Dia seperti tak menyangka bahwa pemuda tinggi yang ada didepannya itu merupakan anak dari mantan suaminya. Belasan tahun lalu ia masih menggendongnya layaknya buah hatinya sendiri, namun kini anak kecil itu telah tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan.
309Please respect copyright.PENANAkWVbouOePH
"Sudah lama kita tak bertemu tante" ujar Fajar sembari duduk di kursi kafe itu.
309Please respect copyright.PENANA3QJ6SFnta6
"Entahlah, aku kira kamu telah melupakanku semenjak kamu bekerja di Jepang" celetuk Desy sembari tetap sibuk mengepak meja kafenya.
309Please respect copyright.PENANAS36xUvCblj
"Aku tidak akan melupakanmu."
309Please respect copyright.PENANAeKgtOD849m
Desy tersenyum sinis, lantas mendekat dan duduk disamping pemuda itu. "Ibu dan ayahmu apa kabar?"
309Please respect copyright.PENANAhmF0UeILx8
"Baik. Mereka selalu bertengkar dan itu membuatku muak!"
309Please respect copyright.PENANAvainX9kQA8
"Memang seperti itulah mereka, haha" Desy bergumam.
309Please respect copyright.PENANA2iztkFAxSp
"Tante sendiri sudah menikah?"
309Please respect copyright.PENANAQ1H2ehx7JQ
"Belum..."
309Please respect copyright.PENANAijdaqXWYCD
"Kenapa?"
309Please respect copyright.PENANAEfos24XRZk
"Entahlah... memangnya kenapa kalau aku masih sendiri? kamu mau menemaniku?!" celetus Desy menantang.
309Please respect copyright.PENANAOZWUEwlHxG
"Iya" jawaban dari Jafar membuat Desy terkekeh.
309Please respect copyright.PENANA9lMkEfzkHv
"Kenapa tertawa? Aku tidak bercanda" raut wajah Desy seketika berubah. Pernyataan dari pemuda itu membuat Desy sekilas tersapu malu.
309Please respect copyright.PENANAMj5giOrBgz
"Sudahlah... ngawur kamu!"
309Please respect copyright.PENANAx2oCXl7lQp
Jafar kemudian mendekati Desy, memeluknya erat seperti tak ingin melepaskan "Kata ibuku tantelah yang selalu menjagaku ketika masih kecil"
309Please respect copyright.PENANAhcWkQfxnxM
"Iya. Dulu kamu sangat nakal" jawab Desy sembari membelai rambut Jafar dalam dekapan.
309Please respect copyright.PENANAOCH1xVWOd8
"Maaf telah merepotkan tante"
309Please respect copyright.PENANA5z5arXZdEb
"Tidak, kamu justru membuatku bahagia"
309Please respect copyright.PENANAErUkWdcaSE
Jafar jenudian melepaskan pelukannya, kemudian mengecup bibir Desy yang membuat wanita itu tersentak kaget. Ia tak menyangka bahwa perlakuan Jafar kepadanya sudah sejauh itu. Dahi Desy berkerut seperti berusaha untuk mencerna maksud dari pemuda yang kini tepat didepannya.
309Please respect copyright.PENANAwTKU7MXNez
"Aku menyayangimu, tante"
309Please respect copyright.PENANAEToUC4yKtC
"Aku juga. Tapi bukan seperti ini"
309Please respect copyright.PENANAaT9ATZE7vw
"Lantas seperti apa?" Jafar meminta kepastian.
309Please respect copyright.PENANANkVl9mm0Rc
"Aku menganggapmu seperti anakku sendiri"
309Please respect copyright.PENANAlC0OJnXX4Q
Jafar tak mempedulikan, ia kemudian bermain lebih jauh. Dikecupnya leher Desy yang seketika membuat wanita itu beranjak dari tempat duduknya. "Kamu mabuk!? Pulanglah!"
309Please respect copyright.PENANA6aXr6TTLaF
Jafar berusaha kembali mendekat dan dibalas penolakan oleh Desy. Merasa dihindari, Jafar menampakkan wajah kecewa dan berlalu meninggalkan Desy seorang diri. Wanita itu termangu, tersipu dan marah secara bersamaan. Ia tahu bahwa keberaniaan Jafar untuk mendekatinya adalah salah, namun perasaan yang berdebar seakan membuatnya penasaran akan tindakan Jafar jika ia menerima kecupan itu.
