Farel Bintang POV1233Please respect copyright.PENANAMDvwCzR5Rp
1233Please respect copyright.PENANAwvX4ICoHO1
Pernahkah kalian punya masa lalu yang ingin kalian lupakan? Atau kalian sering terlena dengan masa lalu tatkala teringat ketika kalian menatap hujan. Jika kalian bertanya padaku, aku akan menjawab bahwa aku akan melupakan masa laluku. Masa laluku tidak seperti orang pada umumnya. Banyak lika-liku dan tampak abu-abu. Terlalu banyak kesalahan yang telah kuperbuat.
1233Please respect copyright.PENANAn1hpttmYei
Aku dulu pernah punya kekuasaan. Semua orang tunduk dan menghormatiku. Tetapi kenapa hal seperti itu yang ingin kulupakan? Bukannya enak apabila kita bisa mendapatkan semuanya. Selalu ada Rahasia di balik cerita. Tidak kubiarkan seseorangpun yang dapat mengentahuinya. Biarlah ia terpendam oleh kenangan baruku yang lebih baik.
1233Please respect copyright.PENANAVqFJchl2dT
Kembali ingatan itu terputar olehku. Seseorang mengejarku dengan ganasnya. Bisa kuhitung berapa orang yang berusaha mengejarku. Teman-temanku juga mengikutiku di belakang, mengikuti di mana tempat terbaik untuk lari dari mereka.
1233Please respect copyright.PENANA9yxWBw4nid
"Woi, jangan lari kau!" teriak mereka di belakang.
1233Please respect copyright.PENANAU99uFNZQNB
"Cepat, jangan sampai kita dapat." Kata temanku sambil melihat ke belakang. Tampak jelas olehku wajah pemberani tak kenal takut itu dipenuhi oleh peluh berlari.
1233Please respect copyright.PENANAJoo13KFCfj
"Ayo!" kataku memberikan semangat pada kedua teman yang mengikuti di belakangku.
1233Please respect copyright.PENANAfVAN4OwJny
Akhirnya tempat yang kami tuju telah terlihat. Gedung tak jadi itu akan jadi tempat akhir dari pelarian kami ini.
1233Please respect copyright.PENANAcwosM7csIv
Kedua temanku berteriak, "Woi, kami sampai." Aku tersenyum saat teman-temanku yang lain membalas senyumku di sana. Belasan murid itu siap tuk memberikan perlindung kepada kami yang sedang dikejar.
1233Please respect copyright.PENANANFyXub8sGg
Aku menunduk penat. Bajuku basah oleh peluh yang keluar. Nafasku sungguh tidak beraturan lagi, seakan ingin pingsan dan terbaring di tanah berumput ini.
1233Please respect copyright.PENANAZJOE4dKtUE
"Ga apa-apa, kau udah sampai di sini. Sekarang biar kami yang mengatasinya." Salah satu temanku menepuk pundakku.
1233Please respect copyright.PENANABOwgsPPfc2
Aku mengangguk mengerti lalu berputar balik menatap kelima orang yang mengejar kami tadi. Tampak wajah takut mereka menatap kami yang berjumlah belasan orang.
1233Please respect copyright.PENANAO6xvWzITDk
"Awas kau, ya, kita belum selesai!" teriak salah satu dari mereka.
1233Please respect copyright.PENANA63wAQWTdiv
Aku tidak memerdulikannya. Mereka tidak tahu siapa aku. Perlahan tapi pasti, mereka meninggalkan kami.
1233Please respect copyright.PENANAtsHA0H0Smv
Sebuah handphone yang kupegang menjadi alasan kami dikejar oleh mereka. Di ujung mataku, tegak seorang anak berkacamata menyandang tas ranselnya. Baju SMP yang ia pakai tampak rapi seperti anak-anak baik pada umumnya. Badannya cukup tinggi, namun nyalinya tidak menyamai dengan postur tubuhnya.
1233Please respect copyright.PENANAJmiburI1OG
"Hei, ini punya kau. Kami hampir mati hanya karena mengambil ini dari tangan mereka. Sebaiknya jaga biar nggak dicuri mereka lagi." Aku menyerahkan handphone yang ada di tanganku.
1233Please respect copyright.PENANA8HksMAYkyr
"Baiklah,terima kasih," ucapnya. Nadanya sedikit bergetar. Wajahnya seperti takut kepadaku.
1233Please respect copyright.PENANAs9OBaSHdFw
"Hahahaha, iya sama-sama. Kau juga teman sekolah kita. Wajib dibantu. Yaudah, pulang sana. Kalian juga," kataku pada belasan temanku yang lainnya.
1233Please respect copyright.PENANAn2ANdGnKWl
"Baik Boss!" jawab mereka. Aku hanya tertawa mendengar panggilan mereka padaku. Sebenarnya aku tidak terlalu suka dipanggil seperti itu. Bagiku kami semua sama, tak ada yang menjadi pemimpin di sini.
1233Please respect copyright.PENANAYQNtPLAukD
Mereka semua meninggalkanku. Aku tetap di situ memandang langit mendung yang bergerak perlahan. Angin terasa begitu kuat menerpa wajahku. Titik demi titik gerimis mulai membasahi tanah. Aku menunggu momen ini.
1233Please respect copyright.PENANAPem8mfCx9J
"Anu, Siapa nama kau?" tanya anak yang tadi kutolong. Aku menoleh padanya. Wajahnya cukup tampan, namun pembawaannya terlihat sedikit culun.
1233Please respect copyright.PENANApQbV7l3b5O
"Apakah itu penting bagi kau?" kataku sambil menadah tangan berusaha menampung hujan gerimis yang turun.
1233Please respect copyright.PENANApBddCgd80t
"Tidak, aku hanya bertanya. Aku sangat berterima kasih. Sedang apa kau?" tanya anak itu lagi.
