Dalam grup Telegram
5008Please respect copyright.PENANAJkPh6bPbfi
Jaka :
"Nanti dulu ah. Kemarin kan Bu Nisa udah. Sekarang giliran mangsa baru."
5008Please respect copyright.PENANAIZ4om40zxr
Bu Lena :
"Yang bener Jak?"
5008Please respect copyright.PENANAB729PutUDx
Bu Nisa :
"Siapa Jak??!!"
5008Please respect copyright.PENANAVN0I3gRvny
Kak Sinta :
"Tuh kan bener feeling saya."
5008Please respect copyright.PENANAn7dF8jWXb2
Jaka :
"Mutia Huzaimah."
5008Please respect copyright.PENANAKB4lituCB4
Bu Nisa :
"Yang bener aja kamu, Jak."
5008Please respect copyright.PENANAOCekWRh4SA
Bu Lena :
"Serius ah Jak, jangan bercanda."
5008Please respect copyright.PENANAnnq1SZpuYj
Kak Sinta :
"Kok bisa sih, Jak?"
5008Please respect copyright.PENANAuZDwatq4Jk
Jaka :
"Kayaknya saya suka deh sama dia. Tadi waktu nganterin dia pulang, kami ngobrol banyak."
"Ternyata dia beda kalo di rumah sama di sekolah."
"Di rumah dia kalem banget. Mirip-mirip Farhah."
"Terus juga kayaknya dia suka deh sama saya. Kita kissing tadi waktu saya mau pulang."
5008Please respect copyright.PENANAP22iPX8aa2
Kak Sinta :
"Gak habis pikir deh sama nih anak. Kamu pake pelet apa sih ampe bisa dapet empat gini?"
5008Please respect copyright.PENANAacRbVhJmXO
Bu Lena :
"Yang dua suami orang malah."
5008Please respect copyright.PENANA4twyOazAji
Bu Nisa :
"Keberuntungan selalu melingkupi Jaka. Hahahaha."
5008Please respect copyright.PENANAQXII72KO1Y
_____-----_____
5008Please respect copyright.PENANAH3S14UH9Cf
Esoknya.
Pagi hari saat apel pagi.
5008Please respect copyright.PENANACZseAT8lSZ
"Rapih banget, Jak." ucap Pak Rizki.
5008Please respect copyright.PENANA0pt2Dt00W0
"Emang kemarin-kemarin gak rapih, Pak?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAnEXfQwtRGD
"Beda sekarang mah, ada wangi-wanginya."
5008Please respect copyright.PENANAUcOLwLxE5i
"Berarti kemaren saya bau dong?"
5008Please respect copyright.PENANAo3Ais3fIAH
"Hahahaha. Bercanda Jak. Jangan tegang lah."
5008Please respect copyright.PENANAjbj5hA864S
"Udah ih abang-abang, jangan berisik, dengerin Pak Sulai aja tuhh." ucap Muti yang baru saja datang dan lewat di belakang kami.
5008Please respect copyright.PENANAecUC3HvZeI
"Tumben enggak bawa motor." kata Pak Rizki.
5008Please respect copyright.PENANAYzA0SuBPpf
"Rusak, Pak. Kemaren saya anterin ke bengkel tuh."
5008Please respect copyright.PENANA6OYsOBDHZ7
"Cewek biasa banget ya. Bisa make doang tapi gak bisa ngerawat." kata Rudi yang tiba-tiba menghampiri kami.
5008Please respect copyright.PENANAvyip9xOFPz
"Ya enggak ngerti motor mungkin. Ngertinya cuma bedakkan doang." jawab Gw.
5008Please respect copyright.PENANABNZUxA8wyw
"Jak, anak kelas 2 bercanda tuh." kata Pak Rizki.
5008Please respect copyright.PENANA3uShlF2CYW
"Ahh, Pak. Rudi aja kek tuh." keluh Gw.
5008Please respect copyright.PENANAJHz1S0ndqN
"Rud .... " kata-kata Pak Rizki terhenti saat melihat Rudi sudah pergi menghampiri Pak Bashir.
5008Please respect copyright.PENANAawAIIV2MO8
"Udah, kamu aja Jak." suruh Pak Rudi.
