Dony baru saja keluar dari Gedung aula besar tempat dirinya dan 104 kawan angkatannya wisuda. Ya, baru saja di hari Minggu itu Angkatan 14 kampus tempat Dony belajar melangsungkan acara wisuda. Dan wisuda bagi Dony, tentu saja bagi teman-temannya juga dianggap sebagai batas antara dunia fiksi dengan dunia nyata. Mengapa begitu? Karena setelah wisuda itulah kehidupan yang sebenarnya telah menanti. Dan apalagi yang paling ditakutkan dari dunia nyata itu kecuai menjadi sarjana pengangguran.
2691Please respect copyright.PENANAShkbzWK0Tc
Namun bagi Dony, itu bukanlah sebuah hal menakutkan. Bagi Dony yang selama berkuliah selalu aktif berorganisasi, menggelar event nasional bahkan sempat magang di tempat kerja terbaik. Jangan lupakan usaha kecil-kecilan yang sempat ia bangun bersama teman-temannya dan memenangkan lomba wirausaha muda dan ditambah IPK yang tidak kurang dari 3.5, membuat Dony positif menghadapi masa depan. Dengan bekal portofolio yang begitu lengkap menurutnya, ia akan mudah mendapatkan pekerjaan di tempat kerja impiannya.
2691Please respect copyright.PENANAs1Jri9vusB
Kalau kita tebak, ke mana kira-kira Dony akan berlabuh? Bagi pemuda seperti Dony seorang sarjana lulusan jurusan community development dari sebuah kampus negeri ternama di Bogor, mungkin ia akan menuju perusahan-perusahaan BUMN, atau Perusahaan multi nasional yang memiliki nama besar-besar itu. Tapi nyatanya tidak. Dibalik seorang Dony, terdapat Impian terpendam untuk ia bisa bekerja di sebuah Yayasan dakwah. Ya, kalian tidak salah dengar. Dony berkeinginan bekerja di sebuah Yayasan dakwah yang bernama Yayasan Dakwah Jalan Lurus. Tapi ada apa sebenarnya dengan Yayasan itu?
2691Please respect copyright.PENANA0IjgDjo7LP
Yayasan Dakwah Jalan Lurus sendiri adalah sebuah Yayasan yang bergerak di bidang dakwah keagamaan tentunya. Dan yang membedakan dari Yayasan dakwah lainnya, Yayasan ini ternyata memiliki gaung nama yang tidak kecil kawan. Cobalah kalian cari namanya di mesin pencarian internet, ribuan hasil akan kalian temukan. Dari berita keberhasilannya melebarkan program dakwah ke desa-desa terpencil, Kerjasama-kerjasama dengan Perusahaan bumn dan ngo internasional, juga keberhasilannya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat di setempat.
2691Please respect copyright.PENANA6nq2FmOuFm
Jadi bisa dibilang wajar sekali jika Dony memiliki Impian terpendam itu. Bagi Dony yang menyukai bidang yang digelutinya selama berkuliah, Yayasan tersebut adalah tujuan bagi dirinya belajar lebih banyak dan mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa dan tanah airnya.
Beruntungnya Dony, di bulan Desember dia wisuda, di bulan itu pula Yayasan dakwah jalan lurus sedang membuka rekrutmen. Posisi yang dibuka adalah officer lapangan. Saat Dony melihat flyer online di media sosial Yayasan itu di siang hari Senin di rumahnya, ia senang bukan main. Itu juga posisi yang diincar olehnya. Karena dilihat dari deskripsi pekerjaannya, ia akan banyak terbang ke sana ke mari untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, monitoring dan evaluasi program-program yang berjalan di berbagai daerah di Indonesia.
2691Please respect copyright.PENANAyeoDrNyYfj
Tak perlu waktu lama untuk Dony mengirimkan surat lamaran, cv, sertifikat pelatihan, sertifikat prestasi dan seluruh berkas yang dibutuhkan lainnya. Dirinya sendiri juga sudah menyiapkan itu semua dalam folder laptopnya. Sehingga jika sewaktu-waktu ada open rekrutmen dia bisa langsung kirim-kirimkan berkasnya. Kurang dari 20 menit, semua berkas itu sudah ia kirimkan ke email HRD Yayasan. Sambil berdoa keras-keras semoga lamarannya tembus dan ia bisa segera bekerja di sana.
2691Please respect copyright.PENANAnCZvzmw4ua
Dan sepertinya doa Dony terkabul. Tak sampai 1 minggu sejak berkas lamaran itu ia kirim, hari Kamisnya dia mendapatkan pesan wa dari seorang yang mengaku HRD dari Yayasan tersebut. Melihat dari profil Wa nya dia cukup percaya bahwa itu benar kontak Yayasan. Dilihatnya foto seorang Wanita dengan background logo Yayasan. Pesannya singkat saja. mengabarkan bahwa Dony lolos seleksi berkas dan layak untuk lanjut ke seleksi tahap berikutnya yaitu seleksi interview di kantor pusat pada hari Senin, tanggal 18 Desember 2023 pukul 10.00 pagi. Selesai membacanya, Dony langsung bersungkur sujud Syukur di kamarnya. Dan makin bersemangat menyambut hari Senin besok. Sabtu minggunya bahkan sudah direncanakan untuk belajar lebih baik terutama mempelajari Yayasan tersebut. Dengan semangat 45 ia lahap semua informasi yang ia bisa dapatkan di internet. Demi 1 kursi yang sangat ia idam-idamkan di Yayasan tempat kerja impiannya.
2691Please respect copyright.PENANAfdYOFUowMb
Hari Senin yang Dony tunggu-tunggu pun tiba. Bahkan sejak malamnya ia tidak bisa nyenyak tidur saking bersemangatnya menunggu datangnya pagi. Sejak Shubuh ia sudah hilang kantuknya karena dihajar dengan mandi dan sarapan kopi banyak-banyak. mudah-mudahan dengan itu membuat ia lebih bertenaga menghadapi pertanyaan-pertanyaan para user nanti. Ia keluar rumah dengan begitu percaya diri. Berjalan 15 menit menuju stasiun, melanjutkan dengan kereta commuter line dan turun di stasiun KRL terdekat. Lalu lanjut sedikit menggunakan ojek online langsung ke Lokasi. Mendekati kantor Yayasan, Dony semakin bersemangat saat mulai dapat melihat warna cat gedungnya yang beda sendiri dari Gedung-gedung di sampingnya. Wahai, itu Gedung Yayasan impiannya dan ia sudah sangat dekat dengan impiannya tersebut. selama perjalanan mendekati Lokasi, ia Tarik keluar nafasnya perlahan untuk mengendalikan ketenangannya. Akhirnya ia pun sampai pada pukul 09.30 di Lokasi.
2691Please respect copyright.PENANAFgvpcnHvIp
Dengan Langkah tegap, ia memasuki lobby kantor. Melihat meja resepsionis yang dijaga seorang Wanita, Dony pun langsung menghampirinya lantas menyapa dan bertanya padanya:
2691Please respect copyright.PENANAdSDuynVqBi
“salam, perkenalkan, Saya Dony dari Tangerang. Saya ada janji untuk interview pagi ini jam 10.00 pagi. Ini saya mendapatkan pesan dari mbak Sinta namanya. Benar apakah ada janji saya tersebut?”
2691Please respect copyright.PENANA19wOY71vwz
“salam pak Dony. Betul, bapak sudah terjadwalkan untuk interview pagi ini dengan mbak Sinta selaku hrd Yayasan. Silakan bapak menunggu di ruang tunggu sebentar ya. Nanti saat sudah siap bapak akan kami panggil.” Jelas resepsionis tersebut yang Dony ketahui bernama Ririn Rianti dilihat dari id card yang tergantung di dada sebelah kirinya.
