/story/214848/tawanan-kesayangan-tuan-gabriel/toc
Tawanan Kesayangan Tuan Gabriel | Penana
arrow_back
Tawanan Kesayangan Tuan Gabriel
more_vert share bookmark_border file_download
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
PG-13
Tawanan Kesayangan Tuan Gabriel
Daoistovzdb
Intro Table of Contents Top sponsors Comments (0)

Suara seruan kasar itu membelah udara dingin malam yang mencekam. "Lucas, kau bawa saja dia untuk Tuan Gabriel! Dia pasti akan senang! Lihat tubuhnya, sempurna."

 

Tubuh mungil Alia Maudy Pertiwi seketika membeku. Napasnya tercekat di pangkal tenggorokannya, rasa takut merambat cepat di setiap urat nadinya. Gadis polos itu tak pernah menyangka nasibnya akan berakhir di tangan orang-orang jahat, dijadikan barang dagangan untuk diserahkan kepada sosok yang namanya sendiri sudah cukup membuat siapa pun gemetar ketakutan—Gabriel Alessandro De Luca. Seorang pria berdarah campuran Italia yang memegang kendali penuh atas dunia gelap kota ini; kejam, dingin, berkuasa, dan tak pernah mengenal belas kasih.

 

Saat ia dihadapkan pada sosok bertudung yang gagah dan mengerikan itu, dunia Alia terasa runtuh. Ibu jari pria itu menjepit rahang kecilnya dengan kasar namun penuh penilaian, membuat Alia tak berdaya bergerak.

 

"Kau... Masih pe-ra-wan?" suara berat Gabriel terdengar dingin dan menusuk, matanya menatap tajam menelanjangi ketakutan Alia.

 

Jantung Alia berdegup kencang tak beraturan. Wajahnya pucat pasi, bibirnya memutih menahan isak tangis. Di hadapannya, Gabriel terlihat begitu mengerikan dengan bibir tipisnya yang menjepit sebatang cerutu, menebarkan aura bahaya yang mematikan. Mulut Alia terkunci rapat, ia sama sekali tak mampu mengeluarkan suara apa pun.

 

Namun, ancaman itu datang semakin nyata. Lucas, anak buah setia Gabriel, menodongkan senjata tepat ke arahnya sambil berbisik penuh ancaman: "Hey Nona, pilih saja, menuruti kami atau….. kepalamu akan kami lubangi?"

 

Di detik itu, Alia sadar ia berada di persimpangan hidup dan mati. Apakah ia akan mati malam ini? Atau justru ia harus menyerahkan diri dan kesuciannya kepada iblis berwajah manusia itu demi tetap hidup?

 

Alia hanyalah mangsa yang terperangkap. Tapi Gabriel, pria yang mengira dirinya hanya sedang mendapatkan barang hiburan baru, perlahan mulai menyadari sesuatu. Di balik ketakutan dan kepolosan gadis itu, ada ketegaran yang tak terduga. Akankah Alia tetap menjadi tawanan yang lemah? Atau justru dialah satu-satunya makhluk yang ditakdirkan untuk masuk ke dalam hati beku dan gelap milik Tuan Gabriel?

Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time: 10 minutes
toc Table of Contents
No tags yet.
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.