269Please respect copyright.PENANAhQXKWSVNDj
Amel merupakan seorang istri bertubuh montok, dengan kedua payudaranya yang berukuran besar.
269Please respect copyright.PENANA8PC15vT6ST
Disuatu pagi ia terbangun tanpa keberadaan sang suami disampingnya. Yang ada hanyalah secarik kertas yang berisikan kalimat perpisahan.
269Please respect copyright.PENANAXl3VAqOFur
"Maaf Sayang. Kita udah gak bisa ngelanjutin pernikahan ini. Aku gak bisa terus-terusan hidup susah." Begitulah bunyi surat singkat yang ditinggalkan Raka untuk sang istri.
269Please respect copyright.PENANAUiAtd1KLIH
Raka memang anak orang kaya, Ayahnya adalah seorang pengusaha sekaligus seorang politikus yang cukup berpengaruh. Berbanding terbalik dengan Amel yang hanyalah anak yatim-piatu dari desa yang tak punya apa-apa.
269Please respect copyright.PENANA5ABfynAa4P
Sejak Awal, Kedua orang tua Raka tak pernah merestui pernikahannya dan Amel. Keduanya tak rela anaknya menikah dengan perempuan desa itu. Menurut mereka, Amel hanya mengincar harta mereka.
269Please respect copyright.PENANAHWvQtrIxvc
Sejak Awal, orang tua Raka terus mempersulit Raka dan Amel. Mereka dibuat kesulitan mencari tempat tinggal dan pekerjaan. Bahkan semenjak menikah keduanya tak punya pekerjaan tetap.
269Please respect copyright.PENANAKTPr9HlNf2
Hal itu lah yang membuat Raka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Amel. Menurutnya, ini adalah keputusan terbaik untuk ia dan sang istri. Dengan begitu, Wanita yang ia cintai tak perlu lagi mengalami penderitaan yang tiada henti.
269Please respect copyright.PENANAiPJJj8zlth
Setelah ditinggalkan Raka, Amel hanya bisa mengurung diri di dalam kamar dan menangisi kepergian sang suami sepanjang hari. Ia tak menyangka laki-laki yang pernah berjanji tidak akan meninggalkannya dan siap hidup susah bersamanya akan pergi meninggalkannya begitu saja.
269Please respect copyright.PENANASm82Cr2UXg
Hari-hari berikutnya dilalui Amel dengan tangisan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali kembali ke kampung. Setidaknya, di kampung masih ada rumah tua peninggalan kedua orang tuanya yang bisa ia tempati. Selain itu, juga masih ada sawah peninggalan kedua orang tuanya yang selama ini dirawat oleh orang kepercayaan orang tuanya, Pak Slamet.
269Please respect copyright.PENANAwBATcyNu6g
Kabar kepulangan Amel yang telah menjanda, dengan cepat menyebar ke seluruh warga desa. Tentu saja kabar itu dengan cepat menyebar, mengingat Amel adalah seorang primadona di desa itu. Di desa itu, tak ada perempuan yang lebih cantik darinya. Dengan wajah cantiknya, ia menjadi idola para laki-laki di desa tersebut, Baik laki-laki yang lebih, seumuran ataupun lebih muda darinya.
269Please respect copyright.PENANAd63V2z4CIH
Amel memiliki wajah cantik, dengan tubuh montok. Kedua payudaranya juga berukuran besar, sehingga menambah daya tariknya.
269Please respect copyright.PENANAfKjuiAXwPn
Seiring berjalannya waktu, satu-persatu dari mereka pun mulai mencoba mendekati Amel. Namun Amel yang sudah pernah merasakan patah hati, tak mudah di taklukkan begitu saja.
269Please respect copyright.PENANASOfrFn4uGK
Salah satu laki-laki yang mencoba mendekatinya adalah Asep (24 tahun) yang tak lain adalah teman SD-nya. Meskipun kedua nya pernah satu kelas, namun sebelumnya keduanya tak begitu dekat.
269Please respect copyright.PENANATsEATiTfZE
Semua itu bermula saat Amel akan pergi ke pasar, ia pergi ke pangkalan ojek dan bertemu dengan Asep disana. Kebetulan saat itu, hanya Asep yang berada di pangkalan ojek.