2691Please respect copyright.PENANA8xb5bOmiW9
“siap mbak Ririn. Kalau gitu saya akan tunggu di sana. Di ruangan sebelah dengan kursi-kursi itu ya.” Dony melihat ruangan kecil dengan beberapa kursi dan 1 orang Wanita yang tampaknya juga sedang menunggu.
2691Please respect copyright.PENANAtvmYufqErv
Ririn tersenyum mendengar namanya disebut oleh Dony “benar Pak Dony. Wah mas sudah kenal nama saya padahal kita belum berkenalan sebelumnya.”
2691Please respect copyright.PENANABq2fCWG1PS
“ia. Maaf tadi gak sengaja saya lihat nama mbak di ID cardnya. Hehehe”
2691Please respect copyright.PENANAqnnLOvsE0Q
“oh iya ya. Maaf, saya lupa juga memperkenalkan diri tadi. Salam kenal juga pak Dony ya. Benar saya panggil pak Dony?”
2691Please respect copyright.PENANAzbjkeVMVPD
“panggil Dony saja mbak. Dan gak perlu pakai pak. Saya sama mbak juga kayaknya kita seumuran. Wkwkwkw.”
2691Please respect copyright.PENANAkoucOohvxW
“siap pak, eh mas Dony kalau begitu ya saya panggilnya. Hehehe. Silakan mas bisa menunggu di sana. Di ruang tunggu juga tersedia kopi dan snack yang bisa bapak santap.”
2691Please respect copyright.PENANAmRcDm6J8yl
“baik mbak Ririn. Terima kasih atas informasinya.”
2691Please respect copyright.PENANAraoOmcHjNU
“sama-sama mas Dony.”
2691Please respect copyright.PENANAu0b0eKDDTh
Dony berjalan ke ruang tunggu di samping resepsionis tersebut. untuk sesaat, kepalanya bukan dipenuhi dengan persiapan interview yang sebentar lagi akan dihadapinya. Tapi dipenuhi fakta cantiknya wajah resepsionis tersebut. bahkan Dony sempat berpikir, sepertinya mbak Ririn tadi seperti Bintang jav yang pernah ia tonton sebelumnya. Wahai. Entah lupa siapa namanya tapi wajahnya cukup familiar bagi Dony yang diam-diam menyukai film esek-esek dari negara Sakura itu. Tapi sekejap ia buang pikiran itu dan kembali berkonsentrasi menyiapkan dirinya.
Baru 5 menit ia tenggelam dalam persiapannya, Wanita yang duduk tak jauh dari Dony menyapanya.
2691Please respect copyright.PENANAF5QzZHPheZ
“salam mas. Masnya ikut interview pagi ini juga kah?” tanya Wanita tersebut.
2691Please respect copyright.PENANA30FkcvnOr3
Dony seketika reflek mendengar ada yang memanggilnya. Ia melihat Wanita itu sekejap, wah yang ini juga cantik. Badannya mungil, tapi wajahnya imut juga. Dadanya juga terlihat berisi. Itulah hasil screening singkat Dony pada Wanita tadi.
2691Please respect copyright.PENANARmv3Zs9X6c
“ia betul mbak. Saya ikut interview pagi ini jam 10. Oh ya, perkenalkan saya Dony dari Tangerang. Mbak sendiri siapa namanya?” sambil Dony menjulurkan tangannya mengajak salaman.
2691Please respect copyright.PENANAikzuUWsyK7
Yang dia lupa bahwa ini Yayasan dakwah yang mana tak mungkin seorang Wanita akan mau bersalaman dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Tapi nyatannya Wanita yang menyapanya tadi justru juga menjulurkan tangannya menangkap tangan Dony dan bersalaman. Sesaat Dony dapat merasakan halus tangan Wanita itu dan terbit pikirannya yang liar di dalam sana.
2691Please respect copyright.PENANAmJWyQuvSiK
“ya mas. Saya Hilda. Saya juga ikut interview di sini untuk posisi officer lapangan. Kalau masnya sendiri untuk posisi yang sama juga kah?”
2691Please respect copyright.PENANAhJ6YJkIzaU
“ia betul saya juga posisi itu. Tapi katanya dibutuhkan 2 orang sih. Mudah-mudahan hasil positif buat kita berdua ya mbak.” Tanpa Dony sadari, tangannya belum terlepas dari tangan Hilda.
2691Please respect copyright.PENANAbDl3C9YArM
“amiin mas. Semoga yang terbaik untuk kita. Semangat mas untuk nanti.”
2691Please respect copyright.PENANA6YFfrKcP3k
“siap mbak. Aammiin.” Dony yang mengetahui tanda dari kalimat tersebut melepas genggaman Hilda. Dan kembali mereka berdua tenggelam dengan persiapannya masing-masing.
2691Please respect copyright.PENANANq5DwSfIpm
30 menit menunggu dan mempersiapkan diri, baik Dony dan Hilda akhirnya dipanggil berbarengan untuk memasuki ruang interview yang berbeda. Mereka akan menjalani interview sendiri-sendiri ternyata. Mereka diantarkan ke ruangan di lantai 2 gedung itu. Di ruangan yang berbeda tentunya untuk mereka berdua. Dony sendiri kemudian memasuki ruang interview yang ditunjukkan oleh mbak Ririn tadi. Sebuah ruangan ukuran 5x5 dengan 1 meja Panjang, 2 buah kursi, dan ehhh 1 ranjang Kasur. Sedangkan Hilda di ruangan seberanya yang berukuran hampir sama besarnya.
2691Please respect copyright.PENANAa9JyVOVq5H
Untuk sesaat Dony merasa aneh dengan layout ruangan itu. Itu seperti ruangan rawat jalan di rumah sakit. Tapi mungkin itu akan terjawab di interview nanti batin Dony.
2691Please respect copyright.PENANAEtAHXzdstE
Di ruangan itu pula Dony bertemu pertama kalinya dengan mbak Sinta yang mengirimkan pesan konfirmasi kepadanya. Ia melihat sekilas kepada wajah dan seluruh tubuhnya dari atas hingga bawah. Dony seperti berhenti bernapas melihat cantik wajah dan indah tubuhnya. Bagaimana tidak, Wanita yang dipandanginya itu wajahnya mirip sekali dengan wajah imut Eca Japasal dicampur artis jav Marin Mita. Paduan kombinasi wajah yang cantik serta imut sekali. Ditunjang kulitnya yang putih dan tubuhnya yang mungil namun tampak berisi dilihat dari dadanya yang membusung di balik gamis dan kerudung segi empatnya. Mbak Sinta duduk Anggun di Seberang kursi membawa laptop dan berkas-berkas yang tampaknya untuk keperluan interviewnya.
2691Please respect copyright.PENANAvMWa8nMAE3
Mbak Sinta yang sadar bahwa Dony sudah berada di luar ruangan langsung memanggil dan mengajak masuk ke dalam.
2691Please respect copyright.PENANA8oND4K25T5
“dengan mas Dony benar ya? Silakan masuk mas!”
2691Please respect copyright.PENANALfv3XyE3LV
Yang disapa barulah sadar dari lamunannya. Kacaunya ia sempat melamun bagaimana jika mbak Sinta ini…. Ahhh sudahlah.. nanti dia bisa melamun kembali untuk itu…
2691Please respect copyright.PENANAoJJaF1MiTa
“ia mbak. Saya Dony. Siap mbak saya punteun masuk ya.”
2691Please respect copyright.PENANAiGIpVmoirI
“silakan mas, silakan.”
2691Please respect copyright.PENANAWuIhQsBkok
“baik mas Dony, salam kenal, saya Sinta biasa dipanggil begitu di sini. Bagaimana kabar mas Dony? Bagaimana perjalanan ke kantor tadi? Gak macet kan ya mas?
2691Please respect copyright.PENANAyWvoyBP8g0
“Syukur kabar baik mbak. Tadi perjalanan juga aman kok. Untungnya saya berjalan berlawan dengan arus kan. Jadi tetep lancar untungnya.” Dony tidak bisa berhenti salang tingkah melihat senyum di wajah mbak Sinta yang begitu manis.
