Aku adalah penyembuh. Senyum, sentuhan, bahkan suaraku... Tapi apa aku bisa menyembuhkanmu?957Please respect copyright.PENANAStWcJzEMRl
957Please respect copyright.PENANAKRFgJ9C8e7
Sekalipun aku bukan seorang Dewi. Aku ingin menjadi Dewi terbaik untukmu...
957Please respect copyright.PENANAZWVHAYPfq1
-------------------------🍁🍁🍁---------------------
957Please respect copyright.PENANAZMTcmVlAGc
Vote first please, before you read the story.
957Please respect copyright.PENANA30GuAJoIW8
Silahkan Vote terlebih dahulu sebelum kamu membaca storynya.
957Please respect copyright.PENANAS1wBdO6AKM
(100 VOTE FOR NEXT CHAPTER)
957Please respect copyright.PENANAbIGWFhQTEo
-------------------------🍁🍁🍁---------------------
957Please respect copyright.PENANAAuWYaCpJMN
"Puu!!!" Teriak seorang gadis hingga sahabatnya itu menoleh dan melambaikan tangan.
957Please respect copyright.PENANAf087rY3l8U
"Mau kemana?" Tanyanya lagi, dan putri mengusap wajah sahabatnya yang kini sudah berdiri tepat di samping gadis itu lembut.
957Please respect copyright.PENANAwdHkcup8V7
"Dinda?" Tanya putri dan di balas anggukan singkat oleh Dinda.
957Please respect copyright.PENANAarm07lUKD3
"Iya, ini aku. Kamu mau kemana, kok sendirian aja sih."
957Please respect copyright.PENANAsdJaOI8iU7
"Mau pulang, kan kelasku baru aja selesai." Jawab Putri dengan senyum mengembang.
957Please respect copyright.PENANABDvY2DLKib
"Duh, cantik banget sih kalau lagi senyum begini. Aku anterin aja yuk, daripada pulang sendiri kamu." Ajak Dinda dan menggamit lengan sahabatnya.
957Please respect copyright.PENANAv0eJ16m9AV
"Ih, gak usah. Aku bisa pulang sendiri kok. Udah biasa, naik angkutan yang biasanya." Tolak putri halus.
957Please respect copyright.PENANA4yyx2gLhOg
"Yee, jangan bantah deh. Aku gak mau ya kamu nanti kenapa-kenapa di jalan. Apalagi ini udah agak sore puu." Ucap Dinda lagi.
957Please respect copyright.PENANA9Bruesm0qU
"Gak usah Din, aku bisa sendiri kok. Ini jam 3 bukan?" Tanya Putri balik.
957Please respect copyright.PENANAA5f23nDH3W
"Iya, kenapa memangnya?"
957Please respect copyright.PENANATpVnvsLn4f
"Kamu ada jadwal kuliah setengah jam lagi bareng sama Lisa. Iya kan?" Jawab Putri dan Dinda menghela nafas panjang mendengar jawaban sahabatnya itu. Selalu saja, gadis yang ada dihadapannya bahkan bisa sangat hafal dengan jadwal kuliah Dinda disaat gadis itu sendiri terkadang lupa dengan jadwalnya sendiri.
957Please respect copyright.PENANAqkFOBoi8fS
"Jadi beneran gak mau aku anterin nih? Apa aku telpon Dewi aja biar bisa anterin kamu ke rumah?" Tawar Dinda lagi, masih berkeras agar Putri tak pulang sendiri.
957Please respect copyright.PENANANGEZmJXsPi
"Gak usah, dia lagi sibuk kerja. Aku bisa sendiri, gak usah khawatir lagi.. ya?" Ucap putri meyakinkan sahabatnya sekali lagi.
957Please respect copyright.PENANAhKspDz69vo
"Huuhh.. oke, tapi aku yang antar kamu sampai naik ke angkutan. Aku harus pastikan kamu dapat angkutan yang benar dan turun di tempat yang tepat." Ucap Dinda dan putri mengangguk setuju.
957Please respect copyright.PENANABNczUnC7fF
Bukan tanpa alasan, gadis itu begitu merasa khawatir pada Putri. Sahabatnya itu, tidak sempurna seperti dirinya atau orang lain. Bukan.. bukan tidak sempurna, hanya sedikit berbeda.
