819Please respect copyright.PENANAM8nVGyOFrUBau Parfum yang Mencurigakan
819Please respect copyright.PENANAtebfrqPNUE
819Please respect copyright.PENANAiEagrB3ssj
Novi keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan. Tubuhnya masih terasa panas setelah colmek tadi, tapi hatinya tetap hampa. Ia melihat Faisal masih tertidur pulas di tempat tidur, wajahnya damai setelah mendapatkan kepuasan.
Novi menghela napas panjang. Ia berjalan ke kursi tempat Faisal meletakkan pakaian kerjanya. Biasanya ia langsung mencuci baju suaminya, tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda.
819Please respect copyright.PENANAAvBX4nQS3r
Saat ia mengangkat kemeja PNS Faisal, hidungnya menangkap aroma yang asing.
Parfum perempuan.
819Please respect copyright.PENANAnM51GpvES6
Bau manis bunga-bunga dengan sedikit nuansa vanila — bukan parfum Novi.
819Please respect copyright.PENANAifReuTqPqg
Wanginya cukup kuat dan masih melekat di kerah kemeja serta lengan baju. Insting Novi sebagai istri langsung berbunyi alarm.
819Please respect copyright.PENANAcy89s7gn8c
Ia membeku beberapa saat, jantungnya berdegup kencang. “Ini… bau siapa?” gumamnya pelan.
819Please respect copyright.PENANAKj47k0fF6B
Novi mulai menyelidiki lebih dalam. Ia memeriksa saku kemeja Faisal. Tidak ada apa-apa. Kemudian ia memeriksa jas luar PNS-nya. Masih tidak ada bukti fisik. Tapi bau parfum itu terus mengganggunya.
819Please respect copyright.PENANAM5C0GnvKvc
Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap wajah suaminya yang tidur. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya.
819Please respect copyright.PENANAPl3Au1u2p0
“Apakah Mas Faisal… selingkuh? Setelah ia mulai berusaha memperbaiki hubungan kita?”
819Please respect copyright.PENANANLE8oZ2eq8
Air mata Novi mengalir lagi. Rasa kecewa yang tadi sempat reda kini muncul kembali dengan lebih kuat. Ia merasa ironis — ia sendiri sudah jatuh ke pelukan Kakek Imron, tapi sekarang justru curiga suaminya melakukan hal yang sama.
819Please respect copyright.PENANAFQhOtlRaoM
Novi bangkit dan pergi ke ruang tamu. Ia duduk di sofa dalam kegelapan, memeluk lututnya sendiri. Pikirannya melayang ke berbagai kemungkinan: siapa wanita itu? Apakah rekan kerja di kantor? Apakah sudah lama? Apakah Faisal benar-benar berubah atau hanya pura-pura?
819Please respect copyright.PENANAl2JhykXhTl
Semalaman Novi tidak bisa tidur nyenyak. Bau parfum perempuan itu terus menghantuinya.
819Please respect copyright.PENANAyn7CU7U0GE
Pagi harinya, ia berusaha bersikap biasa di depan anak-anak. Tapi setiap kali melihat Faisal, hatinya terasa perih.
819Please respect copyright.PENANAuGol6BthF9
Drama baru dalam rumah tangganya baru saja dimulai.
819Please respect copyright.PENANAHVcq7Fdiwu
Pagi itu rumah Novi Indriani kembali dipenuhi suara tawa anak-anak. Jam 04.15, Novi sudah bangun seperti biasa. Ia sholat Subuh dengan hati yang gelisah, tapi berusaha menenangkan diri. Setelah itu, ia ke dapur menyiapkan sarapan: bubur ayam untuk Zidan, roti bakar dengan selai untuk Rafi, dan telur omelette untuk Aisyah.
819Please respect copyright.PENANAFp1FoHBGVd
Ketiga anaknya bangun hampir bersamaan. Zidan langsung memeluk kaki ibunya. “Ibu, Zidan mimpi Ibu bawa kami ke pantai!”
819Please respect copyright.PENANAiOtgkmvRmH
Aisyah membantu ibunya menata meja sambil bercerita tentang pelajaran hari ini. Rafi menceritakan lelucon konyolnya.
819Please respect copyright.PENANAEvH1TAwj9M
Novi tertawa bersama mereka, menciumi kepala anak-anaknya bergantian. Momen pagi bersama ketiga anaknya selalu menjadi obat bagi hatinya yang sedang kacau.
819Please respect copyright.PENANAOg8NtrgRYY
“Anak-anak Ibu yang paling hebat,” kata Novi sambil memeluk mereka erat. Kehangatan keluarga kecil ini yang selalu membuatnya kuat.
