Sore hari itu, matahari mulai condong ke arah barat, mewarnai langit dengan gradasi oranye keemasan.
306Please respect copyright.PENANASFflsVYVmi
Udara terasa sejuk dengan hembusan angin sore, Bima mengendarai motor ninja hitamnya dengan kecepatan stabil, tangannya yang kokoh memegang setang dengan mantap.
306Please respect copyright.PENANANMkyG5tJd7
306Please respect copyright.PENANAyVCeecIar8
Di belakangnya, Mawar duduk dengan tubuh menempel erat, kedua tangannya melingkar di pinggang Bima seolah mencari sandaran di tengah badai kehidupan yang baru saja melanda dirinya.
306Please respect copyright.PENANAR4CPqLkHOx
306Please respect copyright.PENANAK48Rp5Vi7A
Bima sesekali melirik melalui spion, memastikan Mawar tetap nyaman.
306Please respect copyright.PENANAHPabbG7t4s
Wanita itu tampak lelah, matanya setengah terpejam, rambutnya yang sedikit acak-acakan ditiup angin. Setelah melewati beberapa lampu merah dan tikungan, perut Bima berkeruyuk pelan.
306Please respect copyright.PENANAHdfYpb4srT
306Please respect copyright.PENANADKrQ43o38F
Ia belum sempat makan apa pun sejak siang karena terlalu sibuk mulai dari kampus tadi.
306Please respect copyright.PENANA9riYxCj1iw
306Please respect copyright.PENANAMVfvX714qw
Melihat sebuah gerobak tukang jual bakso pinggir jalan di depan sebuah supermarket kecil, Bima memutuskan untuk menepi.
306Please respect copyright.PENANAPqyqKVDJqs
306Please respect copyright.PENANAugGYyRVXQ6
Mesin motor dimatikan, Bima menoleh ke belakang dan menyentuh lengan Mawar.
306Please respect copyright.PENANARZeo3Dnybw
“War… bangun dulu. Kita makan sore sebentar ya, biar ada tenaga,” ucapnya dengan suara rendah.
306Please respect copyright.PENANAjrcyohNuem
306Please respect copyright.PENANAXJAQ1TBarq
Mawar menggeliat pelan, kelopak matanya terbuka lambat-lambat. Begitu menyadari posisinya yang begitu dekat, tubuhnya menempel rapat di punggung Bima.
306Please respect copyright.PENANAAYfdLEmAd5
Pipinya langsung memerah. Ia buru-buru melepaskan pelukannya, menunduk malu sambil menoleh ke segala arah, memastikan tidak ada yang melihat.
306Please respect copyright.PENANAsXXHfJLN8M
“Eh… i-iya Bim. Maaf ya, aku ketiduran tadi” gumamnya, suaranya kecil dan sedikit canggung.
306Please respect copyright.PENANAE0M98CiboO
Bima tersenyum tipis, “Nggak apa-apa sama sekali. Kamu kelihatan sangat capek. Ayo, kita makan bakso dulu di sini kelihatannya enak. Kita isi perut dulu.”
306Please respect copyright.PENANAw1D2dj5qQh
Mawar sempat menggeleng pelan, “Nggak usah Bim, aku nggak lapar kok. Kamu aja yang makan…”
306Please respect copyright.PENANAkireDmRzuJ
Tapi Bima tetap kukuh dengan ekspresi tegas. Akhirnya Mawar menyerah dan mengikuti langkah pria itu menuju ke arah tukang jula bakso.
306Please respect copyright.PENANAXUYR9rPqRk
Bima memesan dua mangkok mie bakso, lalu menunjuk bangku plastik di pinggir trotoar.
306Please respect copyright.PENANAZ9dwRbSwtI
“Kamu duduk dulu di situ. Aku ke supermarket sebentar mau beli minum dingin.”
306Please respect copyright.PENANAvsTgalJCb6
Tak lama kemudian, Bima kembali dengan dua teh botol yang dingin. Satu botol langsung diserahkan ke tangan Mawar yang masih terlihat ragu-ragu.
306Please respect copyright.PENANA5kiiCDaGvp
Mereka pun mulai menyantap bakso bersama-sama. Aroma kaldu yang membuat perut terasa lapar saat menghirupnya.
306Please respect copyright.PENANAHrorftqcpU
Sesekali Mawar mencuri pandang ke arah Bima. Pria itu makan dengan santai, tanpa ada kesan jijik atau sombong meski jelas dari motor mahal dan penampilannya bahwa ia berasal dari keluarga yang cukup mampu.
306Please respect copyright.PENANAAYkehk7IFj
Sikapnya yang tenang, tegas saat menghadapi situasi sulit, tapi penuh kelembutan membuat Mawar merasa terkagum-kagum.
