/story/43533/the-wishing-leaves?v=mobile
THE WISHING LEAVES | Penana
arrow_back
THE WISHING LEAVES
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Completed
THE WISHING LEAVES
gingersfairy
Intro Table of Contents Comments (11)

(Warning: Pergantian Judul "Semanggi 4 Daun" -> "The Wishing Leaves")

-Sebagian harapan itu tidak selalu berbentuk kebahagiaan-

Kali pertama Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, Ah Jue memberikan tangkai semanggi empat daun itu tanpa sedikitpun merasa berat hati seolah-olah keberadaan semanggi empat daun itu tidaklah penting bagi kehidupannya. Selanjutnya kali terakhir Ah Jue bertemu dengan lelaki itu, malahan lelaki itu yang kemudian memberikan setangkai semanggi empat daun dengan sikap acuh tak acuhnya kepada Ah Jue.

Ah Jue menatap tangkai itu dengan suara rendah. “Itu tidak akan mengabulkan permohonan kali kedua.”

“Ini tangkai yang lain,” katanya masih acuh tak acuh.

Untuk pertama kalinya Ah Jue berpikir semanggi empat daun ini mungkin bisa mengabulkan permohonannya sebagaimana yang terus dibualkan oleh adik lelaki tampan itu dan juga teman sebangsalnya yang sering mengoceh sesuatu tidak penting yang bernama ‘keajaiban’.

“Aku berharap... Tuhan membiarkan aku mati dengan damai.”

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 21 minutes
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.