819Please respect copyright.PENANAKixVol6sZF
Faisal keluar dari kamar dengan kemeja PNS yang sudah Novi setrika semalam. Ia duduk di meja makan dan mencoba bersikap manis.
819Please respect copyright.PENANAU0PtoXjd2U
“Pagi, Sayang. Sarapannya enak sekali seperti biasa,” katanya sambil tersenyum.
Novi menunggu sampai anak-anak sibuk dengan makanan mereka. Lalu ia bertanya dengan suara pelan tapi tegas:
“Mas, kemarin di kemeja PNS Mas ada bau parfum perempuan. Wanginya kuat sekali. Itu parfum siapa?”
819Please respect copyright.PENANAkLTezTLivF
Faisal langsung terlihat gugup. Matanya berkedip cepat, tangannya memegang sendok lebih erat.
819Please respect copyright.PENANAsrkjCgAdJO
“Oh… itu? Kemarin ada rekan kerja perempuan di kantor. Namanya Bu Lina. Kami rapat lama, dia duduk di sebelah Mas. Mungkin parfumnya keciprat ke baju Mas. Biasa lah, kantor penuh orang,” jawab Faisal sambil tertawa kecil, tapi tawanya terdengar dipaksakan.
819Please respect copyright.PENANAWEIJCN1wfX
Novi menatap suaminya tajam. “Cuma keciprat? Wanginya sangat kuat, Mas. Sampai ke kerah dan lengan baju.”
819Please respect copyright.PENANA2Uallpn8g2
Faisal semakin gelisah. “Ya… mungkin waktu dia memeluk Mas waktu ada rekan kerja yang ulang tahun. Biasa, Nov. Kerja tim kan. Kamu jangan berpikiran macam-macam ya.”
819Please respect copyright.PENANARQqWUvwDRR
Jawaban Faisal terdengar seperti orang yang sedang mencari-cari alasan. Novi semakin yakin dalam hati: ada yang tidak beres dengan suaminya.
819Please respect copyright.PENANAFpcuW8heK6
Ia tidak melanjutkan pertanyaan, tapi di dalam hatinya, keraguan itu semakin mengakar kuat. “Kalau kamu selingkuh, Mas… aku juga sudah tidak suci lagi,” pikirnya getir.
819Please respect copyright.PENANApa0k3oZXWP
Setelah sarapan, Novi mengantar anak-anak ke depan rumah. Faisal mencoba mencium keningnya, tapi Novi hanya memberikan pipi dingin.
819Please respect copyright.PENANAHCaNzz0YYG
Di sekolah, Novi mengajar dengan profesional seperti biasa. Ia tersenyum kepada murid-muridnya, menjelaskan pelajaran dengan sabar, dan memberi semangat pada mereka. Tapi pikirannya sering melayang ke bau parfum semalam dan jawaban Faisal yang mencurigakan.
819Please respect copyright.PENANAqJPNXKSQrI
Jam istirahat, ia duduk sendirian di sudut ruang guru. Bu Siti sempat mendekat, tapi Novi menolak ajakan mengobrol dengan halus. Pikirannya terlalu kacau.
819Please respect copyright.PENANAnoAgLMHAkx
Siang hari, setelah jam pelajaran selesai, Novi pulang dengan hati yang berat. Di tengah perjalanan, ia melihat Kakek Imron sedang istirahat di bawah pohon. Novi langsung mendekat.
819Please respect copyright.PENANATd7wLH4aXO
“Kek…” panggilnya pelan.
Kakek Imron tersenyum. “Bu Novi… ada apa? Wajah Ibu kelihatan sedih.”
819Please respect copyright.PENANA7pivlN4qgY
Novi duduk di samping kakek. Ia menceritakan semuanya — tentang bau parfum, jawaban Faisal yang tidak meyakinkan, dan keraguannya.
819Please respect copyright.PENANAnQTqFsRuSN
Kakek Imron mendengarkan dengan sabar. Tangan kasarnya mengusap punggung Novi lembut.
819Please respect copyright.PENANAqHvQsrG44P
“Apapun yang terjadi, Kakek selalu ada untuk Ibu,” kata Kakek Imron dengan suara hangat.
819Please respect copyright.PENANArcBsmhnb1y
Novi memandang kakek tua itu dengan mata berkaca-kaca. Di tengah kekacauan rumah tangganya, Kakek Imron adalah satu-satunya tempat ia merasa benar-benar diinginkan.
