Di sebuah komplek perumahan yang tidak begitu elit di Jakarta Timur tinggal seorang anak bernama Andi. Usianya baru 11 tahun. Dia tumbuh di keluarga kelas menengah dari seorang ayah bernama Haris dan ibu bernama Nia.
Haris, Ayah Andi, merupakan karyawan swasta sebuah perusahaan BUMN di Jakarta. Usianya 39 tahun. Haris sering sibuk dengan pekerjaannya. Meski dmikian, akhir pekan selalu ia sempatkan waktu bersama keluarga. Hanya saja, yang terbilang buruk dari Haris ini ialah orangnya tergolong dadakan.
Sebagai contoh, pernah Andi mengajak ayahnya bermain badminton saat akhir pekan, namun ayahnya tak bisa karena ada pekerjaan kantor yang deadline dan harus dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, segera Andi pergi dan memilih bermain dengan temannya saja. Tak lama kemudian ayahnya mendadak mencari Andi untuk malaksanakan hal yang tadinya batal. Ya jelas saja ayahnya tak menemukan Andi, Andinya sudah pergi.
Nia, Ibu Andi, merupakan ibu rumah tangga pada umumnya. Usianya 37 tahun. Sebelumnya, dia sempat bekerja di sebuah perusaahan swasta yang bergerak di bidang konsultasi perbankan. Namun, pasca melahirkan Andi, ia sepakat untuk resign dari pekerjaan dan fokus menjadi ibu rumah tangga atas restu dari sang suami.
Di lingkungan tempat tinggal Nia sering digoda bapak-bapak hidung belang. Bagaimana tidak, tubuh nia yang sintal dan padat ditopang dengan tinggi 168cm mengundang para lelaki untuk menggodanya. Belum lagi payudaranya yang berukuran 34 E membuat hawa nafsu para laki laki bergejolak dan ‘adik kecil’ terbangun. Hal tersebut bisa tergambarkan karena Nia sering menggunakan kaos ketat dan celana pendek jika ke warung atau toko disekitar lingkungan rumahnya. Oleh karena itu tak heran buah dadanya yg membusung serta sintal tubuhny menjadi tontonan gratisan bagi para lelaki, terutama kaum bapak.
Oleh karena Andi anak semata wayang, tentu orang tuanya sangat posesif terhadap Andi. Andi sering disuruh langsung pulang ketika pulang dari sekolah. Apalagi sekolah Andi tergolong sekolah yang meniadakan pekerjaan rumah sehingga tak ada waktu berkumpul bersama teman di luar jam sekolah, kecuali akhir pekan. Selebihnya Andi menghabiskan waktunya di rumah. Orang tuanya pun memantau dengan siapa Andi bergaul di sekolah maupun lingkungan sekitar. Tak heran Andi sering dianggap sebagai anak yang kuper alias kurang pergaulan dan polos oleh teman sebayanya.
Cerita dimulai…
Akhir pekan tiba, pagi menyongsong, matahari perlahan terbit dari timur memancarkan sinar pelita, tentu menyenangkn dan bahagia bagi keluarga Pak Haris, terutama Andi. Dirinya merasa merdeka karena 5 hariterkungkung di dalam rumah, kecuali saat sekolah dan sekarang, akhir pekan. Nmun, akhir pekan ini ia tak gunakan waktunya untuk bermain bersama teman temannya karena dia bersama kedua orang tuanya sepakat untuk rekreasi ke Garut.
“Ma…. ma…. ma….. mama dimana?” Tanya Andi yang masih kusut usai bangun tdur.
“Di sini de…” sahut Nia, ibu Andi, yang tampak dengan perlahan mempersiapkan bekal untuk rekreasi.
“Mama lagi apa? Kelihatannya sibuk banget pagi pagi begini”.
“Kamu pasti lupa de. Kan hari ini kita mau jalan jalan ke Garut?!” Sambil menatap Andi yang berada disampingnya.
“Ohh ya yaaaa!” Sahut Andi kegirangan.
Langsung ia bergegas mncri ayahnya ksmua sdut ruangan. Dn ternyata, sang ayah lg mngecek kndisi mbil yg digunakan.
“Yah…ayahh…. yahhh??? Ayah dimana??? Kita jadi ke Garut kan???”
