Kami bertetangga dengan sebuah keluarga PNS yang baru pindah dari Jogya. Ayahku adalah pegawai negeri sipil biasa dan Pak Achmad adalah juga PNS tetapi punya kedudukan yang lebih tinggi. Kalau gak salah Pak Achmad berasal dari kota Klaten sedangkan Bu Achmad berasal dari Jogya. Pak Achmad ini orangnya gemuk pendek dan berkulit agak hitam namun berwajah lumayan, kontras sekali dengan Bu Achmad atau yang sering kali dipanggil dengan sebutan Ibu Ning atau Ibu Ningsih.5889Please respect copyright.PENANAR7bOOSYg4H
5889Please respect copyright.PENANACFkpPuQZmi
5889Please respect copyright.PENANALg2sSlI8gf
Ibu Ning ini tubuhnya agak langsing seimbang dengan postur tubuhnya yang tinggi berisi. Ibu Ning ini lumayan cantik lebih tepatnya Ayu karena penampilannya setiap hari sangatlah “indah dipandang mata” dan aku paling suka berlama-lama mencuri-curi pandang mengamati Ibu Ning setiap kali lewat depan rumahku. Tubuhnya seksi abis cing, rambutnya hitam panjang sebahu dengan kulit tubuh yang kuning langsat dengan sepasang buahdadanya yang montok. Ibu Ning hanyalah ibu rumah tangga biasa yang selalu aktif dalam kegiatan Dharma Wanita di kantor Pemda dan Kabupaten.5889Please respect copyright.PENANAmBQutURgj9
5889Please respect copyright.PENANAEASViLTunt
5889Please respect copyright.PENANA9G8nYmi1Hs
Aku sendiri satu umur dengan anak gadisnya yang nomor empat namun kami berlainan sekolah. Dengan demikian kami tumbuh bersama menjelang masa remaja, namun baru setelah tamat SMP aku dan Dewi satu sekolah di SMA. Aku suka main dirumahnya Dewi untuk meminjam buku atau apa sajalah, yang penting aku bisa bertemu dan ngobrol dengan Ibu Ning yang seksi dan ayu.5889Please respect copyright.PENANAVxUIoQvyUe
5889Please respect copyright.PENANAZPYNIW3JGu
5889Please respect copyright.PENANA98Y1yBjnpb
Namun sejak aku di bangku kelas tiga SMP aku mulai tertarik kalau melihat Ibu Ning ini. Orangnya tinggi langsing, wajahnya sebenarnya cukup cantik, hidungnya mancung dan bibir bibir yang sexy. Betis betis kakinya yang besar dan panjang itu juga berbentuk indah. Tetapi selama hidupku aku tak pernah melihat Ibu Ning ini tampil berlebihan. Pergi ke Pemda dan Kabupaten aja Ibu Ning hanya berdandan biasa saja tanpa make up yang berlebihan.Namun tetap saja kelihatan ayu dan seksi karena memang dari asalnya juga sudah ayu.5889Please respect copyright.PENANAVFa2xIot00
5889Please respect copyright.PENANA8hZ1VmpqRk
5889Please respect copyright.PENANAfwgiX1ApbQ
Setiap hari Ibu Ning ini bila tidak ada kegiatan Dharma Wanita di Pemda ya sibuk didapur memasak. Ibu Ning senang sekali bila aku menemaninya memasak didapur dan kami mengobrol soal apa saja, namun aku tidak bisa terlalu sering menemaninya karena aku sekolah. Aku bisa menemaninya memasak didapur bila aku libur atau membolos sekolah. Dan bicara soal membolos sekolah, aku selalu kompak dengan Dewi yang notabenne adalah anak Ibu Ning. Setiap kali membolos sekolah aku selalu sembunyi di rumahnya Dewi dan bila Ibu Ning bertanya kenapa aku pulang cepat maka aku selalu punya alasan yang tepat dan masuk akal agar tidak dicurigai.5889Please respect copyright.PENANAptQfj2KJr1
5889Please respect copyright.PENANAdS4zzh1oW5
5889Please respect copyright.PENANArY7F9qtVvU
Ibu Ning ini adalah seorang wanita yang polos dan baik hati karena setiap kali aku mampir saat membolos sekolah, maka aku tak pernah kelaparan karena selalu saja tersedia makanan dan minuman yang membuatku betah berlama-lama ngobrol dengan Ibu Ning. Namun demikian yang membuat mataku suka jelalatan adalah sikap Ibu Ning ini kalau duduk suka sembarangan dan inilah yang membuat aku jadi bernafsu padanya. Suatu hari aku meIihat Ibu Ning memakai baju daster yang bertali simpul dibahunya, sehingga bahunya agak terbuka dan akibatnya tali bra nya yang warna hitam itu kelihatan bahkan karena kain daster yang tipis itu maka buahdadanya yang putih montok dan besar itu tercetak makin jelas dan terlihat nyata.5889Please respect copyright.PENANAK9BrK221sG
