Masih ada beberapa dus lagi yang harus aku keluarkan isinya. Tapi tubuhku terasa berat dan butuh untuk beristirahat.
Akhirnya, aku meraih tempat tidur, merabahkan tubuhku di sana. Menutup mata, aku begitu lelah hari ini. Hari pertama aku pindah dikota Dark city.
Kau tahu kenapa dinamakan Dark City? Karna katanya kota ini sempat dikutuk. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Dan aku tidak peduli itu dengan mencoba untuk pindah rumah di sini, bersama keluargaku.
Sebenarnya, masih banyak dus di depan yang diurus oleh ayahku. Tapi, dus di sini hanyalah perlengkapanku saja.
Aku mendengar suara ketukan dipintu, membuatku kembali membuka mata. Tidak jadi untuk tidur.
"Ya, Ayah masuk saja," ucapku. Aku tahu jika yang mengetuk pasti adalah Ayahku.
Pintu terbuka, yang masuk ternyata bukan Ayah, melainkan Ibu. Ah, sial. Aku salah memanggil. Kukira yang masuk adalah Ayahku.
"Ada apa bu?" Aku kembali duduk dibibir ranjang.
Ibu menghampiriku, ia duduk tepat disampingku. Kulihat ia membantuku membuka salah satu dus.
"Apa kau akan nyaman tinggal di sini?" tanyanya yang membuatku mengerutkan kening.
"Kenapa Ibu bilang seperti itu?"
"Yah, dark city. Kau tahu legenda-nya 'kan?"
"Iya. Aku yang meminta untuk pindah ke sini. Jangan terlalu percaya pada legenda itu bu, siapa tahu hanya mitos dan omong kosong."
Ibu merapikan baju-bajuku. Aku mengambil alih pekerjaan yang dilakukan Ibu.
"Biar aku saja. Ibu silahkan beristirahat," kataku. Ibu kemudian berjalan menuju pintu sebelum ia mengatakan sesuatu lagi.
"Jangan pergi kepinggir hutan itu, ibu dengar di sana banyak penghuninya." katanya sambil berlalu.
Ah, ibuku ini terlalu percaya pada mitos yang seperti itu. Akhirnya, dus perlengkapan milikku telah selesai aku rapikan. Aku kembali merebahkan diri di kasur. Mulai beristirahat yang tadi telah kutunda.
ns18.225.95.182da2