok penisku dan tak lama kurasakan kembali kenikmatan yang membuncah-buncah dan tak lama kemudian kedutan demi kedutan nikmat mendorong pejuhku untuk menyemprot keluar membasahi kedua buahdada besar milik Bu Ning yang menggantung layu.6425Please respect copyright.PENANAOfYei13rHh
6425Please respect copyright.PENANAtOP6xMis9i
6425Please respect copyright.PENANA6DBvAsBxuC
Keringat bercampur pejuh yang membasahi buahdada montok dan besar yang menggantung layu itu terasa makin sedap dipandang mata. Tangan Bu Ning mengoleskan seluruh pejuh bercampur keringat itu keseluruh buahdadanya, seperti sedang luluran saja.6425Please respect copyright.PENANAwRZsmfwFvc
6425Please respect copyright.PENANAnHbr6zZEVG
6425Please respect copyright.PENANAgHOdxzjshV
“Ini adalah resep tradisional kuno … Donn …. Pejuh yang keluar dari penis seorang perjaka tingting akan membuat kulit buahdada akan kembali kenyal dan membuatnya tetap besar dan montok ….” Kata Bu Ning menjelaskan ketidak tahuanku.6425Please respect copyright.PENANAgp8neHhOob
6425Please respect copyright.PENANAd4PPk4nUBV
6425Please respect copyright.PENANAvs2acKLN7S
“Berarti Bu Ning udah sering donk bercinta dengan pemuda lain…” kataku penuh cemburu.6425Please respect copyright.PENANAH8TS1DRPPz
6425Please respect copyright.PENANAsFoWcMisHV
6425Please respect copyright.PENANARgAPKcnVH9
“Donniii …. Doniiii ….. kamu jangan cemburu gitu donk … sayaaanngg …” rajuk Bu Ning menanggapi pertanyaanku.6425Please respect copyright.PENANAsmS3evJO8t
6425Please respect copyright.PENANAx7RMmOJYQf
6425Please respect copyright.PENANAFjrEowouqt
“Yaaa ngggaaaklahhh …. Ibu mempelajarinya dari resep kuno tapi baru sekarang Ibu praktekkan, dengan Donniii … pejantannn ku ….” Lanjut Ibu Ning sambil memelukku.6425Please respect copyright.PENANA7f95QYFkd2
6425Please respect copyright.PENANAdhmbfOaWFc
6425Please respect copyright.PENANATBHVaQahZy
Hari itu aku lalui dengan bahagia sekali karena sudah tercapai keinginanku walaupun aku masih belum berhasil melakukan penetrasi kedalam *****nya Bu Ning.6425Please respect copyright.PENANAkmdUHiouKV
6425Please respect copyright.PENANAQlp3CkliOx
6425Please respect copyright.PENANAyrUHgPP0Do
Sabtu pagi ketika aku menjemput Dewi untuk berangkat sama-sama kesekolah, aku sempat bertemu dengan Pak Achmad papahnya Dewi dan juga Bu Ning mamahnya dewi. Setelah ngobrol sejenak dengan mereka berdua tak lama aku dan Dewi pamitan berangkat sekolah, tapi tiba-tiba aku dipanggil oleh Pak Achmad dan Bu Ning.6425Please respect copyright.PENANAsunZFW9R24
6425Please respect copyright.PENANAqcQs1WpSzP
6425Please respect copyright.PENANAoCHdG7XBzf
“Doni…. Klo malam minggu besok ada acara nggak…?” Tanya Pak Achmad serius6425Please respect copyright.PENANAaGiDLU5por
6425Please respect copyright.PENANAYvWXhMASSq
6425Please respect copyright.PENANA0nw40XpAaw
“Eeeghhhh …. Kayaknya blom tuh Pak….. ada apa ya Pak..” Tanyaku bingung.6425Please respect copyright.PENANAkLMq4Z8Pem
6425Please respect copyright.PENANAtfKLjxnIa7
6425Please respect copyright.PENANADH8K8dsokn
“Gini Don, besok kan Bapak mau ke Jogya menengok Mbak Anna dan Mbak Shinta nah kayaknya mau ajak si Dewi sekalian. Karena Ibu nggak ikut ya maksudnya Doni nemenin Ibu jaga rumah ini… “ Kata Bu Ning menjelaskan.6425Please respect copyright.PENANArrlPSCv0UU
6425Please respect copyright.PENANATIuaJjoAuY
6425Please respect copyright.PENANAoaUZhkSgCc