5889Please respect copyright.PENANA0sPJl51ELA
5889Please respect copyright.PENANAHUaTPHXz55
Aku tak tahan melihat semua ini jantungku pun berdetak tak karuan, sementara itu Ibu Ningpun cuek saja sebab sibuk dengan pekerjaannya. Kebetulan saat itu tak ada siapa siapa didapur selain aku dan Ibu Ning ini. Beberapa butir air keringat mengalir di wajahnya yang ayu itu. Lehernya yang kuning jenjang nampak mengkilat oleh keringatnya. Pemandangan ini yang membangkitkan nafsu birahiku.Aku terus asyiik memandangi Ibu Ning asyiik menyiapkan bumbu-bumbu untuk memasak, namun mataku terus mencuri-curi pandang ke arah lekukan buahdadanya yang putih montok dan besar itu nampak bergoyang-goyang seirama gerakan tangan dan tubuhnya.5889Please respect copyright.PENANAzXITZmY5op
5889Please respect copyright.PENANASeGvo8nL8m
5889Please respect copyright.PENANAjkTK7S3x76
Tiba tiba telefon berbunyi dan Ibu Ning menyuruhku untuk angkat telefon. Ternyata telefon dari Pak Achmad suaminya yang sengaja menelpon dari kantornya, mau bicara dengan sang istri. Lalu dengan langkah gemulai Ibu Ning datang mendekatiku dan mengambil alih gagang telefon itu sambil berdiri disampingku dekat sekali hingga buahdadanya yang sedikit terbuka itu bisa aku lihat begitu jelasnya. Kulit tubuhnya masih mulus putih padahal usianya sudah empat puluh tahun.5889Please respect copyright.PENANAUAykromIto
5889Please respect copyright.PENANAMFUKrXUSob
5889Please respect copyright.PENANAhvpnLLf0pi
Aku tak dapat menahan gelora dalam hatiku lagi. Saat Ibu Ning berbicara dengan suaminya ditelefon maka tanganku segera beraksi mengusap pelan bagian buahdadanya yang nampak itu dan kuremas remas pelan. Aku merasa nikmat sekali bisa menyentuh kulit yang putih itu. Ibu Ning hanya menatapku tapi tak bereaksi apa apa dan kembali melanjutkan pembicaraan ditelepon dengan Pak Achmad suaminya.5889Please respect copyright.PENANARbrgjIQfrL
5889Please respect copyright.PENANAYYGQnwbfIy
5889Please respect copyright.PENANANSWBFAY2Qg
Selesai menutup telepon Ibu Ning kembali melanjutkan menguleg bumbu dan mempersiapkan sayuran untuk ditumis. Sambil menghapus keringat yang mengalir di keningnya dengan tangan kanannya, Bu Ning menghela napas “heehhhh……. Uuhhhh….. “5889Please respect copyright.PENANALDiCO0ZMi6
5889Please respect copyright.PENANAkVQa7YTBcB
5889Please respect copyright.PENANAyvVD5FkfhU
“Kenapa Bu….?” Tanyaku memastikan5889Please respect copyright.PENANAzG38qiwFuE
5889Please respect copyright.PENANAVM86QOMU8S
5889Please respect copyright.PENANA4dQuOujPvm
“Panassss…… Donnn….” Kata Ibu Ning sambil memandangku……….5889Please respect copyright.PENANABxhI3JzNh4
5889Please respect copyright.PENANA8ToMOljbqy
5889Please respect copyright.PENANAw9ikdnJ0pa
Aku kembali mendekati Ibu Ning dan tanganku kembali menyusup masuk baju dasternya lewat celah lengan yang terbuka itu terus memegang buahdada yang putih montok dan besar itu dan meremas dengan gemas.5889Please respect copyright.PENANAMb95gx3j1b
5889Please respect copyright.PENANAj5ef1mylON
5889Please respect copyright.PENANAYZYwWnnhrP
Ibu Ning kaget dengan sikapku yang berani itu.5889Please respect copyright.PENANAOdC3ckKe8r
5889Please respect copyright.PENANAM7su4PVnJk
5889Please respect copyright.PENANAzqGnj3iLqC
"Doni kenapa kamu itu…?"……….”Kenapa kamu meremas susu ibu..?” Ibu Ning bertanya dengan menahan marah karena sikapku yang kurangajar padanya.5889Please respect copyright.PENANAXZPmhpbbXh
5889Please respect copyright.PENANA7pihcBuH8l
5889Please respect copyright.PENANAtWsrisVe0M