309Please respect copyright.PENANA1Y2t3EV3uq
Esok hari, Desy seperti tak luput akan pikiran mengenai pemuda itu. Pekerjaan yang harusnya ia selesaikan dengan cepat mulai menghambat akan bayangan Jafar dan kecupannya di bibir. Beberapa kali terlihat ia melamun disaat pelanggan memanggil namanya, kesendirian dalam pekerjaan itu membuatnya rancuh dan akhirnya dihari itu toko tutup dengan cepat. Tepat pada pukul Lima sore ia berjalan-jalan menuju pusat kota. Duduk dibangku taman sembari melihat segerombolan anak laki-laki yang tengah sibuk bermain bola bersama teman-temannya. Rasa kangen akan sosok anaknya yang telah tiada, wajah Desy berubah sendu. Diraihnya ponsel disakunya, kemudian memotret anak-anak itu dan mengunggahnya kemedia sosial, dengan tulisan 'Aku merindukanmu, buah hatiku'
309Please respect copyright.PENANADE92ABddHU
Tak menjelang lama, sosok pria tinggi kemudian menghampirinya, berdiri mematung dan memanggil namanya, "Desy..."
309Please respect copyright.PENANADdmjEprWcs
"Jafar? Kenapa kamu disini?" Desy sedikit kaget melihat Jafar yang dengan mudanya menemukan dirinya ditaman itu.
309Please respect copyright.PENANAwEyLIbWrI2
"Aku melihat postinganmu, kebetulan aku didekat sini" Jafar menjelaskan sembari duduk berdampingan dibangku itu bersama Desy.
309Please respect copyright.PENANAEbbfqnv1P8
"Kamu merindukannya?" Jafar memulai obrolan.
309Please respect copyright.PENANAszNTw5QyKK
"Iya..." jawab Desy singkat.
309Please respect copyright.PENANAVpxH6Wkcfv
"Aku penasaran seperti apa Jafar, anakmu dulu"
309Please respect copyright.PENANAtDMGynsk5c
Desy kemudian menatapnya tajam. "Tentunya dia tidak senakal kamu..."
309Please respect copyright.PENANAieE0BAj6nL
"Haha... Memang saya nakal, tante?"
309Please respect copyright.PENANAhIGDS7Lbm5
"Sangat!" jawab Desy ketus.
309Please respect copyright.PENANArYuJLIZyA0
Suasana kembali hening. Desy kemudian memulai percakapan kembali, "Mengapa kemarin kamu menciumku?"
309Please respect copyright.PENANAhI8xyhVoRt
"Aku mencintaimu"
309Please respect copyright.PENANA1mTyMZGdTj
"Tidak! Kamu tidak mencintaiku, kamu hanya iseng terhadapku"
309Please respect copyright.PENANAEiDVmLY7rl
"Sungguh! aku tidak berbohong" Jafar kemudian menggenggam erat jemari Desy, "Percayalah"
309Please respect copyright.PENANA2gUfC7g4di
Mata mereka bertemu, perasaan keduanya mulai timbul dari yang sebelumnya dipenuhi oleh penolakan oleh Desy. Wanita itu perlahan membuka hatinya, memastikan perasaan ini benar adanya.
309Please respect copyright.PENANA91sN0StzG0
Dipertemuan-pertemuan berikutnya, Jafar mulai berani untuk menggenggam tangan Desy. Dirinya bahkan berani untuk mengcup bibir wanita itu, seakan percaya bahwa dirinya tak akan mendapat penolakan. Jafar juga kerap kali membantu Desy di toko roti, sekadar membersihkan meja atau melayani pelanggan. Beberapa langganan tetap bahkan bertanya bahwa Desy telah memiliki suami muda, gosip telah beredar luas sehingga membuat Desy risih dan lebih menjaga jarak hubungan keduanya.
309Please respect copyright.PENANAVPERr5HrjL
"Jangan terlalu sering datang kesini, aku takut warga membicarakan kita" ucap Desy ditengah obrolan mereka pada malam hari diteras toko.
