Lucia : "Ayah sudah seminggu. Biarkan aku keluar."1072Please respect copyright.PENANA4atdD6Rdmi
Tidak lama setelah itu, pintu besi terbuka. Lucia tersenyum lalu bangkit dan membuka rantai besinya. Lucia merenggangkan tubuhnya.1072Please respect copyright.PENANAsBLNiR9Kr2
Lucia : Ugh... Capeknya. Akhirnya aku terbebas juga.1072Please respect copyright.PENANAmrhV5HpNRa
Lucia berjalan keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba Zeno muncul di hadapannya.1072Please respect copyright.PENANA5t7SkW8BIn
Zeno : Luci, selamat kau sudah bebas (tersenyum)1072Please respect copyright.PENANAIMc4ZV1pp3
Lucia : Jiichan!! (senang) Aku rindu padamu. Hehe.. (memeluk) *jiichan = kakek*1072Please respect copyright.PENANA3W2QXPR3CB
Zeno : Hohoho... Kau selalu saja manja. Luci, ikuti aku keruangan Silva sekarang.1072Please respect copyright.PENANA2ggIrJehUv
Lucia : Baiklah... *mengikuti Zeno dari belakang* (Ah, aku belum melihat Killua sejak aku hadir di dunia ini. Apa ceritanya akan sesuai dengan alur cerita aslinya yang ada di anime? Semoga saja iya. Jadi akan lebih mudah buatku. Tapi untungnya Lucia asli meninggalkan semua ingatan dan sifatnya padaku. Kalau tidak aku pasti bakal kerepotan)1072Please respect copyright.PENANAXSzjPgvRpE
Lucia dan Zeno tiba di sebuah ruangan dengan pintu besi yang sangat tinggi, besar dan kokoh yang tidak asing bagi Lucia. Zeno mendorong pintu dan pintu itu terbuka. Zeno masuk ke dalam lalu diikuti oleh Lucia dari belakang.1072Please respect copyright.PENANA3mRpnTMGJH
Terlihat sosok Silva yang duduk santai sambil mengelus-elus anjing pembunuh di sampingnya. Silva menatap Lucia dengan tajam.1072Please respect copyright.PENANAP9Ivn1Ev5F
Silva : Luci, duduklah1072Please respect copyright.PENANAYI8QE6KwSh
Lucia : (Ayahnya Lucia asli ternyata menyeramkan...)1072Please respect copyright.PENANA0okmqEt31B
Lucia duduk di sebuah kursi yang ada di hadapan Silva. Meskipun sekarang dia merasa sangat tegang dan tertekan karena padangan mata Silva yang dingin itu, akan tetapi dia tetap berusaha terlihat santai seperti Lucia asli. Lucia menatap sang ayah.1072Please respect copyright.PENANAfe9OAPngak
Silva : Aku mempunyai tugas penting untukmu sekarang, Luci.1072Please respect copyright.PENANAY29AdnWVyZ
Lucia : Tugas?1072Please respect copyright.PENANAjJ1FZMgYZb
Zeno : Luci, selama kau dikurung di sel, kakakmu, Killua pergi meninggalkan rumah.1072Please respect copyright.PENANAkQ3iJR6kU3
Lucia : (Aha! Aku tahu kenapa Killua pergi dari rumah, kalau di cerita aslinya, Killua kabur dari rumah karena tidak ingin dikekang lagi oleh keluarganya yang selalu memaksanya supaya menjadi pembunuh bayaran profesional. Dia diam-diam mengikuti ujian Hunter bersama Gon dan lainnya. Syukurlah ternyata alur ceritanya masih sama)1072Please respect copyright.PENANAXsgXoeTEz9
Lucia : Jadi ayah dan kakek menyuruhku untuk mencari oniichan lalu menariknya pulang? *tersenyum polos* (oniichan = panggilan untuk kakak laki-laki)1072Please respect copyright.PENANAoZLGCszl4q
Silva : Benar, tapi kau tidak usah menariknya pulang. Aku mau kau menjadi mata dan kaki tanganku untuk mengikuti Killua dan melaporkan semuanya padaku. Apa kau bisa, Luci?1072Please respect copyright.PENANA9N1tpmqqHX
Lucia : Tentu saja aku bisa, ayah (tersenyum) Apa kau lupa aku mempunyai kekuatan telepati. Aku bisa melaporkan semuanya kepadamu.1072Please respect copyright.PENANAb16iCwfLgh
Silva dan Zeno tersenyum. Lucia tidak mengerti maksud dari senyuman mereka dan mencoba untuk tidak memikirkannya.1072Please respect copyright.PENANACsmfLiObhW
Zeno : Seperti yang kita harapkan, kau bisa diandalkan, Luci.1072Please respect copyright.PENANAsmq0Vs6H4U
Lucia : Tapi boleh aku menanyakan satu hal, ayah?1072Please respect copyright.PENANAYLEWafafr2
Silva : Katakanlah1072Please respect copyright.PENANA2mXvQP4WbZ
