Bab 4: Gangbang Pengujian Pertama yang Brutal
499Please respect copyright.PENANAiMrHOhFi98
Malam setelah upgrade tahap pertama di klinik bawah tanah terasa seperti kabut tebal yang menyelimuti pikiran Viona Aurelia. Tubuhnya kini bukan lagi miliknya sendiri. Payudaranya yang sudah mulai membengkak mendekati ukuran D-cup terasa berat dan panas setiap kali ia bergerak, putingnya yang membesar dan gelap berdenyut-denyut bahkan hanya karena gesekan kain baju. Implant sensor di klitoris dan dinding memeknya membuat setiap hembusan angin atau gerakan kecil menjadi siksaan nikmat yang tak tertahankan. Memek dan anusnya masih terasa longgar dan lengket dari creampie berlapis yang diterimanya siang tadi. Usia 26 tahunnya yang dulu penuh harga diri dan kesetiaan pada suami kini retak parah. Ada rasa malu yang membakar dada, amarah yang mendidih terhadap Reza yang tak mampu melindunginya, tapi juga gelombang nafsu gelap yang semakin kuat setiap kali ia mengingat sensasi dua kontol tebal yang memenuhi lubangnya secara bersamaan.
499Please respect copyright.PENANAIC9TdTjUe3
Reza Pramana berjalan di belakang Viona seperti bayangan yang hancur. Pria 28 tahun itu tampak semakin kecil dan pathetic. Matanya cekung, bahunya membungkuk, dan tangannya selalu gemetar. Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen di bawah pengawasan anak buah Marco, ia hanya diam. Lidahnya masih terasa asin dan lengket dari membersihkan sperma kental dari memek dan anus istrinya di klinik tadi. Mentalnya sudah benar-benar retak. Ketakutan mati, rasa bersalah yang menghancurkan, dan ketagihan aneh yang membuat kontol kecilnya mengeras setiap kali melihat Viona mendesah di tangan orang lain. Ia merasa bukan lagi suami, melainkan pelayan yang tak berguna.
499Please respect copyright.PENANAR7Yh9vUcNJ
Sesampainya di apartemen, telepon berdering. Suara Don Marco yang berat dan penuh kuasa terdengar. "Malam ini pukul 8, kembali ke klinik. Gangbang pengujian pertama untuk menguji upgrade tubuhmu. Rico, Tony, dan aku akan menguji seberapa tahan tubuh baru mu. Suamimu wajib menonton dan membersihkan setelahnya. Jangan terlambat."
499Please respect copyright.PENANA5hIHXC3tIV
Viona merasa perutnya mulas. Tapi ada juga getaran panas di memeknya yang sudah basah hanya karena mendengar perintah itu. Hormon dan implant bekerja dengan cepat. Reza hanya bisa mengangguk lemah, "Aku... akan ikut, Viona."
499Please respect copyright.PENANAFgTbUykBtZ
Malam itu, klinik bawah tanah terasa lebih gelap dan intim. Ruang testing utama telah disiapkan seperti arena sex mewah: suspension hook di langit-langit, meja operasi yang bisa diubah menjadi tempat tidur sex, fucking machine di sudut, koleksi alat BDSM, dan lampu redup yang menciptakan suasana erotis sekaligus mencekam. Bau antiseptik bercampur dengan aroma minyak pelumas dan sex dari sesi sebelumnya.
499Please respect copyright.PENANAUWswUGQgOL
Don Marco, Rico, dan Tony sudah menunggu dengan tubuh telanjang. Tubuh kekar mereka penuh tato, kontol mereka sudah setengah tegang, tebal dan panjang, kontras dengan kontol kecil Reza. Dr. Elena berdiri di samping, mencatat data untuk upgrade selanjutnya. "Kita uji sensitivitas implant hari ini. Target: Viona harus orgasme minimal 8 kali sebelum sesi selesai."
499Please respect copyright.PENANAqgpEBHRCKn
Viona dipaksa telanjang di tengah ruangan. Tubuhnya yang mulai berubah terpapar: payudara lebih penuh, pinggul sedikit lebih lebar karena hormon, memek yang sudah agak mengembang dan mengkilap karena cairan yang terus keluar. Reza dipaksa duduk di kursi besi di sudut ruangan, tangan dan kaki diikat longgar, mulutnya diberi gag ringan agar hanya bisa menonton dan mendengar.