819Please respect copyright.PENANAWbP10VpKIc
Drama dalam kehidupan Novi semakin rumit. Hatinya terbelah antara keluarga, suami, dan cinta terlarangnya kepada Kakek Imron.
819Please respect copyright.PENANADtqPKP0bPz
Kakek Imron melihat Novi yang sedang dilanda emosi dan kesedihan. Ia memegang tangan Novi lembut dan membawanya masuk ke dalam gubuk.
“Masuk dulu, Bu. Di sini lebih tenang,” katanya dengan suara rendah.
819Please respect copyright.PENANAOWfANAIFdP
Begitu pintu bambu tertutup, Novi tidak bisa menahan diri lagi. Tanpa pikir panjang, ia langsung memeluk leher Kakek Imron dan menciumnya dengan ganas. Ciuman itu penuh lapar, lidah Novi masuk ke mulut kakek dengan rakus, mengisap, menjilat, seolah ingin meluapkan semua kekecewaan dan nafsunya sekaligus.
819Please respect copyright.PENANAJR1CqtGIjI
Kakek Imron terkejut sesaat, tapi langsung membalas dengan sama ganasnya. Tangan kasarnya meremas pinggang Novi, menarik tubuh istrinya itu erat ke tubuhnya yang kurus tapi kuat. Ciuman mereka semakin liar, penuh desahan kecil dan napas yang memburu.
819Please respect copyright.PENANAmwTJqouoJi
Novi turun ke bawah. Dengan tangan gemetar karena nafsu, ia membuka celana Kakek Imron. Kontol super besar berukuran 25 cm dengan diameter 7 cm langsung melompat keluar, sudah mengeras penuh dan berdenyut.
819Please respect copyright.PENANAENUrJlFDNb
“Ya Tuhan… aku kangen sekali sama ini,” bisik Novi dengan suara serak.
819Please respect copyright.PENANAfjEWA1vZOV
Ia langsung melahap kontol itu. Mulutnya yang hangat dan basah mengisap kepala kontol dengan rakus, lidahnya menari di sekitar urat-urat tebal. Kepalanya maju mundur cepat, berusaha menelan sebanyak mungkin hingga menyentuh tenggorokannya. Air liurnya menetes deras membasahi bola-bola tua Kakek Imron.
819Please respect copyright.PENANAgXgaaZh6Kd
Kakek Imron mendesah keras, tangannya memegang kepala Novi. “Enak sekali… mulut Bu Guru ini… seperti surga… isap lebih dalam, Nak…”
819Please respect copyright.PENANAGntp3nkHR6
Novi semakin liar. Ia menjilat dari pangkal hingga ujung, mengisap bola-bola kakek, lalu kembali menelan kontol itu sekuat tenaga. Suara gluck… gluck… gluck… memenuhi gubuk kecil.
819Please respect copyright.PENANA9cXY5cVLuZ
Tak lama kemudian, Kakek Imron mencapai puncaknya.
“Aarrghh!!! Keluar…!!”
819Please respect copyright.PENANARID3jKeFmG
Peju kental dan banyak menyembur deras ke dalam mulut Novi. Bagian yang tidak tertelan memuncrat ke wajahnya — pipi, hidung, dahi, dan jilbabnya. Novi tersenyum binal, wajahnya penuh mani putih kental, seperti seorang jalang yang puas.
819Please respect copyright.PENANAB3QRM051W3
“Enak sekali peju Kakek…” katanya sambil menjilat bibirnya.
819Please respect copyright.PENANAvZ7lpSiias
Kakek Imron tidak memberi waktu istirahat. Ia menggendong Novi dengan kuat dan membawanya ke bale-bale tidur. Ia membaringkan Novi kasar, membuka gamisnya hingga Novi telanjang bulat.
819Please respect copyright.PENANAzcZR3ruIhG
Tanpa basa-basi, ia langsung menancapkan kontol raksasanya ke memek Novi yang sudah basah sekali.
819Please respect copyright.PENANA9rXroF1IW5
“AAHHH!!! Besar banget!!! Kontol Kakek ngebor memek gue!!!” jerit Novi kasar, matanya mendongak karena sensasi penuh yang luar biasa.
819Please respect copyright.PENANAJVsev9HwId
Kakek Imron menggenjot dengan ganas. “Memek lo ketat banget, Bu Guru pelacur!!! Suami lo nggak bisa memuaskan lo ya? Sekarang kontol kakek yang ngentot lo setiap hari!!”
819Please respect copyright.PENANAdy7nbP8gDx
Plak! Plak! Plak! Plak!
Suara benturan daging memenuhi gubuk. Novi mengangkat pinggulnya, menyambut setiap hantaman.
