75Please respect copyright.PENANAgztZwAYcjmROSE 1497 —
75Please respect copyright.PENANA0KQrHNCI5f
BAB 1
75Please respect copyright.PENANA8rZFLr757D
(Desa Berbisik — Senja)
75Please respect copyright.PENANApr6tUHliDR
Desa Berbisik bersinar di bawah cahaya terakhir hari — lentera hangat mulai menyala, para pedagang menutup lapak, anak‑anak berlari di antara rumah‑rumah tanah liat, aroma roti dan asap kayu mengalir di udara. Jalanan masih ramai, tetapi perlahan berubah menjadi ketenangan malam.
75Please respect copyright.PENANAMfVFrMYOCQ
Rose berjalan di sepanjang jalan utama, gaun kuningnya tertiup angin, rambutnya menyentuh bahunya, matanya cerah dan hangat. Ia berhenti ketika melihat DARIUS bersandar pada tiang kayu dekat sumur.
75Please respect copyright.PENANALkuKcTuFM3
Dia tinggi, berkulit cokelat, tampan — rambut hitam pekat, senyum yang terlihat seperti dipahat dengan sempurna. Terlalu mulus. Terlalu mudah. Ia melangkah maju.
75Please respect copyright.PENANA9hnoYJfsXe
Penduduk desa lewat sambil membawa keranjang, menggiring kambing, saling memanggil saat hari mulai mereda. Rose memperlambat langkah ketika ia mendekat.
75Please respect copyright.PENANAJ0ddjC4lob
Darius
(halus, memikat)
[Hei Rose, aku bertanya‑tanya kapan kamu akan lewat…]
75Please respect copyright.PENANA8AQekMLhk8
Ia menyibakkan sehelai rambut dari wajah Rose. Rose memerah, tetapi senyumnya ragu.
75Please respect copyright.PENANAchaDhVmE52
ROSE
(malu, sopan)
[Aku hanya lewat… jadi kupikir aku mampir sebentar untuk menyapa…]
75Please respect copyright.PENANA5ORw3MKJbf
Darius tertawa pelan, melangkah lebih dekat, menurunkan suaranya seolah hanya untuknya.
75Please respect copyright.PENANAhYiKesTcuX
Darius
(lembut, terlatih)
[Kamu tahu aku sedang menunggumu… Aku tidak menunggu siapa pun selain kamu…]
75Please respect copyright.PENANAKOSHPph262
Rose menggeser berat badannya, ada sesuatu yang tidak nyaman bergetar di dadanya.
75Please respect copyright.PENANA3dJopv8EuH
Ia mencoba mengabaikannya.
75Please respect copyright.PENANAJiM5s9jf73
Mereka berjalan bersama melewati desa — lewat toko roti, lewat sumur tua, lewat pagar yang diterangi lentera — sampai mereka tiba di rumah kayunya yang kecil di tepi jalan. Angin bertiup. Gaun Rose bergoyang. Rambutnya terangkat lembut. Ia berhenti di depan pintu, berbalik padanya, dan Darius mendekat.
75Please respect copyright.PENANAvMVrhp654y
Ia menciumnya.
75Please respect copyright.PENANAmAxF21mNsp
Lembut.
Halus.
Terlatih.
75Please respect copyright.PENANAK3XYV7ihfv
Pipi Rose memerah. Ia menunduk, tersenyum gugup.
75Please respect copyright.PENANAtlUJQIk7MQ
Darius
(rendah, membujuk)
[Masuklah, jangan malu…]
75Please respect copyright.PENANA5jnm9E4olA
Rose membeku.
75Please respect copyright.PENANAAaB3Z2gZcW
ROSE
(pelan, tegas)
“Aku… tidak bisa.”
75Please respect copyright.PENANA7zMuQZHgQx
Darius terkekeh, mencoba tetap santai, menaruh tangan di lengannya.
75Please respect copyright.PENANADItEailQlj
Darius
(menggoda, memaksa)
[Aku tidak menerima jawaban tidak…]
75Please respect copyright.PENANAVOg0ZzrU9N
Rose mundur, menggeleng.
75Please respect copyright.PENANAF61v0GBbrn
ROSE
(serius)
“Aku tidak bisa.”
75Please respect copyright.PENANAOC022EdkxE
Senyum Darius retak.
75Please respect copyright.PENANAdZTbiR5Wwf
Kehangatan hilang dari matanya.
75Please respect copyright.PENANAFJEbw1LhHh
Ia mencengkeram pergelangan tangan Rose — tidak keras, tetapi cukup membuat napasnya tersentak.
75Please respect copyright.PENANAa8AamLGH8l
Darius mendengus.
(dingin, manipulatif)
75Please respect copyright.PENANAwansK9V1ir
“Aku rasa kamu tidak tahu apa yang kamu mau, ya!? Kamu buang‑buang waktuku.”
75Please respect copyright.PENANAisXgrPtEgT
Ia melepaskannya dan membanting pintu.
75Please respect copyright.PENANAzhIMay28at
Suara itu menggema di jalan yang mulai sunyi. Rose berdiri terpaku, lentera berkelip di sekelilingnya.
75Please respect copyright.PENANA8NjL95eTDG
Tangannya gemetar saat ia memeluk dirinya sendiri.
75Please respect copyright.PENANAVqdEcT7Vxq
Ia berbalik dan berjalan pulang, kepala tertunduk, desa kini redup dan hening.
75Please respect copyright.PENANAfuivWJkxVd
ROSE
(dalam hati, hancur)
75Please respect copyright.PENANAMgHQ5MZhZI
(Apa yang salah dengannya? Apa aku melakukan sesuatu yang salah???
Kenapa dia marah… Karena aku buang‑buang waktu?
Apa masalahnya…)
75Please respect copyright.PENANAIyCgyMHEl3
Angin mengikuti langkahnya.
75Please respect copyright.PENANA5eS75nHFju
Malam turun.
75Please respect copyright.PENANAyanI2rc48w
Dan retakan pertama di hatinya mulai terbentuk.75Please respect copyright.PENANA6SkbIfa9L3


