-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Keluarga Gunawan: Cerita Seks Sedarah
Dan, mengapa benda dibalik celana pendekku ini seperti mengalami perubahan bentuk “Sadar Gun.. itukan anak kandungmu sendiri, masih kurang puas kamu dengan istrimu yang cantik itu, belum lagi beberapa wanita muda yang pernah kamu tiduri dengan sedikit mengorbankan uang recehan, mu.”
Ya, aku tau.. tapi? Ah, Mengapa juga bocah ini justru menggoyang-goyangkan bokongnya, apakah dia menyadari dengan batang penisku yang mulai berdiri tegak ini. Ah, aku rasa itu hanya perasaanku saja.
Mama sama Ihsan kemana pa? koq kayaknya sepi-sepi aja. Tanyanya, seraya tubuh itu turun dari pangkuanku. Oh iya, Ihsan yang dimaksud putriku ini adalah anak keduaku, adiknya Sherina, yang usianya terpaut dua tahun dibawahnya, dia masih duduk dikelas 2 SMP.
****
Kini dia bangkit dari posisi tidurnya, lalu jongkok menindihi pahaku dengan posisi mengangkang didepanku… Dan.. Ah, apa lagi itu yang dia lakukan.
“Sherina.. jangan.. aaahhh…” tangan anak gadisku kini telah menelusup masuk kedalam celanaku yang memang hanya menggunakan karet kolor yang elastis. Dan, tangan mungil itu kini telah menggenggam batang jakarku tanpa aku mampu berbuat apa-apa.
“Nann.. da.. kamu.. nakal baa.. nget.. ssiihhhh…” aku benar-benar tak bisa berbuat apa-apa, seolah diriku tengah berada dalam cengkramannya, sehingga aku hanya bisa menikmatinya.
“Enak ya pa?” Aku tak menjawab apa yang ditanyakan itu, kecuali hanya menatapnya dengan tatapan mataku yang sayu dan nafas yang tersengal.
“Dikocok-kocok ya pa?” kembali aku tak menjawab, membiarkan dirinya yang mulai mengocok-ngocok penisku secara berirama.
“Dibuka sekalian aja lah, celananya…” tanpa menunggu persetujuanku, langsung saja dipelorotkannya celanaku hingga sebatas paha.
“Woooowwwww… gede banget pa… Mana tegang banget lagi.. hi… hi.. hi…” mata yang bulat bercahaya itu semakin berbinar melihat penisku yang berdiri tegak, dan kembali aku hanya bisa diam tanpa tau untuk bersikap seperti apa, nafsu birahi semakin menguasaiku, ingin rasanya kuterkam darah dagingku yang menggemaskan ini, tapi kegilaan dan keberanianku belum sampai sejauh itu.
****
Pada suatu hari di salah satu SMU swasta terkenal di kota S….
Pukul 14.10…
Saat itu kegiatan belajar mengajar murid siang sedang berlangsung. Sementara murid pagi telah pada meninggalkan sekolah.
Betul-betul gila! Sherina, cewek yang innocent itu nurut aja ditelanjangin kayak gitu oleh Rohim??
Sementara kondisi pakaian Rohim juga tak kalah amburadul. Celana seragam berikut celana dalamnya telah melorot ke bawah. Dua kancing baju atasnya terbuka (memang ia tidak pernah mengancingkan dua kancing baju atasnya). Nampak penisnya yang besar dan hitam berdiri dengan tegaknya menembus di antara potongan baju seragamnya.
Setelah itu adegannya berlanjut dengan lebih gawat lagi. Karena Rohim tak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan mata itu untuk memulai aksinya.
Ia mengulum payudara telanjang cewek murid kelas 3 SMU yang cakep itu dibarengi dengan satu tangannya meraba-raba payudara yang satunya lagi, sementara tangannya yang lain berada di dalam rok Sherina. Sementara Sherina nampak dengan sukarela menikmatinya. Tidak hanya itu, malah kemudian ia “membalas budi” Rohim dengan tangannya yang putih dan halus memegang-megang dan mengocok penis Rohim.
Demikianlah kenyataan yang sulit dipercaya. Sherina, The Sweet Young and Innocent Girl dengan tak disangka-sangka ternyata bisa berbuat seperti ini. Dan melakukannya dengan Rohim pula. Dan ia sama sekali tak canggung melakukan itu. Sepertinya ini bukan kali pertama ia melakukan itu.
0 sponsors' comments
will be deducted After each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default