"Maaaafff….Ibu Ning…..!” ….. aku hanya terdiam menunduk……. Tak berani melanjutkan kata-kataku…5889Please respect copyright.PENANA5Kjd6qFuHR
5889Please respect copyright.PENANAUPYS5Fdp8n
5889Please respect copyright.PENANAu36i4xtmXo
“Ada apa Doniiii….!!!!.” …. Tanya Ibu Ning dengan nada keras yang membuatku makin terdiam membisu karena ketakutan…5889Please respect copyright.PENANAziVl9Ex7tr
5889Please respect copyright.PENANAoTMfs10TjU
5889Please respect copyright.PENANAgaTpE87Eez
“Doniiiii……..kenapa kamu seperti itu…jawab pertanyaan Ibu, bukannya malah diam membisu seperti itu….” Kata Ibu Ning.5889Please respect copyright.PENANAw399SXvxzq
5889Please respect copyright.PENANAL6mcHyZPKL
5889Please respect copyright.PENANAlQ1vvyiVnj
Mungkin karena melihatku makin ketakutan, Ibu Ning timbul juga rasa kasihan dalam dirinya sebagai seorang wanita dan juga seorang ibu. Maka untuk mencairkan suasana yang kaku, Ibu Ning mendekatiku dan meremas tanganku.5889Please respect copyright.PENANAYA6SkbTUi9
5889Please respect copyright.PENANARANPTfyLN7
5889Please respect copyright.PENANAJtQKBWRVPD
“Doniii…. Kamu sadar gak kalau perbuatan kamu itu salah….?” Kata Ibu Ning lembut sambil membelai kepalaku. “Kamu belum saatnya melakukan hal seperti itu ya…ingat kamu masih sekolah kelas tiga SMA” ……..”Dan sebaiknya kamu konsentrasi dulu pada pelajaran disekolah ya”…. Ibu Ning menasehatiku.5889Please respect copyright.PENANARLkpGnZBaF
5889Please respect copyright.PENANAFqdlNdfbzR
5889Please respect copyright.PENANA4aKFLHWTog
Aku terdiam membisu dan memandang wajahnya yang ayu dengan mata berkaca-kaca……. Bibirku bergetar menahan kata-kata……5889Please respect copyright.PENANAEmQQeiSt0C
5889Please respect copyright.PENANAEHzq5HLeij
5889Please respect copyright.PENANAyL0uaJHEBD
“Ada apa Donii……???” …..tanya Ibu Ning lembut sambil kembali membelai rambutku. “Katakan saja Ibu gak akan marah koq….. asal kamu mau jujur…” kata Ibu Ning menenteramkan hatiku.5889Please respect copyright.PENANAbmoC2L2OeX
5889Please respect copyright.PENANAt1iFDRiD9A
5889Please respect copyright.PENANAEgcKE9cwtG
Dan dengan segenap keberanianku….akhirnya kata-kata itu terucap juga dari mulutku. “Maaf Bu Ning…… saya…. Sayaaa jatuh cinta pada Ibu Ning….. “ kataku lirih sambil menunduk karena takut akan apa yang mungkin akan terjadi, bisa saja Bu Ning marah dan menampar wajahku atau malah mengusirku dari dalam rumahnya.5889Please respect copyright.PENANAMBuwj4WRt8
5889Please respect copyright.PENANAnnaumpiclM
5889Please respect copyright.PENANAnoIJZZTcBv
Tiba-tiba Ibu Ning memelukku dengan erat kemudian kedua tangannya mengangkat wajahku dan wajahnya yang ayu menatapku dengan lembut sambil tersenyum. Wajah Bu Ning hanya berjarak 5 centi dariku sehingga hembusan nafasnya yang harum dan hangat menerpa pipiku. “Doniii….. Doniiii….. sejak kapan kamu jatuh cinta pada Ibu…?” Tanya Ibu Ning lembut.5889Please respect copyright.PENANA2wxm9PPYRj
5889Please respect copyright.PENANA3KKALFUiRl
5889Please respect copyright.PENANAD7mxwGDurf
“Sejak pertama kali melihat Ibu Ning pindah kemari….” Kataku polos.5889Please respect copyright.PENANAR6pjI9S9Xm
5889Please respect copyright.PENANAEFC2qE7TXp
5889Please respect copyright.PENANA2lUm8TkkfU
“Apa yang membuat Doni jatuh cinta pada Ibu..?” Tanya Ibu Ning sambil tersenyum manis sekali…. Melihat Ibu Ning tak lagi marah maka aku makin berani untuk membuka perasaan yang ada pada diriku. “Sungguhh… Ibu Ning tak akan marah klo aku jujur mengatakannya….?” Aku memandang wajah Ibu Ning yang ayu dengan penuh harap…..5889Please respect copyright.PENANAOGx2h1WUWt
5889Please respect copyright.PENANAE13mWuKk1V
5889Please respect copyright.PENANATQtEVyqOlL
