Apa puisi ini sudah cukup baik, Mas?" tanya Sari sambil menunjukkan buku catatan ke pria yang sering datang ke warung kecil tempat dia berjualan makanan dan lagu daerah. Wajah cantiknya selalu bersinar saat membicarakan seni lokal. Pria yang disapa "Mas" sebenarnya adalah Muhammad Faisal – CEO perusahaan hiburan besar yang selama ini hanya fokus pada konten mainstream.
Faisal merasa perusahaan nya kehilangan arah dan memutuskan menyamar sebagai pekerja lepas di pertanian desa. Dia bertemu dengan Sari yang sering menulis puisi tentang kehidupan nelayan yang penuh perjuangan namun penuh cinta. Mereka bekerja sama mengumpulkan puisi dan cerita rakyat dari orang tua sebelum terlupakan.
Suatu hari, gempa melanda desa tersebut. Banyak puisi dan cerita hampir hilang bersama rumah-rumah penduduk. Faisal akhirnya mengaku identitasnya dan mengirim tim bantuan cepat – membawa perlengkapan serta tim dokumentasi untuk merekam cerita sebelum hilang.
"Saya akan bangun pusat seni desa ini dan terbitkan buku kumpulan puisi mu!" ujar Faisal dengan penuh cinta. "Saya jatuh cinta padamu, Sari!"
Sari menerima cintanya dan mereka bekerja sama membuat buku berjudul "Nyanyian dari Laut dan Sawah" yang menjadi inspirasi banyak orang. Perusahaan mulai mengembangkan konten budaya lokal dan membantu banyak seniman desa mendapatkan kesempatan untuk dikenal dunia internasional.16Please respect copyright.PENANA42rG0eWESn