269Please respect copyright.PENANA6MqgYWcI8g
Sehari-harinya, Asep memang berprofesi sebagai tukang ojek untuk menghidupi keluarganya. Asep telah 2 tahun menikah, namun ia dan sang istri belum dikaruniai keturunan.
269Please respect copyright.PENANAWxYRCxE3qX
Setelah mengantar Amel ke pasar untuk yang pertama kalinya, Asep langsung meminta untuk bertukar no hp. Sejak saat itu, Ia pun resmi menjadi ojek langganan Amel. Kemana pun wanita cantik itu pergi, Ia selalu meminta Asep untuk mengantarnya.
269Please respect copyright.PENANA9GV4JhY5nm
269Please respect copyright.PENANAuDlqhFfZko
269Please respect copyright.PENANA8nM775Is2F
*****
269Please respect copyright.PENANAtfhdaF20Tr
Siang itu, Amel kembali memanggil Asep untuk mengantarnya ke pasar.
269Please respect copyright.PENANAXSGQlwetOp
Tak butuh waktu lama, Asep pun langsung datang menjemput ke rumah Amel yang berada di ujung jalan.
269Please respect copyright.PENANAb1hUGdvTNJ
"Mau kemana, Mel?" Tanya Asep yang datang dengan motor matic-nya.
269Please respect copyright.PENANAXPLLyyCnwX
"Tolong anterin ke pasar, Sep!" Sahut Amel yang langsung naik ke atas motor.
269Please respect copyright.PENANAv1dMPqw8ur
"Siappp!" Sahutnya lalu mulai menarik gas motornya.
269Please respect copyright.PENANAQr0k0TMpCX
Kebetulan jarak dari rumah Amel hingga ke pasar cukup jauh, sehingga membuat Asep memiliki banyak waktu untuk mulai mendekati Amel.
269Please respect copyright.PENANATO2DL4KWgM
"Mel, hari ini kamu cantik banget!" Puji Asep ditengah-tengah perjalanan.
269Please respect copyright.PENANAO84bLVCFSa
"Emang sebelum-sebelumnya gak cantik ya?" Tanya Amel.
269Please respect copyright.PENANABYoOd77OGc
"Tetap cantik sih, tapi hari ini kelihatan beda aja!" Sahut Asep cekikikan.
269Please respect copyright.PENANAxlcer592a0
"Oh ya, Mel! Kamu udah ada rencana buat nikah lagi belum?" Lanjut Asep.
269Please respect copyright.PENANAJM7WQWdN2m
"Belum ada sih, Lagian mau nikah sama siapa?" Tanya Amel menanggapi pertanyaan Asep dengan serius.
269Please respect copyright.PENANA0645TFcTI7
"Sama aku aja, mau gak?" Celetuk Asep sedikit bercanda.
269Please respect copyright.PENANArcyKEnSC0T
"Mau aja sih, kalau Susi (istri Asep) ngizinin!" Sahut Amel balik membalasnya dengan candaan.
269Please respect copyright.PENANAel9TCqDoLD
"Mel, nanti malam kamu udah ada rencana belum?" Tanya Asep.
269Please respect copyright.PENANAnrdzmlnPLw
"Gak ada sih, Paling tidur!" Jawab Amel cuek.
269Please respect copyright.PENANAcPoqiPwg2d
"Janda secantik kamu, Masa gak ada yang ngajak malam mingguan!" Celetuk Asep sedikit mengejek.
269Please respect copyright.PENANAM0Qkb9kjxI
"Kalo nanti malam aku main ke rumah, boleh gak?" Tanya Asep.
269Please respect copyright.PENANAb5vT1Yq8ZW
Amel yang menganggap itu hanya sebuah candaan pun mengiyakannya.
269Please respect copyright.PENANAyRwpHmqyG3
"Boleh aja, asal bawain Bakso buat aku!" Sahut Amel sedikit bercanda.
269Please respect copyright.PENANA1x6yIEVb0Q
"Siap deh, nanti di bawain!" Jawab Asep.
269Please respect copyright.PENANAdCVz16JhQQ
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Asep dan Amel akhirnya tiba di pasar. Amel pun pergi berbelanja ke dalam pasar, sementara Asep menunggunya di luar.