957Please respect copyright.PENANA5DKjfy2PqY
957Please respect copyright.PENANAlu1ghMlYX1
Putri adalah seorang tunanetra. Iya, seseorang yang kehilangan penglihatannya atau memiliki penglihatan yang berbeda dari orang kebanyakan. Dan semua itu terjadi sejak 2 tahun yang lalu, saat kecelakaan besar itu menimpa gadis malang yang kini berada di samping Dinda. Penglihatan putri memburuk setiap waktu, dia hanya bisa melihat bayangan samar dan cahaya tanpa bisa mengenali lagi wajah atau bentuk sesuatu benda. Kecuali, jika dia meraba apa yang ada di hadapannya.
957Please respect copyright.PENANAqW2AkyHJJo
....
"Antar dia sampai depan rumah ya." Ucap Dinda pada seorang supir angkutan umum yang sudah biasa menjadi langganan Putri dan beberapa anak kpus lainnya.
957Please respect copyright.PENANAHzi5Fd3gSO
"Tenang aja mbak, saya pastikan mbak Putri sampai rumah dengan selamat. Ayo masuk, duduknya di depan aja sebelah saya biar gak desak-desakan di belakang." Ujar si supir sambil membukakan pintu mobil di samping kemudinya dari dalam.
957Please respect copyright.PENANAA8hVTIRKCB
"Makasih ya pak, saya titip pokoknya."
957Please respect copyright.PENANA92LmleSZiH
"Siap mbak, oke. Saya pergi duluan ya mbak.." pamit si supir lagi.
957Please respect copyright.PENANAv3DRWUNerm
"Duluan ya Din, makasih udah antar aku sampai sini." Ucap Putri begitu masuk ke dalam angkutan yang kini akhirnya berjalan meninggalkan area halte kampus mereka.
957Please respect copyright.PENANARxWoJZbh3j
--------------------------🍁---------------------------
957Please respect copyright.PENANAPQpr5DgP0V
"Sudah sampai mbak Putri. Saya bukain dulu pintunya ya." Ucap si supir begitu sampai di sebuah rumah sederhana di komplek perumahan yang menjadi tempat tinggal Putri. Karena langganan tentu saja, supir itu akan mengantarkan Putri sampai ke depan rumahnya bukan menurunkan gadis itu di depan komplek perumahan seperti penumpang lainnya. Toh, satpam komplek perumahan juga sudah tahu soal ini.
957Please respect copyright.PENANAuSS2dtydOB
"Ehh, gak usah pak. Saya bisa buka pintunya sendiri kok. Kayak gak biasanya aja si bapak." Ujar putri dan si supir itu terkekeh.
957Please respect copyright.PENANAAHHVQauDEb
"Iya deh, mbak Putri. Pelan-pelan turunnya mbak." Jawab si supir, hingga Putri kini turun dari angkutan itu dan memasang tongkatnya lagi. Lalu mulai berjalan memasuki pekarangan rumahnya seiring dengan mobil angkutan umum yang pergi meninggalkan tempat itu sambil membunyikan klaksonnya sebagai tanda pamit pada gadis itu.
957Please respect copyright.PENANAN8ie1JHsQF
....
957Please respect copyright.PENANAsLrunkgWMl
"Aku pulang..." Ucap putri yang baru saja masuk ke dalam rumah. Senyap.. sunyi.. dan tak ada satupun yang menjawab teriakan gadis itu kecuali hatinya sendiri.
957Please respect copyright.PENANAIcTsnMWKbV
Karena memang putri tinggal sendirian, dia adalah perantau yang berasal dari sebuah kota kecil yang melanjutkan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi swasta terbaik di kota itu. Jarak antara rumah dan kampusnya yang memakan waktu berjam-jam. Membuat dirinya harus bisa hidup mandiri di perantauan seperti saat ini.