5008Please respect copyright.PENANAMkQQmZ0nrL
"Ahh, parah nih mentang-mentang junior."
5008Please respect copyright.PENANAhDK3wOGgns
Anak-anak kelas 1 dan 2 memang butuh perhatian ekstra. Dikarenakan masih berada di usia yang aktif bermain, banyak hal yang belum diketahui yang membuatnya penasaran.
5008Please respect copyright.PENANAxtJ5QBPRrx
"Silvi, Sarah. Baris yang rapih ya." perintah Gw agar mereka tetap rapih di barisan.
5008Please respect copyright.PENANAS2dtB4e1en
"Iya, Pak Jaka."
5008Please respect copyright.PENANAhxMsb3pTVV
"Pak, Bu Ros dimana. Aku mau pipis." tanya salah satu murid kelas 2A mencari gurunya.
5008Please respect copyright.PENANARub2SBLxOm
"Sebentar ya, nanti bapak cariin." jawab Gw.
5008Please respect copyright.PENANA2wbrlGuzt6
Gw melihat sekeliling, mencari dimana Bu Ros berada. Di barisan kelas 2B hanya ada Bu Nia yang sedang menjaga anak-anak muridnya.
5008Please respect copyright.PENANAGvXYrQXdOt
"Bu Nia, liat Bu Ros gak?" tanya Gw sambil menghampirinya.
5008Please respect copyright.PENANAY1vq5cUDMp
"Lagi nemenin muridnya pipis, Jak. Kenapa?" jawab Bu Nia.
5008Please respect copyright.PENANA62RLZNQkhE
"Itu, ada yang mau pipis juga." ucap Gw.
5008Please respect copyright.PENANApgzQIdfM3J
"Ihh anak-anak emang kadang suka ikut-ikutan doang. Ngeliat temennya mau pipis jadi pada ikutan mau pipis." keluhnya.
5008Please respect copyright.PENANAGTh7lcFCeV
"Minta tolong guru yang lain aja dulu, Jak. Takutnya kalo disuruh nunggu malah pipis dicelana beneran." suruhnya.
5008Please respect copyright.PENANAm6ifeqDkot
Gw melihat sekeliling, ada Farhah yang sedang berdiri di belakang anak muridnya. Anak-anak kelas 4.
5008Please respect copyright.PENANASowfXt90aG
"Far, anaknya Bu Ros ada yang mau pipis tuh. Temenin gih, biar aku yang jagain nanti." pinta Gw.
5008Please respect copyright.PENANAdu2HVpVbmy
"Ohh, yaudah mana anaknya." tanya Farhah.
5008Please respect copyright.PENANAnhIrJv2xPU
Gw tunjukkan mana anak yang mau pipis ke Farhah. Lalu dia tuntun tangannya untuk menuju ke toilet dan berpapasan dengan Bu Ros yang baru saja keluar toilet membawa anak muridnya.
5008Please respect copyright.PENANAUqhBn9FfVd
"Itu Sarah kenapa, Jak?" tanya Bu Ros.
5008Please respect copyright.PENANAY0LE5LSUfZ
"Mau pipis dia, aku minta Farhah buat anterin." jawab Gw.
5008Please respect copyright.PENANAILZFo8yh7m
"Ini anak-anak biasa banget, pada latahan." keluhnya lagi seperti Bu Nia.
5008Please respect copyright.PENANAZczlTYMOww
"Iya Bu Nia tadi juga udah ngomong begitu. Hahaha."
5008Please respect copyright.PENANAsjeHKX9SI4
"Susah emang ngurus anak-anak kecil gini. Satu aja di rumah susah apalagi puluhan."
5008Please respect copyright.PENANAOrOYfip5Ha
"Yang gampang mah kelas 4 keatas ya, Bu?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAAygthrEUR6
"Iya tuh. Apalagi berondong kayak kamu. Hahaha."
5008Please respect copyright.PENANAtoTLYYDE4d
"Lah, ibu. Saya udah tua. Hahaha."
5008Please respect copyright.PENANAmOLdITM9WF
"Kalo kamu tua, saya apa?" tanya Bu Ros bercanda.
5008Please respect copyright.PENANA9r5nx23seL
"Sepuh." timpal Bu Nia dari belakang kami hingga kami terkaget lalu kemudian tertawa.
