Kami bertetangga dengan sebuah keluarga PNS yang baru pindah dari Jogya. Ayahku adalah pegawai negeri sipil biasa dan Pak Achmad adalah juga PNS tetapi punya kedudukan yang lebih tinggi. Kalau gak salah Pak Achmad berasal dari kota Klaten sedangkan Bu Achmad berasal dari Jogya. Pak Achmad ini orangnya gemuk pendek dan berkulit agak hitam namun berwajah lumayan, kontras sekali dengan Bu Achmad atau yang sering kali dipanggil dengan sebutan Ibu Ning atau Ibu Ningsih.7236Please respect copyright.PENANAYWMqfiIbYx
7236Please respect copyright.PENANA2U3wW1dVi0
7236Please respect copyright.PENANAsOPJ3rQyKD
Ibu Ning ini tubuhnya agak langsing seimbang dengan postur tubuhnya yang tinggi berisi. Ibu Ning ini lumayan cantik lebih tepatnya Ayu karena penampilannya setiap hari sangatlah “indah dipandang mata” dan aku paling suka berlama-lama mencuri-curi pandang mengamati Ibu Ning setiap kali lewat depan rumahku. Tubuhnya seksi abis cing, rambutnya hitam panjang sebahu dengan kulit tubuh yang kuning langsat dengan sepasang buahdadanya yang montok. Ibu Ning hanyalah ibu rumah tangga biasa yang selalu aktif dalam kegiatan Dharma Wanita di kantor Pemda dan Kabupaten.7236Please respect copyright.PENANAtr2scokf3O
7236Please respect copyright.PENANAm7WjX8lwEo
7236Please respect copyright.PENANAcTe9NWTI8Y
Aku sendiri satu umur dengan anak gadisnya yang nomor empat namun kami berlainan sekolah. Dengan demikian kami tumbuh bersama menjelang masa remaja, namun baru setelah tamat SMP aku dan Dewi satu sekolah di SMA. Aku suka main dirumahnya Dewi untuk meminjam buku atau apa sajalah, yang penting aku bisa bertemu dan ngobrol dengan Ibu Ning yang seksi dan ayu.7236Please respect copyright.PENANAuhPriKpMnH
7236Please respect copyright.PENANAW83wB2DtUv
7236Please respect copyright.PENANA5XBWD1ZoY9
Namun sejak aku di bangku kelas tiga SMP aku mulai tertarik kalau melihat Ibu Ning ini. Orangnya tinggi langsing, wajahnya sebenarnya cukup cantik, hidungnya mancung dan bibir bibir yang sexy. Betis betis kakinya yang besar dan panjang itu juga berbentuk indah. Tetapi selama hidupku aku tak pernah melihat Ibu Ning ini tampil berlebihan. Pergi ke Pemda dan Kabupaten aja Ibu Ning hanya berdandan biasa saja tanpa make up yang berlebihan.Namun tetap saja kelihatan ayu dan seksi karena memang dari asalnya juga sudah ayu.7236Please respect copyright.PENANA57MQPxn906
7236Please respect copyright.PENANAGOH3wFXVnh
7236Please respect copyright.PENANAwrZci3rj59
Setiap hari Ibu Ning ini bila tidak ada kegiatan Dharma Wanita di Pemda ya sibuk didapur memasak. Ibu Ning senang sekali bila aku menemaninya memasak didapur dan kami mengobrol soal apa saja, namun aku tidak bisa terlalu sering menemaninya karena aku sekolah. Aku bisa menemaninya memasak didapur bila aku libur atau membolos sekolah. Dan bicara soal membolos sekolah, aku selalu kompak dengan Dewi yang notabenne adalah anak Ibu Ning. Setiap kali membolos sekolah aku selalu sembunyi di rumahnya Dewi dan bila Ibu Ning bertanya kenapa aku pulang cepat maka aku selalu punya alasan yang tepat dan masuk akal agar tidak dicurigai.7236Please respect copyright.PENANAZ52O8dfQ24
7236Please respect copyright.PENANAJUYo5zGn7G
7236Please respect copyright.PENANAACp9G95W8e
Ibu Ning ini adalah seorang wanita yang polos dan baik hati karena setiap kali aku mampir saat membolos sekolah, maka aku tak pernah kelaparan karena selalu saja tersedia makanan dan minuman yang membuatku betah berlama-lama ngobrol dengan Ibu Ning. Namun demikian yang membuat mataku suka jelalatan adalah sikap Ibu Ning ini kalau duduk suka sembarangan dan inilah yang membuat aku jadi bernafsu padanya. Suatu hari aku meIihat Ibu Ning memakai baju daster yang bertali simpul dibahunya, sehingga bahunya agak terbuka dan akibatnya tali bra nya yang warna hitam itu kelihatan bahkan karena kain daster yang tipis itu maka buahdadanya yang putih montok dan besar itu tercetak makin jelas dan terlihat nyata.7236Please respect copyright.PENANAWXIKW4TDBZ