“Oooohhh….. klo itu sih bisa aja Pak, asal Doni dikasih oleh-oleh yang bagus dan enak-enak ya Doni pasti akan setuju-setuju aja sih….” Kata setuju.6425Please respect copyright.PENANAcjbKDcBWYh
6425Please respect copyright.PENANAxX1Cn7E2AV
6425Please respect copyright.PENANACaGNHjILo8
“Yahhh …. Udah.. berarti Doni mau ya….. deal dah…” kata Pak Achmad sambil mengajak salaman aku.6425Please respect copyright.PENANAOV3fspBmFI
6425Please respect copyright.PENANA5JLEbo0Vvg
6425Please respect copyright.PENANAsezbjDxBaM
Aku sih senyum-senyum aja karena ini pasti akan asyiik sekali.6425Please respect copyright.PENANAk8AnGtheBs
6425Please respect copyright.PENANAdwDtKulc1v
6425Please respect copyright.PENANAER8EJSBy3H
6425Please respect copyright.PENANADt800rMIic
Hari Sabtu sore Pak Achmad bersama Dewi berangkat ke Jogya. Sepeninggal Pak Achmad dan Dewi, bibi Isah, pembantu yang hanya bekerja pagi sampai sore hari ikutan pamitan pulang karena gak bisa untuk menemani menginap karena anak bungsunya sedang sakit demam, ikutan pamitan pulang. Maka tinggalah kami berdua duduk ngobrol sambil tertawa-tawa sambil nonton TV.6425Please respect copyright.PENANAWgNmPiJYvgns216.73.216.38da2
6425Please respect copyright.PENANAlFKSuXHFO7
6425Please respect copyright.PENANAVt7J8QWZtx
Jam 18.00. Aku pamitan pulang untuk mandi dulu baru nanti kembali lagi menemani Bu Ning ngobrol lagi.6425Please respect copyright.PENANAXefDYoyVKf
6425Please respect copyright.PENANAt6ssVTSxzP
6425Please respect copyright.PENANA5Wj4XN56Ul
“Kenapa gak mandi disini aja Doni, nanti pakai kaosnya Mas Wawan, klo baju yang itu untuk besok klo Doni pulang ke rumah..?” kata Bu Ning menawarkan.6425Please respect copyright.PENANAll6ewyRptK
6425Please respect copyright.PENANAg7oOHs2DDa
6425Please respect copyright.PENANA1HH5tTGI1Z
“Eeeghhh ….. nanti Mas Wawan klo marah gimana Bu Ning..?” tanyaku6425Please respect copyright.PENANANAQk3fnBTU
6425Please respect copyright.PENANAQKazUSszVn
6425Please respect copyright.PENANAdbjatn7chx
“Yahhhh…. Sebelum Mas Wawan marah… kaos itu sudah rapi kembali di almarinya…” kata Bu Ning tersenyum.6425Please respect copyright.PENANAqjLwPPsR2D
6425Please respect copyright.PENANApTr4z86fwX
6425Please respect copyright.PENANA9int1kXAiM
Akhirnya aku meminjam kaos milik Mas Wawan dan menyimpan bajuku untuk besok pagi.6425Please respect copyright.PENANAlNv8brUfia
6425Please respect copyright.PENANAqkzDedrk1n
6425Please respect copyright.PENANA8Mi7vWRVl0
Setelah makan malam yang mesra dimana aku dan Bu Ning saling menyuapi dan kaki-kaki kami saling menumpang dan bertaut-tautan dibawah meja makan. Setelah makan malam kami berdua menonton acara televisi sambil berpelukan mesra, diruang keluarga. Dengan naluri yang alami, tanganku merambat naik ke bahu Bu Ning, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut aku meraba bahu Bu Ning sampai ke lehernya yang jenjang …. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut aku meremas buahdada yang masih terbungkus BH itu. “Ahhhhh .…hhhh ….” nafas Bu Ning mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak. Jemari lentik Bu Ning tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dadaku ……dan melingkari pinggangku, mencari kancing celana jeansku, hendak membukanya ……6425Please respect copyright.PENANAoLmWLfTYyV
6425Please respect copyright.PENANAAYV7Mq8R7d
6425Please respect copyright.PENANA2BSrnsdqvc