5008Please respect copyright.PENANAK0DYjoiPZI
"Ngagetin ih." ucap Bu Ros.
5008Please respect copyright.PENANA6SmNPg00XG
"Lagian bukannya jagain murid malah, bercanda aja berdua. Nih Sarah udah selesai."
5008Please respect copyright.PENANAbjqHCxMce8
"Farhahnya kemana, Bu?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAStBO8UzvsX
"Langsung ke atas tadi dipanggil Muti. Lagi ada perlu katanya."
5008Please respect copyright.PENANAvKnrV3YMBS
"Bu Ros sama Bu Nia jarang ngumpul ke atas ya kalo udah rapih ngajar?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAzU3FBfcii3
"Yang punya anak mah beda Jak sama yang masih perjaka." jawab Bu Nia.
5008Please respect copyright.PENANAF3X65WqO4K
"Emang masih perjaka, Jak? Hahaha." tanya Bu Ros bercanda.
5008Please respect copyright.PENANA5v09hm41a0
"Ya masih atuh Bu. Emang mau di buktiin?" tanya Gw menantang.
5008Please respect copyright.PENANA6yGVpjXyiY
"Wush, ngawur. Nanti aja pas udah selesai apel. Hahahaha." jawab Bu Ros menimpali candaan Gw.
5008Please respect copyright.PENANAkdzUs8a84V
"Kalian guru ih, bercanda gak liat sikon. Malu didenger anak-anak nanti." ucap Bu Nia.
5008Please respect copyright.PENANAAbBLIXXnZa
"Makanya Bu, kalo abis ngajar ke atas gitu santai dulu kayak Bu Hana sama Bu Lena. Biar enggak mau di denger anak-anak." ucap Gw.
5008Please respect copyright.PENANAe3NMKaDjJh
"Okee, Jak. Nanti saya ke atas dehh." kata Bu Ros.
5008Please respect copyright.PENANAG6Cs1qRqwo
"Okee. Jagain anak-anaknya ya Bu. Saya mau jaga sebelah sana lagi."
5008Please respect copyright.PENANAAp2A8qMDbT
Gw kembali ke posisi semula, menjaga bersama Pak Rizki untuk menjaga ketertiban anak kelas 4 s/d 6. Tetapi sedari tadi Gw merasa bahwa Bu Ros menatap Gw dari tempatnya berdiri.
5008Please respect copyright.PENANAbK1Q7DRXOm
Ya. Bener. Dia menatap Gw. Saat dia sadar bahwa Gw juga menatapnya, dia tersenyum menggoda. Kenapa nih? Bu Ros kerasukan?
5008Please respect copyright.PENANA5oEuV15NKn
Bel berbunyi, apel pagi telah selesai. Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing dan guru masuk ke ruang guru untuk menyiapkan perlengkapan belajar mengajarnya di kelas nanti.
5008Please respect copyright.PENANABwXftsFzUi
Di ruang guru, hanya ada Bu Nisa, Bu Lena dan Muti. Kelas Bu Lena sedang diisi oleh Bu Putri. Kelas Bu Nisa sedang olahraga dengan Rudi. Dan kelas Muti sedang diisi oleh Pak Bashir. Gw yang sedang tidak ada tugas pun ikut menimbrung bersama mereka.
5008Please respect copyright.PENANADHqS8Z57Ng
"...."
5008Please respect copyright.PENANAaJNTreXBcG
Hening disaat Gw sedang duduk kursi yang menghadap ke arah Bu Lena dan Bu Nisa. Ternyata, Muti juga sedang duduk menghadap ke arah Bu Lena dan Bu Nisa jadi kami seperti saling berhadapan.
5008Please respect copyright.PENANAOkwKpVoqav
"...."
5008Please respect copyright.PENANAYD033gE6sO
Muti masih berkutit dengan bukunya.
5008Please respect copyright.PENANAiM9kNt32XP
Kini Bu Lena dan Bu Nisa seakan sepakat untuk menatapi kami berdua yang sedang terdiam.
5008Please respect copyright.PENANA9YJVk5R4HH
Penelitian membuktikan bahwa manusia bisa merasakan ketika dirinya sedang diperhatikan oleh orang lain. Mungkin itu yang dirasakan Muti, karena setelah itu Muti langsung saja melihat ke arah Bu Nisa dan Bu Lena yang sedang menatapnya.