7236Please respect copyright.PENANAfwbvbYS9W9
7236Please respect copyright.PENANA8b6KkwOX1d
Aku tak tahan melihat semua ini jantungku pun berdetak tak karuan, sementara itu Ibu Ningpun cuek saja sebab sibuk dengan pekerjaannya. Kebetulan saat itu tak ada siapa siapa didapur selain aku dan Ibu Ning ini. Beberapa butir air keringat mengalir di wajahnya yang ayu itu. Lehernya yang kuning jenjang nampak mengkilat oleh keringatnya. Pemandangan ini yang membangkitkan nafsu birahiku.Aku terus asyiik memandangi Ibu Ning asyiik menyiapkan bumbu-bumbu untuk memasak, namun mataku terus mencuri-curi pandang ke arah lekukan buahdadanya yang putih montok dan besar itu nampak bergoyang-goyang seirama gerakan tangan dan tubuhnya.7236Please respect copyright.PENANA3H90OTYdtb
7236Please respect copyright.PENANA8pVTPhTgZv
7236Please respect copyright.PENANA52sVOgkIJ1
Tiba tiba telefon berbunyi dan Ibu Ning menyuruhku untuk angkat telefon. Ternyata telefon dari Pak Achmad suaminya yang sengaja menelpon dari kantornya, mau bicara dengan sang istri. Lalu dengan langkah gemulai Ibu Ning datang mendekatiku dan mengambil alih gagang telefon itu sambil berdiri disampingku dekat sekali hingga buahdadanya yang sedikit terbuka itu bisa aku lihat begitu jelasnya. Kulit tubuhnya masih mulus putih padahal usianya sudah empat puluh tahun.7236Please respect copyright.PENANADAUNkyllZB
7236Please respect copyright.PENANA7bmgAvSiiT
7236Please respect copyright.PENANAvLoCPWTcQM
Aku tak dapat menahan gelora dalam hatiku lagi. Saat Ibu Ning berbicara dengan suaminya ditelefon maka tanganku segera beraksi mengusap pelan bagian buahdadanya yang nampak itu dan kuremas remas pelan. Aku merasa nikmat sekali bisa menyentuh kulit yang putih itu. Ibu Ning hanya menatapku tapi tak bereaksi apa apa dan kembali melanjutkan pembicaraan ditelepon dengan Pak Achmad suaminya.7236Please respect copyright.PENANAGXMyulwFIg
7236Please respect copyright.PENANAYsJFzbf7Om
7236Please respect copyright.PENANASmMWQXThQI
Selesai menutup telepon Ibu Ning kembali melanjutkan menguleg bumbu dan mempersiapkan sayuran untuk ditumis. Sambil menghapus keringat yang mengalir di keningnya dengan tangan kanannya, Bu Ning menghela napas “heehhhh……. Uuhhhh….. “7236Please respect copyright.PENANAFw8Ak88D3t
7236Please respect copyright.PENANAvW37MaRH1V
7236Please respect copyright.PENANAhVPmnJgKSv
“Kenapa Bu….?” Tanyaku memastikan7236Please respect copyright.PENANAqslmuTnnOp
7236Please respect copyright.PENANAo4z0vahaBu
7236Please respect copyright.PENANAHaIVXKXu1b
“Panassss…… Donnn….” Kata Ibu Ning sambil memandangku……….7236Please respect copyright.PENANAOjjFmXnT8l
7236Please respect copyright.PENANArIt5FZFEgt
7236Please respect copyright.PENANAu6cyukjbiL
Aku kembali mendekati Ibu Ning dan tanganku kembali menyusup masuk baju dasternya lewat celah lengan yang terbuka itu terus memegang buahdada yang putih montok dan besar itu dan meremas dengan gemas.7236Please respect copyright.PENANAgWNHkvTeyV
7236Please respect copyright.PENANAe55dO03dng
7236Please respect copyright.PENANALCFYR40wDK
Ibu Ning kaget dengan sikapku yang berani itu.7236Please respect copyright.PENANAdQaBALoXcf
7236Please respect copyright.PENANAXMEr6K1cNy
7236Please respect copyright.PENANAk7jHTWy5G8
"Doni kenapa kamu itu…?"……….”Kenapa kamu meremas susu ibu..?” Ibu Ning bertanya dengan menahan marah karena sikapku yang kurangajar padanya.7236Please respect copyright.PENANA9TNSDMPOJT