Tanganku terus melingkari pundaknya Bu Ning yang terbuka karena dia hanya mengenakan daster bertali satu dipundak kiri dan kanannya. Telapak tanganku menempel ketat di Buahdadanya yang besar dan montok. Aku meremasi buahdadanya yang sebelah kanan yang masih terbungkus BH dan daster yang dikenakan. Bu Ning mendesah dan tangan kanannya mengelusi pangkal celanaku yang sudah menggunduk karena penisku udah mulai bangkit dari tidurnya.6425Please respect copyright.PENANASEyPw8Dpw0
6425Please respect copyright.PENANALHScDwl4pj
6425Please respect copyright.PENANAPkkQiviWBW
Saat permainan kami udah semakin panas, Bu Ning menatap dengan pandangan sayu dan nafas semakin memburu. Bu Ning bangkit berdiri dan mengajakku pindah kedalam kamar tidurnya.6425Please respect copyright.PENANAbnyL2IrFDz
6425Please respect copyright.PENANAf04p7uL5dF
6425Please respect copyright.PENANAE9uQstQ8WC
“Dooonnniiii ……eehhhhhhh ….. pindah kedalam kamar tidur Ibu aja yuk…. Disini gak enak…..” ajak Bu Ning.6425Please respect copyright.PENANAdQPp0RBy5m
6425Please respect copyright.PENANAn0CGPVJ7gs
6425Please respect copyright.PENANA0DsdF06kgY
“Ayooo Bu Ning…” kataku mesra.6425Please respect copyright.PENANA2cRj6HooeG
6425Please respect copyright.PENANA8Ay4ADlIxx
6425Please respect copyright.PENANA8ttslTH5zm
Aku merangkul tubuh Bu Ning dengan mesra sambil menciumi pipinya yang halus dan kenyal, baju yang dikenakan Bu Ning udah awut-awutan dimana tali simpulnya udah lepas satu hingga kulit dadanya yang kuning langsat terbuka dan terlihat seksi sekali dan lekukan buahdadanya yang montok dan besar terlihat seperempat bagian.6425Please respect copyright.PENANAzpxqJN4tr7
6425Please respect copyright.PENANA380YrIbgE4
6425Please respect copyright.PENANAHbGfv16SuG
Aku dan Bu Ning masuk kedalam kamar tidurnya yang luas dan berbau semerbak harum. Bu Ning duduk di pinggiran tempat tidur yang bersih dan empuk itu sementara itu aku mengunci pintu kamar dengan hati berdebar tak karuan karena sebentar lagi aku merasakan “kenikmatan sorga yang sesungguhnya” dimana sorga itu sebenarnya milik seseorang yang sangat aku hormati.6425Please respect copyright.PENANAoAH0zhWFlI
6425Please respect copyright.PENANAWqIYvc5UZd
6425Please respect copyright.PENANAKvcd4gBQ6Z
Aku duduk disamping tubuh Bu Ning yang sudah terbuka seperempat bagian, tangan kananku merangkul mesra pundaknya dan tangan kiriku mengelus-elus baju dasternya dibagian dada kemudian tangan kiriku menyelusup ke dalam BHnya dan meremas-remas buahdada besar yang selama ini aku impi-impikan. Pipiku menempel mesra dengan pipi halus milik Bu Ning dan bibirku bergeser melumat bibirnya. Mulut kami saling bertaut dengan nafas panas memburu bergemuruh dan lidah kami saling bergelut hangat. Kedua tangan Bu Ning meremasi pangkal pahaku sambil berusaha membuka kancing celana Jeans yang aku kenakan.6425Please respect copyright.PENANAqNPnCmMbP4
6425Please respect copyright.PENANAIOkfYGUX0C
6425Please respect copyright.PENANAvaey6PDkDM
“Donnnniiii ……… Doonnniii ….. aachhhh… “ rintih Bu Ning sambil menggenggam erat penisku yang sudah berdiri tegak bagaikan tugu Monas.6425Please respect copyright.PENANA5hUdHBjQiF
6425Please respect copyright.PENANAbFTDv7Z75P
6425Please respect copyright.PENANAcklw6u2TVM
“Oohhh ….. Buuu Niiiiinngg …… oohhhh ….” Aku merem melek merasakan kenikmatan saat tangan halus Bu Ning mengocok batang penisku.6425Please respect copyright.PENANAHnUNoEKVJc
6425Please respect copyright.PENANAsMXqZVTNlX
6425Please respect copyright.PENANAemuwb647vE
“Oohhh …. Doonnniii sayaaaanngg …… kenapa kamu suka dengan Ibu yang sudah tua ini …… oohhhh…. Yeessss …. Aaachhhh ……” desah Bu Ning dengan mata sayu memandangku.6425Please respect copyright.PENANA94R3gb5Ea1