499Please respect copyright.PENANAAlMCejgk7y
Foreplay dimulai dengan sangat lambat dan menyiksa, hampir satu jam penuh untuk membangun sensasi. Don Marco mendekat pertama, tangan besarnya yang kasar meremas payudara Viona yang baru dibesar. Jari-jarinya memilin puting yang sensitif ekstrem, menarik dan memutarnya. "Lihat ini, putingmu sudah seperti anggur matang, siap dihisap," katanya dengan suara serak. Viona menggigit bibir, "Ahh... Tuan... terlalu sensitif... panas sekali..." Sensasi listrik kecil dari implant menyebar ke dada dan langsung ke memeknya. Air matanya menggenang, tapi kakinya sudah gemetar.
499Please respect copyright.PENANAbpl28yL2fc
Rico dan Tony bergabung. Mereka menciumi seluruh tubuh Viona seperti serigala lapar. Lidah Rico menjilat leher, turun ke payudara, mengisap puting kuat hingga suara "slurp slurp" basah terdengar. Tony di belakang, lidahnya menembus celah pantat Viona, menjilat anus yang masih agak longgar dari plug siang tadi. Bau air liur pria-pria itu, keringat maskulin, dan cologne mahal memenuhi hidung Viona. Tangan mereka merayap ke memeknya, tiga jari sekaligus masuk dengan mudah karena implant membuatnya lebih basah dan expandable. Suara cairan "slosh slosh" jelas terdengar saat jari-jari itu bergerak cepat keluar masuk.
499Please respect copyright.PENANApPGMmGpjzj
Viona sudah orgasme pertama hanya dari foreplay. Tubuhnya kejang hebat, memek berdenyut kuat menggenggam jari-jari mereka, cairan bening menyembur ke lantai. "Aaaahhh!!! Keluar... aku keluar lagi!!" jeritnya, air mata mengalir deras. Emosinya kacau: malu karena Reza menonton, tapi kenikmatan ekstrem dari tubuh baru membuatnya tak bisa menolak.
499Please respect copyright.PENANAIAmhqMx0IM
Don Marco tertawa. "Bagus. Sekarang pakai alat." Mereka memasang nipple clamps di puting Viona yang sensitif, sensasi dingin logam dan tarikan sakit membuatnya mendesah panjang. Anal plug yang lebih besar dari sebelumnya dimasukkan setelah enema singkat. Cairan hangat membersihkan perutnya, lalu plug tebal mendorong masuk perlahan, meregang anusnya dengan sensasi penuh dan terbakar yang berubah jadi kenikmatan. "Penuh... anusku penuh sekali, Tuan..." desah Viona.
499Please respect copyright.PENANAyHyQPPfQkr
Reza menonton dengan air mata mengalir tanpa henti. Kontol kecilnya mengeras sakit di balik celana, tapi hatinya mati. Ia merasa benar-benar cuckold yang broken.
499Please respect copyright.PENANAWumeaM1b1R
Penetrasi utama dimulai dengan brutal. Rico mengangkat Viona ke suspension hook, tubuhnya tergantung dengan kaki lebar. Kontol tebal Rico mendorong masuk ke memek Viona yang basah banjir. "Ughhh... memek upgrade mu sangat panas dan berdenyut, seperti memeluk kontolku!" Ia mendorong perlahan dulu, membiarkan Viona merasakan setiap vena dan inci kontol yang meregang dinding dalamnya. Sensasi penuh, meregang, dan berdenyut dari implant membuat Viona menjerit kenikmatan. Lalu Rico menggoyang cepat, "plak plak plak" suara pinggul bertemu pantat keras memenuhi ruangan.
499Please respect copyright.PENANAanJ7ZOLFFp
Tony di belakang menarik plug dan memasukkan kontolnya ke anus. Double penetration penuh. Viona merasakan dua kontol besar saling tekan melalui dinding tipis, perut bawahnya terasa kembung dan penuh ekstrem. "Terlalu besar... aku mau pecah!!! Tapi... enak... jangan berhenti!!" desahnya dengan suara pecah. Gerakan mereka sinkron, tubuh Viona bergoyang seperti boneka sex di udara. Payudaranya yang membengkak bergoyang-goyang liar, nipple clamps menarik putingnya setiap gerakan.
