"Kak Dika, ini lagu baru saya – tentang seorang anak yang pergi dari desa buat cari impian di kota," ujar Lia sambil memainkan gitar akustiknya di sudut kedai musik kecil. Suaranya yang merdu bikin semua orang yang ada di situ terpana. Pria yang disapa Kak Dika itu sebenarnya adalah Dika Wijaya – CEO perusahaan musik terbesar di Indonesia yang selama ini hanya fokus pada lagu-lagu yang mudah viral tanpa makna.
ketika Dika merasa perusahaan nya sudah kehilangan jiwa musik yang sebenarnya. Banyak musisi muda berbakat yang tidak pernah mendapatkan kesempatan karena gaya musik mereka dianggap tidak sesuai pasar. Suatu hari, saat jalan-jalan ke daerah pinggiran kota, dia menemukan kedai musik kecil yang jadi tempat berkumpulnya musisi muda lokal – sebagian bekerja sebagai ojol atau buruh bangunan agar bisa terus membuat musik tentang kehidupan mereka.
Di sana, dia bertemu Lia – seorang penyanyi muda yang cantik namun harus bekerja sebagai penjaga toko agar bisa membeli alat musik dan melanjutkan pendidikan musiknya. Lagu-lagunya tentang perjuangan anak muda selalu membuat pendengarnya merinding. Namun Lia tidak tahu bahwa pria yang sering beri masukan tentang harmoni dan lirik itu adalah CEO perusahaan yang dulu menolak permintaan kerjasamanya.
"Saya pernah mengirim demo lagu ke perusahaan besar tapi langsung ditolak," ujar Lia dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Dika merasa sangat bersalah tapi tetap membantu Lia mengumpulkan cerita dan melodi tradisional dari daerah-daerah yang jarang dikenal. Mereka bekerja sama membuat album yang menggabungkan musik tradisional dengan gaya modern yang kekinian.
Suatu malam, kebakaran melanda gudang tempat mereka menyimpan rekaman dan alat musik. Banyak karya mereka hampir hilang bersama semua yang mereka miliki. Dika akhirnya mengaku identitasnya dan langsung mengirim tim produksi terbaik dari perusahaan nya – membawa peralatan rekaman baru serta membantu merekam ulang semua lagu sebelum terlupakan.
"Saya minta maaf karena pernah menutup pintu kesempatan bagimu," ujar Dika dengan suara penuh emosi. "Kita akan merilis album mu secara resmi dan membuat kamu jadi bintang yang benar-benar layak!"
Lia menangis bahagia dan menerima lamaran cintanya. Album mereka berjudul "Suara dari Jalanan dan Desa" langsung menjadi hit dan membantu banyak musisi lokal mendapatkan kesempatan untuk dikenal luas. Perusahaan juga membuka program pelatihan musik gratis bagi anak muda yang tidak punya akses ke pendidikan m
55Please respect copyright.PENANABPjtixRHnf
usik formal.55Please respect copyright.PENANAuXz0qr7VDi


