442Please respect copyright.PENANAEUAXLwmEUC
442Please respect copyright.PENANAojYPDlOwY1
Wrez segera bangkit dan memposisikan tubuh bill agar dia merasa nyaman. Wrez menekuk sedikit kakinya dan mencondongkan badannya.
"Kau siap?" Tanya wrez.
"Apa maksud- aaaaahhhhhhh!!!!"
Bill berteriak kaget setelahnya. Karena apa yang tengah ia alami saat ini tidak pernah dia bayangkan, bahkan didalam mimpi.
Bill benar benar terperangah. Mulutnya masih terbuka lebar terkejut. Matanya memejam takut tak berani membuka mata. Sedang yang sedang ia tunggangi tengah berteriak keseruan, sesekali tertawa terbahak bahak.
"Ahhh!!! Turunkan akuu!!!" Bill berteriak parau.
Wrez terkekeh kekeh mendengar seruan yang berasal dari mulut bill.
"Wrezz!! Kauu.. aku!! Woyy!! Turunkan!!"ujarnya lagi.
"Kau berlebihan bocah!," wrez memalingkan muka sebentar kearah belakang. Melihat ekspresi wajah dari bill. "Buka matamu, idiot!" Ujarnya diselingi tawa.
"Turunkan aku atau aku akan menendang pantat mu!" Teriak bill masih dengan memejamkan matanya.
"Hahaha.. buka matamu, ini tidak semenyeramkan yang kau fikirkan"sahut wrez.
"Tidak akan! Turunkan!" Perintahnya lagi.
"Aku akan menurunkan mu jika kau membuka mata." Jawab wrez.
Dan bill menurut. Susah payah ia membuka matanya. Takut takut ia memandang kearah depan. Dan, dia semakin ingin pingsan saja ketika melihat hal yang ditangkap matanya. 442Please respect copyright.PENANAfDBu8uK0Iv
442Please respect copyright.PENANASZKmMQuwLo
Dia benar benar merasa seperti didalam mimpi.
Karena, wrez tengah membawa mereka kepuncak pegunungan landard dengan cara terbang. Ya, wrez bisa terbang dan itu mengguncangkan fikiran bill yang sudah tidak pintar bertambah semakin buruk.
Kini, hamparan pegunungan kebanggaan kota Sillius yang agung tak lagi ia lihat dalam skala kecil. Hamparan pegunungan Landard kini telah berada dihadapanya, dibawah kakinya. Mereka terbang santai dan hendak mendekati puncak pegunungannya.
"Bagaimana bill?" Tanya wrez.
Bill tidak menjawab, dia bergumam takjub pada apa yang ia lihat sekarang. Angin pagi yang sejuk bertiup diseluruh sela tubuhnya. Membelai rakus tubuh kedua insan yang tengah terkagum kagum pada ciptaan tuhan.
Dihadapanya benar benar terhampar salju putih bersih yang terlihat lembut, dan disirami oleh cahaya keemasan pagi. Bill mengumpamakan apa yang tengah ia lihat sekarang seperti sebuah es krim vanilla lembut yang dituangi madu cair nan harum. 442Please respect copyright.PENANAHmUO6FiLXh
442Please respect copyright.PENANACGlL5simB3
Puncak puncak pepohonan yang tumbuh disepanjang lereng gunung tegak menjulang hijau. Terdapat sarang sarang burung yang berada diranting rantingnya. Dilayangkan pandangannya lebih jauh. Dapat dilihatnya sungai berbatu besar berkelok kelok menuruni lereng, dan sebuah air terjun besar diatasnya.
Bill merentangkan sebelah tangannya hati hati. Ia tersenyum memejamkan mata menikmati paginya. Bill benar benar beruntung bangun pagi ini. 442Please respect copyright.PENANAgD0qskFe0Q
442Please respect copyright.PENANALOk2ibYVyd
Dia bahkan berniat untuk bangun lebih pagi lagi agar bisa berkeliling kota Sillius tiap pagi.
"Bill, bagaimana?" Tanya wrez dari bawah.
"Kau, bagaimana bisa kau terbang! Kau manusia jenis apa sebenarnya?!" teriak bill.
Wrez tertawa, dia menggelengkan kepalanya.
"Aku tanya bagaimana? Kau benar benar ingin turun?" Tanya wrez lagi.
Bill menggeleng dengan seringai. Rambut keritingnya berayun ayun diterpa angin.
"Aku tidak ingin turun, tidak untuk kapanpun. Karena," bill menjeda. Dipandanginya puncak pegunungan yang kian dekat. "Ini benar benar seruu!!!" Teriak bill bersemangat.