269Please respect copyright.PENANAnFOin0oryR
269Please respect copyright.PENANAh46usv7hW5
269Please respect copyright.PENANAmNQhx9sDNX
*****
269Please respect copyright.PENANAkFs5XlaaIi
Pada malam harinya, Saat Amel tengah berbaring di atas tempat tidur dan mengenang momen bahagia bersama sang suami, ia mendengar suara ketukan pintu yang membuat lamunannya terhenti.
269Please respect copyright.PENANANoogi4btvG
"Siapa yang datang malam-malam gini?" Gumam Amel dalam hati.
269Please respect copyright.PENANAGFn2Yt2I8H
Awalnya, ia sedikit ragu untuk membuka pintu karena suara ketukan pintu yang terdengar begitu pelan. Namun ia tetap memberanikan diri untuk membuka pintu.
269Please respect copyright.PENANACwx966XyAL
Sesaat setelah Amel membukakan pintu, Asep yang sedari tadi berada di depan pintu langsung menerobos masuk ke dalam dan langsung menutup pintu, takut jika ada warga yang melihat ia berada di rumah Amel yang baru saja menjanda.
269Please respect copyright.PENANAFfNKV8KWHZ
"Asep? Kamu ngapain ke sini malam-malam gini?" Tanya Amel sesaat setelah Asep masuk dan menutup pintu.
269Please respect copyright.PENANAVYKwWsH2ks
Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
269Please respect copyright.PENANAVN8bG12COc
"Tadi siang aku kan sudah bilang, mau main kesini!" Sahut Asep sambil menyerahkan kantong plastik yang berada di tangannya.
269Please respect copyright.PENANAD9xtiF8IoT
Laki-laki itu tak datang dengan tangan kosong. Ia datang membawa semangkuk Bakso untuk janda cantik itu.
269Please respect copyright.PENANAHywWfgIXsU
"Ini, aku bawa bakso buat kamu!" Lanjut Asep sambil menyerahkan kantong plastik itu.
269Please respect copyright.PENANA47Kj2kyqPA
"Sebenarnya kamu gak perlu repot-repot gini!" Sahut Amel meraih kantong plastik yang diberikan Asep, lalu mengajak laki-laki itu ke ruang tamu.
269Please respect copyright.PENANAQeZFjR0q27
Asep kemudian duduk di ruang tamu di atas kursi panjang yang terbuat dari rotan itu, menunggu Amel yang pergi ke dapur untuk mengambil mangkuk dan sendok.
269Please respect copyright.PENANA76HpSXBXzE
Tak lama setelah itu, Amel pun kembali ke ruang tamu dan duduk di samping Asep.
269Please respect copyright.PENANAD74bLqEJe4
"Sep, ini kamu gak mau baksonya?" Tanya Amel setelah menuang bakso tersebut ke mangkok.
269Please respect copyright.PENANAVf6O9mEJQ6
"Gak usah, Mel! Aku bawain itu buat kamu!" Sahut Asep yang tampak sedikit gugup.
269Please respect copyright.PENANA5pIfImACcy
Setelah itu, Amel pun mulai melahap Bakso tersebut hingga habis.
269Please respect copyright.PENANABLmlsEM39r
"Sep, Makasih baksonya! Sebenarnya kamu gak perlu repot-repot gini!" Celetuk Amel setelah menghabiskan Bakso itu.
269Please respect copyright.PENANASjUF3xnA8Y
"Iya Mel, Sama-sama!" Sahut Asep yang tampak canggung dan tegang!
269Please respect copyright.PENANAsEYeObcty1
"Sep...! Kamu kenapa sih, kok tegang gitu?" Tanya Amel yang menyadari bahwa Asep bertingkah aneh.
269Please respect copyright.PENANAzGLewcA97F
Asep pun tak menjawab pertanyaan itu.
269Please respect copyright.PENANAAgGFH585BJ
"Mel, kamu cantik...!" Ujar Asep, lalu mendaratkan tangan kanannya di atas paha mulus Amel, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah janda cantik itu.
269Please respect copyright.PENANAzwP0qTwIOg
Saat itu Amel hanya mengenakan celana pendek berwarna abu-abu serta baju kaos berwarna senada.
269Please respect copyright.PENANAKO12cwhPSp
===========
BACA CERITA LENGKAPNYA DISINI 👇
https://victie.com/novels/hasrat-sang-janda-desa
ns216.73.216.23da2