957Please respect copyright.PENANA5EixMocbCW
Seharusnya dia menempati sebuah kamar kost kecil untuk tempatnya tinggal, tapi sejak penglihatannya yang memburuk. Gadis itu memutuskan untuk pindah ke kontrakan sederhana yang berjarak 15 - 20 menit dari kampusnya agar jika orang tua atau keluarga dan teman-temannya yang biasa menemani dirinya bisa lebih leluasa untuk tinggal disana. Dan lagi, ruang gerak yang lebih lebar dirasa akan lebih baik untuk gadis itu sekarang.
957Please respect copyright.PENANAGHZojhqvwn
Putri kini meletakkan sepatunya di rak sepatu yang berada tepat di sudut ruang tamu lalu masuk ke kamarnya untuk menaruh tas ransel serta mengambil handuk untuk mandi. Rutinitas yang selalu dia lakukan selama ini hingga gadis itu hafal betul seluk beluk rumah kecilnya bahkan jika dia harus berjalan tanpa menggunakan tongkatnya.
957Please respect copyright.PENANAMG0PeqWi1A
....
957Please respect copyright.PENANA0SNff0qoPr
Ccrrrssss
957Please respect copyright.PENANADsEGH4Dfnq
Suara minyak panas yang digunakan untuk menggoreng itu terdengar. Kesibukan di dapur yang biasa dilakukan gadis itu sudah di mulai, putri menggoreng telur mata sapi yang menjadi kesukaannya dan bibirnya menghitung detik waktu supaya dia bisa tepat membalik telur itu dan tidak gosong nantinya.
957Please respect copyright.PENANAomajnEwKle
1... 2... 3... 4... 5... 6...
957Please respect copyright.PENANApjCvs4IweL
Crrsss
957Please respect copyright.PENANALOgAsapU5k
Telur itu di balik dan putri mencium aroma yang tercium untuk memastikannya.
957Please respect copyright.PENANALduR4Q5pcp
"Ahh, gak gosong. Bagus..." Ujar gadis itu sambil tersenyum kecil lalu kembali menghitung sampai akhirnya telur itu matang dengan sempurna.
957Please respect copyright.PENANAUR08kIEH8C
----------------------------🍁-------------------------
957Please respect copyright.PENANAuANh00nktC
Malam mulai beranjak, tapi lentera kamar itiasih saja menyala sejak 3 jam yang lalu. Putri masih sibuk dengan beberapa tugas di laptopnya.
957Please respect copyright.PENANAWupZBSbzbT
Kalau di tanya bagaimana gadis itu mengerjakan tugasnya dengan penglihatan yang minim, itu karena laptopnya dan seluruh buku materi yang dia pakai telah di desain secara khusus untuk pengguna yang seperti dirinya. Menggunakan huruf braille dan menggunakan bantuan audio untuk mengetahui secara detail setiap letak dari keyboard dan tools yang diperlukan.
957Please respect copyright.PENANAAyuPeyfVW6
Konsentrasi tinggi terus terlihat dari raut wajah gadis itu tanpa pudar sedikitpun meski rasa lelah juga menggelayuti fisik dan pikirannya.
957Please respect copyright.PENANABqDLRlvIEx
Sampai...
957Please respect copyright.PENANAtwPxYcTN5S
Sebuah suara berisik yang berasal dari luar rumah mengusik konsentrasi Putri hingga gadis itu memutuskan untuk keluar rumah dan memeriksa apakah ada sesuatu yang terjadi di luar sana.
957Please respect copyright.PENANAFgWM5bcFVy
"Uhukk uhukk uhukk!!"
957Please respect copyright.PENANA9w96pIHkJf
Suara batuk itu terdengar cukup jelas dari dalam rumah Putri. Hingga gadis itu yakin bahwa ada seseorang yang berada di luar rumahnya dan cukup dekat dengan pintu rumah sampai suara itu terdengar begitu jelas.
957Please respect copyright.PENANAwK4i5YJ9UI
"Uhukk uhukk uhukk!!"
957Please respect copyright.PENANAUbleYzcn6E
Lagi, suara itu terdengar. Putri kini bahkan sudah bersiap dengan tongkat miliknya. Bukan untuk membantunya berjalan, tapi untuk memukul orang asing yang mungkin saja nyasar masuk ke dalam rumahnya dan membuat kekacauan.
957Please respect copyright.PENANAgAq4apG9RS
Tapi...