Wrez tersenyum, dia kemudian mempercepat dan menukikkan badanya hingga mereka terbang lebih cepat. Bill sebenarnya takut, namun dia mencoba menikmati adrenalin yang berpacu. Dia berteriak tak kalah heboh dari wrez. Beberapa burung mengikuti gerakan terbang mereka. Menyamai, dan mengiringi kemanapun mereka terbang. Cahaya matahari mengenai mereka, dan mereka tidak lebih bahagia lagi pagi itu.
"Bill, sekolah mu dimana?!" Tanya wrez.
"Astaga, aku lupa jika kita akan kesekolah. kita salah arah wrez!" jawab bill terkekeh.
"Kenapa kau tidak bilang?!! Aku harus tebang berbalik arah lagi bill!" Teriak wrez .
"Kau yang seenaknya terbang! Aku kan tidak bisa fokus karena ketakutan!" Balas bill tak mau kalah. Dia ingin sekali menjitak kepala wrez yang ada dihadapanya.
"Yasudah, arah mana?" Jawabnya.
"Kembali ke perkotaan! Tujuan mu barisan pertokoan. Jangan terbang terlalu dekat nanti kita bisa terlihat!"balas bill kembali berteriak.
Wrez mengangguk, dan memutar arah terbangnya. Mereka kali ini terbang lebih cepat dari yang tadi, karena wrez harus menempuh jarak yang tidak pendek untuk bisa mengantar bocah menyebalkan yang ada diatas punggungnya.
Beberapa menit terbang, wrez akhirnya melihat keramaian kota diujung sana. Dan sebelum mereka memasuki area perkotaan. Wrez menurunkan ketinggian terbangnya hingga mereka bisa menyentuh sungai lebar yang sejak tadi menarik perhatian wrez.
Bill terpekik takut saat sepatunya nyaris menyentuh air. Dia hendak protes ,namun wrez yang kini terbang dengan kepala yang masuk kedalam air. Menunduk, membuat bill benar benar tidak habis pikir.
Cukup lama wrez terbang dengan posisi seperti itu, dan sungai yang sedikit lagi akan habis memperingati mereka. Bill menyolek bahu pemuda tesebut, memeperingatkannya.
"Wrez! Sungainya hampir habis. Didepan sudah batasnya!" Ujar bill memberi tahu.
Wrez mengangkat wajah tampanya. Air dingin dari sungai membasuh wajahnya cerah. Selendang yang kini turun menyangkut dilehernya turut basah.
"Airnya segar sekali!" Ujar wrez lagi.
"Tentu saja wrez, ini masih pagi" sahut bil.
Mereka kembali terbang menukik ke atas lebih tinggi. Kini, mereka benar benar sudah memasuki area perkotaan dimana terlihat sangat padat dan ramai dijalan jalanya. 442Please respect copyright.PENANAdHdRDdFvvk
442Please respect copyright.PENANAVHIYdDJfd0
Bill juga tercengang, karena dari atas sini. Pusat Kota Sillius benar benar terlihat menakjubkan.
Bangunan bangunan tinggi yang sudah berumur sangat tua, menara menara besar dengan atap atap yang berbagai bentuk. Jalan jalan yang padat, masyarakat yang sedang beraktifitas dan anak anak kecil yang tengah berlari lari menyusuri gang gang kecil tampak harmoni dan bahagia, sehingga memunculkan aura yang membuat kedua insan tersebut tersenyum senyum saat melihatnya.
Masyarakat yang ada disana beraktifitas dengan semangat, tak sadar bahwa kini terdapat dua manusia yang tengah terbang melintas dan memperhatikan mereka dari atas.
"Aku ingin menyapa mereka bill!," Wrez berujar dari bawah. "Mereka terlihat ramah!" Lanjutnya.
"Boleh saja! Tapi tidak dengan cara seperti ini," bill sedikit menunduk dan berbicara dibelakang telinganya. Angin pagi yang kini terasa sedikit lebih kuat membuat bill merasa terganggu ketika berbicara. "Mereka bisa jantungan melihat kau menyapa mereka dengan cara terbang" lanjut bill lagi.
"Oh, kau benar!" Sahut wrez.
Beberapa saat setelah terbang mengitari kolam air mancur dipusat taman. wrez akhirnya terbang dengan santai sebab jarak sekolah dengan mereka sudah dekat. Bill mendadak cemas karena teringat bahwa tidak mungkin jika wrez menurunkan dirinya dihalam sekolah. Itu pasti akan menjadi berita paling mencengangkan bahkan dipenjuru dunia.
Bill menunduk lagi, hendak berbicara.
"Wrez! Turunkan aku dibelakang sekolah saja! Pastikan tidak ada orang yang melihatnya!" Pinta bill.
"Kau tenang saja, tidak akan ada yang tahu bahwa kau datang dengan cara terbang" balas wrez.