7236Please respect copyright.PENANAXpTGFovvOa
7236Please respect copyright.PENANAEnc4lPqyM6
"Maaaafff….Ibu Ning…..!” ….. aku hanya terdiam menunduk……. Tak berani melanjutkan kata-kataku…7236Please respect copyright.PENANAIWWNIfsGDa
7236Please respect copyright.PENANA3UoisBVnWg
7236Please respect copyright.PENANA5xOuFe0fty
“Ada apa Doniiii….!!!!.” …. Tanya Ibu Ning dengan nada keras yang membuatku makin terdiam membisu karena ketakutan…7236Please respect copyright.PENANAmjV1usobKm
7236Please respect copyright.PENANA2LssFze2GS
7236Please respect copyright.PENANAycjFOp67cb
“Doniiiii……..kenapa kamu seperti itu…jawab pertanyaan Ibu, bukannya malah diam membisu seperti itu….” Kata Ibu Ning.7236Please respect copyright.PENANA5CnpBtb8zo
7236Please respect copyright.PENANAlJUSN6h11X
7236Please respect copyright.PENANAAVlgy0f71a
Mungkin karena melihatku makin ketakutan, Ibu Ning timbul juga rasa kasihan dalam dirinya sebagai seorang wanita dan juga seorang ibu. Maka untuk mencairkan suasana yang kaku, Ibu Ning mendekatiku dan meremas tanganku.7236Please respect copyright.PENANAYuDiGuYOWP
7236Please respect copyright.PENANAlIwk5NtAd7
7236Please respect copyright.PENANAGxs111th98
“Doniii…. Kamu sadar gak kalau perbuatan kamu itu salah….?” Kata Ibu Ning lembut sambil membelai kepalaku. “Kamu belum saatnya melakukan hal seperti itu ya…ingat kamu masih sekolah kelas tiga SMA” ……..”Dan sebaiknya kamu konsentrasi dulu pada pelajaran disekolah ya”…. Ibu Ning menasehatiku.7236Please respect copyright.PENANAFl8jGZhaVx
7236Please respect copyright.PENANAnHgu1HmaDE
7236Please respect copyright.PENANAKZfIRZV70w
Aku terdiam membisu dan memandang wajahnya yang ayu dengan mata berkaca-kaca……. Bibirku bergetar menahan kata-kata……7236Please respect copyright.PENANAaOxPGszeoL
7236Please respect copyright.PENANA7wH49U4IOz
7236Please respect copyright.PENANAHMePL1hutT
“Ada apa Donii……???” …..tanya Ibu Ning lembut sambil kembali membelai rambutku. “Katakan saja Ibu gak akan marah koq….. asal kamu mau jujur…” kata Ibu Ning menenteramkan hatiku.7236Please respect copyright.PENANAAF7OJ29cKr
7236Please respect copyright.PENANAcp5hpnJ9ED
7236Please respect copyright.PENANAX5idZ1wAGQ
Dan dengan segenap keberanianku….akhirnya kata-kata itu terucap juga dari mulutku. “Maaf Bu Ning…… saya…. Sayaaa jatuh cinta pada Ibu Ning….. “ kataku lirih sambil menunduk karena takut akan apa yang mungkin akan terjadi, bisa saja Bu Ning marah dan menampar wajahku atau malah mengusirku dari dalam rumahnya.7236Please respect copyright.PENANA6L4b4bdnRY
7236Please respect copyright.PENANAyuVAnpyVgA
7236Please respect copyright.PENANApO0lo6TuQA
Tiba-tiba Ibu Ning memelukku dengan erat kemudian kedua tangannya mengangkat wajahku dan wajahnya yang ayu menatapku dengan lembut sambil tersenyum. Wajah Bu Ning hanya berjarak 5 centi dariku sehingga hembusan nafasnya yang harum dan hangat menerpa pipiku. “Doniii….. Doniiii….. sejak kapan kamu jatuh cinta pada Ibu…?” Tanya Ibu Ning lembut.7236Please respect copyright.PENANA3IT0bFyBqU
7236Please respect copyright.PENANAWfCXDS77On
7236Please respect copyright.PENANAmA5QqdQ1V6
“Sejak pertama kali melihat Ibu Ning pindah kemari….” Kataku polos.7236Please respect copyright.PENANA88EulKH566
7236Please respect copyright.PENANA8pkVbIRWUM
7236Please respect copyright.PENANA5r9WXNAJCi
“Apa yang membuat Doni jatuh cinta pada Ibu..?” Tanya Ibu Ning sambil tersenyum manis sekali…. Melihat Ibu Ning tak lagi marah maka aku makin berani untuk membuka perasaan yang ada pada diriku. “Sungguhh… Ibu Ning tak akan marah klo aku jujur mengatakannya….?” Aku memandang wajah Ibu Ning yang ayu dengan penuh harap…..7236Please respect copyright.PENANA6oMC2vZni7
7236Please respect copyright.PENANABSEdfsg9WT