“Ayooo katakan saja Donii….Ibu malah……. Senang koq….” Ibu Ning makin menggodaku5889Please respect copyright.PENANAjGJg223cJT
5889Please respect copyright.PENANAFfYd7zCL5n
5889Please respect copyright.PENANA36f91nqbHI
“Ibu Ning sangat seksi dan menggg….menggairahkan……” Aku hanya diam memandang ekpresi wajah Ibu Ning setelah mendengar pengakuanku……..5889Please respect copyright.PENANAYrjO22CkRM
5889Please respect copyright.PENANA4fNB9sSLLF
5889Please respect copyright.PENANAWSBDsw2YB5
“Doniii….. Donii….. jadi perasaan itukah yang membuat kamu berani berbuat kurang ajar pada Ibu…??” Tanya Ibu Ning lembut sambil mengusap-usap pipiku.Aku tersenyum bahagia sekali karena sikap dan kelembutan Ibu Ning yang mau mengerti akan perasaan dan gelora dalam hatiku. Karena aku melihat ternyata dia gak marah, seketika timbul keberanianku untuk melakukan hal yang lebih jauh dari sekedar mengaguminya.5889Please respect copyright.PENANA7uemySBRhG
5889Please respect copyright.PENANAjunDLFr7lE
5889Please respect copyright.PENANAN7c3dcdCBV
Aku pegang kedua tangan Ibu Ning dan dengan segera aku memeluk tubuhnya erat-erat, kutempelkan bibirku ketelinga kirinya dan dengan lirih kubisikan kata-kata cinta.5889Please respect copyright.PENANAFRIgBRtVEi
5889Please respect copyright.PENANAWI9JIaLmBq
5889Please respect copyright.PENANAqYwAladyks
“Ehhemmm……………… Ibu Ning, Doni sayang banget pada Ibu Ning….”5889Please respect copyright.PENANAqNhs73Ft0W
5889Please respect copyright.PENANAjCr9Qcqczj
5889Please respect copyright.PENANAyIvyVArUZf
”Doni cinta banget pada Ibu Ning…..”….”Doni kagum pada Ibu Ning….” Kataku merayu ditelinganya. Ibu Ning Hanya diam membisu sambil mengelus-elus punggungku. Kulepaskan pelukanku padanya dan aku memandang wajahnya dengan mimik memelas dan penuh harap……..5889Please respect copyright.PENANAmfZ2KmoXST
5889Please respect copyright.PENANAqIGUoOmB0o
5889Please respect copyright.PENANA4fO5pwrURE
Lalu, ……… aku melihat seulas senyum terkembang diwajahnya. Ibu Ning mengangguk dan tersenyum penuh kelembutan “Ibu Ning juga sayang pada Doni…. “ katanya lirih. Aku memandangi wajahnya yang ayu, lembut dan keibuan. Dan tiba-tiba mengalir begitu saja….. aku mencium bibirnya dengan penuh gereget nafsu anak muda yang baru menemukan cinta. Gemuruh nafasku memenuhi rongga dalam mulutnya dan diapun membalas ciumanku. Ibu Ning sampai tersengal-sengal menahan nafas.5889Please respect copyright.PENANAVZzHFEjyrM
5889Please respect copyright.PENANAQih5DrmOBG
5889Please respect copyright.PENANAgv6zopAPay
“Doni…. Sudah ya…. Don…. nanti ada yang melihat kita bisa bahaya… “ kata Ibu Ning menyadarkanku sambil melepaskan pelukanku.5889Please respect copyright.PENANAzW9yXWjI4h
5889Please respect copyright.PENANAf5SNtj6ARh
5889Please respect copyright.PENANAQJtxy8Rlnf
“Tapi Ibu Ning sayangkan pada Doni…” kataku penuh harap sambil memegang tangannya.5889Please respect copyright.PENANAJOdKyJQBgy
5889Please respect copyright.PENANAZA54JGnlxT
5889Please respect copyright.PENANAMTHEx0PHsC
“Iyaaa…… iyaaa… Ibu Ning juga sayang sama Doniii…..” kata Ibu Ning lembut dan tersenyum. Hari itu aku merasa sangat bahagia sekali karena Ibu Ning, tetanggaku yang ayu, putih dan seksi telah menerima perasaan cinta dan sayangku.5889Please respect copyright.PENANACOvNF1Gpwp
5889Please respect copyright.PENANAh5gjb47NEw
5889Please respect copyright.PENANAAGSXAUrT92
Entah mengapa pada diri wanita tetanggaku yang telah berusia setengah baya ini kutemukan rasa cinta dan sayang yang begitu menggelora dalam dadaku. Siang itu kami lalui dengan kebahagian hingga Dewi pulang sekolah dan meminjamkan buku catatan yang harus aku fotocopy biar aku gak ketinggalan pelajaran karena membolos.5889Please respect copyright.PENANAWVxtNEhudA
5889Please respect copyright.PENANABbL5VSoSdI
