/story/87460/friends-with-benefits/toc
Friends With Benefits | Penana
arrow_back
Friends With Benefits
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
搜尋故事、作者及社群
繼續閱讀全部清除
別人在看刷新
X
開啟推送通知以獲得 Penana 上的最新動態!
G
Friends With Benefits
Khansaa
簡介 目錄 留言 (0)

Buggg.. 

Kuhempaskan tubuhku dikasur sembari memandangi layar hp, sial dia tidak membalas pesanku padahal selalu online. Sudah seharian dia tidak mengabariku? Apa dia sudah bosan? Atau ada orang baru yang lebih menarik dariku? Gumamku dalam hati. 

Ahh bodoh aku ini siapa? Kekasihnya? bukan. Kenapa aku menunggu kabarnya seharian. Tapi sungguh aku sangat ingin tau, dia sudah makan atau belum. Seperti biasa dia sangat susah makan. Jika tidak diingatkan atau dipaksa dia tidak akan makan. Ditambah lagi sudah hampir 2 bulan kita tidak bertemu, padahal kita tinggal di satu kota yang sama. Ya, dia sangat sibuk, super sibuk. Aku merindukannya, sangat merindukannya.

Kuputar lagu di spotify, dan biadab. Spotify sepertinya bisa menebak isi hatiku saat ini. Lagu Sam Smith- i'm not the only one mengalun pilu, aku memejamkan mata. Dadaku sesak, di bait ke-4.

You've been so unavailable, 

now sadly I know why, 

Your heart is unobtainable.

Tak kuasa lagi mataku terpejam dan menangis teringat tangan kecilku memegang wajahnya yang tegas dengan senyum manis, mata keriput, dan gigi yang rata, aku ingat betul wajah laki laki yang setiap hari kurindukan ini.

Maybe i'm just not enough. Sepenggal kalimat di lagu itu yang cukup untuk mendefinisikan diriku, Sulit buat aku yang biasa biasa aja untuk menggapaimu mas, heheAku hanya tamatan smk, kerja freelance, gaji kecil,  kurang ajar sekali ingin bersanding denganmu. Abdi negara.

留言
書籤
預計閱讀時間:
toc 目錄
bookmark_border 書籤 開始閱讀 >
×


還原至預設

X
×
×

在主頁加入 Penana 以更方便離線閱讀:按 然後按「加至主畫面」