5008Please respect copyright.PENANARcxD6KItrt
"Ehh? Kenapa?" tanya Muti yang terheran melihat tingkah Bu Lena dan Bu Nisa.
5008Please respect copyright.PENANAKhFpOQ3LJi
Bu Lena dan Bu Nisa hanya tertawa melihat Muti yang grogi seperti itu.
5008Please respect copyright.PENANA1BthO2opfi
"Kenapa sih?" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANAbc2mIQI5oP
"Gatau nih ibu-ibu." jawab Gw.
5008Please respect copyright.PENANAi2SA3AvgI1
"Hahahaha." mereka masih saja tertawa.
5008Please respect copyright.PENANAW5SUEBo6qa
"Udah gila kali mereka, Jak." ucap Muti.
5008Please respect copyright.PENANAyqqSL4pz1K
"Iya ada yang gila." kata Bu Lena.
5008Please respect copyright.PENANANyVoIRzzT3
"Tergila-gila oleh cinta." tambah Bu Nisa lalu mereka kembali tertawa.
5008Please respect copyright.PENANAHVvCeNnEpP
"Ihh, apa sih." ucap Muti sambil menyembunyikan senyuman malunya dengan menundukkan kepalanya kembali.
5008Please respect copyright.PENANAWNAh5xcZ7s
"Kenapa sih?" tanya Gw pura-pura tidak memahami situasi yang terjadi.
5008Please respect copyright.PENANA5iEFCjmI95
"Alaahh, pura-pura gak tau." kata Bu Lena.
5008Please respect copyright.PENANAizg35kMTab
"Kamu ngasih tau ya?" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANAVfqtWAENIj
"Bukan Mut, kamu yang ngasih tau. Itu buktinya." ucap Bu Nisa.
5008Please respect copyright.PENANAoqDW8vppOg
"Manggil aku kamu, jadi kalem, beda sama yang kemarin sebelum di anter pulang Jaka." lanjutnya.
5008Please respect copyright.PENANA6cuiHlPeLd
"Ihh, udah ihh." pinta Muti agar mereka menghentikan godaannya.
5008Please respect copyright.PENANAnePb0ZHRCT
"Parah ih, Muti. Punya Farhah diambil." kata Bu Lena.
5008Please respect copyright.PENANAAnBDYLg2nI
"Siapa yang ngambil, ambil aja lagi." ucap Muti.
5008Please respect copyright.PENANAzIoIoYwspW
"Kok ngomong gitu sih, Mut. Jaka jadi murung tuh." kata Bu Lena.
5008Please respect copyright.PENANAf2NZwWVvOz
Lalu dengan cepat Muti menengok ke arah Gw yang sebenarnya sedang tertawa-tawa kecil melihatnya sedang digoda olah dua ibu-ibu ini.
5008Please respect copyright.PENANA6Y5BB9Blpg
"Cie, khawatir. HAHAHAHA." kata Bu Nisa dilanjutkan dengan tawa mereka.
5008Please respect copyright.PENANAKqTRdkMLBB
"Aneh ya Muti, kemarin dia yang ngeledekin Jaka sama Farhah sekarang dia yang suka sama Jaka." masih saja Bu Lena dan Bu Nisa meledeki Muti. Karena malu, Muti keluar dari ruang guru untuk menuju ke pantry. Bu Nisa pun mengisyaratkan Gw untuk menemuinya.
5008Please respect copyright.PENANAbtstX3BFkh
"Kenapa, Mut? Hahaha." tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANA7NYpiQnJW5
"Au ah. Males diledekin gitu."
5008Please respect copyright.PENANAlnjo6FaQlr
"Lagian gelagat kamu ketauan banget. Hahaha."
5008Please respect copyright.PENANA6EJnLZaJ7i
"Emang ya?" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANAQZTi02JiBA
"Itu, mereka pada tau." jawab Gw berbohong. Padahal kemarin Gw lah yang memberitahu mereka bahwa Gw sedang mendekati Muti.
5008Please respect copyright.PENANAL5Kx3aM7pm
"Udah ah, jangan bahas lagi." ucapnya.