7236Please respect copyright.PENANAJznQMVeTse
“Ayooo katakan saja Donii….Ibu malah……. Senang koq….” Ibu Ning makin menggodaku7236Please respect copyright.PENANASb7s29dGoW
7236Please respect copyright.PENANAWeld74wYfF
7236Please respect copyright.PENANAxT9UVcAlQ9
“Ibu Ning sangat seksi dan menggg….menggairahkan……” Aku hanya diam memandang ekpresi wajah Ibu Ning setelah mendengar pengakuanku……..7236Please respect copyright.PENANAAwq5vWj0ei
7236Please respect copyright.PENANAbn14OE92zX
7236Please respect copyright.PENANAyVy6NDrvAS
“Doniii….. Donii….. jadi perasaan itukah yang membuat kamu berani berbuat kurang ajar pada Ibu…??” Tanya Ibu Ning lembut sambil mengusap-usap pipiku.Aku tersenyum bahagia sekali karena sikap dan kelembutan Ibu Ning yang mau mengerti akan perasaan dan gelora dalam hatiku. Karena aku melihat ternyata dia gak marah, seketika timbul keberanianku untuk melakukan hal yang lebih jauh dari sekedar mengaguminya.7236Please respect copyright.PENANAgTaATGNhl9
7236Please respect copyright.PENANA09hXWOls3C
7236Please respect copyright.PENANARC7BxQrMEH
Aku pegang kedua tangan Ibu Ning dan dengan segera aku memeluk tubuhnya erat-erat, kutempelkan bibirku ketelinga kirinya dan dengan lirih kubisikan kata-kata cinta.7236Please respect copyright.PENANAcezOu7O6Rb
7236Please respect copyright.PENANANk5kd67M83
7236Please respect copyright.PENANATAwcSKbzUd
“Ehhemmm……………… Ibu Ning, Doni sayang banget pada Ibu Ning….”7236Please respect copyright.PENANAtrF9Nfp4Kx
7236Please respect copyright.PENANAZDKG5u3wtr
7236Please respect copyright.PENANARlszekOUuj
”Doni cinta banget pada Ibu Ning…..”….”Doni kagum pada Ibu Ning….” Kataku merayu ditelinganya. Ibu Ning Hanya diam membisu sambil mengelus-elus punggungku. Kulepaskan pelukanku padanya dan aku memandang wajahnya dengan mimik memelas dan penuh harap……..7236Please respect copyright.PENANAMISHr1A4JA
7236Please respect copyright.PENANAyKjbwNsFSa
7236Please respect copyright.PENANASt9y27bZSM
Lalu, ……… aku melihat seulas senyum terkembang diwajahnya. Ibu Ning mengangguk dan tersenyum penuh kelembutan “Ibu Ning juga sayang pada Doni…. “ katanya lirih. Aku memandangi wajahnya yang ayu, lembut dan keibuan. Dan tiba-tiba mengalir begitu saja….. aku mencium bibirnya dengan penuh gereget nafsu anak muda yang baru menemukan cinta. Gemuruh nafasku memenuhi rongga dalam mulutnya dan diapun membalas ciumanku. Ibu Ning sampai tersengal-sengal menahan nafas.7236Please respect copyright.PENANAav9iLeHuc1
7236Please respect copyright.PENANAGc7Nrj5uUf
7236Please respect copyright.PENANAkSNWwoPyNb
“Doni…. Sudah ya…. Don…. nanti ada yang melihat kita bisa bahaya… “ kata Ibu Ning menyadarkanku sambil melepaskan pelukanku.7236Please respect copyright.PENANAeFmuRtakLv
7236Please respect copyright.PENANAzvkXPn80qA
7236Please respect copyright.PENANA0QJui43GEv
“Tapi Ibu Ning sayangkan pada Doni…” kataku penuh harap sambil memegang tangannya.7236Please respect copyright.PENANAXszoHo5RE7
7236Please respect copyright.PENANA9BwL2ytfAh
7236Please respect copyright.PENANA3J1Hh3vy4k
“Iyaaa…… iyaaa… Ibu Ning juga sayang sama Doniii…..” kata Ibu Ning lembut dan tersenyum. Hari itu aku merasa sangat bahagia sekali karena Ibu Ning, tetanggaku yang ayu, putih dan seksi telah menerima perasaan cinta dan sayangku.7236Please respect copyright.PENANAv3U6SjmQZQ
7236Please respect copyright.PENANABR9JV8g1L0
7236Please respect copyright.PENANA2sDHyLAEHR
Entah mengapa pada diri wanita tetanggaku yang telah berusia setengah baya ini kutemukan rasa cinta dan sayang yang begitu menggelora dalam dadaku. Siang itu kami lalui dengan kebahagian hingga Dewi pulang sekolah dan meminjamkan buku catatan yang harus aku fotocopy biar aku gak ketinggalan pelajaran karena membolos.7236Please respect copyright.PENANAtw9xLRQsdn