306Please respect copyright.PENANAgqJDiTc2up
“Dia… berbeda. Walaupun kaya, tapi nggak sombong. Beruntung sekali aku ketemu orang seperti dia hari ini.” batin Mawar sambil mengaduk mie di mangkoknya.
306Please respect copyright.PENANAGKWdo1trK9
Saat Mawar sedang memakan mie baksonya, sejumput mie lengket menempel di sudut bibirnya.
306Please respect copyright.PENANA7OAPqXMvtF
Bima yang melihat itu langsung mengangkat tangannya dengan gerakan alami. Ibu jarinya menyentuh sudut bibir Mawar dengan lembut, membersihkan sisa mie itu.
306Please respect copyright.PENANAKJbSPqhIiU
“Pelan-pelan makannya, War. Nggak usah buru-buru,” katanya sambil tersenyum.
306Please respect copyright.PENANA52r9o8ZhwZ
Matanya menatap langsung ke mata wanita itu.
306Please respect copyright.PENANAb6ZNOCHJFR
Sentuhan ringan itu membuat Mawar tersentak kecil. Jantungnya berdegup, seperti ada ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba beterbangan di perutnya. Wajahnya memanas, ia buru-buru menunduk.
306Please respect copyright.PENANA90t87zICfW
“T-terima kasih, Bim…” bisiknya hampir tak terdengar
.
Mereka melanjutkan makan dalam suasana yang nyaman, sesekali angin sore menerpa rambut mereka. Di tengah kesunyian itu, Bima membuka pembicaraan lagi.
306Please respect copyright.PENANAaqLADLFaMr
“Habis ini kamu mau ke mana, War? Pulang langsung atau…?”
306Please respect copyright.PENANADAyvs9Mp1H
Mawar terdiam sejenak, sendoknya berhenti di udara.
306Please respect copyright.PENANAzasEnZaRJI
Matanya menatap mangkok bakso dengan tatapan kosong sebelum akhirnya menjawab pelan,
306Please respect copyright.PENANALfz5enqWvH
“Aku mau ke rumah sakit. Lihat kondisi ibuku.”
306Please respect copyright.PENANAg1Zpem2HhF
Lalu, dengan suara yang semakin lirih, ia mulai bercerita panjang lebar. Ia tinggal hanya bertiga dengan ibu dan adik kecilnya yang masih SD.
306Please respect copyright.PENANAx0MpUEFnFO
Sejak ibunya sakit keras, Mawar menjadi tulang punggung keluarga. Siang malam ia harus mencari uang tambahan apa pun caranya.
306Please respect copyright.PENANA6pGqv2gXtm
Untuk biaya pengobatan. Kadang ia harus bekerja paruh waktu.
306Please respect copyright.PENANA7njxIxqu3y
Bima mendengarkan dengan serius, alisnya sedikit berkerut. Saat Mawar menyebut penyakit jantung yang diderita ibunya, pria itu terlihat kaget dan sangat prihatin.
306Please respect copyright.PENANAlZK8mUpSzb
“Penyakit jantung? Pasti berat ya buat kamu sendirian menanggung semuanya,” ucapnya dengan nada empati yang tulus.
306Please respect copyright.PENANAp5hcqUQicW
Mawar mengangguk lemah. “Iya… Ibuku dirawat di Rumah Sakit Adapati Umara. Kadang aku nggak tahu harus gimana lagi, Bim.”
306Please respect copyright.PENANACK1gIkn5fM
Setelah mangkok bakso mereka kosong, Bima langsung berdiri dan mengajak Mawar melanjutkan perjalanan.
306Please respect copyright.PENANAZ73eVxLcKt
Mawar sempat meminta diturunkan saja di pinggir jalan, tapi Bima menolak tegas.
306Please respect copyright.PENANANpAhbhDLU2
“Aku antar sampai rumah sakit. Nggak ada tapi-tapi. Biar aku yang nemenin.”
306Please respect copyright.PENANAS08GjBL4bB
306Please respect copyright.PENANA2mKBPRVCQO
Perjalanan menuju rumah sakit berlangsung dalam diam tidak ada pembicaraan.
306Please respect copyright.PENANANbE0qhlasq
306Please respect copyright.PENANA7yRozmGjOb
Mawar diam sambil memeluk pinggang Bima lebih erat, kepalanya sesekali bersandar di punggung pria itu.
306Please respect copyright.PENANALIMNSzPNEB
306Please respect copyright.PENANAN2t8kIlsI5
Aroma parfum dan sedikit keringat Bima membuatnya merasa aman, sesuatu yang jarang ia rasakan akhir-akhir ini.