“Di sini de! Iya dong.” Jawab sang ayah sambil mengecek kondisi mobilnya
“Assyiiikkkk jalan jalan jalan jalan jalannn”
Begtu crianya wajah Andi hari itu sampai smpai sang ayah keheranan. Hanya saja,
“De, tapi perginya gak sama ayah ya. Sama mama aja. Ayah mendadak harus menengok teman ayah yang semalam kecelakaan.”
Wajah Andi yang tadi ceria seketika cemberut tercermin kekecewaan yang begitu mendalam.
“Yah ayah….”, Andi menggerutu.
“Maaf ya dee ayah gak bisa nemenin.” Jawab ayah Andi smbil memegang pundak anknya.
Nia, ibu Andi, menghampiri keduanya.
“Gak kita tunda aja mas? Kita ubah ajjadi bareng-bareng nengok teman mas.”
“Jangan, kasihan Andi. Lagipula ini udah direncanain jauh jauh hari.”
“Tapi ayah janji nanti ayah nyusul kalian ke Garut usai nengok teman ayah ya”.
Andi agak terkejut dengan wajah tak yakin.
“Bnran yah?”
“Nanti gak bisa lagitahu tahunya”
“Tahu nih sih ayah nanti mendadak gakbisa lagi. Lagipula ayah pakai mobil siapa” timpal Nia seusai Andi menjawab.
Iya kali ini ayah janjiiii benerr… tapi gak hari ini juga ya. Tapi besok nyusulnya. Ayah nanti berangkat sm atasan ayah yg jg mau ke Garut.”
“Yahhhhhhhh…..” jawab bersamaan Andi dan ibunya.
Namun Nia tetap meyakini Andi bahwa ayahnya tetap dating meski tidak berangkat secara bersamaan.
Tak lama ayah Andi menyuruh anak dan istri segera siap siap.
“Yasudah kalian siap-siap gih. Makin siang nanti makin kena macet”
Kemudian,
Andi dan ibunya tampak sudah selesai bersiap-siap. Ayah Andi tersenyum menatap penampilan Andi yang mencerminkan cara berpakaian anak lelaki pada umumnya jika mau pergi. Iatak menyangka anaknya yang dulu masih bayi sekarang sudah beranjak menuju usia abg.
“Ganteng banget anak ayah” jawab ayahAndi sambil mengelus rambut anaknya.
Namun ia agak heran dengan penampilan istrinya. Nia menggunakan blus merah agak longgar dengan belahan dada terlihat. Bawahannya iamenggunakan jins ketat.
“Nia, kok pakaian kamu begini sih? Pakai blus blahan dadanya kelihatan. Longgar lagi… kamu nunduk, itu payudara kamu diintip orang nanti.”
Nia mencoba menenangkan suaminyasembari bercanda.
“Mas Haris gak usah khawatir. Lagipula aku sama Andi kan naik mobil. Kalo masalah yang ngintip nanti aku tinju masss”
“Yasudah deh kalian langsung berangkat gih. Barang barang yang mau di bawaudah dimasukin ke mobil kan ? Jangan sampai ada yang ketinggalan.”
“Eh, nia kmu tahu jalan kan? Aku jugakhawatir kamu nanti malah kesasar.” Ucap ayah Andi.
“Tenang mas kan ponselku ada GPS. Aku juga sedikit tahu kok jalur perjalanan ke Garut.” Nia mencoba kembali menenangkn suaminya.
“Oke yasudah deh. Nanti kalo ada apa-apa hubungin aku yaa. Udah cepetan masuk mobil”.
Andi duduk di depan bersama ibu yang menyetir. Mobil grand livina meluncur perlahan tak lupa nia membuka kacamobil sambil melambaikn tangan kesuaminya. Di sisi lain Andi sedang asyik dengan ponselnya entah apa yang sedang disibukkannya.
“Andi ayo dadah sm ayah…dadah”
Waktu demi waktu terus berjalan hingga siang tiba….
Nia sibuk mengemudikan mobil. Andi sibuk dengan ponselnya. Masalah kemudian muncul…
“Ma… kok mama kayak orang bngung?” Tanya Andi dengan raut muka heran.
“Iya nih de. Mama bingung jalannya kemana. Ini gara-gara mama sok tahu. Mama gak ngandelin GPS juga. Gak ada jaringan lagi”
Andi jadi ikut bingung. Dia bingung ingin berbuat apa. Sedangkan raut wajah Nia, sang ibu, tanda kecemasan begitu terlihat. Dia menengok kiri kanan yang sekitar banyak pepohonan dan beberapa rumah pedesaan.