7236Please respect copyright.PENANAPrkxdYy9dy
7236Please respect copyright.PENANAHCNMtiDaQF
Hari Minggu pagi ini aku sengaja mampir kerumah Dewi untuk mengajaknya jalan-jalan pagi sambil berolah raga di Alun-alun Kabupaten dan ternyata sambutannya sungguh tak terduga karena seluruh anggota keluarga Dewi ikut jalan-jalan pagi. Pak Achmad dengan kaos training kuning terlihat mencolok karena kontras dengan warna kulitnya yang hitam legam. Baru beberapa putaran telah membuat Pak Achmad kepayahan dan beristirahat dibawah pohon yang rindang.7236Please respect copyright.PENANAXUiJeslvwV
7236Please respect copyright.PENANABpIxCYqvDj
7236Please respect copyright.PENANAhzhZaL8GxZ
“Waahh…. Waahhh…. Husss…. !” …dengus nafas Pak Achmad…..7236Please respect copyright.PENANA31MdbsZXtu
7236Please respect copyright.PENANAfdGhnV82sm
7236Please respect copyright.PENANA83h0SLmMbr
“Aduuuuhh….. hehhhh….. capek banget Don, Bapak istirahat dulu ya…. Capek..” Kata Pak Achmad kepadaku sambil mengangkat tangan kanannya.7236Please respect copyright.PENANAhi9VhAZROZ
7236Please respect copyright.PENANAsAWzOkfAX0
7236Please respect copyright.PENANAvoXkYaPjpC
“Pahh…. Wawan capek nih….. ikutan istirahat ya…” Kata Mas Wawan yang baru tiba setelah lari beberapa putaran. “Don, kamu masih kuat….??” Sambungnya.7236Please respect copyright.PENANACrMjcD3rkI
7236Please respect copyright.PENANAOP580MOXV1
7236Please respect copyright.PENANAQSQqY2MyDB
“Aku sih lumayan cape juga tapi….. ntar aja istirahatnya…” sahutku tersenyum.7236Please respect copyright.PENANANi8q6FKxBR
7236Please respect copyright.PENANAd8fOA6HL2e
7236Please respect copyright.PENANAAxlj1ediof
“Yah… udah sana lari lagi sambil jagain mama dan adik-adikku ya….” Kata Mas Wawan sambil mendorongku untuk segera lari lagi.7236Please respect copyright.PENANAuVuybVezD4
7236Please respect copyright.PENANAmwtukN89qa
7236Please respect copyright.PENANAnT5JnvAp1Z
“Ok. Mas…. Siip dah…” kataku sambil lari menyusul Ibu Ning, Dewi, Mbak Anna dan Mbak Sintha. Setelah beberapa saat mengejar maka aku berhasil menjajari Ibu Ning. Dia tersenyum manis sambil memandangku penuh keteduhan. “Lhooo…koq Ibu Ning sendirian aja…mana yang lainnya…??” tanyaku pura-pura cemas.7236Please respect copyright.PENANA0z6r0aa1bM
7236Please respect copyright.PENANAnBxk9UbiYs
7236Please respect copyright.PENANAFfNjgQW6vo
“Gak…papa koq…. mereka udah lari jauh didepan…” kata Ibu Ning7236Please respect copyright.PENANA0xpkTuKXuA
7236Please respect copyright.PENANAzU4lefCqiO
7236Please respect copyright.PENANAmjM8xzjUMj
“Waduhhhh……. Gawat…. ??” kataku dengan mimik wajah cemas sambil memandang wajah Ibu Ning.7236Please respect copyright.PENANAnJuvsk7RkZ
7236Please respect copyright.PENANAPuKHZeuRqy
7236Please respect copyright.PENANAAU0qRYUzzl
“kenapa Donnn…. “ Tanya Ibu Ning penuh kebingungan7236Please respect copyright.PENANA4ZpHZg22m0
7236Please respect copyright.PENANAS0dr6FoK6u
7236Please respect copyright.PENANAsZcRnOXG7x
Dengan muka serius aku menjawab “Wahhh…. bisa gawat nihhh…gimana jadinya klo ada orang jahat yang iseng menculik Mamanya, mereka pasti akan merasa kehilangan Ibunya yang cantik dan seksi ini…” Tapi biar gak ada yang berani menculik maka biarlah saya akan mengawal mama mereka yang ayu dan seksi ini…” kataku sambil tertawa lucu dan menjajari langkah Ibu Ning.7236Please respect copyright.PENANAp5Vz8Jmu5g
7236Please respect copyright.PENANA2pxAE71N4u
7236Please respect copyright.PENANAhSmvHQ1oau
Ibu Ning hanya tersenyum sambil terus berlari-lari kecil, tubuhnya yang seksi bergerak-gerak gemulai dan aku terus memandangi sepasang buahdadanya yang besar dan montok yang bergerak naik turun saat kakinya bergerak.7236Please respect copyright.PENANAJaJHGMj36F