5008Please respect copyright.PENANAtJ10LcPy6V
"Malu ya?"
5008Please respect copyright.PENANABGKDcDM4Ss
*Bughh
Muti memukul lengan Gw.
5008Please respect copyright.PENANA9Qzoi4O8EJ
"Yehh, ngambek. Hahaha."
5008Please respect copyright.PENANAFNGmcXcFmx
"Udah apaa. Diem." perintah Muti.
5008Please respect copyright.PENANAvUA6FAWzU6
"Masa udah berdua gini diem-dieman."
5008Please respect copyright.PENANAFDiJnDSlWX
"Emang maunya apa?" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANADqiU5KO5B0
"Cerita apa kek, gitu."
5008Please respect copyright.PENANAiomNfO9t1p
Lalu Muti menyenderkan kepalanya di lengan Gw.
5008Please respect copyright.PENANAG5uRYtjX4g
"Bingung mau cerita apa." jawabnya.
5008Please respect copyright.PENANARtdgkE4agy
"Yaudah, nikmatin aja deh begini." ucap Gw sambil mengusap kepalanya.
5008Please respect copyright.PENANAqJx3jmG04G
"Hape aku ketinggalan di ruang guru. Minjem hape kamu dong." pinta Muti.
5008Please respect copyright.PENANASMjMsQ2MFn
Gw pun memberikan hape Gw yang sudah Gw buka kuncinya. Untuk wikipedia, aman. Karena Gw sembunyikan di dalam folder aplikasi-aplikasi bawaan yang sangat jarang digunakan lalu notifnya Gw matikan.
5008Please respect copyright.PENANA8bfujZpEJi
"Buat apa emang?" tanya Gw sambil melihat dia memainkan hape Gw.
5008Please respect copyright.PENANAPbYyWiHCxJ
"Mau WA Sinta, minta print gambar pahlawan buat tempelan kelas."
5008Please respect copyright.PENANAQtHkqxAAQx
Sialll. Gua lupa hapus chat sama video Kak Sinta sama Pak Hendra. Tapi, terlambat. Kini Muti bangun dari sandarannya dan menyimak chat antara Gw dengan Kak Sinta.
5008Please respect copyright.PENANAr0cEvPYBer
"Jak, apaan nih??!!" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANAzNnCdLRLEp
"Kenapa?" tanya Gw pura-pura bego.
5008Please respect copyright.PENANAU520UFqzje
"Kamu ngeliat video Sinta bugil?" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANAgo7Ra37U6p
"Yang mana?" tanya Gw kembali pura-pura tidak tahu apa-apa. Gw pun pura-pura melihat isi chat Gw dengan Kak Sinta.
5008Please respect copyright.PENANAXRYMu6ErID
"Kamu mau tau gak?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAj77z9qfyoQ
"Apa??!" tanya Muti dengan nada yang lumayan tinggi. Mungkin dia kecewa dengan Gw.
5008Please respect copyright.PENANAhz6IotDYiG
"Aku ceritain tapi kamu tenang ya."
5008Please respect copyright.PENANASGvJlqOmUN
"Yaudah apa." ucapnya.
5008Please respect copyright.PENANAp0MDuYi1by
"Waktu itu, aku masih baru disini kan. Dan karena aku tau lowongan dari Kak Sinta, aku mau berterimakasih sama dia. Tapi pas aku masuk ke Ruang TU, aku ngeliat Pak Hendra keluar dari toilet sambil ngancingin celananya. Dan juga Kak Sinta lagi telanjang di dalam kamar mandi." jelas Gw.
5008Please respect copyright.PENANAUpq6TEiyDc
"Terus setelah beberapa hari kemudian, Kak Sinta cerita ke aku kalo dia tuh dipaksa sama Pak Hendra karena Pak Hendra punya foto sama video Kak Sinta lagi telanjang yang disuruh sama pacarnya dulu." lanjut Gw.
5008Please respect copyright.PENANAWn6xcCWmQN
"Nah, makanya aku gunain video itu buat mengancam Pak Hendra. Soalnya Bu Nisa sering cerita kalo Pak Hendra sering nyuruh Kak Sinta ngerjain kerjaannya Pak Hendra. Gitu."
