Lucia : "Ayah sudah seminggu. Biarkan aku keluar."1076Please respect copyright.PENANAXCD77tqQqK
Tidak lama setelah itu, pintu besi terbuka. Lucia tersenyum lalu bangkit dan membuka rantai besinya. Lucia merenggangkan tubuhnya.1076Please respect copyright.PENANAN5TaKopMXC
Lucia : Ugh... Capeknya. Akhirnya aku terbebas juga.1076Please respect copyright.PENANAS659L1obQd
Lucia berjalan keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba Zeno muncul di hadapannya.1076Please respect copyright.PENANABfMDqfR5yD
Zeno : Luci, selamat kau sudah bebas (tersenyum)1076Please respect copyright.PENANAdBChS3T1GM
Lucia : Jiichan!! (senang) Aku rindu padamu. Hehe.. (memeluk) *jiichan = kakek*1076Please respect copyright.PENANAWNfQGZjnkK
Zeno : Hohoho... Kau selalu saja manja. Luci, ikuti aku keruangan Silva sekarang.1076Please respect copyright.PENANA3feJRJQZ6g
Lucia : Baiklah... *mengikuti Zeno dari belakang* (Ah, aku belum melihat Killua sejak aku hadir di dunia ini. Apa ceritanya akan sesuai dengan alur cerita aslinya yang ada di anime? Semoga saja iya. Jadi akan lebih mudah buatku. Tapi untungnya Lucia asli meninggalkan semua ingatan dan sifatnya padaku. Kalau tidak aku pasti bakal kerepotan)1076Please respect copyright.PENANAoQGP6mA8IV
Lucia dan Zeno tiba di sebuah ruangan dengan pintu besi yang sangat tinggi, besar dan kokoh yang tidak asing bagi Lucia. Zeno mendorong pintu dan pintu itu terbuka. Zeno masuk ke dalam lalu diikuti oleh Lucia dari belakang.1076Please respect copyright.PENANAbt6DkmZRMC
Terlihat sosok Silva yang duduk santai sambil mengelus-elus anjing pembunuh di sampingnya. Silva menatap Lucia dengan tajam.1076Please respect copyright.PENANA9MMud5DV3X
Silva : Luci, duduklah1076Please respect copyright.PENANADmD41NPzx8
Lucia : (Ayahnya Lucia asli ternyata menyeramkan...)1076Please respect copyright.PENANA3b69g4FTg2
Lucia duduk di sebuah kursi yang ada di hadapan Silva. Meskipun sekarang dia merasa sangat tegang dan tertekan karena padangan mata Silva yang dingin itu, akan tetapi dia tetap berusaha terlihat santai seperti Lucia asli. Lucia menatap sang ayah.1076Please respect copyright.PENANAKH4jzFuk0O
Silva : Aku mempunyai tugas penting untukmu sekarang, Luci.1076Please respect copyright.PENANA4duCFtsqTL
Lucia : Tugas?1076Please respect copyright.PENANA1g2Zj83gRZ
Zeno : Luci, selama kau dikurung di sel, kakakmu, Killua pergi meninggalkan rumah.1076Please respect copyright.PENANAd5TE6B3s2k
Lucia : (Aha! Aku tahu kenapa Killua pergi dari rumah, kalau di cerita aslinya, Killua kabur dari rumah karena tidak ingin dikekang lagi oleh keluarganya yang selalu memaksanya supaya menjadi pembunuh bayaran profesional. Dia diam-diam mengikuti ujian Hunter bersama Gon dan lainnya. Syukurlah ternyata alur ceritanya masih sama)1076Please respect copyright.PENANALx9aYeBWsl
Lucia : Jadi ayah dan kakek menyuruhku untuk mencari oniichan lalu menariknya pulang? *tersenyum polos* (oniichan = panggilan untuk kakak laki-laki)1076Please respect copyright.PENANAm5zy1NEJ0J
Silva : Benar, tapi kau tidak usah menariknya pulang. Aku mau kau menjadi mata dan kaki tanganku untuk mengikuti Killua dan melaporkan semuanya padaku. Apa kau bisa, Luci?1076Please respect copyright.PENANAWOuW8SBSGN
Lucia : Tentu saja aku bisa, ayah (tersenyum) Apa kau lupa aku mempunyai kekuatan telepati. Aku bisa melaporkan semuanya kepadamu.1076Please respect copyright.PENANAC7poGmU9ly
Silva dan Zeno tersenyum. Lucia tidak mengerti maksud dari senyuman mereka dan mencoba untuk tidak memikirkannya.1076Please respect copyright.PENANAfD5FsooiBZ
Zeno : Seperti yang kita harapkan, kau bisa diandalkan, Luci.1076Please respect copyright.PENANACFV1xmsYxG
Lucia : Tapi boleh aku menanyakan satu hal, ayah?1076Please respect copyright.PENANAGa3DQQlTxJ
Silva : Katakanlah1076Please respect copyright.PENANAZvczA1Eg4L