7236Please respect copyright.PENANAzkUmR9lnMQ
7236Please respect copyright.PENANASAWzFpG2ty
“Huusss….. huusss…… “ Kata Ibu Ning sambil mengibaskan tangan kirinya ke wajahku untuk mengalihkan pandangan mataku yang terarah ke buahdadanya yang montok, besar dan menggiurkan.7236Please respect copyright.PENANA49pEwbsKfU
7236Please respect copyright.PENANA48IljczMEa
7236Please respect copyright.PENANA9b1erxjIbq
“Doonnni….. Doonnn….kamu kenapa sihhhh….koq aneh sekali ….????” Tanya Ibu Ning membuyarkan anganku. Ku pandang wajahnya yang ayu dan putih sambil tersenyum penuh sejuta arti.7236Please respect copyright.PENANANqoJb9wgWq
7236Please respect copyright.PENANAXUZnZM0zH4
7236Please respect copyright.PENANA2P0fhlRxW6
“Ada apa Bu Ning…..?” Tanyaku sambil terus berlari-lari kecil7236Please respect copyright.PENANAp4RpjRAXrO
7236Please respect copyright.PENANAsWj15YAnLB
7236Please respect copyright.PENANAWsxC7q5gb7
“Besok Senin kamu punya acara apa…” Tanya Ibu Ning sedikit lirih menghindari kecurigaan orang lain yang lalu lalang di sekitar kami.7236Please respect copyright.PENANAtv9wWtVAOU
7236Please respect copyright.PENANAoiL5KkP68x
7236Please respect copyright.PENANAG72kuqBdfk
“Besok …. Eeehh… entahlah Bu… “ Sahutku sekenanya7236Please respect copyright.PENANARq1NDmia78
7236Please respect copyright.PENANAkDBKVBnoTx
7236Please respect copyright.PENANAOrPQxOEDTA
Hari ini Senin 21 Maret, setelah mengikuti upacara bendera dan pelajaran pertama yang membosankan, aku segera minta ijin pulang dengan alasan sakit perut diare. Setelah memperoleh ijin pulang dari guru BP, aku mampir ke meja Dewi untuk pamit pulang.7236Please respect copyright.PENANAVDpAyccugO
7236Please respect copyright.PENANAZyMflgzCes
7236Please respect copyright.PENANAAG56nQzdoq
“Wi, sorry ya aku pulang duluan ya, abis aku sakit perut nih…… daagg…!” kataku sambil terus melangkah keluar kelas.7236Please respect copyright.PENANABQiJ7UyUgj
7236Please respect copyright.PENANAVQSOq6edr5
7236Please respect copyright.PENANAL0yDnVEa5c
“OK, Bos !....” kata Dewi sambil tersenyum.7236Please respect copyright.PENANAqRqCAXjTQi
7236Please respect copyright.PENANA8oM8xmdMJ8
7236Please respect copyright.PENANACgC8p5RQzK
Setelah naik angkot selama 25 menit aku melanjutkan dengan jalan kaki lewat jalan Gang Kancil 1, aku terus melangkah menuju rumahnya Pak Achmad tetanggaku lain Gang tapi masih satu RT.7236Please respect copyright.PENANAp80xcaglK6
7236Please respect copyright.PENANAcj3Sa41QDd
7236Please respect copyright.PENANANjeUerAM6H
Setelah membuka pintu pagar depan, aku tidak segera mengetuk pintu depan karena biasanya pintu depan selalu terkunci. Aku meneruskan langkah memutar menuju pintu dapur yang terletak di belakang. Yang terlihat sunyi sepi. Namun tak lama kemudian aku melihat tubuh Ibu Ning yang sedang berdiri membelakangiku didepan tempat cucian piring. Oohh… rupanya Ibu Ning sedang mencuci piring atau gelas nih. Tanpa menimbulkan suara aku membuka pintu yang hanya setengah berdiri.7236Please respect copyright.PENANAOH3bhPv75B
7236Please respect copyright.PENANAQ7cA0tyLOU
7236Please respect copyright.PENANA1gfGF9xrsN
Pelan-pelan aku melangkah mendekatinya kuamati tubuhnya yang kuning langsat karena saat itu Ibu Ning hanya mengenakan baju daster warna hijau kembang-kembang dan bertali simpul satu dipundaknya. Lengannya dan juga pantatnya terlihat berisi karena memang wanita seusia dia pasti akan terlihat sedikit gemuk dan Tiba-tiba aku ingin menggodanya. Aku berjingkat perlahan dan menutup kedua matanya dengan tanganku dari belakang. Ibu Ning kaget berusaha melepaskan kedua tanganku. Aku menahan tawa sambil tetap menutup kedua matanya. Tapi akhirnya Ibu Ning mengenaliku juga. Maka segera kukendorkan tanganku.7236Please respect copyright.PENANAhPg0QlWnOa