957Please respect copyright.PENANAhhTv74Pt2i
Brukk!!
957Please respect copyright.PENANAKETMc9LuPT
"Uhukk uhukk uhukk!"
957Please respect copyright.PENANAOMuA7X3Wsu
Suara itu terus terdengar dan tangan putri yang sebelumnya bersiap untuk memukul orang itu kini justru turun dan melemah. Nalurinya seolah mengajak kakinya untuk melangkah keluar dan menemui langsung pemilik suara asing itu.
957Please respect copyright.PENANAOisKBzw1Xy
....
957Please respect copyright.PENANAK9BD3gIpl5
Cklek
957Please respect copyright.PENANAA5zR22Vee0
Drap drap drap.. tuk tuk.. tuk..
957Please respect copyright.PENANAJr2sDiIO4V
Suara tongkat yang menyentuh lantai terdengar dan Putri secara perlahan keluar dari rumahnya.
957Please respect copyright.PENANAqOvu8EHchU
"S-siapa itu..." Ucap putri dengan suara cukup keras. Tapi tak ada jawaban apapun dan hanya ada suara angin malam yang berhembus cukup dingin saat itu.
957Please respect copyright.PENANAxVCiphWTjg
"Siapa disana??!" Teriak putri lagi.
957Please respect copyright.PENANAB3J5zf9Ddd
"Uhukk uhukk!" Lagi, suara itu kembali terdengar jelas dan kini ada suara langkah yang di seret ikut terdengar. Bulu kuduk putri meremang seketika.
957Please respect copyright.PENANAGkTjQwCnRI
Bagaimanapun juga, Putri tetap percaya dengan tahayul dan hal gaib yang ada di sekitarnya. Terlebih ini malam hari dan bukan tidak mungkin jika yang ada di dekatnya sekarang bukanlah manusia.
957Please respect copyright.PENANAHvgMiV3VLz
Ssrrttt
957Please respect copyright.PENANA68UCLMdXOe
Hawa dingin langsung terasa menusuk tulang Putri begitu dia semakin dekat dengan sosok asing yang entah siapa itu dan bagaimana bentuknya. Sampai...
957Please respect copyright.PENANAZD541RA0xQ
Ggrrtt
957Please respect copyright.PENANAdz010ldKoF
Grepp
957Please respect copyright.PENANAT2Nf5lQfuU
Tangan yang terasa begitu dingin kini menyentuh pergelangan tangan Putri. Membuat gadis itu tersentak dan terkejut bukan main. Tubuhnya menegang dan seketika lemas begitu kulitnya bersentuhan dengan tangan sosok asing itu.
957Please respect copyright.PENANAvXmMd1bMWY
Ssrrttt
957Please respect copyright.PENANAPCMvhTC2Zz
Brukk!
957Please respect copyright.PENANASLTp5nWqLt
Tubuh putri merosot dan hembusan nafas dingin kini menerpa wajahnya. Matanya mengerjap beberapa kali dan bayangan wajah seolah terbentuk di kedua pelupuk matanya. Hingga gadis itu terus mengusap kelopak matanya tanpa henti.
957Please respect copyright.PENANAzQEIT1X60q
"Hahh..hahh.." nafas itu terus menderu tanpa henti dan bisa Putri rasakan jika jarak antara wajahnya dengan orang asing itu sangat dekat. Tapi, ada sesuatu yang mengganggu pikiran gadis itu.
957Please respect copyright.PENANAhsUpycDKE3
Amis...
957Please respect copyright.PENANAfeMzF3Nyym
Ada aroma amis yang menyengat indera penciumannya saat ini, Putri kini juga menyadari bahwa telapak tangannya merasakan gelengan aneh seperti ada sebuah cairan kental yang menempel di telapak tangannya.
957Please respect copyright.PENANAnsYWHMnzb9
Gadis itu kini sadar bahwa orang yang berada di hadapannya tengah terluka, bau amis dan cairan kental yang dia rasakan tak lain adalah darah, membuat bulu kuduk putri semakin meremang. Namun hal itu justru bukan menjadikan gadis itu mundur.