5889Please respect copyright.PENANAmCGUgqMgSg
Hari Minggu pagi ini aku sengaja mampir kerumah Dewi untuk mengajaknya jalan-jalan pagi sambil berolah raga di Alun-alun Kabupaten dan ternyata sambutannya sungguh tak terduga karena seluruh anggota keluarga Dewi ikut jalan-jalan pagi. Pak Achmad dengan kaos training kuning terlihat mencolok karena kontras dengan warna kulitnya yang hitam legam. Baru beberapa putaran telah membuat Pak Achmad kepayahan dan beristirahat dibawah pohon yang rindang.5889Please respect copyright.PENANAGDwRvzzHdO
5889Please respect copyright.PENANA0cLT64NZBK
5889Please respect copyright.PENANAfou2sapO44
“Waahh…. Waahhh…. Husss…. !” …dengus nafas Pak Achmad…..5889Please respect copyright.PENANAJJtHhHpLjQ
5889Please respect copyright.PENANAYzvwt3W8bJ
5889Please respect copyright.PENANASYJVoWEdsP
“Aduuuuhh….. hehhhh….. capek banget Don, Bapak istirahat dulu ya…. Capek..” Kata Pak Achmad kepadaku sambil mengangkat tangan kanannya.5889Please respect copyright.PENANADtwPrclbFf
5889Please respect copyright.PENANADhJUf3yGxI
5889Please respect copyright.PENANAyQ935fYh5O
“Pahh…. Wawan capek nih….. ikutan istirahat ya…” Kata Mas Wawan yang baru tiba setelah lari beberapa putaran. “Don, kamu masih kuat….??” Sambungnya.5889Please respect copyright.PENANA4EHQX6uQ8z
5889Please respect copyright.PENANAitny6jXR7k
5889Please respect copyright.PENANAsT4bbei7eh
“Aku sih lumayan cape juga tapi….. ntar aja istirahatnya…” sahutku tersenyum.5889Please respect copyright.PENANApj0Hr6n4mQ
5889Please respect copyright.PENANAodA2QX9SWQ
5889Please respect copyright.PENANAvghIQogvQD
“Yah… udah sana lari lagi sambil jagain mama dan adik-adikku ya….” Kata Mas Wawan sambil mendorongku untuk segera lari lagi.5889Please respect copyright.PENANAnFldqW4mAq
5889Please respect copyright.PENANAN0N8HaMYIV
5889Please respect copyright.PENANAOP77svyNaK
“Ok. Mas…. Siip dah…” kataku sambil lari menyusul Ibu Ning, Dewi, Mbak Anna dan Mbak Sintha. Setelah beberapa saat mengejar maka aku berhasil menjajari Ibu Ning. Dia tersenyum manis sambil memandangku penuh keteduhan. “Lhooo…koq Ibu Ning sendirian aja…mana yang lainnya…??” tanyaku pura-pura cemas.5889Please respect copyright.PENANAUyNx1Pu6cg
5889Please respect copyright.PENANAsbhxWoSRhp
5889Please respect copyright.PENANAFA7xKDjZDt
“Gak…papa koq…. mereka udah lari jauh didepan…” kata Ibu Ning5889Please respect copyright.PENANAF0zuJXLPYU
5889Please respect copyright.PENANA2fLY8s2nxe
5889Please respect copyright.PENANADgq3B1XCEZ
“Waduhhhh……. Gawat…. ??” kataku dengan mimik wajah cemas sambil memandang wajah Ibu Ning.5889Please respect copyright.PENANApGmKtRypsa
5889Please respect copyright.PENANAl6r3BjTudj
5889Please respect copyright.PENANA8ZIcmWpsfb
“kenapa Donnn…. “ Tanya Ibu Ning penuh kebingungan5889Please respect copyright.PENANAltGcguqbXG
5889Please respect copyright.PENANAAcNQqsfPhq
5889Please respect copyright.PENANAdYk5SW2sK1
Dengan muka serius aku menjawab “Wahhh…. bisa gawat nihhh…gimana jadinya klo ada orang jahat yang iseng menculik Mamanya, mereka pasti akan merasa kehilangan Ibunya yang cantik dan seksi ini…” Tapi biar gak ada yang berani menculik maka biarlah saya akan mengawal mama mereka yang ayu dan seksi ini…” kataku sambil tertawa lucu dan menjajari langkah Ibu Ning.5889Please respect copyright.PENANAIuvU4EEoEx
5889Please respect copyright.PENANAgnpjL1Tdv8
5889Please respect copyright.PENANA6mCA8exAz9
Ibu Ning hanya tersenyum sambil terus berlari-lari kecil, tubuhnya yang seksi bergerak-gerak gemulai dan aku terus memandangi sepasang buahdadanya yang besar dan montok yang bergerak naik turun saat kakinya bergerak.5889Please respect copyright.PENANA7cQvX5NYPH
5889Please respect copyright.PENANAW2qX8gGQdp
5889Please respect copyright.PENANA9YBNf3rE1T