5008Please respect copyright.PENANAgwfEoi9aZH
"Kamu enggak bohong, kan?" tanya Muti.
5008Please respect copyright.PENANAjDjnTxz8I3
"Silahkan tanya ke orangnya langsung kalo enggak percaya." jawab Gw.
5008Please respect copyright.PENANAy4rFBFyncG
"Kalo kamu bohong, jangan pernah ke rumah aku lagi. Awas."
5008Please respect copyright.PENANAiFPBd4iZVt
"Iyaa, silahkan aja. Masa sih kamu enggak percaya."
5008Please respect copyright.PENANAtsSPEc2uX0
"Untuk saat ini enggak percaya. Liat aja nanti."
5008Please respect copyright.PENANAjHCqErQJDU
Lalu Muti pergi meninggalkan Gw untuk ke ruang guru bersiap-siap masuk ke kelasnya karena sebentar lagi bel jam pelajaran ketiga akan berbunyi.
5008Please respect copyright.PENANA7ANo5AiYRn
_____-----_____
5008Please respect copyright.PENANAjUvPYMVj1F
Sore, di smoking room.
5008Please respect copyright.PENANAWzu4CCMjme
Gw bersama Rudi sedang membicarakan tentang mengapa dia memilih pelajaran olahraga.
5008Please respect copyright.PENANAroQzcMPAEq
"Dulu sih Gw ditawarin jadi TU, Jak. Tapi Gw males satu ruangan sama dia."
5008Please respect copyright.PENANAr46GtWiBvt
"Tapi emang lu bisa ngerjain kerjaan TU?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANATPJEh0ky3p
"Ya bisa aja, asal kaga yang ribet-ribet."
5008Please respect copyright.PENANAe75RNmgCy0
"Gantiin aja Abang lu tuh. Kayaknya satu sekolah enggak ada yang suka ama dia dah."
5008Please respect copyright.PENANAXXsUFRFsEO
"Hahaha. Udah jadi rahasia umum, Jak."
5008Please respect copyright.PENANAmjpUtiRrH2
"Ini pemuda pemuda bukannya bahas politik atau isu sosial kok malah ghibah." kata Pak Rizki sambil memasuki smoking room setelah selesai mengajar di kelasnya.
5008Please respect copyright.PENANAFltDieqYDF
"Ini juga isu sosial, Pak. Isu sekolah sih lebih tepatnya."
5008Please respect copyright.PENANA4T3LJoxreJ
"Bikinin saya kopi dong, Jak." suruh Pak Rizki.
5008Please respect copyright.PENANA5R7Rhv3Q1a
"Ahh, mentang-mentang saya junior nih disuruh-suruh mulu." keluh Gw.
5008Please respect copyright.PENANA0nt80d4uyr
"Ya sama Gw dulu juga gitu, Jak. Malah sama calon mertuanya dia. Lebih parah, banyak banget pantangannya." saut Rudi.
5008Please respect copyright.PENANA1xTQYk23mL
"Tapi sekarang udah enggak?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAKEeYepwydW
"Enggak, udah enggak kuat jantungnya katanya." jawab Rudi.
5008Please respect copyright.PENANAFeq8wUyyla
"Gih sana bikin dulu, Jak. Biar saya tau kopi bikinan kamu enak atau enggak." suruh Pak Rizki.
5008Please respect copyright.PENANAzwVfzoed3b
"Jangan enak-enak, Jak. Entar lu disuruh bikinin mulu. Hahaha." kata Rudi.
5008Please respect copyright.PENANAamLhJLSflw
"Yehh, enggak gitu jugaa." saut Pak Rizki.
5008Please respect copyright.PENANAjslYPrFUig
Di pantry, saat Gw sedang membuat kopi, Bu Nia datang untuk membuat teh.
5008Please respect copyright.PENANAFpw2KWSSnd
"Eh, Jaka lagi jadi babu." ledeknya.
5008Please respect copyright.PENANApzMCS4Q1PH
"Iya nih, disuruh-suruh mulu. Kesel." keluh Gw.
5008Please respect copyright.PENANAn5ZkLCbAka
"Gapapa, Jak. Tandanya kamu udah dianggap keluarga disini." jelasnya.