2691Please respect copyright.PENANAyNdXSzs160
“syukurlah kalau begitu. Baik mas Dony sedikit saya jelaskan untuk interview kali ini akan ada 3 tahap ya. Yang pertama konfirmasi data-data dengan saya di sini. Kemudian cek Kesehatan dan terakhir interview user bersama ust Rendy, begitu kami panggil di sini.”
2691Please respect copyright.PENANAhNU15YbceA
“siap mbak 100%.” Sambil Dony menaikkan tangan hormat.
2691Please respect copyright.PENANASWltd6v8kv
“wkwkwkw. Baik mas Dony kalau begitu. Tampak semangat sekali ya. Baik. Saya izin konfirmasi beberapa informasi dari cv mas ya.”
2691Please respect copyright.PENANAkyzNoIxra2
“baik mbak Sinta. Siap kalau begitu.”
2691Please respect copyright.PENANATfR3iyY5pC
Sesi konfirmasi ini berjalan cepat saja karena Dony dapat mengakui dan menunjukkan semua bukti kebenaran informasi yang sudah ia siapkan semuanya dalam folder khusus di hapenya. Tidak kurang dari 10 menit sesi itu selesai.
2691Please respect copyright.PENANAKPy7YOWvtk
“baik mas Dony, semua informasi sudah sesuai. Terima kasih semua konfirmasinya. Wah mas Dony hebat juga ya. Takjub saya.. hihihih.”
2691Please respect copyright.PENANARzSjff0dNN
Dony sejenak tersihir dengan melihat senyum mbak Sinta. Dari bibir tipisnya tersebut tersembul senyum manis sekali dengan gigi gingsul kanannya. Wah, itu salah satu senyum termanis yang pernah ia lihat secara langsung.
2691Please respect copyright.PENANAfRCl597pt3
“ia mbak Sinta. Syukur kalau begitu. Jadi untuk selanjutnya bagaimana mbak?”
2691Please respect copyright.PENANAs9yhu6n5QV
“untuk selanjutnya kita di sini akan tes Kesehatan ya mas. Untuk tes kesehatannya sendiri akan ada beberapa tes bersama teman saya. Namun sambil saya panggil teman saya, mas bisa lepaskan dulu seluruh pakaian mas dan berbaring di atas ranjang sana ya.” Ujar mbak Sinta tanpa malu-malu menyebutkan kalimat-kalimat terakhirnya.
2691Please respect copyright.PENANAsxnY2P9wJe
“eh maksudnya gimana mbak Sinta, maaf? Saya lepas pakaian saya di sini?” Dony sedikit bingung dan mencoba mengkonfirmasi ucapan mbak Sinta yang ia terima barusan.
2691Please respect copyright.PENANANMCTSKTubE
“benar mas Dony. Kita di sini perlu tahu Kesehatan mas secara menyeluruh termasuk melihat seluruh tubuh telanjang mas Dony apakah ada bekas luka, penyakit dan sebagainya.” Mbak Sinta sedikit tersenyum saat menjelaskan
2691Please respect copyright.PENANAUy21dmbNQo
“tapi saya aman kok mbak. Sungguh. Saya gak ada bekas apapun di tubuh saya.” Dony mencoba berakting menahan diri walau sebenarnya dirinya ingin sekali dari tadi. Tapi ia mencoba sekali lagi menguji kebenaran informasi yang cukup absurd baginya tersebut.
2691Please respect copyright.PENANAC1h5E13ZAn
“benar mas Dony. Kami tidak ragu akan hal itu. Kami sekedar ingin meyakinkan diri kami bahwa mas Dony adalah kandidat terbaik untuk bekerja di Yayasan kami.”
2691Please respect copyright.PENANAX5aFxtEFMG
Mendengar hal itu Dony menyadari bahwa tahap ini memang tidak main-main. “baik mbak kalau begitu. Saya lepas di sini ya berarti?”
2691Please respect copyright.PENANACocAbKYYxH
“betul mas Dony, silakan lepas di sini. Gak papa, saya sudah sering melihat kandidat kebingungan seperti ini kok. Hihihihi.”
2691Please respect copyright.PENANAZekoshz5XO
“eh iya mbak. Udah sering ya. Oh iya saya lupa mbak HRD nya. Hehehe. Baik saya buka dulu ya mbak. Tapi maaf, tubuh saya biasa aja. Jangan diledek ya mbak. Hehehehe.”
2691Please respect copyright.PENANAU1y4hPCiNZ
“Tenang mas Dony, aman itu.” Mbak Sinta sambil mengalihkan pandangannya ke iphonenya dan segera memanggil rekannya untuk cek Kesehatan.
2691Please respect copyright.PENANAbXMdx1MsMI
Tidak butuh waktu lama untuk Dony telanjang bulat. Hanya masalahnya dia malu sekali sekarang ini. Bagaimana tidak, dia telanjang di hadapan seorang Wanita di ruangan tertutup seperti ini. Mana wanitanya cantik sekali pula. Tak pelak kontol di bawahnya seketika mengangguk-angguk dan mengeras. Dony menaiki ranjangnya sambil berusaha menutupi kejantanannnya tersebut. tapi ditutup bagaimanapun, kontolnya yang berukuran 17 centi itu tetap tampak mengeras dan berdiri karena tak muat tangannya menutupinya.
Mbak Sinta yang masih berada di sebelahnya sempat terkejut saat sekilas melihat kontol Dony yang tertutupi tangannya.
2691Please respect copyright.PENANADr8wK6unXf
“ih, gede juga ternyata kontolnya. Jadi mau langsung isep. Duhhh rasanya pasti seger banget itu pejunya. Kok jadi horny sih… padahal biasanya bisa ditahan-tahan. Aahhhh.” Batin Sinta seraya mengalihan pandangannya supaya tidak ketahuan
2691Please respect copyright.PENANAbnJ7LFszzV
Kecanggungan mereka berdua terhenti saat rekan Wanita Sinta yang barusan ia hubungi itu masuk ke ruangan. Wanita itu memakai set pakaian yang hampir mirip dengan yang Sinta pakai. Bedanya kali ini ia membawa beberapa alat cek Kesehatan.
2691Please respect copyright.PENANAiIFKnts4Ps
“salam mbak Sinta. apakah kandidatnya sudah siap untuk tes kesehatan?” tanya Wanita itu di depan pintu
2691Please respect copyright.PENANAE29oHFQ27s
“betul mbak Nely. Silakan kandidatnya sudah siap di atas ranjang sana. Bisa langsung kita mulai tes kesehatannya.” Kerlingan nakal Sinta tertangkap oleh Dony yang memerhatikan percakapan mereka berdua tadi
2691Please respect copyright.PENANALx22LaEtEw
Dony yang berbaring menghadap pintu terkejut melihat sosok yang dipanggil Nely barusan. Wajahnya tampak cantik seperti khas Wanita Sulawesi dengan bentuk tubuh yang sama seksinya dengan mbak Sinta tadi. Walau memakai baju tertutup, dadanya yang berisi tampak tak malu-malu menunjukkan dirinya di balik hijabnya. Kulit putihnya yang terlihat dari wajah dan tangannya menambah kecantikannya.
2691Please respect copyright.PENANAJiMTZkZsBf
“baik mbak Sint, kalau begitu kita mulai prosedurnya. Mbak Sint bisa juga ikut pakai sarung tangan ini ya.” Ujar Nely ke Sinta.
2691Please respect copyright.PENANAxOKPpP7fqq
“baik, salam mas. Perkenalkan saya Nely Setiawati. Biasa dipanggil Nely aja. Saya yang akan melakukan beberapa tes Kesehatan ke mas siapa boleh kenalan dulu?”