Tak lama kemudian mbil berhenti.
“Ma, ma, kok mobilnya berhenti?” Tnya Andi.
Dengan nada melemah nia menajawab,” bahan bakarnya habis de karena terlalu yakin mama jadi kelupaan isi bahan bakar”
“Ma terus bagaimana?” Andi sedikit panik.
Nia mengajak Andi keluar dari mobil sambil berusaha mencari bantuan.
“De, kita keluar dulu yuk. Kita cari bantuan. Siapa tahu ada yang bisa bantuin kita”
Dari kejauhan nia dan Andi yang kebingungan seketika keluar dari mobil diamati seorang bapak berusia 47 tahun. Namanya pak bejo. Kulit yang coklat kehitaman ditambah kumis dan perut yang agak tambun menjadi ciri khasnya.Ia merupakan penduduk sekitar yang bekerja sebagai buruh tani. Istrinya bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia. Sedangkan sang anak bekerja di Bandung. Penampilan pak bejo begtu adanya. Ia lebih sering telanjang dada dengan celana pendek. Itu terkait dengan pekerjaannya sebagai buruh tani.
Tak lama kemudian pak bejo mencobamenghampiri ibu dan anak yang sedang kebingungan itu.
“Maaf yaa bu, kayaknya lagi bingung adayang bisa saya bantu?” Tanya pak bejo.
“Ini pak, saya sama anak saya lagikebingungan. Tadinya mau ke garut. Eh,malah kesasar ksini. Malah bahan bakar habis lagi” jawab nia
Pak bejo rasanya tak mendengar apayang dikatakan nia. Ia malah sibuk memandang tubuh nia yang sintal. Terlebih belahan dada nia terlihat. Hatinya bergumam,
“Weleh weleh yang begini nih bikin si otong gak tahann.”
Pandangan pak bejo membuat nia sedikit risau. Dia merasa pak bejo ingin menerkamnya.
“Yasudah bu, ke rumah saya aja dulu. Mobilnya di sini aja. Lagipula rumah saya deket. Tuh rumah saya…” jawab pak bejo sambil menunjuk ke arah rumahnya
“Yasudah pak kita ke rumah bapak dulu aja”2783Please respect copyright.PENANAyvjEkQhPk4
“Yuk de kita ke rumah bapak ini dulu supaya kita dapat bantuan”. Jawab nia sambil menenangkan anaknya yang tampak kebingungan.
“Ma tetap jadi kan ke Garut?” Jawab Andi yg terpintas masih bingung.
Sedangkan, sambil brjalan mengantarkan ibu dan anak itu, di wajah pak bejo terlintas sebuah senyuman. Entah apa arti senyuman itu.
Keesokan harinya,2783Please respect copyright.PENANAlBxI4vsZga
Kicauan burung menyambut pagi yang sudah tersinari matahari. Pagi itu terdengar suara Nia yang masih mengenakan daster hitam yang sempat dirinya lepaskan semalam.
“Andi, Andi, ayo bangun…. kita musti siap-siap berangkat de. Kalau enggak nanti kita kesiangan. Malah nanti papa yang duluan sampai Garut”2783Please respect copyright.PENANA1wzeGomRbB
“Aduuuuhhh mamaaaa Andi masih ngantukkk…….” gerutu Andi.
“Andi ayo bangun de.. jangan malas dong anak mama yang ganteng” nia membujuk sang anak sambil telapak tangannya berulang kali mengelus ubun-ubun Andi.
Dia mencoba terus membangunkan sang putra kesayangan dengan lembut. Begitu lembut dirinya membangunkan Andi, hingga tak sadar bahwa Andi melihat apa yang dilakukan nia bersama Pak bejo semalam.
Dalam kantuk dan mata yang ia coba pejamkan kembali, Andi terlintas terpikir apa yang dia lihat semalam. Dia mencoba untuk melupakan, namun rasa penasaran terus menyelimuti pikirannya. Dalam benaknya ia terus bertanya-tanya apa yang dilakukan sang mama semalam dengan pak bejo dalam kondisi telanjang. Apa pula arti desahan mama yang begitu kencang semalam. Karena terus menghantui pikirannya, Andi lekas bangun. Ia beranggapan lebih baik dirinya bersama sang mama segera pergi dari rumah Pak Bejo. Oleh karena itu,
“Iya dehhh maaa iyaaaaa. Niiih Andi bangun.” Ucap Andi sambil membuka selimutnya.