Lucia : Kenapa ayah tidak menghalangi oniichan sewaktu pergi meninggalkan rumah dan menyuruhku untuk mengikutinya?1076Please respect copyright.PENANA5ljgrTYPiJ
Silva : Aku ingin mengetahui apa yang ingin dia lakukan diluar sana. Dan aku memerlukanmu untuk membantunya.1076Please respect copyright.PENANAGHY9wr9OUX
Lucia : Baiklah (Aku tidak mengerti, tapi sebaiknya aku ikuti saja. Aku rasa sepertinya Silva sedang merencanakan sesuatu)1076Please respect copyright.PENANAN9dmzFk0ud
Tiba-tiba perut Lucia berbunyi keroncongan. Lucia merasakan lapar yang luar biasa. Wajahnya berubah menjadi merah, seketika dia merasa malu.1076Please respect copyright.PENANAbRPue93lOP
Lucia : Ah... Aku baru mengingatnya, aku belum makan apa pun lebih dari seminggu semenjak terkurung di sel penjara (bergumam)1076Please respect copyright.PENANAS2ZepC2Sx8
Silva : Luci, kemarilah1076Please respect copyright.PENANAAWuDzsxKQn
Lucia bangkit dari kursinya dan melangkah ke tempat Silva berbaring. Silva mengambil sebuah belati kecil yang terletak di atas meja yang ada di sebelahnya lalu menggoreskan ke telapak tangannya sampai mengeluarkan darah.1076Please respect copyright.PENANA1ZRfykj8pB
Silva : Minumlah1076Please respect copyright.PENANAJOvNf1iwGY
Lucia terus menatap darah yang menggiurkan mengalir keluar dari tangan Silva, tanpa sadar Lucia menelan ludahnya. Tapi dia menahan dirinya lalu melihat ke arah Silva.1076Please respect copyright.PENANALWULJSsLQy
Lucia : (Tu-tunggu itu darah kan? Kenapa menyuruhku meminum darah? Tapi kenapa darah itu terlihat sangat lezat? Ada apa dengan aku? Tidak mungkin Lucia asli ini seorang vampire penghisap darah, kan? Tapi entah kenapa aku ingin segera minum darah itu)1076Please respect copyright.PENANArjhXxOyeE8
Silva : Ada apa, Luci?1076Please respect copyright.PENANAByo4d9i1zX
Lucia : (ragu-ragu) Apa boleh?1076Please respect copyright.PENANAvIZY9oDxAO
Silva : Kau sudah seminggu tidak makan. Aku tidak ingin melihatmu sakit.1076Please respect copyright.PENANAmFS47REZ5d
Setelah Silva mengatakan hal itu, tanpa ragu-ragu, Lucia langsung meminum darah yang mengalir di tangan Silva.1076Please respect copyright.PENANAGdtc68POx2
Lucia : Darah ayah memang yang paling terenak dari semua darah yang pernah aku minum.1076Please respect copyright.PENANAqjEcGAQnyy
Silva tertawa mendengar perkataan Lucia.1076Please respect copyright.PENANAGjc6S4G1Za
Silva : Kalau begitu, minumlah ya banyak, Luci.1076Please respect copyright.PENANAMeBS0kBKlW
Lucia adalah manusia seperti yang lainnya tapi dia sedikit berbeda. Dia bukanlah monster atau pun vampire. Meskipun Lucia bisa memakan makanan manusia pada umumnya, akan tetapi makanan utama Lucia adalah darah karena sumber kekuatannya adalah darah. Setidaknya setiap lima hari sekali, Lucia harus meminum darah. Sekali meminum darah, tanpa makan apa pun, Lucia bisa bertahan hidup.1076Please respect copyright.PENANAGrfCaHLc2A
Lucia terus meminum darah yang terus keluar dari tangan Silva. Terlihat sangat jelas, Silva sangat menyayangi Lucia, dia mengelus rambut Lucia dengan lembut. Zeno datang mendekati Lucia dan memasangkan sebuah gelang pada tangan kanan Lucia. Lucia menatap gelang silver yang ada di tangannya dengan bingung dan bertanya-tanya.1076Please respect copyright.PENANA9jgklSCsSa
Lucia : Ini apa?1076Please respect copyright.PENANASMw0s1Bgqv
Zeno : Luci, gunakan gelang ini untuk berkomunikasi padaku atau Silva nanti.1076Please respect copyright.PENANAz2x9iYrpCj
Silva : Luci rahasiakan ini dari Killua. Kau mengerti?1076Please respect copyright.PENANAEYrx0ZlgTd
Lucia mengangguk sebagai tanda mengerti.1076Please respect copyright.PENANAf6B3QLxNq6
Lucia : Kau bisa percayakan padaku, ayah. Aku berjanji tidak akan menghianatimu atau pun mengecewakanmu (tersenyum)1076Please respect copyright.PENANAULx18PmXzS
-Bersambung-
ns216.73.217.22da2