2691Please respect copyright.PENANAaCO4PmTRcP
“saya Dony mbak Nely. Salam kenal.” Dony menjawab malu-malu dengan tangannya masih berada di kontolnya yang tegak.
2691Please respect copyright.PENANAYmXXu4sP4W
“iya mas Dony. Mas Dony santai saja ya di tes ini. Kita gak akan gigit mas Dony kok. Iya gak mbak Sint… Paling Cuma…”
2691Please respect copyright.PENANARdJ3KDC3BZ
“Betul mas Dony. Santai saja ya…. Kita Cuma tes Kesehatan biasa saja…. seperti tes tensi, gula darah, kolesterol dan sebagainya. Gitu kan ya mbak Nely maksdunya.”
2691Please respect copyright.PENANAEXEIqchXiP
Sinta dan Nely tampak berkedip nakal saat percakapan barusan. Tapi Dony masih berpikir positif apa yang akan terjadi ke depan.
2691Please respect copyright.PENANAf1Pf9T6QOv
“baik mas Dony. Nely akan mulai tesnya dulu ya. Pertama boleh tahu berapa tinggi dan berat tubuh mas Dony?”
2691Please respect copyright.PENANADPoZ5ALM2q
“saya tinggi 174 cm dan berat badan 65 kg. cukup baik kan ya mbak Nely seharusnya. Hehehehe. Tapi emang kelihatan agak tipis sedikit sih ya.. hehehe.” Dony mencoba melawan sedikit kecanggungan dengan bercanda
2691Please respect copyright.PENANA0zaFm8P48G
“xixixixi. Aman kok mas. Itu masih tergolong sehat. Apalagi yang itunya terlihat… aaahhh besar sekali….” Pandangan Nely sekilas tampak sayu saat mengucapkan kalimat barusan. Entah apa maksudnya.
2691Please respect copyright.PENANANThOhOwmhw
“maksud mbak Nely karena tanggung jawab mas Dony dulunya besar jadi aman kok jika tinggi dan berat tubuhnya segitu. Masih sehat sekali. Iya kan mbak Nely….” Sinta di sebelahnya mencoba mencairkan suasana yang hampir terjatuh canggung.
2691Please respect copyright.PENANAcKXb29pqc8
“eh iya mas.. iya begitu maksud Nely… Aduh gak konsen nih.. kyaknya butuh kopi aku mbak Sint.. xixixi.”
2691Please respect copyright.PENANATytONz8S0i
“makanya kalau pagi sarapan dulu Nely ya… maafin ya mas… jadi banyak becandanya kita… xixixi.. biar cair aja mas suasanya…” Sinta cekikikan manis sekali menutup kalimatnya.
2691Please respect copyright.PENANAMUC7dYxksU
“iya gak papa kok mbak Sint.. aman saya mah.”
2691Please respect copyright.PENANA0b46FxbVTA
“baik mas Dony. Nely sudah catat. Sekarang kita cek tensi dan cek gula darah serta kolesterol ya. Sekarang tolong tangan mas Dony bisa dipinggirkan dulu dari ‘kontolnya’ untuk kita cek lengan dan ambil darahnya.”
2691Please respect copyright.PENANAwXnXPNmF27
“eh, eh, eh iya mbak Nely… duh saya malu mbak nih. Maaf ya mbak kalau saya salah-salah.” Dony grogi karena ia tahu sebentar lagi kontolnya akan terbuka bebas sebab tangannya tidak bisa menutupinya lagi.
2691Please respect copyright.PENANA3iPBlpe0c0
“gak papa mas. Memang sebaiknya dibuka saja. biarkan relax ya mas kontolnya.” Sambil Nely iseng mengelus kontolnya dari atas ke bawah. Dony yang dielus kontolnya malah makin tegang di bawah sana merasakan lembut tangan Nely.
2691Please respect copyright.PENANAM8ZpguwzUq
“aaahhh mbak Nely… ehhh.. maaf mbak maaf mbak… saya gak tahu tadi.. maafkan atas ketidaksopanan saya barusan.”
2691Please respect copyright.PENANAR9xpL1KjmO
“aman mas Dony. Saya juga suka kok.. eh maksudnya gak sengaja kok tadi.. maafkan Nely juga ya… baik kita akan mulai sekarang.”
2691Please respect copyright.PENANA9Cn2AgAtRR
“baik mbak Nely. Silakan kalau begitu.”
2691Please respect copyright.PENANAkfFbOKjwIG
Tes tensi darah, gula darah dan kolesterol berjalan lancar dibantu mbak Sint mengambilkan alat-alat di dekatnya.
2691Please respect copyright.PENANAYryeU5U6dV
“baik. Tes barusan sudah selesai semua. Sekarang kita akan tes urine dan tes maninya mas Dony ya. Untuk mengecek bahwa mas Dony tidak mengidap narkotika apapun dan maninya sehat.”
2691Please respect copyright.PENANADSEirNdAny
Dony bingung mendengar ujaran mbak Nely barusan. Mungkin kalau tes urine sudah biasa. Tapi ini ada tes mani? Bagaimana mungkin itu dilakukan di sini? Dan jika ia pun, itu akan sangat memalukan sekali karena ia tahu bagaimana proses mengeluarkannya yang tidak semudah mengeluarkan urine.
2691Please respect copyright.PENANAjHwaKAbYDf
“maaf mbak Nely dan mbak Sinta…. Bukan bermaksud apa-apa nih, tapi itu benar harus dilakukan kah mbak?”
2691Please respect copyright.PENANAo58cBUiccF
“iya mas. Jadi kedua cairan itu kita harus mendapatkan samplenya untuk kita nanti cek di lab. Jika semuanya sehat, bersyukur untuk semua pihak baik mas Dony maupun Yayasan ini.”
2691Please respect copyright.PENANAylOs41Kx9J
Dony yang masih ingin tetap bekerja di Yayasan impiannya itu mencoba menyingkirkan rasa malunya itu untuk tes berikutnya. Baiklah. Demi pekerjaan itu aku harus lakukan apapun yang diperlukan. Dony membatin.
2691Please respect copyright.PENANAy0L82e7ONJ
“jadi gimana mas Dony udah siap tes selanjutnya?”
2691Please respect copyright.PENANAOpWKbvCwfo
“ya saya siap. jadi saya ke toilet dulu kalau begitu untuk saya keluarkan di sana dan kembali dengan samplenya ya.”
2691Please respect copyright.PENANAGTtmau974L
“oh gak begitu mas. Mas cukup di sini aja. Nanti kita berdua akan bantu di sini.”
2691Please respect copyright.PENANAUzCnAYpXs6
Loh… di sini? Mereka berdua akan bantu? Maksudnya gimana tuh. Wajah kebingunan Dony tertangkap oleh mbak-mbak cantik di hadapannya.
2691Please respect copyright.PENANARdpYk9CztP
“iya mas Dony. Jadi mas Dony cukup duduk di pinggir Ranjang, nanti kita akan bantu prosesnya. Ya kan mbak Nely?”
2691Please respect copyright.PENANAndvJgFDXfw
“betul mbak Sint. jadi mas Dony bisa bangun dan duduk di pinggir ranjang ya. Kakinya bisa diturunkan.”
2691Please respect copyright.PENANAIACthNMTCx
“baik-baik kalau begitu….” Dony yang masih sedikit bingung tetap menuruti perintah itu. Pikirannya yang sudah ke mana-mana tidak bisa mengontrol lagi kontolnya yang sudah tegang sejak tadi.
2691Please respect copyright.PENANAAgqnuGgXEu
“sekarang Nely bantu untuk keluarkan urinnya dulu ya. Sekarang mas seperti mau kencing biasa, silakan arahkan kontol mas di dirigen ini ya.” Nely mengarhkan dirigen putih dengan corong itu dan memasukan kontol Dony ke dalamnya. karena kontolnya yang tegang, Nely harus memegang sedikit untuk membantu memudahkannya masuk ke dalam corong dirigen.