499Please respect copyright.PENANA55hTR6Yobk
Don Marco bergabung di depan, memasukkan kontolnya yang paling besar ke mulut Viona. Tiga lubang terisi. Viona tersedak, air liur mengalir deras dari sudut bibir, tapi lidahnya mengisap rakus. Bau dan rasa kontol Marco yang asin maskulin memenuhi mulutnya. Orgasme kedua, ketiga, dan keempat datang bertubi-tubi. Tubuh Viona kejang hebat di suspension, kaki gemetar tak terkendali, memek dan anus berdenyut kuat menggenggam kontol-kontol itu. Cairan orgasmenya menyembur berulang, membasahi paha Rico dan lantai.
499Please respect copyright.PENANArekvbhOCw4
Mereka berganti posisi berkali-kali selama hampir dua setengah jam. Viona ditidurkan di meja, digoyang di pangkuan Tony sambil Rico memasuki anus dari belakang. Lalu Don Marco menggunakan fucking machine: dildo besar mekanik mendorong masuk keluar memek Viona dengan kecepatan tinggi sementara ia dan Tony memasuki mulut dan anus. Suara mesin "whirr whirr" bercampur jeritan dan desahan Viona. Sensasi dingin logam dildo, panas kontol asli, sakit meregang, dan kenikmatan dari sensor membuat Viona orgasme tanpa henti.
499Please respect copyright.PENANA6GjwquZd3R
Bau ruangan semakin pekat: keringat pria, cairan intim manis Viona, sperma kental, dan asap rokok Marco. Suara tamparan pantat "plak! plak!" keras, suara basah penetrasi, dan desahan kotor memenuhi telinga semua orang.
499Please respect copyright.PENANAkNv1EJxlUo
"Dasar slut upgrade! Memekmu sekarang haus kontol mafia!" ejek Rico sambil menyembur spermanya yang panas ke dalam memek Viona. Tony menyembur di anus, membuat lubang belakangnya penuh dan menganga. Don Marco menyembur di mulut dan payudara Viona. Creampie tebal mengalir deras dari kedua lubang, perut bawah Viona benar-benar kembung, terlihat sedikit membuncit karena volume sperma yang banyak. Kakinya gemetar tak bisa berdiri, air mata mengalir, tapi wajahnya penuh kepuasan gelap.
499Please respect copyright.PENANA4WGKdTdiyS
Reza dipaksa merangkak mendekat. "Bersihkan istri mu yang sekarang properti mafia, pelayan kecil," perintah Marco dengan tawa kejam. Reza menjilat memek Viona yang masih berdenyut dan menganga, menghisap sperma kental yang bercampur cairan orgasme Viona. Rasa asin pahit tebal, tekstur lengket, bau pekat sex memenuhi mulut dan hidungnya. Ia juga membersihkan anus yang masih mengeluarkan sperma, dan payudara Viona. Viona menatap suaminya dengan mata sayu, "Mas... lakukan yang benar... ini tugasmu sekarang." Suaranya sudah mulai dingin, ada nada superioritas baru.
499Please respect copyright.PENANAdHu9cs5gVm
Sesi berakhir setelah hampir tiga jam. Viona orgasme total lebih dari 10 kali, tubuhnya lelah total tapi sensitif ekstrem. Dr. Elena mencatat data dengan puas. "Upgrade berhasil. Tubuhnya semakin siap untuk tahap selanjutnya."
499Please respect copyright.PENANA74BCl4ISrv
Don Marco memeluk Viona yang lemas, mencium bibirnya posesif. "Kau mulai menjadi whore yang baik, Viona. Besok tes di tempat umum dengan dildo dan pakaian seksi. Reza akan ikut sebagai pelayan pembawa handuk."
LANJUTAN CERITA https://lynk.id/novelhambilah499Please respect copyright.PENANAxi6SGpehTD
LINK ALTERNATIF https://lynk.id/hambilah499Please respect copyright.PENANA2OxytLgBlU
499Please respect copyright.PENANANf6t1WPdxr


