671Please respect copyright.PENANAr9i8IQppQj
Aku mengangguk, tanganku naik ke payudaranya yang besar dan lembut, meremasnya pelan. Putingnya keras dan sensitif, Mama mendesah manja setiap kali aku cubit ringan.
671Please respect copyright.PENANA6VQMKEj3AS
Mama mengangkat pinggulnya sedikit, tangannya memegang kontolku yang keras, menuntun ujungnya ke mulut memeknya yang sudah banjir. Dia menggesekkan kepalanya beberapa kali di sana, membasahinya dengan cairannya sendiri, lalu perlahan menurunkan tubuhnya.
671Please respect copyright.PENANAL9UfXTh7Dd
"Aaahhh... besar sekali, Nak..." erang Mama panjang saat kepala kontolku mulai masuk ke dalam liang vaginanya yang panas dan sempit. Dia turun sangat pelan, menikmati setiap inci yang masuk. Wajahnya memerah, matanya setengah terpejam karena kenikmatan.
671Please respect copyright.PENANAvF7YEWsZJf
Aku merasakan dinding memeknya yang hangat dan berdenyut mencengkeramku erat. Begitu kontolku sepenuhnya tenggelam di dalamnya, Mama berhenti sejenak, napasnya tersengal.
671Please respect copyright.PENANAzcIJzfVKXs
"Kamu sudah di dalam Mama... sepenuhnya milik Mama sekarang," katanya dengan suara parau penuh kebahagiaan. Dia mulai bergerak naik turun perlahan, ritme yang lembut dan penuh kasih sayang, seperti sedang merawat suaminya dengan tubuhnya sendiri.
671Please respect copyright.PENANANdnd4za1fe
Payudaranya yang montok bergoyang-goyang indah di depan wajahku. Aku bangun sedikit, menangkap satu putingnya dengan mulut, mengisap dan menjilatnya kuat sambil tanganku meremas yang satunya. Mama semakin liar, pinggulnya berputar pelan setiap kali turun, membuat kontolku terasa semakin dalam.
671Please respect copyright.PENANAv0a4k7KV9U
"Iya... seperti itu Sayang... hisap payudara Mama... Mama milikmu," desahnya sambil mempercepat gerakan. Suara basah percintaan kami memenuhi kamar — plok plok plok yang ritmis dan erotis.
671Please respect copyright.PENANAzjIa94YFfP
Aku membalik posisi kami dengan lembut. Sekarang aku yang di atas, menindih tubuh Mama yang montok. Aku menggenjotnya dengan irama sedang, setiap hentakan membuat payudaranya bergoyang liar. Mama memeluk punggungku erat, kuku-kukunya mencakar pelan, kakinya melingkar di pinggangku seolah tak mau melepaskan.
671Please respect copyright.PENANAw3rkUMIOfm
"Lebih dalam, Reza... isi Mama... Mama mau merasakan kamu sepenuhnya," pintanya dengan suara manja yang membuatku semakin bergairah.
671Please respect copyright.PENANAkokqPrFPSr
Aku mempercepat hentakan, kontolku keluar masuk memeknya dengan lancar karena sudah sangat basah. Mama menjerit kecil kenikmatan setiap kali kepala kontolku menyentuh titik paling dalamnya. Tubuhnya mulai kejang, memeknya semakin mencengkeram erat.
671Please respect copyright.PENANAPjLWQ6qdm5
"Aku... mau keluar, Ma..." erangku.
"Di dalam saja, Sayang... isi rahim Mama... Mama ingin merasakan panasnya anak Mama di dalam," pinta Mama sambil memelukku lebih erat.
671Please respect copyright.PENANAuP99oEMJza
Dengan dorongan terakhir yang kuat dan dalam, aku menyemburkan sperma panasku ke dalam rahimnya. Mama mencapai orgasme bersamaku, tubuhnya menggigil hebat, memeknya berdenyut-denyut mengisap habis cairanku. Kami berdua menjerit bersama, napas tersengal-sengal.
671Please respect copyright.PENANAN8s9as9fFR
Setelahnya, aku ambruk di atas tubuhnya. Mama mengelus rambutku dengan lembut, menciumi kening, pipi, dan bibirku penuh kasih.
671Please respect copyright.PENANAs211hepkNX
"Ini baru awal, Nak. Mulai hari ini, Mama akan melayanimu setiap hari... pagi, siang, malam. Mama adalah istrimu sekarang. Kamu adalah suami Mama."
671Please respect copyright.PENANAvKcSkUdcIx
Aku hanya mengangguk iya istriku.
Sore harinya aku pulang kerja dengan perasaan yang campur aduk. Sepanjang hari di kantor, pikiranku terus melayang ke Mama — ke kehangatan memeknya yang mencengkeramku pagi tadi, suara desahannya yang manja, dan janjinya untuk melayaniku setiap saat.
671Please respect copyright.PENANA6SkxGxXzFA
Begitu pintu rumah terbuka, aroma masakan enak langsung menyambut. Mama muncul dari dapur dengan senyum cerah. Kali ini dia memakai apron di atas daster tipis yang sangat pendek, bagian bawahnya hampir tak menutupi pantatnya yang montok.
