Bab 3: Payudara Baru yang Membengkak di Depan Cermin
38Please respect copyright.PENANAKLHrkhjSAU
Sore hari di rumah mewah itu terasa berbeda. Udara sejuk dari AC sentral bercampur dengan aroma obat antiseptik yang masih menempel di kulit Rina saat mereka tiba dari klinik. Payudara barunya, yang kini sudah berukuran J-cup super montok hasil operasi ekstrem, terasa berat, panas, dan sangat sensitif di balik perban ketat yang membungkusnya. Setiap gerakan kecil membuatnya bergoyang pelan, menimbulkan sensasi campur aduk antara nyeri pasca-operasi dan gelombang kenikmatan aneh yang dipicu obat perangsang kuat yang disuntikkan dokter gelap itu. Rina berjalan pelan, tangannya sesekali menyentuh dada yang kini jauh lebih besar, wajahnya memerah karena malu dan kebingungan.
38Please respect copyright.PENANAqwXYqhNXbc
Andi menggandeng istrinya dengan penuh kepemilikan, tangan kirinya memeluk pinggang ramping Rina sementara mata pria itu tak lepas dari bentuk baru di balik baju longgar yang dikenakan Rina. "Kita langsung ke kamar tidur, sayang. Aku sudah tidak sabar merawat payudara barumu," bisik Andi dengan suara serak penuh nafsu. Suaranya yang dalam membuat bulu kuduk Rina berdiri. Emosi Rina saat itu sangat rumit: ada rasa sakit fisik yang menusuk, ketakutan akan perubahan tubuhnya yang drastis, tapi juga gelombang panas yang semakin kuat di perut bawahnya. Obat perangsang membuat memek-nya terus basah meski ia baru pulang dari operasi.
38Please respect copyright.PENANA66FNU3OCBz
Sesampainya di kamar tidur utama, cahaya matahari sore yang menyusup melalui tirai tipis memantul indah pada cermin besar yang menutupi seluruh dinding. Andi dengan lembut tapi tegas membuka baju Rina, lalu perlahan melepas perban yang membungkus payudara barunya. Begitu perban terlepas, dua bola montok yang sangat besar dan masih bengkak muncul. Kulitnya tegang mengkilap, puting-nya yang baru saja dioperasi tampak lebih besar dan merah muda, sangat sensitif. Payudara itu bergoyang berat dengan setiap napas Rina, ukurannya yang ekstrem membuat pinggang rampingnya terlihat semakin kecil dan kontras.
38Please respect copyright.PENANAn09tZKJE2B
"Ya Tuhan... lihat ini," gumam Andi dengan mata berbinar obsesi. Tangan besarnya mendekat, menyentuh permukaan payudara kiri Rina dengan sangat hati-hati. Begitu jari-jarinya menyentuh, Rina mengerang keras. "Ahhh... Mas... sensitif sekali... panas... sakit tapi... enak." Sensasi itu seperti listrik yang menjalar dari puting langsung ke memek-nya. Payudara baru itu terasa penuh, berat, dan setiap remasan lembut Andi membuat cairan panas mengalir lebih deras dari memek Rina.
38Please respect copyright.PENANAQGVGBqH3Yg
Andi membawa Rina berdiri tepat di depan cermin besar, memposisikannya agar bisa melihat seluruh perubahan tubuhnya. Tubuh Rina yang masih biasa di bagian bawah kini kontras tajam dengan payudara J-cup yang montok dan bergoyang liar. Andi berdiri di belakangnya, tubuh tegapnya menempel erat. kontol Andi sudah keras sepenuhnya, menekan bokong Rina dari belakang melalui celana yang masih dikenakannya. "Lihat dirimu, Barbie-ku. Payudara ini milikku sekarang. Besar, berat, dan akan semakin sempurna setelah aku rawat setiap hari."
38Please respect copyright.PENANAim8rqNLXgy
Foreplay dimulai dengan sangat lambat dan penuh perhatian. Andi mencium leher Rina dari belakang, lidahnya menjilat kulit yang lembab oleh keringat tipis. Bau tubuh Rina yang bercampur aroma obat dan nafsu membuat Andi semakin bergairah. Tangan kanannya meremas payudara kanan Rina dengan lembut, jempolnya memutar puting yang bengkak. Setiap putaran membuat Rina menggelinjang, kakinya gemetar, air mata kenikmatan bercampur nyeri mengalir di pipinya. "Mas... pelan... putingku sakit... tapi jangan berhenti... ahh!"