6425Please respect copyright.PENANAkrO9KotiHl
6425Please respect copyright.PENANA2xsUkncB3D
“Buuuu Niiiing ….. aaayuuu dannn montok menggairahkannnnn …… Doonnniii ….. suka bangeeettt … dengan buahdada Buuu Niiinng yang besar dan montookkk ini …… “ sambil jari tanganku memelintir dan meremas gemas buahdadanya yang besar dan kenyal.6425Please respect copyright.PENANAVnCDlNebUU
6425Please respect copyright.PENANAiNNueudnYO
6425Please respect copyright.PENANAdnwK2KiaY7
Aku berdiri dan membuka kaos dan memelorotkan jeans dan celana dalam yang aku kenakan dan tak lupa aku membuka tali simpul dan menarik lepas daster yang dikenakan Bu Ning. Kemudian aku menarik hook BHnya dan menjatuhkan BH itu ke lantai. Buahdada yang besar dan montok itu tergantung layu seperti pepaya Bangkok dengan pentilnya yang berwarna gelap. Membakar nafsuku yang sudah diubun-ubun kepalaku.6425Please respect copyright.PENANAPozeUFrl0K
6425Please respect copyright.PENANAzIZUiwwFDL
6425Please respect copyright.PENANAOqg5qFO5Zd
Bu Ning yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Doni, menarik wajahnya dan langsung melumat bibir Doni dengan nafsu yang membara. Doni membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah Ibu Ning, tangan Doni meremas buahdada montok milik Bu Ning. Desahan nafas menderu di seputar ruangan kamar tidurnya Bu Ning yang keramat karena tidak pernah ada lelaki lain memasukinya selain Pak Achmad suaminya, diselingi desahan yang menambah gairah. Setelah beberapa saat, Bu Ning mendorong lembut badan Doni, untuk menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu.6425Please respect copyright.PENANAiwxTSLkzIu
6425Please respect copyright.PENANA59Me1Me8PT
6425Please respect copyright.PENANATY2btnjjI7
Doni mendorong lembut tubuh Bu Ning, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang untuk diremas dan digelomoh dengan puting yang telah tegang. Tanpa menunggu lama lagi Doni melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting. Dengan gemas Doni menyedot-nyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangannya meremas-remas lembut buahdada satunya “Ahhhh …. Mhhhh …… hmmmmm ……. Aahhhhh ….….” Suara Bu Ning mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Doni melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah buahdada menuju perutnya yang licin karena keringat dan memainkan lidahnya yang kasar pada udelnya yang membuat Bu Ning menggelinjang-gelinjang kegelian.6425Please respect copyright.PENANANwIcRdUNBA
6425Please respect copyright.PENANAn1u7YMZKD8
6425Please respect copyright.PENANAASPaS1Am4o
Doni menghentikan penjelajahan lidahnya, kemudian dengan lembut dan cekatan menarik celana dalam Bu Ning, melepaskannya dan membuang ke lantai. Dengan spontan Bu Ning mengangkat kedua kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan *****nya dengan rambut-rambut keriting halus yang tertata rapi. Doni mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha Bu Ning yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan mengelumati bibir ***** yang mulai basah mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama, Doni menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir ***** Bu Ning dan sesekali menggetarkan lidahnya yang kasar pada klitorisnya yang membuat Bu Ning mengerang kenikmatan, ”Ahhhhhh….…. Mhhhhh .…… Mhhhhh…..… Dooonnnnn….…. Uhhhhhh……” desahan birahi yang memuncak dari Bu Ning membuat Doni semakin ganas dan sesekali lidah kasarnya di julurkan memasuki ke liang senggama Bu Ning yang menanti pemenuhan itu.6425Please respect copyright.PENANAKrfZcIQ1P3