306Please respect copyright.PENANApyL69UHDYi
306Please respect copyright.PENANASgWr2mLSvS
Sesampainya di Rumah Sakit Adapati Umara, suasana langsung berubah tegang. Begitu mereka melangkah masuk koridor yang steril.
306Please respect copyright.PENANAnhlsu7Iyu1
Mawar melihat sesuatu yang membuat darahnya membeku. Ibunya sedang dibawa keluar dari kamar oleh dua orang suster menggunakan brankar.
306Please respect copyright.PENANALTrjsyTgie
Wanita paruh baya itu terbaring lemah, wajahnya pucat pasi, mata tertutup rapat, napasnya terlihat lemah.
306Please respect copyright.PENANA60sBb10v6N
306Please respect copyright.PENANAVkGgqFGAwO
“IBU!!” teriak Mawar dengan suara pecah.
306Please respect copyright.PENANAVXDgU3DBjQ
Ia berlari menghampiri, air matanya langsung meluncur deras membasahi pipi.
306Please respect copyright.PENANA0o8bNv23ew
“Jangan bawa ibuku! Tolong… tolong jangan dipindahkan!”
306Please respect copyright.PENANAOawerpCCoR
Ia memohon kepada kedua suster itu dengan suara gemetar, tubuhnya hampir ambruk karena panik.
306Please respect copyright.PENANAaeG8QApdBt
Kedua suster saling pandang, wajah mereka penuh rasa kasihan. Salah satunya menjelaskan dengan hati-hati,
306Please respect copyright.PENANAeokdKv8gZK
“Maaf mbak, ada tunggakan biaya yang harus segera dibayar. Hari ini ibu mbak harus dipindah ke kamar kosong dulu…”
306Please respect copyright.PENANA0VGkKWVy0J
306Please respect copyright.PENANAVPliRWJthI
Mawar menangis tersedu, lututnya hampir lemas. Ia memohon waktu lebih untuk melunasi semua biaya.
306Please respect copyright.PENANAsHYsDkhUnE
Di brankar, ibunya terbaring tak berdaya, wajahnya yang dulu ia lihat cerah kini tampak rapuh dan pucat.
306Please respect copyright.PENANAyJkFcUHq2U
Saat ketegangan memuncak dan suster-suster itu mulai menarik brankar, seorang dokter pria paruh baya muncul dari lorong dan menghentikan semuanya dengan suara tegas.
306Please respect copyright.PENANAya1sqiIcLY
“Tunggu dulu. Tidak perlu dipindahkan.”
306Please respect copyright.PENANABwsjxEiO6o
306Please respect copyright.PENANAHPOMQ9XrmJ
Mawar terpaku, matanya membulat penuh harap.
306Please respect copyright.PENANAO1P8X9AYnl
“Dokter… Tolong berikan saya waktu untuk bayar semuanya. Saya janji akan lunas secepatnya…”
306Please respect copyright.PENANA4Owxgohx9M
Dokter itu tersenyum teduh, keriput di sudut matanya menunjukkan kebijaksanaan.
306Please respect copyright.PENANAFFPThx5pWr
“Tidak perlu lagi, Nak. Semua biaya pengobatan ibu kamu, termasuk kamar inap, sudah di lunas total hari ini.”
306Please respect copyright.PENANAEqrITprgJ4
Mawar terkejut luar biasa, tubuhnya membeku sejenak..
306Please respect copyright.PENANAmPawsxeJuU
“Siapa… siapa yang membayarnya, Dok?”
306Please respect copyright.PENANAcG2jLEePf9
306Please respect copyright.PENANAVN1W5Ble5M
Dokter itu tersenyum dan menunjuk ke arah seorang pria gagah yang berdiri tenang beberapa langkah di belakangnya.
306Please respect copyright.PENANAtTAVT8c3zh
Mawar berbalik perlahan. Matanya terbelalak lebar saat melihat sosok itu adalah.
306Please respect copyright.PENANAf20mqf15nA
Bima.
306Please respect copyright.PENANAexAD6wcmOI
Pria itu berdiri dengan postur tegak, senyum tipis menghiasi wajahnya.
306Please respect copyright.PENANAejBvqlYYj6
Mawar merasa dunia berhenti sejenak. Tanpa kata-kata lagi, ia menghambur ke depan dan memeluk Bima sangat erat, tangannya mencengkeram baju pria itu seolah takut ia menghilang.
306Please respect copyright.PENANATA6uWZzBMB
Air matanya membasahi dada Bima, isakannya pecah tanpa bisa ditahan lagu.
306Please respect copyright.PENANALba3Ywd2VJ
“Terima kasih… terima kasih banyak, Bim…” ucapnya di antara tangis.