2691Please respect copyright.PENANApnPOQrGmYO
“oohhh mbak Nely…. “ Dony yang tidak tahu akan dipegang kontolnya tak mampu menahan desahannya…
2691Please respect copyright.PENANAlg8U51n9Y4
“iya mas Dony, ada apa? Bisa dikeluarkan urinenya?” senyum-senyum Nely di bawah sana.
2691Please respect copyright.PENANAqtRYwJHvQX
“eh iya bisa-bisa.. sebentar.” Dony berusaha sedikit untuk mendorong urinenya keluar. Beberapa detik, urinenya sudah keluar deras mengisi hampir setengah dirigen 900 ml itu.
2691Please respect copyright.PENANA6A08QQfKVX
“baik. Wah cukup banyak juga ya mas Dony urinenya. Baik kita bersihkan dulu. Mbak Sint, boleh minta tolong bersihkan sekaligus langsung minta tolong bantuan pengeluaran maninya.”
2691Please respect copyright.PENANA0xGXal8fgI
“oke Nely. Sinta ambil alih dulu ya kontolnya.” Sedikit senyum seperti bernafsu muncul di bibir mbak Sinta
2691Please respect copyright.PENANA2hhP4kmtdj
Dony yang baru saja lega urinya keluar tiba-tiba kaget dengan kalimat Nely dan Sinta barusan. Apa itu maksudnya bersihkan dan bantu pengeluaran maninya?
2691Please respect copyright.PENANAx8iqjj4SDj
Belum selesai kebingungannya, Dony melihat mbak Sinta mendekati kontolnya yang masih tegang dan keras, lalu memegangnya dan langsung memasukannya ke dalam mulut mungilnya itu…. Wahai… lembut dan hangat sekali mulut mungil mbak Sinta ini… aaahhh… mbak Sinta….ahhhhh.. .mbak Sinta kenapa gak bilang mau nyepong kontol aku….. aahh mbakkk…. Desahan dalam batin Dony menggema namun kepalanya bergerak-gerak menahan geli di bawahnya.
2691Please respect copyright.PENANA1uuZEvQ64d
Sinta yang bertugas menyepong kontol itu dengan lihai menaik turunkan kepalanya dengan lembut sambil lidahnya bermain menjilat-jilati ujung kontol Dony. Tak pelak geli memuncak dirasakan kontol Dony hingga tak sadar desahannya terlepas oleh mulutnya dan tangannya memegang dan mengelus lembut kepala mbak Sinta di bawahnya
2691Please respect copyright.PENANAw1iJCBUV65
“aaahhh mbak Sint… aahhh… terus mbak…. Ahhhh mbak mulut mbak hangat sekali…. Ahhh geli mbak lidahnya…..”
2691Please respect copyright.PENANAlIhy34eTAh
Sinta yang dipanggil malah matanya tersenyum nakal ke arah Dony, menambah sensasi sensual pada wajahnya…. Wahai, imut-imut ternyata doyan kontol ya mbak satu ini….
2691Please respect copyright.PENANAsmFH0PwovT
Dony yang masih merem melek menikmati sepongan mbak Sinta di bawah sana, tak menyadari bahwa Nely sudah naik ke atas ranjang.
“loh mbak Nely kok di sini…. Loh kok dadanya….” Dony melotot saat melihat di sampingnya mbak Nely sudah berdiri di atas lututnya dengan kerudungnya sudah ditarik ke belakang, gamis yang dipakainya juga sudah diturunkan setengah menampilkan bahunya yang putih, beha putih yang dikenakannya juga sudah diangkat sehingga memperlihatkan buah dadanya yang ranum dengan pentil pink yang menggemaskan.
2691Please respect copyright.PENANA9YwDfZTRB1
“mas Dony sambil jilatin tetek Nely ya…. Biar lebih cepat kita prosesnya di sini… Sini mas Dony nyusu ke Nely.
2691Please respect copyright.PENANABCW1hCyhf9

2691Please respect copyright.PENANAs3hM3dKWKS
Dony yang dipanggil tidak berpikir Panjang untuk menikmati sajian dua buah tetek Nely yang putih itu. Mulutnya langsung menyosor ke tetek kanannnya… aahhh muachhh sssttt… nikmat sekali rasanya…. Dony membatin…. Dijilatnya terus putting pinknya… dimasukkan seluruhnya ke mulutnya dan disedot sekencang kencangnya. Membuat putting pink tetek Nely makin tegang menambah nafsu Dony melahapnya… sesekali digigit lembut putingnya tersebut… kali ini tidak hanya Dony saja yang menikmati, Nely yang dari tadi teteknya dilahap pun merem melek keenakan dan mendesah dengan merdunya…
2691Please respect copyright.PENANATHDEvSMIzj
“aaahhh terus mas Dony… enak jilatan mas Dony….aahhh mas Dony jago sekali bikin Nely enak… aaahhh..aahh… aahhh mas Dony terus jilat tetek Nely mas… yang kiri juga sambil diremes mas…”
2691Please respect copyright.PENANApyabbwju5P
Reflek tangan kanan Dony berpindah dari kepala Sinta sekarang ke tetek kiri Nely…. Wahai… ukurannya pas sekali digenggaman Dony.. pas sekali untuk digenggam dan diremas remas… empuknya pas dan sangat halus…. Keringat yang mulai keluar membuat Dony makin mudah meremas-remas dan memilin-milin putting pink tetek Nely…
2691Please respect copyright.PENANAQCDp27pfcu
Mulut Dony masih terus aktif menjilati tetek kanannya. Lalu berpindah sekarang ke tetek kirik Nely…. Slurrppp slurrppp slurrppp aahhh.. lezatnya rasa tetek Nely ini… tubuhnya harum dan rasanya bercampur asin keringatnya saat dijilat-jilat… putingnya yang mengeras menambah lezat sensasinya… slurrppp slurrppp… lidahnya sekarang bermain mengitari seluruh daging tetek kiri Nely…. Tangan kirinya aktif meremas-remas tetek kanannya yang kenyal, memilin-milin putingnya bahkan sesekali menarik-nariknya saking gemasnya dan terus bergantian seperti itu.. slurrppp slurprpppp slurrppp ahhh… bunyi mulut Dony menikmati sajian dua gunung di hadapannya…
Sinta yang di bawah sana juga makin aktif menikmati kontol Dony…. Kepalanya masih terus diturun naikkan menikmati kontol Panjang 17 cm itu. Berkali-kali bahkan sambil menyedotnya keras-keras saking menikmatinya…. Mulut Sinta yang mungil tidak mampu menelan semuanya… air liurnya juga merembes di sela-sela mulutnya… slurrppp sluurrrpp slurrpppll klokkk klokk klokk klokkk…. Bunyi mulut Sinta mempercepat kulumannya pada kontol Dony…
2691Please respect copyright.PENANAG5AWg6xj6H
“aahhh.. mas Dony kontolnya enak sekali… ada rasa asin-asinnya… muacchh Sinta suka…” setelah ucapan yang sebentar itu, Sinta melanjutkan kembali kulumannya…
2691Please respect copyright.PENANAhcHTuXYVel
Glokk glokk glokk glokk… slurprp slurp p slurppp… sekarang Sinta mencoba lebih dalam.. deep throat. Mencoba menelannya lebih dalam lagi hingga kerongkongannya…. Slurrppp ahhha…slurrppp sssttt… membuat Dony makin keenakan di atas ranjangnya… wajahnya tampak sangat menikmati dengan merem meleknya sambil terus menikmati sajian tetek Nely di hadapannya….