“Huusss….. huusss…… “ Kata Ibu Ning sambil mengibaskan tangan kirinya ke wajahku untuk mengalihkan pandangan mataku yang terarah ke buahdadanya yang montok, besar dan menggiurkan.5889Please respect copyright.PENANALWbRKQqQlp
5889Please respect copyright.PENANA3skoSIA1cy
5889Please respect copyright.PENANA03s2IzWva1
“Doonnni….. Doonnn….kamu kenapa sihhhh….koq aneh sekali ….????” Tanya Ibu Ning membuyarkan anganku. Ku pandang wajahnya yang ayu dan putih sambil tersenyum penuh sejuta arti.5889Please respect copyright.PENANAbCmnoSAIFC
5889Please respect copyright.PENANAXegDMwaEfZ
5889Please respect copyright.PENANA0wXTiWfs5A
“Ada apa Bu Ning…..?” Tanyaku sambil terus berlari-lari kecil5889Please respect copyright.PENANAqhTLzTEW5V
5889Please respect copyright.PENANAYfYePWKyPx
5889Please respect copyright.PENANAjrfIKPokFg
“Besok Senin kamu punya acara apa…” Tanya Ibu Ning sedikit lirih menghindari kecurigaan orang lain yang lalu lalang di sekitar kami.5889Please respect copyright.PENANA8p2yBnOJpE
5889Please respect copyright.PENANAnJ9ZcVtQjo
5889Please respect copyright.PENANARYmpoOLGwC
“Besok …. Eeehh… entahlah Bu… “ Sahutku sekenanya5889Please respect copyright.PENANASkqDXvY2WA
5889Please respect copyright.PENANAgZYCK309Za
5889Please respect copyright.PENANARcdKwjCCay
Hari ini Senin 21 Maret, setelah mengikuti upacara bendera dan pelajaran pertama yang membosankan, aku segera minta ijin pulang dengan alasan sakit perut diare. Setelah memperoleh ijin pulang dari guru BP, aku mampir ke meja Dewi untuk pamit pulang.5889Please respect copyright.PENANAvEH11J31o0
5889Please respect copyright.PENANAN1HxCh4mqn
5889Please respect copyright.PENANADw3jLw9ocP
“Wi, sorry ya aku pulang duluan ya, abis aku sakit perut nih…… daagg…!” kataku sambil terus melangkah keluar kelas.5889Please respect copyright.PENANAyaVrSSDZ7O
5889Please respect copyright.PENANAQjhyBltB2c
5889Please respect copyright.PENANALf5MDlt7gg
“OK, Bos !....” kata Dewi sambil tersenyum.5889Please respect copyright.PENANAXprBgfcXXI
5889Please respect copyright.PENANABiwj18nsN6
5889Please respect copyright.PENANAkY89SJB3Hw
Setelah naik angkot selama 25 menit aku melanjutkan dengan jalan kaki lewat jalan Gang Kancil 1, aku terus melangkah menuju rumahnya Pak Achmad tetanggaku lain Gang tapi masih satu RT.5889Please respect copyright.PENANA9mkSBwgTFL
5889Please respect copyright.PENANAUVsCne5CWD
5889Please respect copyright.PENANAHLbbwF2wcP
Setelah membuka pintu pagar depan, aku tidak segera mengetuk pintu depan karena biasanya pintu depan selalu terkunci. Aku meneruskan langkah memutar menuju pintu dapur yang terletak di belakang. Yang terlihat sunyi sepi. Namun tak lama kemudian aku melihat tubuh Ibu Ning yang sedang berdiri membelakangiku didepan tempat cucian piring. Oohh… rupanya Ibu Ning sedang mencuci piring atau gelas nih. Tanpa menimbulkan suara aku membuka pintu yang hanya setengah berdiri.5889Please respect copyright.PENANAWgcAkGbyvF
5889Please respect copyright.PENANA0Deb2eJzdk
5889Please respect copyright.PENANATaTiHiQskD
Pelan-pelan aku melangkah mendekatinya kuamati tubuhnya yang kuning langsat karena saat itu Ibu Ning hanya mengenakan baju daster warna hijau kembang-kembang dan bertali simpul satu dipundaknya. Lengannya dan juga pantatnya terlihat berisi karena memang wanita seusia dia pasti akan terlihat sedikit gemuk dan Tiba-tiba aku ingin menggodanya. Aku berjingkat perlahan dan menutup kedua matanya dengan tanganku dari belakang. Ibu Ning kaget berusaha melepaskan kedua tanganku. Aku menahan tawa sambil tetap menutup kedua matanya. Tapi akhirnya Ibu Ning mengenaliku juga. Maka segera kukendorkan tanganku.5889Please respect copyright.PENANAabasbq3WaC
5889Please respect copyright.PENANA2YHj63x5ua
