638Please respect copyright.PENANAFMwZmxxPST
Aku terbangun saat cahaya matahari pagi menyusup lewat celah gorden kamar. Tubuhku terasa hangat dan berat. Butuh beberapa detik untuk sadar bahwa Mama masih berada di pelukanku.
638Please respect copyright.PENANA8dQ1scnJ6M
Kami tidur saling berpelukan sepanjang malam. Kepala Mama bersandar di dada ku, rambutnya yang harum tersebar di bahuku. Satu tangannya memeluk pinggangku erat, sementara kakinya melingkar di paha ku. Daster tipisnya sudah naik sampai ke pinggul, memperlihatkan paha putihnya yang mulus.
638Please respect copyright.PENANA3su0jZLmy3
Aku merasa kejantananku sudah tegang sejak bangun, menekan pelan ke perut Mama karena posisi kami yang sangat dekat. Aku berusaha diam, takut membangunkannya. Tapi Mama ternyata sudah terjaga lebih dulu.
638Please respect copyright.PENANA0IaqNg06Tu
"Pagi, Sayang..." bisiknya dengan suara mengantuk yang manja. Dia mengangkat wajahnya, tersenyum lembut sambil mengusap dada ku. "Kamu tidur nyenyak? Mama enak banget peluk kamu semalaman. Hangat... aman."
"Ma... pagi," jawabku serak. "Kamu... nyaman?"
638Please respect copyright.PENANAnKRoPtfyt6
"Sangat nyaman. Sudah lama Mama nggak tidur sebaik ini." Mama bergeser sedikit lebih dekat, sengaja menggesekkan tubuhnya ke tubuhku. Payudaranya yang besar dan lembut menekan dada ku lebih kuat. Aku bisa merasakan putingnya yang mengeras melalui kain tipis.
638Please respect copyright.PENANAbCMQ6R7pKy
Tangan Mama turun pelan, mengelus perutku, lalu berhenti di pinggul. Jarinya menyentuh pinggiran celana pendekku dengan gerakan ringan, seolah tak sengaja.
638Please respect copyright.PENANAtq0F6udV1Z
"Kamu tegang pagi-pagi begini, Nak? Biasa kan laki-laki begitu..." katanya pelan, suaranya penuh pengertian seperti ibu yang tahu segalanya. "Mama dulu sering bangunin Papa dengan pijitan pagi. Mau Mama bantu rileksin sedikit?"
638Please respect copyright.PENANAzkCHBw1OgF
Aku terdiam, jantung berdegup kencang. Mama tersenyum melihat wajahku yang bingung campur gelisah. Dia bangun duduk, rambutnya acak-acakan tapi justru terlihat semakin cantik.
638Please respect copyright.PENANAEsemQ7U2bH
"Ayo mandi pagi bareng ya. Mama siapkan air hangatnya. Biar Mama yang mandiin kamu seperti dulu waktu kecil. Kamu capek kerja terus, biar Mama layanin anak Mama yang sudah besar ini."
638Please respect copyright.PENANAdlMPliXHaf
Tanpa menunggu jawaban, Mama turun dari kasur dan menggandeng tanganku ke kamar mandi. Air hangat sudah mengalir dari keran shower. Dia membuka dasternya perlahan di depanku, memperlihatkan tubuh telanjangnya yang montok tanpa malu-malu. Payudaranya besar dan masih kencang, pinggulnya lebar, memeknya yang rapi terlihat sedikit basah.
638Please respect copyright.PENANAit7tDTbb9o
"Mama telanjang aja biar nggak basah dasternya," katanya santai sambil tersenyum. "Kamu juga lepas celananya, Sayang."
638Please respect copyright.PENANApBafSKMH5q
Aku melepas celana pendekku dengan tangan gemetar. Kontolku sudah berdiri tegak, menunjuk ke arahnya. Mama melirik sebentar, matanya sedikit melebar tapi langsung tersenyum lembut.
638Please respect copyright.PENANAeTNrddQlQx
"Wah... anak Mama sudah besar sekali ya," gumamnya sambil menggenggam tanganku lagi dan menarikku ke bawah shower.
638Please respect copyright.PENANAJBNTk5rkH7
Air hangat mengguyur tubuh kami. Mama mengambil sabun cair, menuang ke telapak tangannya, lalu mulai menggosok tubuhku dengan telaten. Mulai dari dada, perut, punggung, sampai ke paha. Gerakannya lembut tapi menyeluruh, seperti seorang istri yang merawat suaminya.
638Please respect copyright.PENANA4e2UW7kZin
Saat tangannya mencapai kejantanan ku yang keras, Mama berhenti sejenak. Dia menatap mataku dalam-dalam.
638Please respect copyright.PENANAEAv0FkKJBq
"Boleh Mama cuci ini juga? Biar bersih dan rileks..." bisiknya. Tanpa menunggu, tangan lembutnya membungkus batang kontolku, menggosok pelan dengan sabun. Gerakan naik turunnya sangat perlahan, penuh perhatian, jempolnya sesekali mengelus kepala yang sensitif.
638Please respect copyright.PENANAS8YC8p2jcp
"Aahh... Ma..." erangku pelan.
"Shhh... tenang saja, Nak. Mama cuma mau layanin kamu. Biar kamu merasa dicintai sepenuhnya," katanya sambil terus memijat pelan. Payudaranya yang basah sesekali menyentuh dada ku saat dia bergerak.
638Please respect copyright.PENANAsVG9qFgcEX
Kami mandi cukup lama. Mama membiarkan aku membalas menggosok punggung dan pinggulnya, tapi perhatiannya tetap sepenuhnya padaku.