Andi lekas bangun. Ia rapikan selimut yang menutupinya itu. Sementara itu nia membereskan segala barang miliknya yang ada di kamar. Dia juga menyiapkan pakaian untuk dirinya dan Andi yang akan segera melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian nia mengambil handuk untuk dirinya dan Andi.
“Langsung mandi aja yuk de, bareng sama mama. Mama juga mau mandi, soalnya kita gak bisa lama-lama di sini. Kalau kita keduluan papa sampai Garut, nanti mama musti bilang apa. Mama kan malu kalau ketahuan nyasar”
“Iyaaa maaa iyaaaaaa” gerutu Andi kembali menuruti kemauan sang ibu.
Keduanya kemudian bergegas menuruni tangga menuju kamar mandi. Sambil melangkah, Andi melihat sekeliling. Ia mencari pak bejo. Namun dia tak melihat lelaki yang tak telah memberinya tumpangan. Kemudian kedua ibu dan anak itu memasuki kamar mandi. Dan, lagi dan lagi pintu yang rusak itu belum diperbaiki sehingga pintu kamar mandi kembali tak menutup sempurna. Tak lama setelah pintu tertutup nia melepaskan daster yang ia kenakan semalam. Ia memandangi seluruh tubuhnya yang sudah tak tertutupi. Ia merasa tubuhnya masih utuh walau semalam disetubuhi pak bejo.
“Aduuuhh anak mama ini lepas pakaian aja lama banget. Yasudah sini mama lepasin. Gitu aja lama banget”2783Please respect copyright.PENANAxrzmAgaMx7
“Yasudah sekarang Andi mau mandi sendiri apa dimandiin sama mama?” tanya nia.
“Mandi sendiri dong maaa,.. Andi kan udah bisa mandi sendiri” jawab Andi dengan wajah meyakinkan.
“Yasudah kalo begitu.” balas sang mama
Nia kemudian menyirami seluruh tubuhnya dengan air terlebih dahulu. Air yang dingin membuat siraman tersebut terasa menyejukkan. Kemudia ia sabuni dirinya. Tak lupa ia sabuni buah dadanya yang semalam di lumat pak bejo. Begitu juga tak lupa ia sabuni liang persenggamaannya yang tak sempat ia bersihkan semalam. Setelah semua tersabuni, ia sirami kembali seluruh tubuhnya hingga benar-benar bersih.
Setelah selesai dengan dirinya, nia melihat Andi yang malah sibuk main air.
“Addduuuh anak mamaa malah main air siih. Kita ini musti buru-buru Andiuu. Kalau enggak nanti kita terlambat.”2783Please respect copyright.PENANAmN1g1D7SVB
“Yasudah sini mama mandiin deh kamu.” Ucap nia kesal kepada sang anak.
Lalu ia sirami putra kesayangannya dengan perlahan dan penuh kelembutan. Tak lupa ia sabuni seluruh jengkal tubuh Andi dengan sabar. Sambil menyabuni Andi, terbenak apa yang dilakukannya dengan pak bejo semalam. Nia begitu menyesal telah melakukan perbuatan hina itu. Hatinya resah. Kenikmatan yang dirasakan semalam baginya tidak sebanding dengan keutuhan keluarga yang ia rengkuh bersama suami dan anaknya.
“Maafkan mamaaa yaa Andi” gumam nia dalam hati.
Setelah tubuh Andi tersabuni, kembali nia sirami Andi hingga dirinya pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal. Ia guyur seluruh tubuh putranya dengan air yang dingin itu.
Di luar kamar mandiii…..
“Beresss dahhh. Untung deket sini ada yang jual bensin eceran. Memang gak banyak sih. Tapi sanggup mengantar sampai pom bensin terdekat” ucap Pak Bejo puas.2783Please respect copyright.PENANAxsc0G7ULIX
“Bu Niaaa Bu niaaaa buuuu….! mobilnya sudah saya isi bensin yaaa. Tapi jangan lupa isi bensin lagi di tengah jalan kalau gak mobilnya nanti mati lagii buuuu” Teriak pak bejo.
