-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Sore itu seperti biasa Rey duduk di teras masjid yang sekarang di tumpangi menginap beberapa hari setelah jenuh di kostan jualannya di alun alun
Matahari mulai turun ke ufuk barat, Rey duduk sambil menerawang angan angan yang membawa ke kenangan saat masih bahagia bersama istri dan anaknya Rayyan
Rey adalah pria paruh baya yang sekarang hidup sendiri
"Assalamualaikum" tiba tiba dikejutkan suara salam dari seseorang
"Waalaikum salam...." Jawab Rey kaget
"Wuih lu boss" kata Rey ke teman yang datang itu, Rey memang menemukan bos, bukan karna dia bosnya Rey
"Bengong aja lu ji..!!!" Katanya sambil duduk dan mengeluarkan rokoknya
"Rokok dulu nih, biar enteng.." katanya lagi sambil menyulut rokoknya
"Tumben lu datang, kangen yaa....???!!" Canda rey sambil nyomot rokoknya sebatang
"Lu ngilang aja dari alun alun, gak ngomong eh ngumpet di masjid...!!!" jawabnya
"Pikiran gua kacau bos, pengen tenang aja sih...!!!" Jawab Rey tanpa boleh
"Udeh jangan bayangin trus bokong semok mantan lu...!!!" Katanya lagi sambil cengengesan
"Emang lu " jawab Rey singkat
Setelah pertemuan itu kami langsung berboncengan ke alun alun kota Jember
Malam itu suasananya agak sepi maklum malam Selasa
Rey keluarkan hp dan buka media sosialnya
Ternyata banyak notifikasi dari WA nya
Ada pesan dari seorang bercadar yang Rey kenal dari media sosial
Katanya besok mau datang ke Jember
Rey memang lebih suka wanita yang berpakaian syar'i seperti mantan saya waktu masih bersama dulu
Malam itu kami habis kan waktu saling ngobrol di wa sampai larut malam
Pagi Rabu itu Rey udah siap jemput janjian dengan perempuan yang mau datang ingin bertemu dengannya
"Loh mau kemana lu ji...???" Tanya si bos nama asli nya Ipul kepada Rey
Dia memang memanggilku haji
"Gak ada kemana mana cuman mau ke terminal jemput temen..!!!" Jawab Rey
"Wuih mantap nih, umi mana lagi yang kenalan" jawabnya berseloroh
“Lu ada duit gak…???” Sambungnya sambil nyodorin duit
"Gua tau dulu lu banyak duit memberikan gua ini gak seberapa" katanya lagi
"Makasih bos lu baik ma gua" jawab Rey sambil mengambil uang yang di sodorkannya
Sampai terminal Rey duduk di warung sambil ngopi
Suasana terminal Jember gak terlalu ramai maklum cuman terminal kota kabupaten, sambil menghisap rokok Rey seruput kopi hitam kesukaannya
Sambil memandang kendaraan yang lalu lalang di jalan secara tidak sadar Rey memperhatikan sepasang mata dari seberang jalan
Sosok seorang wanita berusia 38 40 tahun dengan tubuh tertutup pakaian syar'i serba hitam. Pandangannya terlihat pada sosok wanita itu dada Rey mulai berdebar, tapi Rey tak beringsut dari tempat duduknya
Dalam hati Rey bertanya "apakah ini dia..hnmmn ???" Gunamnya
Setelah di menyebrang jalan dan mendekati tempat Rey duduk
"Assalamualaikum....!!!, maaf bang Rey ya.....????" Katanya
"Waalaikum salam...." Jawab Rey
"Umi Dzakia...???" Sambungnya lagi sambil bertanya balik dan langsung berdiri dari tempat duduknya
"Na'am...." Jawabnya sambil menahan pandangan
Memang di dalam chat mereka sudah manggil Abi dan umi bahkan udah kayak suami istri
"Hmmmm.... Mau langsung jalan apa mau istirahat dulu...???" Tanya Rey
"Terserah Abi aja...." Jawabnya agak kikuk
"Iya udah duduk dulu deh...!!!" Kata Rey sambil mempersilahkannya
Setelah duduk Rey memesan minuman dingin buat Umi Dzakia, dan lama mereka saling penasaran tanpa bicara
"Kok diam aja....???" Tanya Rey tiba-tiba
"Hmmmm..abis Abi diam juga" jawabnya
Terus mereka bercerita mengalir kayak air saja
"Mi orang gak tahu kalau kita blom nikah loh...!!!" Kata Rey di sela sela pembicaraan
"Iya mereka gak bakalan tau ya karna kita udah tua kali" katanya sambil pecah renyah
“Umi t nginap ya… “Tanya Rey
"Gak mungkin balik hari ini kan...?"