Lucia : Kenapa ayah tidak menghalangi oniichan sewaktu pergi meninggalkan rumah dan menyuruhku untuk mengikutinya?1072Please respect copyright.PENANAtXkrIjx9jw
Silva : Aku ingin mengetahui apa yang ingin dia lakukan diluar sana. Dan aku memerlukanmu untuk membantunya.1072Please respect copyright.PENANAf3Ja3VdeUt
Lucia : Baiklah (Aku tidak mengerti, tapi sebaiknya aku ikuti saja. Aku rasa sepertinya Silva sedang merencanakan sesuatu)1072Please respect copyright.PENANAo1pRe6u27D
Tiba-tiba perut Lucia berbunyi keroncongan. Lucia merasakan lapar yang luar biasa. Wajahnya berubah menjadi merah, seketika dia merasa malu.1072Please respect copyright.PENANAXtlL7rHjC9
Lucia : Ah... Aku baru mengingatnya, aku belum makan apa pun lebih dari seminggu semenjak terkurung di sel penjara (bergumam)1072Please respect copyright.PENANAHl2DZCtgnh
Silva : Luci, kemarilah1072Please respect copyright.PENANADYCa99Nt1C
Lucia bangkit dari kursinya dan melangkah ke tempat Silva berbaring. Silva mengambil sebuah belati kecil yang terletak di atas meja yang ada di sebelahnya lalu menggoreskan ke telapak tangannya sampai mengeluarkan darah.1072Please respect copyright.PENANA7r0XKrxROt
Silva : Minumlah1072Please respect copyright.PENANAyfxdqvb7E6
Lucia terus menatap darah yang menggiurkan mengalir keluar dari tangan Silva, tanpa sadar Lucia menelan ludahnya. Tapi dia menahan dirinya lalu melihat ke arah Silva.1072Please respect copyright.PENANAD5YzPTEjjt
Lucia : (Tu-tunggu itu darah kan? Kenapa menyuruhku meminum darah? Tapi kenapa darah itu terlihat sangat lezat? Ada apa dengan aku? Tidak mungkin Lucia asli ini seorang vampire penghisap darah, kan? Tapi entah kenapa aku ingin segera minum darah itu)1072Please respect copyright.PENANAccuBlwmARw
Silva : Ada apa, Luci?1072Please respect copyright.PENANAD3LJGaAT4A
Lucia : (ragu-ragu) Apa boleh?1072Please respect copyright.PENANAdCS08rswWf
Silva : Kau sudah seminggu tidak makan. Aku tidak ingin melihatmu sakit.1072Please respect copyright.PENANA8du3VIPky8
Setelah Silva mengatakan hal itu, tanpa ragu-ragu, Lucia langsung meminum darah yang mengalir di tangan Silva.1072Please respect copyright.PENANAYhuPoZ6ubt
Lucia : Darah ayah memang yang paling terenak dari semua darah yang pernah aku minum.1072Please respect copyright.PENANAWc6cDWiajD
Silva tertawa mendengar perkataan Lucia.1072Please respect copyright.PENANA3t5UCjWD5o
Silva : Kalau begitu, minumlah ya banyak, Luci.1072Please respect copyright.PENANARJtAkGWzmX
Lucia adalah manusia seperti yang lainnya tapi dia sedikit berbeda. Dia bukanlah monster atau pun vampire. Meskipun Lucia bisa memakan makanan manusia pada umumnya, akan tetapi makanan utama Lucia adalah darah karena sumber kekuatannya adalah darah. Setidaknya setiap lima hari sekali, Lucia harus meminum darah. Sekali meminum darah, tanpa makan apa pun, Lucia bisa bertahan hidup.1072Please respect copyright.PENANAL1SrUoOyqL
Lucia terus meminum darah yang terus keluar dari tangan Silva. Terlihat sangat jelas, Silva sangat menyayangi Lucia, dia mengelus rambut Lucia dengan lembut. Zeno datang mendekati Lucia dan memasangkan sebuah gelang pada tangan kanan Lucia. Lucia menatap gelang silver yang ada di tangannya dengan bingung dan bertanya-tanya.1072Please respect copyright.PENANAUgYS1WCx30
Lucia : Ini apa?1072Please respect copyright.PENANA5Ms6xQBfJq
Zeno : Luci, gunakan gelang ini untuk berkomunikasi padaku atau Silva nanti.1072Please respect copyright.PENANA9VfQjmLG95
Silva : Luci rahasiakan ini dari Killua. Kau mengerti?1072Please respect copyright.PENANAnmifCUwPhG
Lucia mengangguk sebagai tanda mengerti.1072Please respect copyright.PENANAvjpGxCoI4H
Lucia : Kau bisa percayakan padaku, ayah. Aku berjanji tidak akan menghianatimu atau pun mengecewakanmu (tersenyum)1072Please respect copyright.PENANAMPeher8qfv
-Bersambung-
ns216.73.216.134da2