1233Please respect copyright.PENANAVBknFFx01Z
Aku menarik nafas lalu menghembuskannya kembali. Aku senang ketika di tanya apa yang sedang aku lakukan.
1233Please respect copyright.PENANAuaBbtDvZmF
"Menunggu rinai hujan," jawabku. Mataku semakin berbinar menatap awan yang semakin gelap ingin menumpahkan tangisannya.
1233Please respect copyright.PENANAky4XcJEyDG
"Namaku Azka. Aku hanya ingin berteman dengan kau. Aku pulang dulu," pamitnya lalu pergi. Aku menatap pundaknya yang lebar.
1233Please respect copyright.PENANAgtLSYRGGsU
"Hai anak baru, namaku Farel. Kalau ada yang masih berani mengganggu kau, bilang saja padaku karena kau sekarang temanku," kataku sambil tersenyum.
1233Please respect copyright.PENANAuhxKWHYYGQ
"Oh iya, badan kau cukup tinggi. Aku sarankan kau untuk aktif di basket SMP kita," kataku lagi. Ia tampak membalas senyumku. Ia berlari menghindari hujan, sementara aku di situ menatap ke atas memeluk hujan. Baru kali itu seseorang memintaku menjadi temannya.
1233Please respect copyright.PENANApU0FF5Vljb
1233Please respect copyright.PENANApuox4fhjtn
1233Please respect copyright.PENANA4X4wAo3OBZ
1233Please respect copyright.PENANAnyyCG3eGIC
1233Please respect copyright.PENANAZzDYxPjNLW
1233Please respect copyright.PENANAoLUKKw0UVg
1233Please respect copyright.PENANARbOAJy6Weo
1233Please respect copyright.PENANAd5x1hRYgKE
1233Please respect copyright.PENANAmwYCruZkkf
1233Please respect copyright.PENANAupZVvtJTUt
1233Please respect copyright.PENANAg1qv6V3kJL
1233Please respect copyright.PENANAQQE6fuqCNJ
1233Please respect copyright.PENANACn6spwQR5j
1233Please respect copyright.PENANAy3QMTW7rLL
1233Please respect copyright.PENANAmghYJ0dJc3
1233Please respect copyright.PENANAMFt6bzSGZa
1233Please respect copyright.PENANAXgKYj7FZC2
1233Please respect copyright.PENANAcPgMNkadJ5
1233Please respect copyright.PENANAhZhQasdQPU
1233Please respect copyright.PENANA9xnlnAVMKZ
1233Please respect copyright.PENANAoCkVwqZQOe
1233Please respect copyright.PENANA7oU8kfiifx
1233Please respect copyright.PENANAvqH3IN4IwZ
1233Please respect copyright.PENANAcF0DlZzvZT
1233Please respect copyright.PENANAi6GQOpvUNm
1233Please respect copyright.PENANAgjBrdDnkpp
1233Please respect copyright.PENANAoYfBKmd21e
Aku kembali lagi ke masa sekarang yang lebih datar bagiku. Terdengar olehku riuh suara murid laki-laki tanpa henti. Sayup-sayup mataku menatap ke depan. Wali kelasku sudah datang, namun berani-beraninya mereka ribut seperti ini, kecuali laki-laki yang hanya berjarak satu bangku kosong di sebelah kananku. Ia hanya memasang tampang cool.
1233Please respect copyright.PENANAqCoQTVrdha
Aku segera membenarkan pandanganku. Di samping Wali Kelasku berdiri seorang wanita. Aku menatap mata bulatnya yang menggemaskan. Bulu matanya lentik lengkap dengan alis tebalnya. Kedua sudut bibirnya melebar membentuk senyum. Pancara manis dari wanita di depan itu tidak bisa kuelakkan. Ia menatapku dan tersenyum dengan ringannya. Aku mengenal wanita itu. Itu wanita bergitar tadi pagi.
1233Please respect copyright.PENANAKnacOF55xS
"Hai semua, namaku Alvia," katanya memperkenalkan diri. Tatapannya masih tertuju kepadaku.
1233Please respect copyright.PENANAIOfPnYBZq2
"Alvia, nanti kamu bisa berkenalan dengan mereka semua. Sekarang silahkan duduk," kata Wali Kelas.
1233Please respect copyright.PENANAXqRAKvtErC
Langkahnya yang lambat menuju ke meja. Ia tersenyum padaku sekali lagi, namun itu membuatku salah tingkah.
1233Please respect copyright.PENANAb3yLh9ticL
"Kau, kan?" tanyaku.
1233Please respect copyright.PENANAerffmVFeyf
"Iya, benar." Ia seketika menjulurkan tangannya padaku. "Namaku Alvia. Namamu siapa?"
1233Please respect copyright.PENANAjhFWy7tKCD
Tak ada ekspresi berarti dariku. Aku tak menggapai tangannya. kubiarkan sampai ia menarik tangannya sendiri.
1233Please respect copyright.PENANAQ0KnTefDij
"Oh, kamu belum mau memberitahukan namamu, ya? Semoga kita berteman." Ia mengulum senyum.
1233Please respect copyright.PENANA6MIOrbXe7Z
Dibalik senyumnya, kulihat tatapan datar dari orang di sampingnya. Itu lelaki yang sama ketika tatapan itu terlihat saat ia sedang bermain basket tadi pagi. Tatapan yang mengandung kebencian. Seakan ingin menghantamku dengan keras.
1233Please respect copyright.PENANAl8DRoeurpD
Ia benar-benar membenciku.
1233Please respect copyright.PENANAVfOFW0mw5J
***
1233Please respect copyright.PENANAJ7NCr23jwN
ns216.73.216.95da2 