6425Please respect copyright.PENANAWE4yzkyBmb
6425Please respect copyright.PENANA2e45K2YKZq
Setelah beberapa menit Doni mengeksplorasi liang ***** itu, membuat Bu Ning nampaknya tidak sabar lagi menunggu pemenuhan hasrat birahinya ….6425Please respect copyright.PENANArHBKVWcJGF
6425Please respect copyright.PENANAhsJQlQjTIj
6425Please respect copyright.PENANAhT8LxBW8uS
“Dooonnnniiii …. Ayoooo saaayaaaang ….… masuuukkin Doonnnnn ….…Mhhhh ……. ….. mmmmh.” Suara Bu Ning disertai desahan-desahan yang semakin memburu kencang.6425Please respect copyright.PENANA7CEb6IQzVB
6425Please respect copyright.PENANATokxc0iuSo
6425Please respect copyright.PENANA8hOQtflkcW
Dengan tenang Doni menyudahi penjelajahan lidah kasarnya dan bersiap-siap memasukan penisnya yang sudah tegang memanjang dari tadi. Mengacung bebas dengan kepala penis yang merah mengkilap. Bu Ning semakin membuka lebar pahanya, bersiap-siap menanti pemenuhan terhadap liang senggamanya. Doni naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penisnya ke arah vagina Bu Ning yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan Doni dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.6425Please respect copyright.PENANAxXjDeB4FIr
6425Please respect copyright.PENANAfUr2Z3DpEb
6425Please respect copyright.PENANAxroYhlLPoV
Dengan sekali dorongan penis Doni masuk sampai setengahnya. Doni menahan gerakan penisnya sebentar menikmati sensasi masuknya kepala penis yang sensitif kedalam liang ***** yang basah-basah hangat rasanya menggelenyar yang disambut desahan Bu Ning,” Aaaahhhh …… Donnnn ..…. Aaaahhh …...Doonnniiii …… ” dengan tatap mata sayu meresapi masuknya penis sang perjaka sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan demi dorongan disertai desah nafas tak karuan dan batang penis yang masuk seluruhnya barulah Doni memompa dengan gerakan pantat naik turun dengan irama beraturan, pelan kemudian cepat dan semakin cepat membuat ranjang bergoyang tak karuan.6425Please respect copyright.PENANApjo4uRMi4C
6425Please respect copyright.PENANAPiUwlu5X72
6425Please respect copyright.PENANAkHWJzdr1bB
Doni bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan Bu Ning mencengkram kuat punggung Doni, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan nafas yang kian memburu dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh Bu Ning dan Doni.6425Please respect copyright.PENANAUUSdwvXDWI
6425Please respect copyright.PENANA2XEBMxlIOr
6425Please respect copyright.PENANATcsazoSpVm
“Ooohhhh ……… Ooohhhhh …… Achhhhh ……. Achhhhhh …….. Donnn ….iiii ….. Doonnnnn …..iiiiiii ……. Ceepaaattttt….. Oohhhh ….. Cepaaaatttt……Donnn ……” tak henti-hentinyanya desahan dan teriakan penuh nafsu keluar dari bibir Doni dan Bu Ning. Sesaat Doni menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, Bu Ning memeluk erat Doni dan menggulingkan badan tanpa melepas penis Doni yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan merubah posisi di atas dan setengah berjongkok, Bu Ning memompa dan memompa menaik turunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan. Sesekali Bu Ning memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang penis Doni lebih dalam lagi. Doni tak mau tinggal diam saja, kedua tangannya meremas-remas kedua buahdada Bu Ning yang montok dan besar seperti buah pepaya yang menggantung layu dan menarik-narik puting susunya. Suasana persetubuhan makin hangat membara dengan peluh yang bercucuran, sampai akhirnya ….. Bu Ning sepertinya tak sanggup lagi melanjutkan pompaan pantatnya karena nafsu birahi yang makin memuncak dan menegang. Dengan sigap Doni membalikkan posisi badan Bu Ning kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan pantatnya ……. Doni meneruskan pendakian nafsunya ….. “ Donnn …Aaaahhhh …..…Teruuuussss …… Donnniiiii ……. Aaaahhhh ……!!!!!!”6425Please respect copyright.PENANAdz2xLcDwTv