Pak bejo penasaran mengapa tak ada respon. Lalu ia mencari nia ke kamarnya. Namun ia tak menemukan. Kamar tersebut kosong dan sekarang tampak begitu rapi. Begitu juga Andi, putera nia, ia tidak menemukan anak itu di kamar tersebut. Setelah dirasa benar-benar kosong ia kembali menuruni tangga dan….2783Please respect copyright.PENANACM8rvDyKgB
Ia mendengar suara guyuran air dari kamar mandi di bawah. Lantas ia segera ke sana.2783Please respect copyright.PENANAjgPoCSG8Kb
“Hehehehe mereka berdua lagi mandi tooohhh. Untung nih pintu belum gue perbaikin. Intiipp aahhhh” pak bejo berucap sambil tertawa pelan.
Ya, pak bejo lagi lagi mengintip. Kini ia melihat nia dalam kondisi bugil bersama Andi. Akibatnya, naluri lelaki itu kembali bergelora. Penisnya kembali menegang. Begitu pula nafsunya bangkit kembali.
“Addduuuuh si kontol ini lagi-lagi gak bisa diem. Kan lu udah nyobain tuh memek semalem” racau pak bejo dalam hati sambil mengelus kontolnya yang ada di balik celana.
Pak bejo tak bisa menahan diri karena penisnya sudah mengeras. Perlahan ia lepaskan celananya hingga akhirnya ia dalam kondisi bugil. Dengan langkah pelan kemudian ia geser pintu kamar mandi yang rusak itu.
“Maa mama pak bejo ngapain masuk ke sini” tanya Andi yang melihat pak bejo lebih dulu.
Andi sedikit terkejut, pikiran buruk dan peristiwa yang ia lihat semalam kembali menghantui.
Sementara itu Nia yang sedang sibuk menyirami Andi, mendengar ucapan sang putera langsung melihat pak bejo. Alangkah kaget dirinya. Terlebih, pak bejo masuk secara tiba-tiba. Tentu saja Nia mau tak mau melihat pak bejo. Ia palingkan wajahnya dari lelaki berperut tambun itu. Meskipun begitu, nia sempat melihat penis pak bejo yang sedang mengacung.
“Apa yang pak bejo lakukan di sini. Bapak gak melihat saya lagi mandi bersama Andi?!” ucap nia dengan nada memarahi.
“Saya mau mandi juga bu… kan semalem kontol saya ini habis mengaduk-ngaduk memek ibu heheheeeee” Jawab pak bejo.
“Bapak jangan macem macem yaaa! di sini ada Andi pakkk!” ucap nia kesal
Pak bejo kemudian mendekati nia dan mengelus lengan nia yang berisi itu. Nia mengelak. Ia lekas mengambil handuk dan mengeringkan dirinya dan Andi. Setelah itu nia lilitkan handuk di tubuh Andi kemudian dirinya. Lalu ia lekas mengajak Andi keluar dari kamar mandi. Andi keluar lebih dahulu. Namun, nia ditahan pak bejo. Kedua lengannya dicengkram kuat-kuat oleh kedua telapak tangan pak bejo yang kasar itu. Andi yang sudah berada di luar kamar mandi pun kebingungan.
“Andi, kamu duluan aja ke atas ya. Nanti mamamu nyusul hehee”, tawa pak bejo terkekeh-kekeh sambil menahan kedua lengan nia yang terus memberontak.
“Jangggaaan Andi, jangggaaan…janggaaan tinggaliiin mamaaaa dee… lepasssin pak bejo lepasssiinn iiissshhhhhh”, sahut nia sambil terus mencoba melepaskan kedua lengannya dari tangan pak bejo.
Namun usaha nia itu tampaknya sia-sia. Tangan pak bejo sangat kuat mencengkeramnya. Sedangkan, belum Andi merespon sang mama, Pak bejo langsung menutup pintu yang tak bisa menutup secara sempurna itu. Andi lagi lagi hanya terdiam dan terheran apa yang sebenarnya sedang ia alami. Sungguh, dia tak mengerti.
Anak lelaki umur 11 tahun itu lebih memilih melangkahkan kakinya secara perlahann meninggalkan kamar mandi menuju kamarnya di lantai dua. Dalam langkah demi langkahnya itu ia mendengar suara mamanya dan pak bejo yang berada dalam kamar mandiii. Namun ia tak peduli atas sesuatu yang tak dipahaminya itu. Ia lebih memilih mengenakan pakaian dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk kembali melanjutkan perjalanan bersama sang mama.