306Please respect copyright.PENANA9nmCwicSiF
“Kalau nggak ada kamu… aku nggak tahu harus berbuat apa lagi. Kamu… kamu menyelamatkan ibuku.”
306Please respect copyright.PENANAqXf1nha66A
Bima balas memeluknya dengan lembut, satu tangannya mengelus punggung Mawar naik turun untuk menenangkan, tangan satunya mengelap air mata di pipi wanita itu dengan ibu jarinya.
306Please respect copyright.PENANAennf4StNcJ
“Sudah… nggak usah dipikirkan lagi. Yang penting sekarang ibu kamu bisa dirawat dengan baik. Kamu juga harus istirahat, War.”
306Please respect copyright.PENANArZLo50zgJU
Pelukan itu terasa lama, hangat, dan penuh emosi. Mawar merasakan detak jantung Bima yang stabil, memberinya kekuatan yang selama ini ia cari.
306Please respect copyright.PENANA5rUwGLTarr
Setelah agak tenang, dokter dan suster segera membawa ibu Mawar kembali ke kamar perawatan yang layak.
306Please respect copyright.PENANAeLY7ulkoxa
Mawar menatap Bima dengan mata masih lembap.
306Please respect copyright.PENANA77qV3eNrM6
“Aku mau balas semua kebaikan kamu, Bim. Apa pun itu. Aku rela… bahkan kalau kamu mau tubuhku, aku kasih dengan ikhlas. Kamu sudah terlalu banyak membantu aku dan keluargaku.”
306Please respect copyright.PENANAqE09setid4
306Please respect copyright.PENANACOJ50auRJa
Bima sempat terkejut mendengar tawaran lugas itu, matanya membesar sejenak.
306Please respect copyright.PENANAWetnpuenJl
Namun ia segera menggeleng pelan, ekspresinya tetap lembut.
306Please respect copyright.PENANAnlpcLptUke
“Nggak perlu sampai segitu, War. Aku lakukan ini karena aku peduli, bukan karena mengharapkan balasan apa pun. Kamu cukup fokus jaga ibu dan adikmu saja.”
306Please respect copyright.PENANAUia5p3BLMs
Ponsel Bima tiba-tiba bergetar di saku celananya. Ia mengeluarkannya dan melihat nama Andi di layar.
306Please respect copyright.PENANAGZMnJIKNqT
“Aku harus angkat dulu,” katanya pada Mawar.
306Please respect copyright.PENANAXdVdYNXtAS
Pembicaraan singkat itu membawa kabar bahwa pak Darman sudah dibawa ke kantor polisi.
306Please respect copyright.PENANAN4dMBQr8sw
Dan berita itu juga menyebar cepat di grup WA kampus, membuat heboh di kalangan mahasiswa.
306Please respect copyright.PENANAgvnroqEhmM
Bima mengerutkan kening, wajahnya menjadi serius.
306Please respect copyright.PENANAfmVILH4dnX
“Aku harus urus ini sekarang juga. Kamu di sini dulu ya, temani ibu mu.”
306Please respect copyright.PENANANO2wcxj5EL
306Please respect copyright.PENANAEg1NpsQ8j4
Mawar mengangguk pelan, meski ada sedikit kekhawatiran di matanya.
306Please respect copyright.PENANAqyls3Q1jqB
Sebelum Bima berbalik pergi, wanita itu tiba-tiba mendekat, berjinjit, dan mendaratkan kecupan lembut yang hangat di pipi Bima.
306Please respect copyright.PENANA2ZJhkoFlEY
Bibirnya menyentuh kulit pria itu hanya sesaat, tapi cukup membuat jantung Bima berdegup lebih cepat.
306Please respect copyright.PENANAf2LoCWKqfi
“Hati-hati ya, Bim… Jangan sampai kenapa-kenapa,” bisik Mawar dengan suara lembut, pipinya memerah.
306Please respect copyright.PENANAB6itZMhZHS
Ia buru-buru menunduk, menyembunyikan rona merah di wajahnya sambil berjalan menuju kamar tempat ibunya dirawat.
306Please respect copyright.PENANA5kL97Gl4XZ
306Please respect copyright.PENANAHIZezl3scm
Bima diam sesaat, tangannya menyentuh pipinya yang baru saja dicium oleh Mawar.
306Please respect copyright.PENANAIqNGFsS3L7
Ia menggeleng pelan sambil tersenyum geli.
306Please respect copyright.PENANAyizMt6EVjj
“Dasar gadis aneh,” gumamnya pelan sebelum akhirnya melangkah keluar rumah sakit.
306Please respect copyright.PENANAd1IHL4W9wo
306Please respect copyright.PENANA1UgsBRRUle