309Please respect copyright.PENANAV2xwQaqHQH
"Kenapa? Kita tak melakukan hal yang aneh"
309Please respect copyright.PENANAaJHdxPmWjM
"Tapi kamu membuatku risih!"
309Please respect copyright.PENANA1anV75n85j
"Kamu malu punya pacar sepertiku?"
309Please respect copyright.PENANA4YYmHl2FoZ
"Kamu bukan pacarku!" tangkas Desy kesal.
309Please respect copyright.PENANADx30VtNrFv
"Lantas apa?!"
309Please respect copyright.PENANAEcZDm5Hqci
suasana kemudian hening. "Kamu yang mendekatiku, padahal aku menganggapku sebagai anakku" Desy kembali memperjelas hubungan diantara mereka.
309Please respect copyright.PENANADmg5ha7vJf
"Aku tak ingin dianggap anak, aku ingin kamu menjadi kekasihku"
309Please respect copyright.PENANAx06EVd1M53
Desy tertawa seakan tak percaya. "Aku pantas menjadi ibumu! dan Jika Salsa tahu, Ibumu akan sangat murka kepadaku!"
309Please respect copyright.PENANAuxIWnRWL7Q
Merasa mendapat penolakan, dan berkali-kali diabaikan, Jafar lantas merasa murka. Pemuda itu kemudian menngenggam erat lengan Desy, lalu menyeretnya masuk kedalam rumah. "Apa yang kau lakukan! Lenganku sakit" pekik Desy namun Jafar tak mempedulikannya, ia lantas menghempaskan tubuh Desy ke atas sofa dan menindihnya kemudian mengecup leher jenjang wanita itu.
309Please respect copyright.PENANAAJhfUoEDIF
"Apa kamu sudah gila?!" Desy meronta.
309Please respect copyright.PENANATdx6074uoz
Jafar kini beralih ke kedua buah dada Desy, diendusnya kemudian mengecupnya meski terhalang oleh pakaian. Pemuda tersebut seperti kerasukan, tak mempedulikan penolakan wanita itu. Tangannya kini mulai berani bermain diarea selangkangan Desy. Dikibasnya rok panjang itu, meremas paha dan masuk kedalam kancut berwarna putih bermotif bunga.
309Please respect copyright.PENANAlLFzCcaGit
"Aku tidak akan melepaskanmu" ujar Jafar sembari menatap dalam mata Desy.
309Please respect copyright.PENANAYzjmvafqe8
"Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan?"
309Please respect copyright.PENANAIYDANGhlWP
"Iya... Aku ingin kamu menikmatinya" jawab Jafar sembari mulai melucuti pakaian wanita yang ada dalam dekapannya. Desy yang mulai larut dalam suasana kini mulai pasrah. Tenaganya kian lemas dan seakan mulai pasrah akan perlakuan Jafar kepadanya.
309Please respect copyright.PENANADutcfhlhnp
Pakaian satu persatu jatuh kelantai, kutang yang Desy kenakan mulai terlihat longgar akan cabitan Jafar yang teramat ganas. Mulutnya bermaiun disekitar gundukan gunung kembar itu. Desy mulai menikmatinya, suara desahan mulai keluar, seperti ingin mendapatkan lebih dari kenikmatan yang diberikan oleh pemuda itu.
309Please respect copyright.PENANAsOTNpwDGEJ
"Suka?" tanya Jafar sembari memperhatikan wajah Desy yang terpejam menahan kenikmatan.
309Please respect copyright.PENANAZkWWeQObI0
"Jika suka, peluk aku" pinta Jafar yang seketika Desy menututi permintaannya. dilingkarkannya kedua lengannya ke leher Jafar kemudian diangkatnya wanita itu menuju kamar.
309Please respect copyright.PENANAQNRKimFYno
Didalam kamar mereka kini mulai saling memuaskan. Penolakan Desy yang awalnya teramat sangat kini mulai larut dalam permainan penuh keringat itu. Malam yang dingin, kedua sejoli itu saling memuaskan nafsu tanpa henti.
309Please respect copyright.PENANAb8nydIzLU0
BERSAMBUNG...
Selengkapnya disini: https://lynk.id/shark95
ns216.73.216.69da2