957Please respect copyright.PENANAZZClJ6nOcr
Otaknya mengatakan untuk mundur dan menjauh, tapi tangannya justru terangkat untuk menyentuh wajah sosok asing itu.
957Please respect copyright.PENANAXxNpZ9z5AP
Jari kecil putri kini menyentuh wajah Chanyeol. Ya, sosok asing yang kini berada di hadapan Putri tidak lain adalah Chanyeol yang baru saja terluka hebat setelah kecelakaan yang dia alami setelah melampiaskan kemarahannya pada gadis gila, mantan kekasihnya.
957Please respect copyright.PENANA73ynZTu6BG
Ssrrttt
957Please respect copyright.PENANAcHl0B9DxuD
"Kau terluka?" Tanya Putri lirih, seperti berbisik lembut dan hembusan nafas hangatnya menyentuh wajah Chanyeol. Dan ajaibnya, luka-luka yang ada di wajah lelaki itu kini menutup sedikit demi sedikit. Rasa sakit yang Chanyeol rasakan tadi terasa hilang dan sirna saat tangan kecil itu menyentuh wajahnya, dan nafasnya yang dingin juga suhu tubuhnya yang seolah membeku kini mulai terasa hangat seperti manusia normal.
957Please respect copyright.PENANAA9QagNF0AR
"Katakan.. apa kau terluka?" Tanya putri sekali lagi karena Chanyeol tak menjawab apapun.
957Please respect copyright.PENANAo4NapTK1qd
"Siapa kau?" Suara berat itu terdengar, dan sekali lagi tubuh Putri terasa bergetar kuat karenanya.
957Please respect copyright.PENANAxjSroI3sEC
"Aku.. akulah yang seharusnya menanyakan hal itu padamu, tuan. Kau siapa? Dan apakah kau terluka? Ada darah di tangan dan wajahmu." Ucap Putri yang kini kedua tangannya sudah menangkap wajah Chanyeol tanpa gadis itu sadari.
957Please respect copyright.PENANA5wkbfWLbcQ
Chanyeol sama sekali tak memberikan jawaban pada Putri. Lelaki itu justru balik menyentuh wajah Putri dan mendekatkan wajahnya pada Putri yang sama sekali tak berkedip karena kondisi penglihatannya.
957Please respect copyright.PENANAKMdSK8XLmY
"Kau buta?!" Tanya Chanyeol yang menyadari hal itu lalu seketika Putri melepaskan tangannya. Gadis itu memundurkan tubuhnya dan segera berdiri meskipun sedikit kesulitan.
957Please respect copyright.PENANAP9LyKauDZS
"Maaf, maafkan aku." Ucap Chanyeol lagi dengan cepat.
957Please respect copyright.PENANA98MVDgN9pX
"Tidak, tak apa. Aku rasa.. kau baik-baik saja dan mungkin aku salah, kau tidak terluka. Jadi, lebih baik kau pergi dari tempat ini sekarang." Ujar gadis itu sambil memalingkan wajahnya.
957Please respect copyright.PENANAgkySEbGuA2
Grepp
957Please respect copyright.PENANAail2XFXi2p
Tangan Chanyeol kembali menahan gerak tubuh Putri.
957Please respect copyright.PENANAWMpPyULLzn
"Siapa kau?" Tanya lelaki itu lagi dan kini putri menyentak tangan Chanyeol agar terlepas dari tangannya.
957Please respect copyright.PENANAn4NJC9dtgr
"Bukan urusanmu, aku tak bisa berkenalan dengan orang asing." Jawab Putri singkat dan melangkah cepat untuk kembali masuk ke dalam rumahnya lagi. Meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri termenung di sana dengan luka yang mulai sembuh dan pikiran yang kalut.
957Please respect copyright.PENANAd2lT58SBJo
"Siapa kau? Bagaimana bisa kau melakukan hal semacam ini padaku?" Batin Chanyeol bergejolak dan angin malam kali bertiup, hingga sosok Chanyeol kembali menghilang di telan malam.
957Please respect copyright.PENANA55SCd5u7IT
-----------------------------🍁------------------------
957Please respect copyright.PENANAeTRkfXUiQV
Ggrrkkk
957Please respect copyright.PENANADKqww3NctR
Brukk!!