38Please respect copyright.PENANAJWnCOtYpEL
Sensasi lima indra begitu kuat: sentuhan kulit yang panas dan tegang, suara desahan Rina yang parau, bau manis keringat bercampur cairan tubuh, rasa asin kulit leher saat Andi menggigit pelan, dan pemandangan di cermin yang membuat Rina malu sekaligus terangsang — payudaranya yang besar bergoyang liar hanya karena remasan suaminya.
38Please respect copyright.PENANAC3Pv3cGCzQ
Andi terus meremas kedua payudara baru itu secara bergantian, kadang lembut, kadang lebih kuat hingga Rina menjerit kecil. "Ini baru awal, sayang. Besok bengkaknya akan reda, tapi sensitivitasnya akan tetap tinggi. Kamu akan orgasme hanya karena aku mengisap puting-mu." Ia membalik tubuh Rina menghadapnya, lalu menunduk. Mulut panas Andi menyedot puting kiri Rina dengan lembut. Lidahnya berputar, mengisap, dan sesekali menggigit sangat pelan. Rasa manis kulit bengkak itu membuat Andi mengerang puas. Rina menjerit, tangannya memegang kepala Andi, pinggulnya bergerak sendiri mencari gesekan.
38Please respect copyright.PENANAtxLR8eZ7At
"Mas Andi... aku basah sekali... memekku berdenyut... tolong sentuh..." pinta Rina dengan suara memohon. Emosinya mulai retak: dari ragu menjadi ketagihan sensasi baru yang ekstrem ini. Tubuhnya yang dimodifikasi sudah mulai merespons berlebihan.
38Please respect copyright.PENANAY90FqsBE6U
Andi menurunkan tangannya, menyusup ke celana dalam Rina yang sudah basah kuyup. Jari-jarinya langsung menemukan memek yang licin dan panas. Dua jari masuk dengan mudah karena banjir cairan orgasme, suara "slurp" basah terdengar jelas di ruangan sunyi. Ia memompa jari-jarinya sambil terus mengisap payudara baru Rina bergantian. Rina orgasme pertama datang cepat dan hebat. Kakinya gemetar hebat, memek-nya berdenyut kuat menggenggam jari Andi, menyemburkan cairan orgasme hangat yang membasahi lantai marmer di depan cermin. "Aaaahhh... Mas... aku keluar... payudaraku... terlalu sensitif!"
38Please respect copyright.PENANA9vDUIrhG3B
Andi tak memberi waktu istirahat. Ia membaringkan Rina di ranjang dengan posisi kepala menghadap cermin, sehingga Rina bisa melihat segalanya. Ia melepas semua pakaiannya, memperlihatkan kontol besar yang berdenyut tegang, kepalanya sudah basah oleh precum. Andi naik ke atas, menggesekkan kontol itu di antara belahan payudara baru Rina yang montok. Gesekan panas itu membuat kedua bola besar itu bergoyang dan saling menekan kontol Andi. "Rasakan, Barbie. kontolku di antara payudara J-cup-mu yang baru. Enak sekali... lembut, hangat, berat."
38Please respect copyright.PENANASV2vgVbTKQ
Rina mendesah panjang, tangannya menekan payudaranya sendiri agar lebih rapat menggenggam kontol suaminya. Sensasi gesekan itu membuat puting-nya semakin keras. Andi bergerak maju mundur, suara gesekan kulit yang licin memenuhi ruangan. Bau nafsu semakin pekat.
38Please respect copyright.PENANAEGrzPpZpVv
Setelah beberapa menit, Andi turun lebih rendah. Ia membuka lebar paha Rina, memandang memek yang sudah menganga basah, bibirnya merah dan berkilau oleh cairan orgasme. Lidah Andi menjilat dari bawah ke atas, menyapu kristoris Rina dengan lambat. Rasa asin-manis cairan orgasme Rina membuat Andi ketagihan. Ia mengisap kristoris kuat, lidahnya menari di sekitarnya sementara dua jari lagi memompa di dalam memek. Rina menjerit-jerit, tubuhnya melengkung, payudara besarnya bergoyang liar di depan cermin. Orgasme kedua datang lebih kuat, cairan cairan orgasme menyembur ke wajah Andi.