2691Please respect copyright.PENANApaXe5OfRTB
“gimana mas Dony… ahhh.ahhh ahhh… Tetek Nely Rasanya enak kan mas? Mau coba tetek lainnya gak? Aaahhh mas Dony…. Enak kenyotannya…. Ahhhh…” desahan Nely terdengar lebih keras
2691Please respect copyright.PENANApMRFzNClYD
Nely mengerling nakal kepada Dony setelah bicara tadi… “tetek lainnya? Maksudnya ada lagi tetek yang bisa saya coba mbak Nely?” sluurrpp sluurrpp sluruppp aahhh… Dony masih meneruskan jilatan dan kenyotannya pada tetek kiri Nely…
2691Please respect copyright.PENANAR28oxQ77GJ
“bisa kok mas Dony… sebentar kita gentian dulu ya… mbak Sinta.. kita gentian ya…. Mbak Sinta naik dan Nely yang di bawah… hihihihi..” Nely langsung turun bertukar posisi di bawah dengan Sinta..
2691Please respect copyright.PENANAwTwPypgIDO
Sinta melepaskan sepongannya… popp.. basah seluruh kontol Dony dengan air liru Sinta….masih belum ada tanda-tanda Dony akan keluar setelah kurang lebih 10 menit sepongan dan menjilat dan mengenyot tetek kenyal Nely tadi…. Mungkin yang ronde kedua ini akan membuatnya keluar lebih cepat karena Sinta adalah yang dari tadi juga dipikirkan keseksiannya oleh Dony…
2691Please respect copyright.PENANAgXArmuYcmC
Nely sudah mengambil alih dengan mulai menjilati kontol Dony dari atas ke bawah..dari bawah ke atas.. begitu seterusnya… tak lupa kantung telurnya juga dihisap-hisap menambah sensasi geli kontol Dony… lalu ditutup dengan lahap dihisap oleh Nely.. slurppp slurrpppp slurprp glokk glokgkk glokk glokk… dihisap-hisap seperti ingin menyedot seluruh cairan yang ada di dalam kontol Dony…. Gigitan kecil yang Nely sengaja juga menambah ekstra geli di kontol Dony.
2691Please respect copyright.PENANAmpDpJRyS63
Dony mengira Sinta akan seperti Nely yang hanya membuka gamis lewat atas… tapi ia keliru… Sinta bahkan sebelum naik ranjang sudah menurunkan seluruh gamis putih garis-garisnya nya menyisakan kerudung hijau segi empat yang sudah ditarik ke belakang dan sepasang beha dan celana dalam tipis yang menempel di tubuhnya…. Warna kulitnya yang putih bahkan samar-samar menyamai putih dalamannya itu… Dony yang melihatnya tak henti-hentinya takjub dan bernafsu dengan tubuh mbak Sinta yang sekarang sudah berada di sampingnya…
Sedetik kemudian bahkan Sinta dengan mudahnya melepas behanya dengan 1 tangan… membuang behanya sembarang tempat. Dony yang sudah sangat bernafsu menarik tubuh Sinta mendekat ke ranjang dengan tangan kanannya lantas mulutnya langsung menyosor ke tetek putih Sinta…
2691Please respect copyright.PENANALcR7yGXmme
Slurprp sluurppp slurppp aahhhh… ini lebih lezat dari sebelumnya…. Lebih berisi dan padat di genggaman…. Slurprpp slurppp slurpppp… Dony menghisapnya lebih keras, menyedot-nyedotnya lebih bersemangat…. Harum tubuh Sinta makin meningkatkan nafsunya…. Seakan tak ingin berpisah mulut dengan tetek putih kenyal dan padat Sinta selamanya.
2691Please respect copyright.PENANAbAEciYU4NQ
Tetek Sinta yang putih makin basah akibat keringat dan liur Dony. Putingnya yang juga pink makin mengeras akibat rangsangan dan sesekali gigitan Dony padanya…. Sinta juga tidak menahan desannya… tangan kiri Dony yang menganggur juga Dony gunakan untuk meremas lembut-keras tetek Sinta… putingnya yang mengeras tidak lepas dari pilinan Dony dan gaya Tarik menariknya
2691Please respect copyright.PENANAbBMEERb1B2
“aaahhh… mas Rachmaaat…. Aahhh…. Enak masss… teruss mas…. Isep jilat terus tetek Sinta mas…. Tetek Sinta sekarang buat mas semua…. Ahhh.. aaahh…. Gigit mas putingnya… aahhh..ahahh terus jilat dan remess mas….”
2691Please respect copyright.PENANAQebABMf2Xu
Dony menuruti semua keinginannya… makin menggila Dony menjilati dan meremas kedua tetek Sinta bergantian… slurprpp slurppp slurppp aahh slrupp srluppp… seakan tak ingin melepas kelezatan tetek yang nikmat itu… slurppp slruppp slurppp…. Muachhh slurprpp… bahkan sekarang kedua tangan Dony menggenggam kedua tetek putih Sinta… kontras sekali warna tetek Sinta dengan tangan Dony yang kecoklatan… Dony meremas-remas keduanya lalu menggabungkan kedua putting tetek Sinta ke tengah dan sekejap mulutnya mendekat dan menghisap keduanya secara bersamaan, dikenyotnya juga secara bersamaan, dihisap kuat-kuat, dan digigit mesra putting pinknya itu… slurrppp slruuppp slurpps slurprp… ahhh.. slurprr.. slurpps…ahhhh…
2691Please respect copyright.PENANAlYVI4x86Lp

2691Please respect copyright.PENANA4pTWSWnVD3
Nely juga masih telaten di bawah sana menyepong kontol Dony…. Turun naik turun naik… tangannya sekarang membantu mengocok pangkal kontol Dony untuk menambah rangsangan…. Slurppp slurp glokk glokk glokkk…. Kontol Dony makin basah, makin tegang…. Juga makin geli……. Dengan telaten Nely menyepong dan menghisap-hisap kontol Dony dengan pakaian Nely terbuka sebagian atasnya dan menampilkan teteknya yang ikut sedikit turun naik mengikuti kepalanya yang menyepong kontol Dony…
2691Please respect copyright.PENANAipZbIybHY0
“aahhh… ahhha… ahhh… Tetek mbak Sinta enak banget…. Ahhhh.. ehhmmm ahhh…. Sepongan mbak Nely kuat banget… ahhh… gak tahan mbak… aku mau keluar dikit lagi mbak…. Aahhh… ehhmm slurppp slruupp slurpppp ahhh…”
2691Please respect copyright.PENANAPiYtJKBoT7
“ahhh.. iya mas Dony.. terus nikmatin tetek Sinta mas… ayo mas… nikmatin teruss… ahhh ahhh.. jilatan mas Dony enak banget… aahhh… Sinta jadi ikut basah di memek Sinta… ahhh.. ahhhh ahhh… ehhmm….”
2691Please respect copyright.PENANAZ62kEkf2Km
Dony yang mendengar kata memek iseng dengan tangan kirinya meraba celana dalam mbak Sinta… benar.. basah sekali di bawah sana…. Dony bahkan dengan berani mulai meraba-raba garis memeknya perlahan…. Digesek terus mengikuti garisnya… maju mundur jarinya melaksanakan tugasnya… merasa ada yang menghalangi… dikesampingkannya celana dalam itu dan langsung menggesek lebih cepat memek Sinta yang sudah membanjir itu….
2691Please respect copyright.PENANA2jaH0bGx2C
“aahhh ahhh mas Dony… kok jadi digesek memek Sinta… ahhhh.. ahhh ahhh mas Dony…. Ahhh ahhha ahhh.. ehhmm emhhhh..” Sinta merem melek meresapi gesekan Dony ditambah jilatan mulut Dony di teteknya…
2691Please respect copyright.PENANAxshDVBmigb
“aahhh…. Ahhh… mbak Nely.. terus mbak Nely… aku mau keluar mbak dikit lagi… aahh… aku keluar mbak…”
Dony mengalihkan konsentrasinya sekarnag kepada kontol di bawahnya.. mencoba mengendalikan sebnetar ejakulasinya…. Jilatan pada tetek Sinta dan gesekan tangan di memeknya sudah terlepas.. kedua tangannya sekarang memegang erat kepala Nely yang masih fokus menyepong kontolnya….