5008Please respect copyright.PENANANQvUAX7rN4
"Ibu sekarang udah main ke atas nih. Karena saya yang ngajak, ya?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAfz6oq7DNTT
"Yehh, enggak juga. Karena sekalian saya mau ngundang guru-guru ke acara ulang tahun anak saya Sabtu ini."
5008Please respect copyright.PENANAuUz6z8xREx
"Wiiihh, makan-makan."
5008Please respect copyright.PENANAjePm8eFDb8
"Iyaa, makan deh tuh sepuas kamu."
5008Please respect copyright.PENANAXnQy24thTC
"Bu Ros juga ikut ke atas, Bu?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAFKNJXcFgKi
"Enggak, masih dibawah sama muridnya. Kenapa nyariin? Mau digodain?"
5008Please respect copyright.PENANARPQgqLOslF
"Apasih, Bu." jawab Gw malu.
5008Please respect copyright.PENANAvnh5YiJViK
"Hati-hati loh, suaminya polisi. Nanti di dor, hahaha. Dah ah saya ke ruang guru dulu." ucapnya.
5008Please respect copyright.PENANAdXUzeEFzPh
Setelah selesai, Gw pun memberikan kopi ke Pak Rudi lalu Gw mencoba turun ke bawah untuk melihat Bu Ros. Benar saja ucapan Bu Nia, kalau Bu Ros masih dibawah menemani muridnya yang belum dijemput.
5008Please respect copyright.PENANAAb4CMu7dNn
"Nemenin murid, Bu?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANARgi3q9M1Tn
"Iya nih si Silvi belum di jemput. Udah di telfon tapi enggak aktif." jawab Bu Ros.
5008Please respect copyright.PENANAyl03XsrveU
"Emang Silvi rumahnya dimana?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAMoqpRFco2m
"Deket kok dari sini. Mau nganterin?" tanya Bu Ros.
5008Please respect copyright.PENANAL4U1zivZ1V
"Sebentar, Bu." ucap Gw sambil berjalan ke arah kamar Bang Sani lalu menanyakan perihal mengantarkan murid ke rumahnya. Bang Sani pun mengiyakan dan langsung mengantar Silvi pulang.
5008Please respect copyright.PENANA71dYb0Ynmi
"Gimana, Bu? Udah lega?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAz8dEd0CpcF
"Pinter ih kamu. Udah ganteng, masih muda, pinter juga." pujinya.
5008Please respect copyright.PENANAG29pcCPV9P
"Hahaha. Ya jelas."
5008Please respect copyright.PENANAzhMqP0PhHy
"Capek saya tuh ngurusin anak-anak begini mulu tiap hari." keluhnya.
5008Please respect copyright.PENANAVaRy1cItQp
"Tapi seru kan, Bu. Ngajarin anak-anak yang lagi aktif-aktifnya."
5008Please respect copyright.PENANAQ8oUvOqAOb
"Capek tau, udah kayak olahraga aja saya ngejar anak-anak mulu. Ampe kegerahan terus saya tuh." ucapnya sambil membuka satu kancing bajunya lalu mengipaskan badannya dengan sebuah buku.
5008Please respect copyright.PENANATij4ybY8Oy
"Kenapa enggak minta AC aja, Bu?" tanya Gw.
5008Please respect copyright.PENANAkb6gYxyHql
"Pak Sulai mah pelit. Dulu pernah ada wacana mau dikasih AC per kelas tapi ampe sekarang belum dikasih-kasih." jelasnya.
5008Please respect copyright.PENANApBaasLseEI
"Kalo begini kan malah panas ya, Bu." kata Gw menggoda dengan ikut membuka satu kancing atas kemeja Gw.
5008Please respect copyright.PENANAWcuYCAaRHH
"Iya kan. Mana capek abis ngurusin anak-anak." ucapnya sambil membuka kancing keduanya yang menunjukkan sedikit BH nya yang berwarna krem.
5008Please respect copyright.PENANAGh5FPxN1Cd
"Tapi tetep aja, Bu. Masih panas." kata Gw sambil membuka kancing kedua Gw.
5008Please respect copyright.PENANAz6MFVptS8U
"Gila kamu, Jak." serunya.5008Please respect copyright.PENANA6zLqBonLnu