819Please respect copyright.PENANAETd15pZGbs
“Iya!!! Entot memek gue lebih keras, Kek!!! Suami gue brengsek!!! Kontol Kakek jauh lebih enak!!! Hancurkan rahim gue!!!”
Kakek Imron semakin kasar. Ia meremas payudara Novi kuat-kuat sambil menghunjam tanpa ampun. “Lo istri orang, tapi memek lo milik kakek!!! Bilang lo siapa?!”
819Please respect copyright.PENANAHGJI8ZFEUL
“Aku pelacur Kakek Imron!!! Aku jalang lo!!! Entot aku terus!!! Isi memek gue dengan peju Kakek!!!” jerit Novi liar.
Mereka berganti posisi dengan gila. Doggy style, cowgirl, spooning — semuanya dilakukan dengan penuh nafsu dan dirty talk kasar. Novi orgasme berkali-kali, tubuhnya kejang, memeknya menyemprot cairan.
819Please respect copyright.PENANAcunZOnLmN8
Akhirnya Kakek Imron mencapai puncak lagi. Ia menyemburkan peju panasnya ke dalam rahim Novi hingga penuh dan meluber keluar.
819Please respect copyright.PENANAd6svfUSsWL
Mereka berdua tergeletak lemas, saling pelukan, bernapas tersengal.
819Please respect copyright.PENANApDZgY1I9tY
819Please respect copyright.PENANAPJAFG48S7H
Kakek Imron menarik kontolnya yang masih keras dari memek Novi yang penuh peju. Cairan kental menetes deras ke bale-bale. Ia membalik tubuh Novi ke posisi doggy style, pinggulnya diangkat tinggi.
819Please respect copyright.PENANAKyl0FiuBae
Tanpa aba-aba, ia menghunjam keras dari belakang.
819Please respect copyright.PENANAY6Lexhp9fq
“AAAKKKHHH!!! DALEM BANGET!!! KONTOL KAKEK NYAMPE RAHIM GUE!!!” jerit Novi nyaring, tangannya mencengkeram bale-bale.
819Please respect copyright.PENANA7knS8JykTQ
Kakek Imron menggenjot dengan ritme brutal. Setiap hantaman membuat pantat Novi bergoyang hebat. Tangan kasarnya menampar pantat Novi keras hingga memerah.
819Please respect copyright.PENANA2TlDySGaFL
“Plak! Plak! Plak!”
“Memek lo enak banget, Bu Guru!!! Ketat dan basah!!! Lo memang lahir buat ngentot sama kakek!!” hardik Kakek Imron sambil menarik rambut Novi ke belakang.
Novi semakin liar. “Iya!!! Gue lahir buat jadi pelacur Kakek!!! Entot lebih keras!!! Hancurkan memek suci gue yang dulu cuma buat suami!!!”
819Please respect copyright.PENANAX18g04hLqz
Kakek Imron menarik Novi hingga berdiri, lalu mengangkat satu kaki Novi tinggi dan menghunjam dari samping (standing fuck). Posisi ini membuat kontolnya masuk sangat dalam. Novi menjerit-jerit kenikmatan, payudaranya bergoyang-goyang liar.
819Please respect copyright.PENANA2IsjhRVorS
“Gue cum lagi!!! Aaaahhhhh!!! Memek gue meledak, Kek!!!”
819Please respect copyright.PENANAznaZ1rpvRg
Tubuh Novi kejang hebat, cairan squirt menyembur membasahi paha Kakek Imron.
819Please respect copyright.PENANAN0ErTp80gG
Kakek Imron tidak berhenti. Ia membaringkan Novi kembali dan menindihnya (missionary). Gerakannya semakin cepat dan kuat, kontolnya menghantam rahim Novi berulang kali.
“Bilang lo milik siapa?!” bentak Kakek Imron sambil meremas payudara Novi kuat-kuat.
819Please respect copyright.PENANAxefBH1uN55
“Aku milik Kakek Imron!!! Aku jalang lo!!! Isi rahim gue penuh peju Kakek!!! Gue nggak peduli suami gue lagi!!!” jerit Novi dengan suara parau.
819Please respect copyright.PENANA7gwUPjZlBE
Mereka berganti posisi lagi. Novi naik ke atas (cowgirl) dan menggoyang pinggulnya liar. Payudaranya bergoyang tepat di depan wajah Kakek Imron yang langsung menghisap dan menggigit putingnya.
819Please respect copyright.PENANADVh8RAhqIm
“Goyang lebih cepat, pelacur!!! Goyang memek lo yang sudah rusak itu!!” perintah Kakek Imron.