2691Please respect copyright.PENANAqov7Rkv1s2
“ya.. terus mbak Nely.. yang dalem mbak. .saya mau keluar sedikit lagi…. Aaahh.. ahhh.. ahhh..”
2691Please respect copyright.PENANARSsVHdpPJj
Dony memegang kuat kepala Nely.. mencoba mendorng lebih dalam saat detik-detik ejakulasinya hampir tiba..
“mbak Nely.. saya keluar mbak.. mbak Nely… terima semua peju saya ini…. Ahhh mbak Sinta… mbak Nely semuanya lezat.. ahhh.. keluar mbak…
2691Please respect copyright.PENANA51Uig66mMN
Dony mengencangkan pegangannya pada kepala Nely agar kontolnya tidak terlepas saat pejunya keluar… dan
Crooottt crooott croottt croott croottt… 5x semburan pejunya keluar di dalam mulut Nely yang menelan kontolnya… aahh… aahhh. Ahhh.. Dony meresapi gelinya keluar pejunya sampai tetes terakhir…
2691Please respect copyright.PENANAY2MTpn4OxP
Nely yang di bawah, mengetahui pegangan tangan Dony sudah mengendur, secara perlahan mengeluarkan kontol Dony dari mulutnya…. Sambil menahan bibirnya agar peju dalam mulutnya tidak keluar…. Pluppp pluppp…
2691Please respect copyright.PENANAHgjESa3oNa
Sinta yang tadi di atas ranjang sudah berpindah ke bawah sejak 1 menit lalu.. ia memang menantikan untuk bisa melanjutkan misi bersih-bersih kontol Dony. Karena biasanya rasa pejunya masih tersisa di sepanjang kontolnya. Dan benar, itulah yang Sinta lakukan setelah Nely melapaskan sepongannya. Sinta langsung mendekati dan memegang kontol Dony yang masih cukup tegang dan memasukkan ke dalam mulutnya… sambil tangannya mengurut kontol itu naik turun mengeluarkan sisa-sisa peju dari dalamnya….
2691Please respect copyright.PENANAmiBDwH4uPz
Ahhh… rasa pejunya segar sekali… gurihnya pas… baunya juga kuat… aku sukkaaa…. Ini bisa jadi favoritku sepertinya di banding kontol kontol yang di kantor sekarang…. Batin Sinta menikmati kegiatan menyepong dan mengurut kontol Dony… ditelan semua liur yang telah bercampur sisa peju Dony… slurp slurp slurppps lsurpp… aaahh… glekkk gelkk.. glokk glokk… sshhhaahhh… setelah cukup.. ia keluarkan kontolnya dan menjilati seluruhnya seperti ingin membersihkan sebersih-bersihnya….
2691Please respect copyright.PENANAvIzaYMFawr
Dony terengah-engah menikmati leganya pejunya keluar… ia masih duduk di pinggir ranjang bersandar dengan kedua tangannya… kepalanya belum bisa banyak berpikir selain mengingat kembali seluruh kenikmatan yang barusan ia rasakan.
2691Please respect copyright.PENANA3TkRgLRNV1
Nely di sebelahnya mengambil toples kosong dan memuntahkan seluruh peju Dony dalam mulutnya. Mengeluarkannya tanpa tersisa sedikitpun. Kemudian menutup kembali toples tersebut dan meletakkannya di samping urine tadi.
2691Please respect copyright.PENANACMjPpymyjW
Mereka beristirahat sejanak, mengambil nafas dan merenggangkan otot-otot termasuk kontol Dony, putting Sinta dan Nely. Selanjutnya Sinta dan Nely sudah merapihkan kembali pakaiannya.. Dony juga dipersilakan memakai kembali pakaiannya. Duduknya juga sudah kembali ke posisi wawancara sebelumnya yang berhadapan dengan mbak Sinta dan Nely sekarang.
2691Please respect copyright.PENANA3tbjJRC7uT
“baik. Untuk sesi interview dan tes Kesehatan bersama kami berdua sudah selesai. 10 menit lagi di sini mas Dony akan melakukan interview user bersama ust Rendy ya. Untuk sekarang cukup dulu. Kira-kira ada yang ingin mas Dony tanyakan?” Sinta menjelaskan sesi berikutnya.
2691Please respect copyright.PENANAPkyiu0CZ86
“cukup mbak Sint. dari saya sudah cukup. Saya malah mau berterima kasih atas pengalaman yang menarik ini. Saya gak nyangka kalau interview di sini begitu apa ya…. Membuat nikmat.. hihihi.”
2691Please respect copyright.PENANAfnIvxc3WM1
“Sama-sama mas Dony… Sinta juga makasih banyak mas mau ikut interview ini dengan sportive.. dan akhirnya semua bisa berjalan lancar dan kita bertiga bisa menikmatinya semuanya.. ya kan Nely? Hihihi…”
2691Please respect copyright.PENANAuhETjyj1u9
“Bener mbak Sinta… Nely juga nikmatin banget sesi tes Kesehatan kali ini…. Nely berharap mas Dony lolos seleksi ini sih… karena Nely juga ketagihan sama.. ehmm kontol mas Dony… mbak Sinta juga kan pastinya… hihihi”
2691Please respect copyright.PENANAhqoFssSV6W
“Nely bener lagi… kontol mas Dony juara banget pokoknya.. Sinta suka banget sama semuanya terutama rasa pejunya itu loh.. seger…. Ehhh.. wkwkkw”
2691Please respect copyright.PENANAxAaOyhZCIs
Mereka bertiga tertawa bersama-sama dengan kalimat Sinta barusan.
2691Please respect copyright.PENANAqQdjHKtmpA
“Baik mas Dony. Mungkin dari kita berdua itu dulu. Dari kami berdua cukup sekian dan pesan dari kami, yang terjadi di sini cukup jadi rahasia kita bertiga ya mas.. hihihi.”
2691Please respect copyright.PENANA4BeJIznul8
“Siap mbak Sinta mbak Nely.. aman kalau itu… saya jago kok jaga Rahasia.. sipp… hihih.”
2691Please respect copyright.PENANAS7FuBq6ziX
“Siap mas Dony.. kalau begitu dari kami cukup dan kami akan keluar pamit. Untuk selanjutnya mas Dony bisa menunggu di sini. Terima kaish mas Dony.”
2691Please respect copyright.PENANAqSUs0bvZZ4
“terima kasih juga mbak Sinta dan mbak Nely. Silakan untuk melanjutkan aktifitasnya.” Dony melambai mengantarkan kedua Wanita itu keluar ruangannya.
2691Please respect copyright.PENANAMJO4roqp5b
Dony duduk kembali setelah melepas keluarnya Sinta dan Nely dari ruangan interview. Beberapa waktu Dony gunakan untuk berpikir nikmatnya kejadian barusan. Dia tidak menyangka ada suatu hal besar ternyata yang terjadi di balik Yayasan idamannya ini. Dony bukannya ragu, malah makin kuat tekadnya suapa bisa diterima kerja di sini. Selain pekerjaannya mengasikkan, ternyata sampingannya gak kalah serunya. Hehehehe. Dony tertawa jahat atas pikirannya barusan.
2691Please respect copyright.PENANACpDQdMItO9
Di tengah ia berpikir, pintu ruangannya diketuk oleh seseorang dan langsung masuk serta mengucapkan salam.
2691Please respect copyright.PENANAn8quXsYTzq
“salam. Saya Rendy manager Yayasan ini. Benar dengan mas Dony ya? Kandidat kedua yang interview hari ini?”
2691Please respect copyright.PENANAXp7p5zHKQw
“salam. Benar ust Rendy. Saya Dony kandidat interview hari ini.” Dony bangun sambil bersalaman dengan ust Rendy.