7236Please respect copyright.PENANAlY8XQJxzu3
7236Please respect copyright.PENANABoTdTBICRq
"Donnii …… kamu bikin kaget Ibu saja akhh …..." Ucap Bu Ning sambil tetap membelakangiku dan menarik kedua tanganku kedepan dadanya. Ibu Ning bersandar didadaku. Kedua belah tanganku tepat mengenai buahdadanya yang kurasakan empuk dan besar itu. Gelora aneh mengalir didarahku. Sementara Bu Ning terus melanjutkan aktifitasnya mencuci gelas, aku justru memperhatikan bulu-bulu lembut dileher jenjangnya Rambutnya yang lurus sebahu saat itu tertarik keatas dan terjepit jepitan rambut, hingga leher bagus itu dapat kunikmati utuh. Aku berdesir. Kurasakan napasku mulai berat. Dengan bibirku akhirnya kukecup leher itu. Bu Ning merintih kegelian dan menghentikan kegiatan mencuci gelas lalu mencubit lenganku dengan genit. "Hiiiiihh ... Jangan Doonnnn …. Akhhhh ..... Ibu jadi merinding aahhh…" kata Ibu Ning. Sementara itu dekapan tanganku disusu dan dadanya makin kuat.7236Please respect copyright.PENANAmZbUSQNvIT
7236Please respect copyright.PENANAV6gpGsfgMY
7236Please respect copyright.PENANAuoVfJbP5p9
Ketika kuperhatikan ternyata Ibu Ning tidak marah dan tetap tenang maka kuulangi lagi kecupan itu berulang-ulang. Bekas cukuran kumis dan janggutku membuatnya kegelian. Tapi kurasakan tangan Bu Ning perlahan mencengkram erat dikedua jariku dan dia diam saja. Aku makin bernapsu. Ciuman, kecupan dan hisapan bibirku makin menjadi-jadi ke leher dan telinganya. Ibu Ning mendesah-desah sambil memejamkan mata. Kepalanya bergerak-gerak mengikuti cumbuan bibirku. Matanya terpejam dan napasnya menggelora. Kucari bibirnya, karena susah maka kuputar tubuhnya menghadapku dan langsung kusambar dengan bibirku.7236Please respect copyright.PENANAAF4t9iRFaq
7236Please respect copyright.PENANAEbmTZMRI4A
7236Please respect copyright.PENANA3CsTkp6fgv
Kupeluk erat Bu Ning. Dia menggeliat membalas ganasnya permainan bibirku. Kedua tangannya memegangi bagian belakang kepalaku seolah takut aku melepaskan ciuman bibirku. Kuremas-remas buahdadanya dengan tangan kananku. Bu Ning melepaskan ciumannya lalu merintih-rintih dengan kepala terdongak kebelakang seolah memberikan lehernya untukku. Dengan ganas langsung kuciumi leher yang jenjang dan terbuka itu.7236Please respect copyright.PENANAbz9XCh3Ldq
7236Please respect copyright.PENANALgSSqrPYph
7236Please respect copyright.PENANA4yiSqvKP7D
“Oohh…. Donnnii…….. ooohhh….” Rintih Ibu Ning menahan nafsu birahi.7236Please respect copyright.PENANAuymVjQ0pMa
7236Please respect copyright.PENANAEM7W3c8Vro
7236Please respect copyright.PENANA86K0yjqC4g
“Bu Ningggg …… eehhh…. Buahdada ini membuatku jadi bernafsu…” kataku dengan hati yang polos. Walau hatiku berdebar menahan gelora, tanganku masih saja menggerayangi dan meremas gemas buahdadanya yang montok dan besar itu. Tanganku segera menyelusup kedalam baju dasternya karena memang simpul tali dasternya telah berhasil aku lepaskan dari tadi. Jari tangan kananku menyelusup kedalam BHnya dan mengelus lembutnya buahdada seorang wanita setengah baya yang kini terkulai dalam pelukanku. Jari tanganku meremas-remas buahdada Ibu Ning yang besar dan montok itu, bahkan ketika sampai keputingnya dan memelintir-lintir puting itu, terasa kalau puting buahdada Ibu Ning telah menegang dan keras.7236Please respect copyright.PENANA5QUwR3ZBse
7236Please respect copyright.PENANAHzzVnBEzsI
7236Please respect copyright.PENANAK7XI7xVOwN