Cukup lama Andi beraktivitas dalam kamarnya. Ia pelan-pelan mengenakan pakaiannya. Lalu ia bereskan barang-barang miliknya satu per satu dan memastikan tidak ada satupun yang tertinggal. Hingga semua dianggap beres, Andi mencoba menuruni tangga. Ia hendak mencari udara segar di sekitar rumah itu. Di sisi lain, aktivitas sang mama dan bejo tampaknya belum juga selesai. Ketika Andi turun, ia mendengar suara mamanya dan pak bejo sedang sibuk di dalam kamar mandi. Dan tampaknya suara itu lebih kencang dari sebelumnya
“Argghhhhh pak bejooooo ahhhhhhh ayooo paaakk cepeeett keluuaarrinn ahhhhhh nia dah gakk kuaatt pakkk” desah nia2783Please respect copyright.PENANAR4xVBHjrMn
“urghhhhhh dikiiit lagi buuuu dikiitt lagiiiii ayooooo urghhhhh urghh “sahut pak bejo2783Please respect copyright.PENANAKw5UK751qJ
“Pakkkkkkk niiiaaaa keluaaaaaarrr ahhhhhhhhhhhhhhhh” balas nia2783Please respect copyright.PENANA8qSpO2mwLK
“Saya juga buuuu arghhhhhhhhhhhhhhh ”
Namun, ia begitu malas untuk memperhatikan apa yang dilakukan sang mama dengan pak bejo di dalam kamar mandi. Ia kemudian membuka pintu rumah pak bejo dan melangkahkan kakinya untuk berkeliling lingkungan rumah. Lagipula hal tersebut dilakukan sambil menunggu aktivitas mamanya di kamar mandi selesai.
Setelah dirasa cukup lama dan bosan, Andi kembali ke rumah pak bejo. Sampailah ia depan pintu rumah yang ditumpanginya. Lalu, dia membuka pintu dan dirinya melihat sang mama dan pak bejo sedang asyik menonton tv bersama. Tampak mamanya sudah siap-siap. Pakaian sang mama sudah rapi. Dan lagi-lagi mamanya mengunakan kaos ketat yang membuat lekuk tubuhnya termampang dengan jelas. Mama Andi sepertinya tidak kapok meski pakaiannya tersebut telah mengakibatkan dirinya disetubuhi pak bejo.
“Ehhh Andiuu kamuu udah pulang de..yuuk kita berangkat sekarang”2783Please respect copyright.PENANAzzFmILpzkI
“Nih tas kamu dibawa nanti ketinggalan lagiihh.. ” ucap nia sambil menyodorkan tas tersebut kepada Andi
Mendengar ucapan itu Andi hanya mengangguk dan menerima tas yang disodorkan sang mama.
“Pak bejo kita permisi dulu yaaa pakkk. Terima kasih atas bantuan yang bapak sudah berikan. Maaf merepottkan selama inii yaa pakk” ucap nia
“Ohhh gakk kokk bu justru saya yang berterima kasiihhh hehe.”2783Please respect copyright.PENANAQxhJG28adW
“ Yasudahhh itu mobil bahan bakarnya tadi udah saya isi bu. Nanti di tengah jalan isi lagi ya bu kalo gak nanti mogok lagi”2783Please respect copyright.PENANAmpUf5FlAut
“Eh iya Andi, kamu bisa tuliskan alamat rumah kamu gak? Mama kamu gak mau kasih tahu nih” ucap pak bejo sambil menyodorkan secarik kertas dan sebuah pulpen.
Apa yang dilakukan pak bejo dihalangi nia. Namun lagi-lagi tangan pak bejo tidak bisa dilawan. Hingga akhirnya, Andi menuliskan alamat rumahnya.
“Ohh yasudahhh makasihh banyak yaa pak”2783Please respect copyright.PENANA3IUhpGOn6G
“Eh iyaa, ayoo Andi kitaaa buru buru berangkat” sahut nia pada sang anak.
“Iya maa.”
“Andi.. janngaan sungkan sungkann mampirr ke sini yaaa” jawab pak bejo sambil meremas bokong nia.
Nia menepak tangan pak bejo yang meremas bokongnya. Lalu ia berjalan membuka pintu rumah dan mendekati kendaraan pribadinya. Setelah itu ia bersama Andi masuk ke mobil dan bersiap memulai perjalanan kembali.
Pak bejo hanya berdiri di depan rumahnya. Ia bersiap untuk melambaikan tangan sebagai simbol perpisahan kepada ibu dan anak itu.