819Please respect copyright.PENANAz4ULUu7wm1
Novi patuh. Ia naik turun dengan cepat, memeknya melahap seluruh kontol raksasa itu hingga pangkal. Desahannya semakin mesum dan tak terkendali.
819Please respect copyright.PENANAOXTcyPLht7
Akhirnya Kakek Imron mencapai puncak untuk ketiga kalinya. Ia menekan pinggul Novi kuat-kuat dan menyemburkan peju panas kentalnya langsung ke dalam rahim Novi.
819Please respect copyright.PENANA44f7yEQgtM
Mereka berdua ambruk, tubuh saling pelukan, berkeringat, dan bernapas tersengal. Novi mencium dada Kakek Imron dengan lembut, wajahnya masih penuh peju.
819Please respect copyright.PENANA85qpv6B0EO
Kakek Imron masih belum puas. Kontolnya yang luar biasa besar kembali mengeras hanya dalam beberapa menit. Ia menarik Novi berdiri, membalik tubuhnya menghadap dinding gubuk, lalu mengangkat satu kaki Novi tinggi dan menghunjam dari belakang dengan satu dorongan kuat.
819Please respect copyright.PENANAb9oSYyfsBp
“AAAAAHHH!!! KONTOLNYA MASIH KERAS BANGET!!! NYAMPE PERUT GUE, KEK!!!” jerit Novi nyaring, tangannya menempel di dinding kayu.
819Please respect copyright.PENANAGktqzA2fGE
Kakek Imron menggenjot dengan kekuatan penuh. Setiap hantaman membuat tubuh Novi naik turun. Tangan kirinya meremas payudara Novi kasar, tangan kanannya menggosok clit Novi dengan cepat.
819Please respect copyright.PENANAQrrDYhJUOY
“Memek lo milik kakek sepenuhnya!!! Lo sudah nggak bisa balik lagi ke suami lo!!!” raung Kakek Imron sambil menampar pantat Novi berulang kali.
819Please respect copyright.PENANAPvwuzebDEj
Novi semakin gila. “Iya!!! Gue sudah rusak!!! Kontol Kakek yang nguasai gue sekarang!!! Entot lebih keras!!! Hancurkan istri orang ini!!!”
819Please respect copyright.PENANA9dBbSRvHTg
Kakek Imron membalik Novi lagi, mengangkat kedua kakinya dan menyetubuhinya sambil berdiri (full nelson). Kontol raksasanya menghunjam sangat dalam hingga Novi menjerit-jerit tanpa kendali. Payudaranya bergoyang liar di depan wajah kakek yang langsung menghisap putingnya kuat-kuat.
819Please respect copyright.PENANARUyR3bi6A9
Mereka berpindah ke bale-bale lagi. Kakek Imron menindih Novi dan menggenjot dengan ritme gila. Tubuh mereka saling bertabrakan keras, keringat bercampur, desahan dan jeritan memenuhi gubuk.
Novi orgasme berkali-kali. Tubuhnya kejang hebat, memeknya menyemprot cairan berulang kali.
819Please respect copyright.PENANA4Yy6j4cZm7
Di puncak gairah yang paling tinggi, Kakek Imron menatap mata Novi dalam-dalam sambil terus menghunjam.
819Please respect copyright.PENANAjxo3Rw7NmB
“Bu Novi… aku cinta kamu,” bisiknya dengan suara serak penuh perasaan. “Bukan cuma nafsu… aku benar-benar jatuh cinta sama kamu. Dari pertama lihat kamu yang baik hati itu… aku mau kamu jadi milikku selamanya.”
819Please respect copyright.PENANAtISMgDrKi2
Novi menatap mata kakek tua itu dengan air mata bercampur kenikmatan. Di tengah hantaman kontol yang luar biasa, ia menjawab dengan suara gemetar:
“Aku… aku juga cinta Kakek… Terima kasih sudah membuat aku merasa diinginkan… Aku terima cinta Kakek… Aku milik Kakek sekarang…”
819Please respect copyright.PENANADCyoDAVdjj
Kata-kata pengakuan cinta itu membuat mereka berdua mencapai klimaks bersama yang paling hebat. Kakek Imron menyemburkan peju panas kentalnya sangat banyak ke dalam rahim Novi sambil mencium bibirnya mesra.
819Please respect copyright.PENANAVHoBlHWXn6
Mereka berpelukan erat setelahnya, tubuh saling menempel, napas tersengal, dan hati yang sudah saling terikat.819Please respect copyright.PENANAgHVE2QbfMa


