/story/214943/cukup/
Cukup | Penana
arrow_back
Cukup
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Cukup
lthfh20
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)


Saya tidak pernah minta dilihat.

Tapi aku juga tidak meminta

didudukkan di tempat

yang membuat semua yang kukerjakan

terasa tidak pernah ada.


Ada yang tahu caranya berbicara di depan orang.

Ada yang tahu bagaimana mengambil ruang.


Aku tahu cara lain —

yang tidak perlu saksi,

yang tidak perlu tepuk tangan,

yang selesai dikerjakan

sebelum orang-orang datang.


Malam itu aku duduk diam

di antara orang-orang yang bergerak.

Bukan karena tidak punya apa-apa,

tapi karena apa yang kupunya

tidak dibutuhkan di sana.


Dan itu menyakitkan

dengan cara yang sulit dijelaskan.


Ini bukan tentang ingin dipuji.

Ini hanya tentang

ingin diletakkan

pada tempat yang benar.


Cukup... 

Untuk kali ini,

biar aku akui saja —


aku terluka.

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time:
toc Table of Contents
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.