“Yuukk pakkk sayaaa jalaaaan duluuu yaaa” ucap nia sambil mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah pak bejo.
“Hatii hatii buu! Kalo ada waktu mampir-mampir ke sini!” sahut pak bejo sambil melambaikan tangan kanannya.
Mobil itu pun akhirnya meninggalkan rumah pak bejo. Sementara Andi hanya terdiam di sebelah nia yang sedang mengemudi. Kelihatannya dia begitu lelah hingga tertidur sepanjang perjalanan.
Sementara itu nia sibuk mengendarai mobil. Sepanjang perjalanan ia mencoba menghubungi sang suami, namun jaringan masih menjadi kendala utama. Meskipun begitu, terkadang ia memperhatikan Andi yang masih tertidur lelap. Tampak selama di rumah pak bejo anak itu tidak tertidur pulas.
Beberapa saat kemudian nia melihat pom bensin, lekas ia arahkan mobilnya ke tempat pengisian bahan bakar tersebut. Usai mematikan mobil, ia mencoba membangunkan putranya, namun tidak tega. Ia lebih memilih membuka jendela mobil. Setelah itu dirinya keluar menunggu. Sambil menunggu, ia mengecek kembali telepon selularnya.
Di sekitarnya petugas pom bensin yang kebanyakan laki-laki memperhatikan dirinya yang memakai kaos ketat. Wajah mereka tampak bernafsu melihat nia. Namun, nia tidak menggubris. Dia sibuk mengurusi telepon selularnya. Terus menerus ia periksa, mendadak dirinya senang karena jaringan selularnya pulih kembali. Segera ia hubungi suaminya.
“Halo, halo, mas haris ini aku nia”
“Eh, kamu. Kok aku telepon nggak nyambung-nyambung ya?” tanya haris
“Iya nih mas dari tadi jaringan susah banget. Mas sekarang ada dimana?”
“Aku lagi dalam perjalanan nih bersama pak arso. Kamu sendiri di mana sekarang?” tanya haris kembali
“Ohh. Aku sekarang lagi di hotel mas. Kira-kira nyampe jam berapa ya?”
“Belum tahu nih. Di hotel apa kamu? biar aku jemput aja sekalian. Eh, Andi lagi apa?
“Gak, gak usah mas. Nanti biar kita janjian ketemu aja. Ohhh.. Andi lagi tidur nih mas.” jawab nia gugup.
“Kok berisik ya di sana? Kamu lagi di mana sih?”
“A..Aku lagi di luar hotel mas. Lagi beli sesuatu” ucap nia.
“Oh yaudah nanti aku kabarin lagi ya” ucap haris sambil hendak menutup telepon selularnya
“iya mass”
Dia terpikir sejenak entah apa yang barusan dilakukan. Tak hanya mengkhianati sang suami, kini ia membohonginya. Dia terpaksa melakukan itu. Bila tidak, suaminya pasti menertawainya karena dia baru saja tersesat. Belum lagi suaminya tahu bahwa semalam dia ditiduri lelaki lain, pasti sang suami amat marah padanya.
“Maaf buu, ini udah selesai” ucap petugas pom bensin
“Ehh, iyaa pakk maaf. Ini uangnya”2783Please respect copyright.PENANAr48li7TCpH
“Pak, jalan ke Garut tinggal lurus aja kan ya?” tanya nia
“Iya benar bu. Ibu tinggal lurus aja. Nanti ibu bakal lihat tulisan selamat datang di kota Garut. Nah, itu berarti ibu udah di kota Garut”
“Oh gitu ya pak. Makasih banyak ya pak.”
“Iya bu sama-sama” balas petugas pom bensin yang terus memperhatikan nia.
Lalu nia masuk ke mobilnya dan lekas nyalakan mesin. Tanpa waktu lama ia menginjak gas dan meninggalkan pom bensin tersebut. Sepanjang perjalanan nia fokus mengemudi. Sesekali ia memandangi putranya yang sedang tertidur. Hingga waktu tak terasa berlalu nia sampai di kota Garut. Ia melihat sekelilingnya. Dia tak menyangka bakal berhasil tiba di kota itu setelah banyak hal terjadi menimpanya. Melihat sebuah tempat makan, Ia pinggirkan mobilnya. Lalu ia segera hubungi sang suami.
“Halo Mas, kamu masih di mana?” tanya nia
“Gak lama lagi nyampe kok. Tunggu aja dulu ya” balas haris.