2691Please respect copyright.PENANAxrO3UWGu5C
Ust Rendy duduk di kursi Sinta tadi dan mulai sesi interview terakhirnya
“baik mas Dony, selamat siang dan selamat datang di kantor Yayasan dakwah jalan lurus untuk sesi interview terakhir kita hari ini. Perkenalkan sekali lagi saya Rendy manager Yayasan.”
2691Please respect copyright.PENANAlFEo6Qkkoj
“salam kenal ust Rendy. Saya Dony dari Tangerang. Semoga saya bisa berkontribusi positif untuk pertumbuhan Yayasan ini.”
2691Please respect copyright.PENANA8fwHFuGn23
“aamiin mas Dony dan itulah yang kita harapkan semua. Baik kalau begitu kita mulai sesinya ya.”
2691Please respect copyright.PENANAqvJH0pZCf4
“Siap ustadz Rendy!”
2691Please respect copyright.PENANAcLBMFi5v8j
“Kalau begitu saya ingin menyampaikan sebenarnya dari kami suah banyak mempertimbangkan mas Dony termasuk mbak Hilda tadi yang juga interview hari ini sebagai kandidat yang kita terima ini. Mas Dony sendiri dari CV nya meyakinkan sekali untuk kebutuhan pekerjaan kita di Yayasan ini. Jadi kami benar-benar ingin mas Dony bisa segera bergabung dengan Yayasan kami. Itu dulu. Bagaimana mas Dony apakah bersedia?”
2691Please respect copyright.PENANAbjR5ISg2tC
“Saya sangat berterima kasih atas penilaian positif dari ust Rendy dan para rekan yang bekerja di sini. Sungguh itu sebuah Impian saya sejak lama untuk bisa bekerja di sini selepas saya wisuda kemarin. Ust Rendy tidak perlu khawatir, saya siap kapanpupn bergabung ke dalam Yayasan ini bahkan hari ini juga.”
2691Please respect copyright.PENANA8Y0yulhKCH
“wah… bersyukur sekali kalau begitu. Itu kabar gembira bagi kedua belah pihak. Namun sebelum mas mulai kerja, hanya ada 1 hal di interview ini yang akan saya tekankan kepada mas. Jika mas bisa memegang ini, mas otomatis akan bergabung dengan kami mulai pekan depan. Namun sebaliknya jika mas tidak kuat, maka mas akan kami blacklist dari rekrutmen2 berikutnya. Apakah mas siap dengan konsekuensi itu?”
2691Please respect copyright.PENANAE8mhZhcGz1
“saya 1001% siap ustadz. Apapun untuk Yayasan ini saya siap laksanakan.”
2691Please respect copyright.PENANAR1J8G7MMrk
“saya senang sekali dengan optimism mas Dony. Baik, jadi begini, Yayasan ini punya rahasia penting yang mana rahasia ini yang menjadikan program dakwah kita bisa meluas dan diterima positif oleh masyarakat. Dan mas Dony saya meminta agar rahasia ini mas Dony simpan rapat-rapat jangan pernah disebar ke siapapun. Mas paham maksud saya?”
2691Please respect copyright.PENANAbOCRKASWx5
Pikiran Dony sesekali tertuju kepada kejadian interview barusan dan berusaha mengaitkannya dengan pesan ust Rendy tadi. Ohh. Mungkin hal itu dan yang semacamnya. Batin Dony.
2691Please respect copyright.PENANALt7XiAtzqs
“ya ust Rendy. Saya sangat bisa memahami hal itu dan akan melaksanakan dengan sepnuh hati.”
2691Please respect copyright.PENANA6KPyld7ZdT
“saya bangga sekali dengan mas Dony. Dan asal mas Dony tahu, hal tadi belum seberapa dibandingkan denngan seluruh rahasianya. Namun dari qlue interview mas barusan sudah menjadi Gambaran awal tentang rahasia kecil itu. Mas bisa sepakat untuk menjaga semuanya?”
2691Please respect copyright.PENANA8dL8i9iOUw
“saya siap ust Rendy. Saya siap menjalankan semuanya dan itu komitmen saya dari awal sejak melamar di pekerjaan ini.”
2691Please respect copyright.PENANAW0xMAlgweh
“wah syukurlah. Kalau begitu kita sudah sepakat atas semuanya ya. Dan selamat, mas Dony bergabung dengan Yayasan kami.”
2691Please respect copyright.PENANACN5NOKwn1J
“wah… akhirnya… terima kasih ust Rendy atas kesempatannya untuk saya. Saya sungguh sangat senang menerima pekerjaan ini. Semoga menjadi suatu manfaat besar ke depannya.”
2691Please respect copyright.PENANA8Sl3Klq4rY
“aaamiiinnn. Baik kalau begitu mas Dony, dari saya cukup sekian. Dan karena mas Dony termasuk Hilda juga sudah masuk pekan depan, di hari pertama nanti akan ada semacam pesta kedatangan karyawan baru yang akan kita gelar di kantor kita. Jadi silakan mas Dony persiapkan diri untuk itu juga ya.”
2691Please respect copyright.PENANACD7vNMx7Mk
“siap ust Rendy atas semua itu. Senang saya akhirnya dapat kesempatan Impian saya. Dan saya berjanji rahasia itu akan rapat-rapat selamanya.”
2691Please respect copyright.PENANAVzEMvLhiNP
“siap mas Dony. Silakan pekan depan bsia langsung bergabung dengan kami. Mohon kerjasamanya untuk meningkatkan kinerja Yayasan kita ya mas. Selamat menjadi keluarga kita semua. Dan ya mas bisa langsung pulang setelah ini.”
2691Please respect copyright.PENANAtNdp5agEKH
“baik ust Rendy. Sekali lagi terima kasih atas semuanya. Saya siap bekerja keras untuk kemajuan Yayasan ini. Kalau begitu, saya juga pamit pulang ya ustadz. Sampai ketemu di hari pertama kerja.”
2691Please respect copyright.PENANAcQR45HwyfO
“sampai ketemu pekan depan mas Dony.”
2691Please respect copyright.PENANAQKXO3trq6e
Dony berjalan keluar ruangan dengan wajah sumringah atas keberhasilannya mendapatkan 1 posisi yang amat diidamkannya itu. Dan baiknya juga, ternyata Hilda yang ia temua untuk interview hari ini juga diterima… Pikiran Dony sejenak membayangkan apakah bisa juga make Hilda, bahkan Ririn resepsionis di depan tadi? Apakah mereka juga sama binalnya dengan mbak Sinta dan Nely tadi? Wahai… pikiran Dony sudah liar ke mana-mana sambil ia turun tangga menuju pintu keluar di bawah.
2691Please respect copyright.PENANAlNAqKuKXU3
Sesampainya dia bawah ia mencoba mencari-cari keberadaan Hilda, namun yang dicari malah tidak ada. Dony mencoba menanyakan hal itu kepada Ririn sang resepsionis dan mendapatkan jawaban bahwa Hilda telah selesai lebih awal dan pulang ke Bogor.
Dony ber oooh Panjang atas informasi tersebut. ia pun berpamitan pula kepada Ririn dan segera pulang ke rumahnya dengan rute yang sama seperti berangkatnya.
2691Please respect copyright.PENANAE4NIosoT1b
Dony tampak Bahagia sekali dirinya diterima kerja di sana. Ditambah kebahagiaan lainnya atas service yang sangat nikmat dari mbak Sinta dan Nely tadi… waahh jadi gak sabar hari pertama pekan depan… Dony teriak dalam hatinya kegirangan…
Dony terus melanjutkan Langkah, dan akhirnya sampai di rumah dan langsung beristirahat, tertidur lelap di tempat solatnya setelah sholat Isya tadi.
2691Please respect copyright.PENANAkydlugTt5e
Mudah-mudahan bermanfaat. Mohon support dengan likes dan commentnya. Terima kasih.
ns216.73.216.253da2