38Please respect copyright.PENANAfv0EeNYHGl
"Mas... aku tidak tahan... terlalu enak... tubuhku panas semua..." erang Rina sambil menangis. Air matanya mengalir, tapi pinggulnya terus mendesak ke mulut Andi.
38Please respect copyright.PENANAq10gfMhZEC
Akhirnya, Andi naik lagi. Ia memposisikan kepala kontol-nya di bibir memek Rina yang basah dan berdenyut. "Lihat di cermin, sayang. Lihat bagaimana kontolku akan masuk pelan-pelan ke memek Barbie-ku yang baru." Dengan sangat perlahan, Andi mendorong. Kepala kontol yang tebal meregang bibir memek Rina, terasa seperti robekan nikmat yang panas. Rina mengerang panjang, "Ahhh... besar... meregang... penuh sekali... memekku penuh Mas..."
38Please respect copyright.PENANASV1NEYomrI
Setiap senti masuk digambarkan detail: dinding memek yang licin dan hangat menggenggam erat, gesekan yang membakar, denyutan kontol Andi yang terasa jelas di dalam. Rina merasakan penuh yang luar biasa, perut bawahnya terasa terisi sepenuhnya. Andi berhenti di tengah, memberi waktu Rina menyesuaikan, lalu mendorong lagi hingga pangkal. "Plok" pelan terdengar saat pangkal kontol menempel sempurna. Mereka berdua mengerang bersamaan.
38Please respect copyright.PENANAU1CPRmGL33
Andi mulai bergerak sangat lambat, keluar masuk dengan kontrol penuh. Setiap dorongan membuat payudara Rina bergoyang hebat, puting-nya bergerak naik turun. Tangan Andi meremas kedua payudara itu kuat sambil memompa. "Lihat betapa indahnya... payudara montok ini bergoyang liar tiap kali kontolku menghajar memekmu. Kamu milikku total sekarang."
38Please respect copyright.PENANA9ustLXwb0j
Ritme semakin meningkat. Suara "plak plak plak" tamparan kulit memenuhi kamar. Bau keringat, cairan orgasme, dan sperma bercampur jadi satu. Rina orgasme ketiga sambil memandang cermin, melihat wajahnya yang sudah seperti boneka slutty dengan air mata dan mulut terbuka. memek-nya berdenyut hebat menggenggam kontol Andi, menyembur cairan orgasme lagi.
38Please respect copyright.PENANATS7rZgvnvJ
Andi terus memompa melalui orgasme itu, membuat Rina orgasme beruntun keempat. Kakinya gemetar tak terkendali, perutnya naik turun. Akhirnya Andi mendorong dalam-dalam dan meledak. sperma panas menyembur deras ke dalam memek Rina, membuatnya terasa penuh dan hangat. Rina merasakan denyutan sperma itu, perut bawahnya seperti kembung sedikit karena volume yang banyak. Ia orgasme lagi untuk kelima kalinya, tubuhnya kejang hebat.
38Please respect copyright.PENANArRT2Qda77y
Mereka berpelukan lama, napas tersengal. Andi masih di dalam, kontol-nya berdenyut pelan. "Ini baru sesi pertama setelah operasi, sayang. Besok akan lebih intens. Kamu sudah mulai ketagihan, kan?"
38Please respect copyright.PENANAoisIJlTVRg
Rina mengangguk lemah, suaranya parau, "Iya Mas... payudaraku... memekku... semuanya milik Mas sekarang. Aku... ingin lebih."
38Please respect copyright.PENANAUKW69KzRuG
Andi tersenyum gelap, mencium bibir Rina dalam-dalam. Sesi belum berakhir. Ia membalik Rina ke posisi doggy di depan cermin, payudara besarnya bergantung berat dan bergoyang. kontol Andi masuk lagi dari belakang, kali ini lebih dalam dan kuat. Deskripsi penetrasi, sensasi, suara, bau, rasa, dan emosi berlanjut panjang lebar sepanjang sore hingga malam.
38Please respect copyright.PENANAIjbncnUTb0
Rina mencapai puncak kenikmatan berkali-kali, tubuhnya yang baru dimodifikasi mulai belajar ketagihan. Andi terus membisikkan janji transformasi lebih lanjut, memperdalam cuci otak lembut. Malam itu menjadi fondasi kuat bagi degradasi Rina yang akan datang.
38Please respect copyright.PENANA1mwasr5yGb
38Please respect copyright.PENANA5Du5FWlCdS
38Please respect copyright.PENANA7mOl3P2iJD