Nia kemudian menutup teleponnya. Dia menunggu dan menunggu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. Ternyata, ia menunggu tak sebentar seperti yang diucapkan suaminya. Ia menunggu hingga harus mematikan mesin mobil. Tak lama kemudian, Andi terbangun.
“Maa kita udah nyampe belumm?” tanya Andi agak malas.
“Udah de”
Nah, terus kita nunggu apa?” tanya Andi kembali
“Nunggu papa kamu” balas nia agak cemberut
“Ohhh. Tujuan kita mau kemana sih ma sebenarnya?”
“Sebenarnya mama mau ngajak kamu jalan-jalan keliling kota Garut, tapi papa kamu malah mau jemput. Yasudah deh mama terpaksa nunggu sekarang” jawab nia lugas.
“Hemm”
Tak lama setelah Andi bangun, telepon selular nia berdering.
“Halo mas. Kamu udah di mana sih? Aku udah lama nunggunya nih” ucap nia kesal
“Aku udah nyampe nih. Kamu di mana? Aku jemput nih”
“Saya di rumah makan X mas. Aku dah keluar dari hotel. Buruan ya mass”
“Oh yasudah aku kesana” jawab haris.
Tak lama kemudian nia melihat mobil keluarga berwarna abu-abu. Mobil itu berhenti di dekat mobilnya. Keluarlah nia bersama Andi dari mobilnya. Bersamaan dengan itu keluar pula Haris bersama Pak Arso dari mobil abu-abu tersebut. Andi yang melihat sang ayah langsung berlari menghampiri dan memeluknya.
Papaaa! teriakk Andi kegirangan sambil memeluk papanya.
“Andiuuu!”2783Please respect copyright.PENANATOy91Tpc5d
“Gimana liburannya sama mama? Udah kemana aja?” tanya haris.
Andi hanya terdiam. Nia kemudian menyelak.
“Kita udah keliling ke banyak tempat lohh mas. Iya kan Andi? Nia sambil melirik ke mata Andi”
Andi membisu mendengar kebohongan sang mama. Dia benar benar malas untuk menanggapi kebohongan tersebut.
“Eh iya nia. Ini kenalin atasanku pak arso” ucap haris
“Iyaa saya niaa, istrinya haris”
“Saya pak arso atasan haris” sambut pak arso.
Nia dikenalkan haris pada pak arso. Melihat pak arso, nia agak takut karena pandangan mata lelaki itu samahalnya dengan mata pak bejo terhadap dirinya. Pandangan mata yang seolah ingin mencengkram tubuhnya. Sedangkan, pak arso begitu kagum terhadap nia. Sungguh, dia tidak pernah bertemu dengan istri anak buahnya itu.
“Heeemm gilaaa istrinya si haris. Montook bangett. Kalah cakep rani di rumah” gumam pak arso dalam hati.
Haris kemudian mengajak anak istri dan anaknya masuk kembali ke mobil keluarganya tersebut. Nia yang sebelumnya memegang kemudi, kini digantikan haris. Sedangkan pak arso seorang diri masuk ke mobilnya. Mobil pak arso dahulu yang berjalan. Disusul mobil haris di belakangnya.
“Pa sebenarnya kita mau kemana sih?” tanya nia
“Kita mau ke villanya pak arso. Kebetulan dia punya villa di Garut” ucap haris
Andi hanya diam di dalam mobil. Sebenarnya ia ingin melaporkan pada ayah apa yang dilakukan mamanya semalam. Namun, ia tak berani. Ia takut salah. Oleh karena itu, ia hanya memendam hal tersebut dalam hatinya dalam-dalam.
Tak lama keluarga haris pun sampai di sebuah villa yang cukup besar. Villa tersebut di kelilingi taman hijau yang tidak begitu luas. Mobil haris pun berhenti di belakang mobil pak arso yang lebih dulu sampai. Setelah itu keluarga haris pun keluar dari mobil bersamaan.
“Selamat datang di villa saya yang yaaahhh tidak gede gede amatlah” sambut pak arso kepada keluarga haris
“Waaahh gede begini pakk. Bapak bilang gak gede heeehhe” puji haris sambil tertawa
“Makasih haris. Yasudah mari kita masuk” ucap pak bejo sambil membimbing keluarga itu masuk ke dalam.
Bersambung...
ns216.73.216.184da2