5889Please respect copyright.PENANAR4366nz2WM
"Donnii …… kamu bikin kaget Ibu saja akhh …..." Ucap Bu Ning sambil tetap membelakangiku dan menarik kedua tanganku kedepan dadanya. Ibu Ning bersandar didadaku. Kedua belah tanganku tepat mengenai buahdadanya yang kurasakan empuk dan besar itu. Gelora aneh mengalir didarahku. Sementara Bu Ning terus melanjutkan aktifitasnya mencuci gelas, aku justru memperhatikan bulu-bulu lembut dileher jenjangnya Rambutnya yang lurus sebahu saat itu tertarik keatas dan terjepit jepitan rambut, hingga leher bagus itu dapat kunikmati utuh. Aku berdesir. Kurasakan napasku mulai berat. Dengan bibirku akhirnya kukecup leher itu. Bu Ning merintih kegelian dan menghentikan kegiatan mencuci gelas lalu mencubit lenganku dengan genit. "Hiiiiihh ... Jangan Doonnnn …. Akhhhh ..... Ibu jadi merinding aahhh…" kata Ibu Ning. Sementara itu dekapan tanganku disusu dan dadanya makin kuat.5889Please respect copyright.PENANAPWZIGLoMi5
5889Please respect copyright.PENANAXMtYKjpgSl
5889Please respect copyright.PENANAAgCUL1TXKX
Ketika kuperhatikan ternyata Ibu Ning tidak marah dan tetap tenang maka kuulangi lagi kecupan itu berulang-ulang. Bekas cukuran kumis dan janggutku membuatnya kegelian. Tapi kurasakan tangan Bu Ning perlahan mencengkram erat dikedua jariku dan dia diam saja. Aku makin bernapsu. Ciuman, kecupan dan hisapan bibirku makin menjadi-jadi ke leher dan telinganya. Ibu Ning mendesah-desah sambil memejamkan mata. Kepalanya bergerak-gerak mengikuti cumbuan bibirku. Matanya terpejam dan napasnya menggelora. Kucari bibirnya, karena susah maka kuputar tubuhnya menghadapku dan langsung kusambar dengan bibirku.5889Please respect copyright.PENANAwRJfB4mUqH
5889Please respect copyright.PENANAb1vhxgKyWP
5889Please respect copyright.PENANAjcyXmcWRB8
Kupeluk erat Bu Ning. Dia menggeliat membalas ganasnya permainan bibirku. Kedua tangannya memegangi bagian belakang kepalaku seolah takut aku melepaskan ciuman bibirku. Kuremas-remas buahdadanya dengan tangan kananku. Bu Ning melepaskan ciumannya lalu merintih-rintih dengan kepala terdongak kebelakang seolah memberikan lehernya untukku. Dengan ganas langsung kuciumi leher yang jenjang dan terbuka itu.5889Please respect copyright.PENANAgYqhgor3n5
5889Please respect copyright.PENANASwl3e8fY5A
5889Please respect copyright.PENANAk5dvP6rWaD
“Oohh…. Donnnii…….. ooohhh….” Rintih Ibu Ning menahan nafsu birahi.5889Please respect copyright.PENANAXjTp2G3iX1
5889Please respect copyright.PENANApFx6faVRmc
5889Please respect copyright.PENANAaAelyG2Sra
“Bu Ningggg …… eehhh…. Buahdada ini membuatku jadi bernafsu…” kataku dengan hati yang polos. Walau hatiku berdebar menahan gelora, tanganku masih saja menggerayangi dan meremas gemas buahdadanya yang montok dan besar itu. Tanganku segera menyelusup kedalam baju dasternya karena memang simpul tali dasternya telah berhasil aku lepaskan dari tadi. Jari tangan kananku menyelusup kedalam BHnya dan mengelus lembutnya buahdada seorang wanita setengah baya yang kini terkulai dalam pelukanku. Jari tanganku meremas-remas buahdada Ibu Ning yang besar dan montok itu, bahkan ketika sampai keputingnya dan memelintir-lintir puting itu, terasa kalau puting buahdada Ibu Ning telah menegang dan keras.5889Please respect copyright.PENANA21xzHOdgN5
5889Please respect copyright.PENANAdUhKAwpL2O
5889Please respect copyright.PENANARawT5mJmob
"Oooohh … Donnnii … !" Ibu Ning mengeluh nikmat sambil memerem matanya dan menegakan badannya. Rupanya Ibu Ning juga merasa nikmat dengan permainan tanganku ini. Dan kuremas-remas terus buahdada yang masih kenyal dan besar itu. Ibu Ning semakin mengerang-erang. Kuraih kepalanya dan kucium bibirnya, walau aku sendiri masih bodoh dalam berciuman. Namun aku tetap pede cepat ku sambar bibirnya lagi. Ibu Ning tersandar dikursi makan menatapku nanar penuh gelora nafsu.5889Please respect copyright.PENANAg7BkC8hg4a