"Oooohh … Donnnii … !" Ibu Ning mengeluh nikmat sambil memerem matanya dan menegakan badannya. Rupanya Ibu Ning juga merasa nikmat dengan permainan tanganku ini. Dan kuremas-remas terus buahdada yang masih kenyal dan besar itu. Ibu Ning semakin mengerang-erang. Kuraih kepalanya dan kucium bibirnya, walau aku sendiri masih bodoh dalam berciuman. Namun aku tetap pede cepat ku sambar bibirnya lagi. Ibu Ning tersandar dikursi makan menatapku nanar penuh gelora nafsu.7236Please respect copyright.PENANAxbtGlge4wo
7236Please respect copyright.PENANA3QJRjDT8Gm
7236Please respect copyright.PENANAQOBChZF9r1
Melihat Ibu Ning yang sudah terkapar karena nafsu birahi yang menggelora itu, membikin aku tambah nekad lagi. Kukeluarkan kedua buahdadanya itu dari dalam BHnya dan kuhisap kedua buah putingnya silih berganti. Ibu Ning semakin merintih dan mengerang dengan suara lirih tertahan sambil membuka kedua kakinya lebar-lebar yang menjuntai kelantai.7236Please respect copyright.PENANAqZQyax8kU5
7236Please respect copyright.PENANAfZbgjCY2u6
7236Please respect copyright.PENANA2KUmqcXzJO
Tangan kiriku masuk kebalik baju dasternya terus menembus celana dalamnya dan mengusap-usap bibir *****nya. Jari tanganku menyelusup kedalam lubang *****nya dan mengocoknya keluar-masuk dengan perlahan-lahan dan kemudian berubah menjadi cepat dan semakin cepat seiring deru nafas Ibu Ning yang menderu-deru menuju puncak birahinya. Ibu Ning berteriak lirih dan *****ik tertahan, rupanya permainan jari-jariku telah membawa Ibu Ning mencapai klimaksnya.7236Please respect copyright.PENANA8XH1gkKsG8
7236Please respect copyright.PENANAOw0KcE3qe4
7236Please respect copyright.PENANAcOQnldkBxA
"Sudaahhh ….. suuuddaaah …....aaaachhhh …. !"7236Please respect copyright.PENANAwwrYjsOGki
7236Please respect copyright.PENANAPrDsP1rkn9
7236Please respect copyright.PENANAd9z7JF7nBW
“Ooohhhh …… Doonnniii …… ooohhh …….. aachhh ……!” rintih Ibu Ning dengan suara bergetar. Lalu ia bangun berdiri seperti marah padaku. Menatapku dengan mata terbelalak. Bibirnya gemetaran.7236Please respect copyright.PENANAAXcWoC9J4a
7236Please respect copyright.PENANAuVvT48s18j
7236Please respect copyright.PENANAMpUavnIMAE
"Donnn………. Donniiiii ……!" Lalu Ibu Ning bangkit berdiri dan buru buru memasukan kembali kedua buahdadanya yang aku keluarkan tadi dan segera meninggalkan dapur yang juga jadi ruang makan itu. Kulihat Ibu Ning bergegas masuk ke kamar tidurnya dan menutup pintu.7236Please respect copyright.PENANAa7XrPTl3Vt
7236Please respect copyright.PENANAh85OEZZama
7236Please respect copyright.PENANAhkYlwtdYYy
Aku cepat cepat kabur saja dari rumah itu. Malamnya ku datang ke rumah Ibu Ning lagi, dengan alasan mau ketemu sama Dewi. Kulihat Ibu Ning lagi diruang tamu duduk berpangku kaki sambil membaca tabloid wanita. Ibu Ning hanya menatapku sekilas dan tidak menjawab salamku. Mungkin Ibu Ning masih marah atas kekurang ajaranku tadi siang pikirku.7236Please respect copyright.PENANAkjH5lTPT13
arrow_back
GAIRAH IBU NINGSIH
more_vert
-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
GAIRAH IBU NINGSIH
Author:
hellocerita
ISSUE #1
LIKES 1
READS 7232
BOOKMARKS 11
campaign
Request update 0
Sponsor
Suggest Edits
Login with Facebook
or Sign up/Login to comment or bookmark! Ad
Click to load the next chapter
X
After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
X
Sponsor again
Click to login
Login first to show your name as a sponsor.
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
×
GAIRAH IBU NINGSIH
Fantasy
Fantasy
Fantasy
Last updated: Dec 11, 2025
Total word count: 7,948
Total reading time: 37 Minutes
Writer:
No tags yet.
Report this story
×
Write down what you like about the story
×
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
×
People Who Like This
x
Before You Publish
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penana’s Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.