671Please respect copyright.PENANAkRzVIhpmDP
"Selamat pulang, Suamiku..." sapanya lembut sambil langsung memelukku erat. Payudaranya yang besar menempel di dadaku. Dia mencium bibirku singkat tapi penuh kasih, bukan ciuman ibu-anak biasa lagi.
671Please respect copyright.PENANAe0Qr4tfxhs
"Ma... kamu panggil aku apa tadi?" tanyaku sambil tersenyum.
671Please respect copyright.PENANAzcu5qQRjFD
"Suamiku," jawabnya tanpa ragu, matanya berbinar. "Mulai hari ini, di rumah ini Mama adalah istrimu. Kamu adalah kepala rumah tangga, suami Mama yang harus Mama layani dengan sepenuh hati."
671Please respect copyright.PENANAIVRWjRLdWq
Mama membantuku melepas sepatu dan jas kerja, lalu menuntun aku ke sofa ruang tamu. Dia berlutut di depanku, membuka kaos kakiku dengan telaten, lalu memijat telapak kakiku yang lelah.
671Please respect copyright.PENANAGzB0WzgbUh
"Mama sudah siapkan air hangat buat mandi. Tapi sebelum itu, istirahat dulu ya. Mama buatkan teh hangat."
671Please respect copyright.PENANAYGI78tmMI2
Aku menarik tangannya agar naik ke pangkuanku. "Nggak usah repot dulu, Ma. Peluk aku aja."
671Please respect copyright.PENANAb3b7a5qhmM
Mama langsung naik ke pangkuanku, duduk menghadapku dengan kaki terbuka. Dasternya naik sampai pinggang, memeknya yang masih agak bengkak karena pagi tadi langsung menempel di kontolku yang mulai mengeras di balik celana.
671Please respect copyright.PENANAVT25XUsPLM
"Kamu sudah keras lagi..." bisiknya sambil menggesekkan pinggulnya pelan. "Kerja seharian pasti capek. Biar Mama obati ya."
671Please respect copyright.PENANANUDtTyBf4t
Dia membuka resleting celanaku, mengeluarkan kontolku yang sudah tegak sempurna, lalu menuntunnya masuk ke dalam memeknya yang sudah basah kembali. Kali ini dia duduk perlahan sampai habis, mendesah panjang.
671Please respect copyright.PENANAwXqj0YiaPp
"Aaahh... enak sekali... kontol suami Mama pas banget di dalam," gumamnya sambil memeluk leherku dan mulai naik turun dengan ritme lambat.
671Please respect copyright.PENANA5Q3PaDIPMU
Kami bercinta di sofa ruang tamu dengan posisi Mama di atas. Gerakannya penuh dedikasi — naik turun, berputar, menggoyang pinggulnya seperti penari yang ahli. Payudaranya yang besar bergoyang di depan wajahku, aku menangkapnya dengan mulut, mengisap putingnya bergantian.
671Please respect copyright.PENANAasw6kRG1Ns
"Iya... hisap yang kuat, Sayang. Payudara Mama cuma buat suami Mama," erangnya.
671Please respect copyright.PENANAEVi4fa6ejH
Aku memegang pinggulnya yang lebar, membantu ritme agar semakin cepat. Suara basah percintaan kami memenuhi ruangan. Mama semakin liar, memelukku erat sambil berbisik kata-kata mesra.
671Please respect copyright.PENANAu4SCymqOFx
"Tiap pulang kerja, Mama akan siap seperti ini... mandiin kamu, pijitin kamu, kasih susu hangat dari memek Mama... apa pun yang suami mau."
671Please respect copyright.PENANA2BlCt0WYNt
Aku tidak tahan lama. Dengan beberapa hentakan kuat dari bawah, aku menyemburkan sperma panas lagi ke dalam rahimnya. Mama orgasme bersamaku, tubuhnya kejang, memeknya mengisap kuat sambil menjerit kecil kenikmatan.
671Please respect copyright.PENANARgdGHBaPbv
Setelah itu, Mama tidak langsung bangun. Dia tetap duduk di pangkuanku, kontolku masih di dalamnya, sambil mengelus rambutku lembut.
671Please respect copyright.PENANAE3ulZEAZDW
"Makan malam nanti ya. Sekarang biar Mama peluk dulu suami Mama yang hebat ini."
671Please respect copyright.PENANA7KXPem6hwA
Malam itu, setelah makan dan mandi bersama, kami tidur dalam satu kamar — kamar utama yang dulu milik Papa. Mama tidur telanjang dalam pelukanku, kepalanya di dada ku, tangannya memegang kontolku dengan lembut sepanjang malam.
671Please respect copyright.PENANAOyuRfofFQD
"Ini rutinitas kita sekarang, Reza. Mama akan melayanimu layaknya istri yang paling setia."
671Please respect copyright.PENANAhPR4FfVmAM
671Please respect copyright.PENANAvh0wQwPJrN
671Please respect copyright.PENANABKww6Yenaz