5889Please respect copyright.PENANAdFM1fzFJlh
5889Please respect copyright.PENANANCKOWmtRLw
Melihat Ibu Ning yang sudah terkapar karena nafsu birahi yang menggelora itu, membikin aku tambah nekad lagi. Kukeluarkan kedua buahdadanya itu dari dalam BHnya dan kuhisap kedua buah putingnya silih berganti. Ibu Ning semakin merintih dan mengerang dengan suara lirih tertahan sambil membuka kedua kakinya lebar-lebar yang menjuntai kelantai.5889Please respect copyright.PENANANLAIFooJji
5889Please respect copyright.PENANAZ8xO3HOZXo
5889Please respect copyright.PENANAGOvJBKnEU3
Tangan kiriku masuk kebalik baju dasternya terus menembus celana dalamnya dan mengusap-usap bibir *****nya. Jari tanganku menyelusup kedalam lubang *****nya dan mengocoknya keluar-masuk dengan perlahan-lahan dan kemudian berubah menjadi cepat dan semakin cepat seiring deru nafas Ibu Ning yang menderu-deru menuju puncak birahinya. Ibu Ning berteriak lirih dan *****ik tertahan, rupanya permainan jari-jariku telah membawa Ibu Ning mencapai klimaksnya.5889Please respect copyright.PENANA8yDYniI6yJ
5889Please respect copyright.PENANACImAgd9fWq
5889Please respect copyright.PENANAwrCT0vpkYE
"Sudaahhh ….. suuuddaaah …....aaaachhhh …. !"5889Please respect copyright.PENANAlkSkbJtQlj
5889Please respect copyright.PENANASBgZ9Ugjfg
5889Please respect copyright.PENANAqLftyWNkH2
“Ooohhhh …… Doonnniii …… ooohhh …….. aachhh ……!” rintih Ibu Ning dengan suara bergetar. Lalu ia bangun berdiri seperti marah padaku. Menatapku dengan mata terbelalak. Bibirnya gemetaran.5889Please respect copyright.PENANAveH8S0Bg7j
5889Please respect copyright.PENANA9md2bki2Dd
5889Please respect copyright.PENANAOZhg4GlBby
"Donnn………. Donniiiii ……!" Lalu Ibu Ning bangkit berdiri dan buru buru memasukan kembali kedua buahdadanya yang aku keluarkan tadi dan segera meninggalkan dapur yang juga jadi ruang makan itu. Kulihat Ibu Ning bergegas masuk ke kamar tidurnya dan menutup pintu.5889Please respect copyright.PENANAV8aRJ97Swj
5889Please respect copyright.PENANAldcaYSPNAG
5889Please respect copyright.PENANAa4GWVlGZ9R
Aku cepat cepat kabur saja dari rumah itu. Malamnya ku datang ke rumah Ibu Ning lagi, dengan alasan mau ketemu sama Dewi. Kulihat Ibu Ning lagi diruang tamu duduk berpangku kaki sambil membaca tabloid wanita. Ibu Ning hanya menatapku sekilas dan tidak menjawab salamku. Mungkin Ibu Ning masih marah atas kekurang ajaranku tadi siang pikirku.5889Please respect copyright.PENANAuu4owRzNsV
arrow_back
GAIRAH IBU NINGSIH
more_vert
-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
GAIRAH IBU NINGSIH
Author:
hellocerita
ISSUE #1
LIKES 1
READS 5885
BOOKMARKS 11
campaign
Request update 0
Sponsor
Suggest Edits
Login with Facebook
or Sign up/Login to comment or bookmark! Ad
Click to load the next chapter
X
After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
X
Sponsor again
Click to login
Login first to show your name as a sponsor.
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
×
GAIRAH IBU NINGSIH
Fantasy
Fantasy
Fantasy
Last updated: Dec 11, 2025
Total word count: 7,948
Total reading time: 37 Minutes
Writer:
No tags yet.
Report this story
×
Write down what you like about the story
×
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
×
People Who Like This
x
Before You Publish
Please ensure your story does not contain illegal, hateful, inciting, or violence-promoting content, or any infringing, plagiarized, or spam material, and that it complies with Penana’s Terms of Use.
Penana reserves the right to remove any content that violates these rules or causes legal or community risk, and to suspend or terminate related accounts.

