-
info_outline Info
-
toc Table of Contents
-
share Share
-
format_color_text Display Settings
-
exposure_plus_1 Recommend
-
Sponsor
-
report_problem Report
-
account_circle Login
Catatan yang Tak Pernah Selesai
Barangkali aku adalah seseorang
yang terlalu lama berdiri di tepi waktu,
melihat daun-daun gugur
lalu bertanya dalam diam,
mengapa segala sesuatu yang indah
selalu pandai menjadi kenangan.
Saya mengumpulkan banyak hal
yang tak bisa kusimpan.
Suara tawa,
langit selepas hujan,
percakapan yang terpotong senja,
dan nama-nama yang perlahan
belajar menjauh dari kehidupan.
Sementara waktu,
tetap berjalan tanpa memilik.
Aku pernah marah pada dunia,
karena merasa suaraku hanyalah gema
yang kembali kepada diriku sendiri.
Aku pernah lelah menjadi kuat,
namun tak tahu kepada siapa
harus meletakkan letih.
Maka aku menyimpannya diam-diam,
di antara foto-foto yang kusukai,
di sela puisi yang tak selesai kutulis,
di balik senyuman yang terlihat biasa saja.
Dan kini aku mengerti,
barangkali hidup bukan tentang memiliki.
Sebab bahkan senja
yang setiap hari datang mengunjungiku,
tak pernah benar-benar hidup.
Mungkin tugas kita hanya mencintai.
Mencintai orang-orang yang singgah,
mencintai musim yang lewat,
mencintai hari-hari yang rapuh,
sebelum semuanya berubah menjadi
"pernah."
Dan jika suatu hari aku hilang dari masa ini,
aku ingin dikenang sebagai seseorang
yang pernah berusaha mengabadikan dunia,
karena terlalu takut melupakannya.
0 sponsors' commentsAfter each update request, the author will receive a notification!
smartphone100
→ Request update
Thank you for supporting the story! :)
Please Login first.
Reading Theme:
Font Size:
Line Spacing:
Paragraph Spacing:
Load the next issue automatically
Reset to default