"Maunya abi gimana...???" Jawabnya
"Hmmm...gimana ya....!!!" Jawab Rey sambil tersenyum lebar
"Berarti kita cari penginapan dulu buat Umi ya....!!!" Sambung Rey dan secara spontan di genggaman tangan Umi Dzakia
Setelah membayar minuman dan memesan mobil sewaan dari sebuah aplikasi mereka menuju sebuah penginapan yang nyaman
Setelah reservasi mereka di antar menuju kamar yang kami sewa
Setelah itu Rey berangkat ke masjid untuk membuat Shalat Dzuhur
Selesai Shalat Rey menelpon Umi Dzakia
"Mi mau makan di hotel saja atau di rumah makan...???" Tanya Rey
"Hmmmm.... Di hotel aja bi, ntar malam baru kita makan di luar" katanya di seberang telpon sana
“Oh ya udah, umi mau makan apa…?” Tanya Rey lagi
"Terserah Abi, umi manut "
Setelah menutup telpon, Rey langsung ke warung Padang
"Assalamualaikum" kata Rey sambil membuka pintu kamar
"Waalaikum salam" jawab Dzakia yang masih duduk di sajadah tampak wajah ayu dan keibuannya, selama ini Umi Dzakia blom pernah menampilkan wajahnya kepada Rey
"MasyaAllah cantiknya....!!!" Puji Rey
"Gombal...."jawabnya sambil berdiri membuka mukena yang di pakai buat Shalat
Ternyata Umi Dzakia sudah berganti pakaian, kini dia memakai baju daster terusan kayak gamis
Terlihat lekuk tubuh yang semok yang selama ini tidak terlihat, dada membusung mungkin ukuran bra nya 38 dan bokong yang agak menungging bulat
Rey gak putus asa memperhatikannya
“Udah jangan bengong aja, ayo makan” katanya sambil duduk dan membuka bugkusan nasi
Selesai makan mereka bercengkrama Rey sambil tiduran di kasur Umi Dzakia duduk di depan meja yang tersedia
"BI kalau mau tiduran bajunya di buka dulu antar kusut...!!" Kata Umi Dazkia
Rey langsung berdiri dan melepas kurtanya( gamis pengaturan celana) dan menggantungkannya di gantungan baju di dalam lemari
Setelah itu Rey langsung mendekati Umi Dzakia yang lagi berdiri menghadap jendela hotel
Perlahan Rey peluk Umi Dazkia dari belakang tangannya melingkar di pinggang padat berisi itu
"Hmmmm....Abi...." Kata Umi Dzakia manja dan menyandarkan kepalanya ke dada Rey
“Umi…Udah lama Abi pengen bermesraan ini….” Kata Rey sedikit berbisik
“Hmmmm….kan sering di WA….” Jawab Umi Dzakia bercanda manja
Pelukan Rey makin hangat terasa oleh umi Dzakia, dan di tengkuknya terasa hembusan nafas halus makin lama makin dekat terasa
Dan Rey mencium leher Umi Dzakia dengan lembut
"Bi.....hmmmm..."kata Umi Dzakia liriih
“Mi….”kata Rey sambil membalikan badan Umi Dzakia agar menghadap
Mereka saling memandang perlahan tapi pasti wajah mereka semakin lama semakin mendekat
Bibir Umi Dzakia yang sensual sedikit terbuka seolah olah isyarat untuk di kecup, nafas mereka beradu dan bibi Rey langsung mendaratkan ciuman hangat di bibir merah merekah itu, mata Umi Dzakia terpejam seolah menikmati kecupan dari pria yang selama ini menemaninya dalam dunia hayal, kecupan demi kecupan berubah menjadi hisapan dan saling sedot lidah mereka bermain di dalam mulut dan napas mereka berburu
Tiba tiba umi Dzakia melepas kecupannya dan bergantian memeluk Rey dengan erat menyandarkan kepalanya ke dada Rey
"Bi....ini yang kita hayalkan selama ini.." katanya sambil menatap ke arah wajah Rey
Rey membalas dengan usapan di kepala dam Wajah Umi Dzakia
"Bi....Abi mau ya.....???" Kata Umi Dzakia pelan
"Mau apa sayang...."
"Hmmm....mau ini enakin" kata Umi Dzakia sambil mengelus pusaka Rey, dan mata Umi Dzakia agak melorot dan mulutnya melongo kaget
"Knapa mi....kok meraba gitu..???" Tanya Rey pura gak tau kalau pasangannya itu kaget meraba perkututnya yang sudah berdiri
"Bi....apakah itu sseeriuss...???" Tanya Umi Dzakia kaget
"Apanya...sayang...."
"Ini lho..." Jawabnya sambil meraba titit Rey dari luar celananya
“Kenapa sih..gak suka ya..” Jawab Rey pura pura melepas pelukannya
"Hmmm abiiii.....!!!" Umi Dzakia merajuk manja
Dan kondisi yang mulai di penuhi birahi itu mereka lupa status mereka, mereka berciuman saling serang, sedangkan tangan Rey mulai meraba raba tubuh Umi Dzakia yang masih memakai daster terusan itu, dari blakang trus tanganya pinda ke bagian tubuh depan Umi Dzakia,
"Hmmmm.... Abi nakal...!!!" Katanya terus melumat bibir Rey
"Mi bajunya Abi lepas ya..." Kata Rey, tanpa menunggu persetujuan Umi Dzakia resleting baju wanita itu sudah terbuka, dan langsung dia pelorotin ke bawah
"Oh mii....."bisik Rey
Di ciumaninnya mulai dari leher, Tengku sampai ke punggung dan pinggul Umi Dzakia
Perempuan itu mendesis kegelian
"Ohhhh....bii...!!!"
Jari Rey mencari pengait bra Umi Dzakia tak berapa lama sarung tetek itu sudah jatuh ke lantai
Rey berdiri memandangi tubuh semok janda yang ada di hadapannya
Umi Dzakia memainkan tangannya di teteknya yang gede itu
"Abi...mau iinnnniihhh ya...." katanya genit sambil menggoda
Tak membuang waktu Rey langsung menjamah benda kenyal itu dengan lembut...
0 sponsors' commentsAfter each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default