638Please respect copyright.PENANAllbKW7LLmH
Setelah selesai, dia mengeringkan tubuhku dengan handuk besar, mengelap setiap inci kulitku dengan hati-hati, termasuk bagian bawah yang masih tegang.
638Please respect copyright.PENANAUNG2LkzS5G
Setelah mandi bersama yang membuat tubuhku segar sekaligus tegang, kami berpindah ke meja makan. Mama hanya memakai daster tipis tanpa apa-apa di dalamnya.
638Please respect copyright.PENANAn5hlShPnBn
Setiap gerakannya membuat kain itu menempel di tubuh montoknya, memperlihatkan lekuk payudara dan pinggulnya dengan jelas.
638Please respect copyright.PENANAXvELNMbDzb
Dia menyajikan nasi goreng spesial kesukaanku, lengkap dengan telur mata sapi dan kerupuk. Tapi kali ini Mama tidak duduk di seberang. Dia duduk tepat di sampingku, bahkan hampir menempel. Sesekali tangannya mengelus paha ku di bawah meja sambil tersenyum manja.
638Please respect copyright.PENANAPUSkqyIt8n
"Makan yang banyak ya Sayang. Biar kuat kerja nanti," katanya sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutku. Gerakannya lembut, penuh kasih sayang, seperti sedang merawat suaminya yang lelah.
638Please respect copyright.PENANA1YWa7SRRx9
Aku merasa aneh tapi nyaman. "Mama... kamu nggak usah gini. Aku bisa sendiri."
638Please respect copyright.PENANAwPUkoaiDpO
Mama menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca sedikit. "Mama senang melakukannya, Reza. Setelah Papa pergi, Mama merasa kosong. Sekarang ada kamu... Mama ingin kamu merasa bahwa Mama adalah segalanya buat kamu. Seperti istri yang selalu siap melayani suaminya."
638Please respect copyright.PENANAHR4nGItWri
Kata-kata itu membuat kontolku yang belum sepenuhnya reda kembali berdenyut. Setelah sarapan selesai, Mama membersihkan piring dengan cepat, lalu menggandeng tanganku kembali ke kamar tidur.
638Please respect copyright.PENANAlWG1iRrBKQ
"Sekarang waktunya pijitan yang Mama janji tadi," bisiknya sambil mendorongku lembut agar berbaring telentang di kasur.
638Please respect copyright.PENANAIYbtErtLYU
Mama naik ke kasur, duduk di pinggulku. Dasternya sengaja dibuka sedikit di bagian depan sehingga payudaranya hampir tumpah keluar. Tangan lembutnya mulai memijat bahu, dada, lalu turun ke perutku. Gerakannya semakin turun, semakin berani.
638Please respect copyright.PENANAU87CQUejjK
"Kamu masih tegang di sini ya..." gumamnya saat jarinya menyentuh pinggiran celana pendekku yang sudah menonjol. "Biar Mama urus yang ini juga. Biar anak Mama rileks total sebelum berangkat kerja."
638Please respect copyright.PENANAOYl4cXQoIP
Aku hanya bisa mengangguk, napas mulai memburu. Mama menarik celana pendekku perlahan ke bawah hingga kontolku melompat bebas, sudah keras dan menegang sempurna di depan wajahnya.
638Please respect copyright.PENANALPpl2FpAYh
"Wah... besar dan berdenyut sekali," katanya dengan suara kagum yang lembut, seperti ibu yang bangga melihat anaknya tumbuh besar.
638Please respect copyright.PENANA1wbt0kIWLj
Tangannya yang hangat membungkus batangku perlahan, mengusap naik turun dengan gerakan pelan dan penuh perhatian. Jempolnya mengelilingi kepala kontol yang sensitif, menyebar precum yang keluar.
638Please respect copyright.PENANAKlcL1QgTLR
"Ma... ahh..." erangku.
"Tenang saja, Nak. Mama tahu cara merawat suaminya. Biar Mama layani dengan baik..."
638Please respect copyright.PENANA2V0jaj7Fkn
Mama menunduk lebih rendah. Nafas hangatnya menyapu ujung kontolku sebelum lidahnya menyentuh pelan, menjilat dari bawah ke atas dengan gerakan lambat yang menyiksa.
638Please respect copyright.PENANAFBQqEt6Fyk
Dia mencium kepalanya lembut, lalu membuka mulut dan menyedotnya masuk perlahan. Hangat, basah, dan penuh kasih sayang. Lidahnya berputar di sekitar batang sambil tangannya memijat bola-bolaku dengan lembut.
638Please respect copyright.PENANAHSBDN47dMA
Aku meremas sprei, kenikmatan memenuhi seluruh tubuh. Mama melayaniku dengan dedikasi total, kepalanya naik turun perlahan, sesekali menenggelamkan kontolku lebih dalam hingga menyentuh tenggorokannya.
638Please respect copyright.PENANAVotTb7SV5V
Suara kecil "nggh... slurp..." yang keluar dari mulutnya membuat suasana semakin panas.
638Please respect copyright.PENANAYwmMK2GloM
Setelah beberapa menit, Mama melepaskan mulutnya dengan bunyi "pop" yang erotis. Bibirnya basah oleh air liur dan precum. Dia naik ke atas tubuhku, duduk di pangkuanku sambil menggesekkan memeknya yang sudah basah ke batang kontolku.
638Please respect copyright.PENANAX5BxO6Tsh9
"Masih mau lanjut atau cukup sampai sini dulu, Sayang?" tanyanya sambil menatap mataku dalam, payudaranya bergoyang pelan di depan wajahku.
"Mama siap melayani kamu sepenuhnya... kapan pun kamu mau."638Please respect copyright.PENANAwdTX8Mqjzz