Mereka akhirnya sampai dihalaman belakang sekolah, dan mendarat dengan mulus. Cepat cepat bill turun dari punggung pemuda tersebut.
"Terimakasih, tadi itu keren sekali!" Sahut bill cerah.
"Sama sama , bocah. Nah, aku aka terbang berkeliling lagi. Jam dua siang, setelah semua anak pergi dari sini. Aku akan menjemputmu kembali. Kau tunggu aku disini saja ya" perintah wrez.
"Huh! Kedengaran sangat mengatur sekali. Baiklah paduka raja! Nikmati penerbangan mu!" Balas bill seraya terkekeh.
Wres mengangguk, kemudian mundur beberapa langkah. Dia kali ini memperbaiki posisi selendang dan memakainya dengan benar.
"Aku pergi dulu, sampai jumpa siang nanti" ujar wrez melambaikan tangan, seraya meloncat terbang.
"Raja gila" gumam bill sambil menengadah.
****
Jangan lupa vote dan comment.
Selamat membaca!
442Please respect copyright.PENANApry0ipK8nG
442Please respect copyright.PENANAmHaKDO57jW
442Please respect copyright.PENANAf4XzNP3lg4
442Please respect copyright.PENANA3HVLIL0bPl
442Please respect copyright.PENANAqWFABfnFy0
442Please respect copyright.PENANAVT8EWQ3v8r
442Please respect copyright.PENANAjvOIXCYBqX
442Please respect copyright.PENANA10iN6YoIiZ
442Please respect copyright.PENANAKMC1SARlD8
442Please respect copyright.PENANAd07ClXTyjA
442Please respect copyright.PENANAL28fTcJu2U
442Please respect copyright.PENANAi7vbGaGrvh
442Please respect copyright.PENANAi8McfiKvqT
442Please respect copyright.PENANAfIBkxzvU3r
442Please respect copyright.PENANAMdJZW1O3uV
442Please respect copyright.PENANAtUxqOSk6Zn
442Please respect copyright.PENANADwYW4UpFBY
442Please respect copyright.PENANA98DS3kZ1Q4
442Please respect copyright.PENANAnaN35YvWC0
442Please respect copyright.PENANAL9GV57ATKs
442Please respect copyright.PENANA4yujJ1bCng
442Please respect copyright.PENANAN5qZnmRadu
442Please respect copyright.PENANA83LdR0U65Y
442Please respect copyright.PENANAUMZA5fgxhH
442Please respect copyright.PENANAj3NeysfWCE
442Please respect copyright.PENANAW96LJ9iMj8
442Please respect copyright.PENANAR093BUDVCe
442Please respect copyright.PENANAhrieTfmSEx
442Please respect copyright.PENANA1GMI2DHNnw
442Please respect copyright.PENANAa8k2WOLO5C
442Please respect copyright.PENANA5xlJhb9qQT
442Please respect copyright.PENANA2ec5IZn29O
442Please respect copyright.PENANACo2w7fkDvK
442Please respect copyright.PENANAIxnRbgqKwF
442Please respect copyright.PENANAgGswtZqZC3
442Please respect copyright.PENANAn0IrIBvTbs
442Please respect copyright.PENANAuns0IcC6lR
442Please respect copyright.PENANAcH981NrQ9R
442Please respect copyright.PENANAmhBcvmQUjl
442Please respect copyright.PENANA5BUFkrMzKy
442Please respect copyright.PENANA0bAI5PD5xf
442Please respect copyright.PENANA6eskK2gDR0
442Please respect copyright.PENANAqeydQFNZNd
442Please respect copyright.PENANAp0AWSVRbSb
442Please respect copyright.PENANA9bBrduOUWd
442Please respect copyright.PENANAlEyLw1vBfB
442Please respect copyright.PENANA5JE2YmH1BJ
442Please respect copyright.PENANA1kBHwLIbnc
442Please respect copyright.PENANAMoy7jvWXK7
442Please respect copyright.PENANA08ElsSg3PT
442Please respect copyright.PENANAhEZet50JQL
442Please respect copyright.PENANAsRWnLwZRc4
442Please respect copyright.PENANAtpOO2TqDFz
442Please respect copyright.PENANAi967hcdlJv
442Please respect copyright.PENANAS2Y1tVW9D6
442Please respect copyright.PENANAkd68eIfeTT
442Please respect copyright.PENANAYiT7u3U7ex
442Please respect copyright.PENANAeQzbV2oAuf
442Please respect copyright.PENANAy1i7kLLuZq
442Please respect copyright.PENANAgxDqal3Ki8
442Please respect copyright.PENANArWEudFQqcc
Salam, Alfa ;)
ns18.221.153.229da2