“Dimana ini?”
694Please respect copyright.PENANAJo43zhRszp
Fauzan terbangun dan melihat sekelilingnya, dia melihat susana yang tidak asing baginya, yaitu didalam kelas sekolahnya seperti biasa. Namun yang berbeda adalah suasana kejadian tersebut sudah berlalu.
694Please respect copyright.PENANAT10oqZCCTX
“Ini kan dikelasku, dan itu guru sejarah ku”
694Please respect copyright.PENANA865Icfj21a
“Oh ini pasti mimpi.”
694Please respect copyright.PENANA5Zrzoe3JXF
Walaupun Fauzan sadar bahwa hal tersebut adalah mimpi, Fauzan tetap mengikuti menikmati mimpinya karena ini pelajaran sejarah merupakan pelajaran favoritnya. Guru sejarah dihadapan kelasnya mulai menerangkan pelajarannya.
694Please respect copyright.PENANAidXaFaXrnm
“Baiklah anak-anak, hari ini kita akan belajar bagaimana perjuangan KH. Zaenal Moestafa dalam memperjuangkan kemerdekaannya...”
694Please respect copyright.PENANAGjnFvInEnM
“Oh benar sejarah ini salah satu yang paling kusuka” Ucap Fauzan dalam hati, Fauzan mendengarkan guru sejarahnya yang mulai menjelaskan bagaimana perjuangan KH. Zaenal Moestafa di Tasikmalaya.
694Please respect copyright.PENANAclijKQnNIQ
Namun gurunya berhenti ditengah penjelasannya. Fauzan pun menunggu dengan penasaran.
694Please respect copyright.PENANAoTXiyZlLJF
“Namun anak-anak, dalam hebatnya perjuangan KH. Zaenal Moestafa tersebut, terdapat tragedi menyedihkan didalamnya”
694Please respect copyright.PENANAAMpVkkKUnS
“Hmmm? ‘Tragedi Menyedihkan’ apa maksudnya?” Fauzan dengan rasa penasaran yang besar memperharikan dengan seksama sampai mencondongkan badannya kedepan.
694Please respect copyright.PENANA4lLYTH8ysa
“Tragedi tersebut adalah... pemb.... kepa... Sa...”
694Please respect copyright.PENANAHQYDuUCS0x
“Apa? Aku tidak dapat mendengarnya!?” suara guru nya semakin menghilang dan semuanya semakin menghitam dan lenyap...
694Please respect copyright.PENANAK2po4wi9G8
“Haaa...haaa...haaa...”
694Please respect copyright.PENANAVsr51KkEsR
Fauzan terbangun dari mimpinya dengan nafas tersengal, Fauzan melihat sekitar bahwa dia berada di kamar seseorang, dengan rumah yang dominan terbuat dari kayu dan aroma kayu yang khas.
694Please respect copyright.PENANAOy9dNOHJKo
“Dimana ini?”
694Please respect copyright.PENANAwBUHMWpAkc
Dia meraba tempat tidur yang ditempatimya, tempat tidur tersebut terbuat dari kayu di tiap peyangganya dan kasur nya terbuat dari kapas lembut yang dibungkus dengan kain.
694Please respect copyright.PENANAKtsdDcildB
Tepat tidak jauh darinya, terdapat jendela yang mengarah keluar, dia meranjak bangkit dari tempattidurnya dan menuju ke jendela. Dilihatnya suasana pedesaan, namundapat dikatakan ‘Terlalu Pedesaan’ karena alat dan pakaian masyarakat terlihat sangat kuno.
694Please respect copyright.PENANAeKaI783aH8
“oh benar, aku kembali ke masalalu” Fauzan teringat semua kejadian yang menimpanya, tetntara jepang, pemuda yang menyelamatkannya, dan perempuan cantik yang menyelamatkannya dari interogasi.
694Please respect copyright.PENANAOASEOFrXOi
“Akhh... kepalaku, hmm...kain?”setelah mengingat itu semua, Fauzan merasakan sakit dikepalanya dan dia juga teringat sebelum diapingsan, dia merasakan pukulan kuat dikepalanya. Tapi yang menjadi pertanyan adalah ‘siapa yang merawatku dan membawaku kesini?’
694Please respect copyright.PENANATQqWGOl0Q3
“jangan jangan...”
694Please respect copyright.PENANAaNVJWNBB2n
“Alhamdulillah, kau sudah sadar”
Benar saja, tepat sebelum dia menebak itu adalah perempuan cantik yang sebelumnya menyelamatkannya. Perempuan tersebut masuk ke kamar tersebut.
694Please respect copyright.PENANAqENivpCIOO
“Ah... hmm... terima... kasih...”
694Please respect copyright.PENANAA9suqVvHfv
Fauzan yang tidak terbiasa bicara dengan wanita, karena kehidupannya yang hanya melalang buana disekitaran rumah dan warnet menjadi kegagapan seperti pegawai yang sedang bicara dengan bosnya.
694Please respect copyright.PENANAPvBd6uj93H
“Bagaimana dengan kepalamu?”
694Please respect copyright.PENANAZ0UlOwanzL
“ah.... sudah baikan, Syukurlah”
694Please respect copyright.PENANAV8uyIo2eez
Perempuan cantik yang sedang memakai jilbab putih yang sangat kontras dengan dengan mata coklatnya yang bundar tersenyum setelah mendengar jawaban dari Fauzan. Seketika itu, Fauzan merasakan hempasan besar ke dadanya seperti ombak menghempas karang, dan rasa deg degan yang luarbiasa yang dirasakannya seperti ketika dia mengerjakan ujian sekolah.
694Please respect copyright.PENANAwH7aHmjpAa
“hmmm...aku sekarang dimana?”
694Please respect copyright.PENANAgwoho0Xpc9
“sekarang kamu berada di KH. Zaenal Mostafa.”
694Please respect copyright.PENANAA0drOWAhTk
“ohhh.. begitu..hmm KH.Zaenal Mostefa?”
694Please respect copyright.PENANA0XagrIIfOI
“OH YA AKU HARUS BERTEMU KH. ZAENAL MOSTAFA!”
694Please respect copyright.PENANAx9n5QDe3lf
Fauzan dengan bergegas mendekati perempuan tersebut dan menanyakan pertanyaan dengan nada tinggi.
694Please respect copyright.PENANA5rBRnjzcs7
“hmm... beliau berada di ruang tamu sekarang..”
694Please respect copyright.PENANAuHHzipC6IL
Dengan perasaan kaget, perempuan itu menjawab dengan terbata-bata.
Fauan langsung bergegas keluar kamar, namun tepat sebelum keluar kamar, Fauzan dengan kerennya menoleh belakang dan bertanya.
694Please respect copyright.PENANAXMKK2alfUQ
“sebelumnya, boleh kah aku tahu namamu?”
694Please respect copyright.PENANAp5bAjSL9Tp
“namaku Siti”
694Please respect copyright.PENANAG7fe9wrw6C
“Baiklah Siti terima kasih, sampai berjumpa lagAAAAWWWWW!!”
694Please respect copyright.PENANAKVobCX0OKy
Karena semua kosentrasi yang tertuju pada pertanyaan dan tidak memperhatikan sekitarnya, jari kelingking kaki Fauzan terkena sudut pintu ketika bergegas keluar setelah mendengar jawaban dari Siti.
694Please respect copyright.PENANAdc0YNjAH9w