6425Please respect copyright.PENANARv5e1AY9as
6425Please respect copyright.PENANA6bASCB7ela
“Buuuu Niiiiiiinnnngggg …….. Aaaahhhhh ….. Buuuuu …….. Buuuuu Niiiiiinnnggggg ………!!!!”6425Please respect copyright.PENANAlw1f5xIhoQ
6425Please respect copyright.PENANActOZn1gXpr
6425Please respect copyright.PENANA11svuBsn5V
“Doonnnniiii ………Aaaahhhhh ……!!!!”6425Please respect copyright.PENANAlmBX548nXN
6425Please respect copyright.PENANAw4RdigyINE
6425Please respect copyright.PENANAeuCBtItM0Q
“Buuuuu ……. Buuuu Niiii ……iinnngggg ………!!”6425Please respect copyright.PENANAWGn4ZlLLmS
6425Please respect copyright.PENANARORZU1iiCN
6425Please respect copyright.PENANA9xs0YLtfw8
“Doooonnnniii ……. Dooonniiii …….!!!” Teriak Bu Ning tertahan sambil mengatupkan bibirnya menikmati gelombang hangat yang menjalar dengan dasyaat diseluruh tubuhnya, membuat Bu Ning sedikit bergetar. Aku merasa liang vagina Bu Ning yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot-nyedot penisku. Aku menikmatinya dengan memutar –mutar pantat dan memasukkan lebih dalam lagi batang penisku, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti penisku, semakin besar …. semakin besar dan sesaat kemudian aku kembali mendorong penisku dengan cepat dan semakin cepat …… Ku gerakan maju mundur penisku kedalam *****nya Bu Ning ini sambil menyemprotkan spermaku kedalam rahimnya.6425Please respect copyright.PENANABF69rKLQhG
6425Please respect copyright.PENANAReObpxaNpi
6425Please respect copyright.PENANAvt0OBjK1eT
saat terakhir aku menarik keluar penisku dari liang *****nya yang hangat dan menyemprotkan sisa air maninya di atas perut Bu Ning ……6425Please respect copyright.PENANABPBekgs6hI
6425Please respect copyright.PENANADZWxobJdrh
6425Please respect copyright.PENANAy2fZ6QPXzj
Bu Ning dengan cepat meraih penisku dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut Bu Ning mengusap penis sang perjaka yang mulai layu karena usainya persetubuhan. Aku membaringkan tubuhku disamping Bu Ning dan terdiam untuk beberapa saat menikmati rasa hangat yang menggetar sukma dan raga..6425Please respect copyright.PENANASbUfMDbOUG
6425Please respect copyright.PENANAcUUAf4BVQr
6425Please respect copyright.PENANAE5a3FKzmM8
Bu Ning bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya terlihat guratan guratan tanda pernah melahirkan, nampak jelas sekali disekitar lobang pusarnya dan bagian bawah perutnya yang bergaris putih tanda pernah melahirkan. Kemudian dengan manja Bu Ning membaringkan tubuhnya diatas tubuhku. “Makasih ya sayang… ini menjadi rahasia kita berdua ya ……… Kalau Doni pengen lagi…. Kapan saja pasti Ibu akan melayani Doni dengan senang hati …..” kata Bu Ning mesra ditelingaku.6425Please respect copyright.PENANASNnI90rePS
6425Please respect copyright.PENANABIRYOpFA4d
6425Please respect copyright.PENANApCC6p4aYJ7
Aku hanya tersenyum mesra sambil mencium hangat bibir Bu Ning sekali lagi, karena mala ini Bu Ning telah menjadikanku seorang lelaki sejati yang mengerti lekuk-lekuk tubuh dan keinginan seorang wanita dewasa.