957Please respect copyright.PENANAPxYZ4FT3m9
Nafas Putri tersengal, jantungnya berdegup kencang dan bahkan dia sendiri bisa mendengarnya dalam kesunyian malam.
957Please respect copyright.PENANAIKU5ezyPr6
"Aiishh!! Harusnya aku tak keluar rumah tadi. Kalau dia sudah tahu ada gadis buta yang tinggal sendirian disini lalu datang kembali dengan niat jahatnya. Apa yang harus aku lakukan??!! Ya Tuhan, Putri kau selalu ceroboh! Bodoh!" Gerutu Putri pada dirinya sendiri. Moodnya hancur seketika dan pikirannya sudah menjalar kemana-mana.
957Please respect copyright.PENANA1YBXuSNn1A
Tapi ada sesuatu yang aneh yang Putri rasakan tadi saat dia berdekatan dengan sosok lelaki asing itu.
957Please respect copyright.PENANAuQvEX7IIrm
Ada rasa nyaman dan aman yang dia rasakan dan... Ketenangan...
957Please respect copyright.PENANAttSDA7drS0
Sebuah rasa tenang yang tak pernah Putri rasakan sampai saat ini baru saja gadis itu rasakan malam itu.
957Please respect copyright.PENANA0SRBlKtiSK
"Siapa kamu... Bagaimana bisa kamu ada di tempat ini?" Gumam Putri lirih.
957Please respect copyright.PENANAkeOQCxBk9e
Gadis itu larut dalam pikirannya sendiri hingga akhirnya dia terlelap malam itu. Meninggalkan pikiran negatifnya tentang Chanyeol dan siapapun itu yang dia temui malam ini.
957Please respect copyright.PENANAuwIdadB25j
-------------------------🍁-------------------------
957Please respect copyright.PENANADbPppPahs8
"Hyung!!" Jongin berteriak dan segera berlari ke arah Chanyeol yang bajunya sudah penuh dengan lumuran darah dengan aroma yang masih menyengat.
957Please respect copyright.PENANAkYMRSFMKDK
"Hun!! Sehun! Cepat turun!!" Teriak Jongin lagi begitu tubuh Chanyeol jatuh ke dalam dekapannya.
957Please respect copyright.PENANATVkDiNnGdR
Drap drap drap
957Please respect copyright.PENANANigsTS3cc0
Sehun yang turun sambil berlari kecil kini ikut terkejut melihat kondisi kakak sulungnya itu.
957Please respect copyright.PENANAI7fYEOskY3
Tapi yang membuat Jongin maupun Sehun bingung adalah, tak ada luka terbuka sedikitpun di tubuh Chanyeol meskipun bekas darah yang mengering dan ada yang masih basah juga menempel di baju juga celana kakak sulungnya itu.
957Please respect copyright.PENANANxKM0uBt9k
"Ayo bawa Hyung ke kamar, kau telepon ibu dan ayah. Cepat!" Perintah Jongin yang langsung di patuhi oleh Sehun.
957Please respect copyright.PENANA4NwXXy7uSA
"Kejamnya takdir dan permainan Tuhan sedang dimulai sekarang. Ketika Tuhan memberikan kehendaknya... Kita hanya mampu menjalani dengan sepenuh hati tanpa mampu menolak apapun."
957Please respect copyright.PENANAO0IXacbFvu
"Penyembuhku disini, kau harus berada di dekatku dan tetap aman disisiku. Penyembuhku..."
957Please respect copyright.PENANAhip6eH55PD
--------------------------🍁--------------------------
957Please respect copyright.PENANAYPatPYgnSh
SATU CHAPTER SELESAI!
957Please respect copyright.PENANAj9Brsq15pp
SILAHKAN TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN KOMENTAR YANG BAIK. KARENA VOTE DAN KOMENTAR KALIAN ADALAH PENYEMANGAT KU UNTUK MELANJUTKAN MENULIS.
957Please respect copyright.PENANAZqfcLpYJqn
MAKASIH.
957Please respect copyright.PENANAoNukbJcNYc
WITH LOVE,
AUTHOR
957Please respect copyright.PENANADPtCcxRd7u
ns216.73.217.14da2 

