Amel merupakan seorang istri bertubuh montok, dengan kedua payudaranya yang berukuran besar.
937Please respect copyright.PENANAF9eyI2Pk4g
Disuatu pagi ia terbangun tanpa keberadaan sang suami disampingnya. Yang ada hanyalah secarik kertas yang berisikan kalimat perpisahan.
937Please respect copyright.PENANAsjk1V0ZuLj
"Maaf Sayang. Kita udah gak bisa ngelanjutin pernikahan ini. Aku gak bisa terus-terusan hidup susah." Begitulah bunyi surat singkat yang ditinggalkan Raka untuk sang istri.
937Please respect copyright.PENANA7kPws8QTpB
Raka memang anak orang kaya, Ayahnya adalah seorang pengusaha sekaligus seorang politikus yang cukup berpengaruh. Berbanding terbalik dengan Amel yang hanyalah anak yatim-piatu dari desa yang tak punya apa-apa.
937Please respect copyright.PENANAqQgHil4spK
Sejak Awal, Kedua orang tua Raka tak pernah merestui pernikahannya dan Amel. Keduanya tak rela anaknya menikah dengan perempuan desa itu. Menurut mereka, Amel hanya mengincar harta mereka.
937Please respect copyright.PENANALWvrWG3hZ1
Sejak Awal, orang tua Raka terus mempersulit Raka dan Amel. Mereka dibuat kesulitan mencari tempat tinggal dan pekerjaan. Bahkan semenjak menikah keduanya tak punya pekerjaan tetap.
937Please respect copyright.PENANAqVv3rQDRJS
Hal itu lah yang membuat Raka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Amel. Menurutnya, ini adalah keputusan terbaik untuk ia dan sang istri. Dengan begitu, Wanita yang ia cintai tak perlu lagi mengalami penderitaan yang tiada henti.
937Please respect copyright.PENANA8BAX5GW6UP
Setelah ditinggalkan Raka, Amel hanya bisa mengurung diri di dalam kamar dan menangisi kepergian sang suami sepanjang hari. Ia tak menyangka laki-laki yang pernah berjanji tidak akan meninggalkannya dan siap hidup susah bersamanya akan pergi meninggalkannya begitu saja.
937Please respect copyright.PENANAvR99228YeW
Hari-hari berikutnya dilalui Amel dengan tangisan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali kembali ke kampung. Setidaknya, di kampung masih ada rumah tua peninggalan kedua orang tuanya yang bisa ia tempati. Selain itu, juga masih ada sawah peninggalan kedua orang tuanya yang selama ini dirawat oleh orang kepercayaan orang tuanya, Pak Slamet.
937Please respect copyright.PENANADddTM10AqC
Kabar kepulangan Amel yang telah menjanda, dengan cepat menyebar ke seluruh warga desa. Tentu saja kabar itu dengan cepat menyebar, mengingat Amel adalah seorang primadona di desa itu. Di desa itu, tak ada perempuan yang lebih cantik darinya. Dengan wajah cantiknya, ia menjadi idola para laki-laki di desa tersebut, Baik laki-laki yang lebih, seumuran ataupun lebih muda darinya.
937Please respect copyright.PENANAHxqXcZVwGU
Amel memiliki wajah cantik, dengan tubuh montok. Kedua payudaranya juga berukuran besar, sehingga menambah daya tariknya.
937Please respect copyright.PENANAcKouRc3fcf
Seiring berjalannya waktu, satu-persatu dari mereka pun mulai mencoba mendekati Amel. Namun Amel yang sudah pernah merasakan patah hati, tak mudah di taklukkan begitu saja.
937Please respect copyright.PENANAbGL5MerLhT
Salah satu laki-laki yang mencoba mendekatinya adalah Asep (24 tahun) yang tak lain adalah teman SD-nya. Meskipun kedua nya pernah satu kelas, namun sebelumnya keduanya tak begitu dekat.
937Please respect copyright.PENANAv9g8eLI3a5
Semua itu bermula saat Amel akan pergi ke pasar, ia pergi ke pangkalan ojek dan bertemu dengan Asep disana. Kebetulan saat itu, hanya Asep yang berada di pangkalan ojek.
937Please respect copyright.PENANAHLQAArTNRZ
Sehari-harinya, Asep memang berprofesi sebagai tukang ojek untuk menghidupi keluarganya. Asep telah 2 tahun menikah, namun ia dan sang istri belum dikaruniai keturunan.
937Please respect copyright.PENANA7v735qtnb2
Setelah mengantar Amel ke pasar untuk yang pertama kalinya, Asep langsung meminta untuk bertukar no hp. Sejak saat itu, Ia pun resmi menjadi ojek langganan Amel. Kemana pun wanita cantik itu pergi, Ia selalu meminta Asep untuk mengantarnya.
937Please respect copyright.PENANA84vNA51aYR
937Please respect copyright.PENANAry20lbJQw0
937Please respect copyright.PENANApVH7qRS1DF
*****
937Please respect copyright.PENANAiNyr4MOfOV
Siang itu, Amel kembali memanggil Asep untuk mengantarnya ke pasar.
937Please respect copyright.PENANAiPU7ulD01F
Tak butuh waktu lama, Asep pun langsung datang menjemput ke rumah Amel yang berada di ujung jalan.
937Please respect copyright.PENANA3NNbhw87CO
"Mau kemana, Mel?" Tanya Asep yang datang dengan motor matic-nya.
937Please respect copyright.PENANAbUPMzJRUoM
"Tolong anterin ke pasar, Sep!" Sahut Amel yang langsung naik ke atas motor.
937Please respect copyright.PENANArvEbyMbbW8
"Siappp!" Sahutnya lalu mulai menarik gas motornya.
937Please respect copyright.PENANAlzEDNpNtjB
Kebetulan jarak dari rumah Amel hingga ke pasar cukup jauh, sehingga membuat Asep memiliki banyak waktu untuk mulai mendekati Amel.
937Please respect copyright.PENANAHWKSu302dr
"Mel, hari ini kamu cantik banget!" Puji Asep ditengah-tengah perjalanan.
937Please respect copyright.PENANAWmPlS3laMu
"Emang sebelum-sebelumnya gak cantik ya?" Tanya Amel.
937Please respect copyright.PENANApuSFZ2aEea
"Tetap cantik sih, tapi hari ini kelihatan beda aja!" Sahut Asep cekikikan.
937Please respect copyright.PENANADc2fPuH6bB
"Oh ya, Mel! Kamu udah ada rencana buat nikah lagi belum?" Lanjut Asep.
937Please respect copyright.PENANA6KW7HHnJh5
"Belum ada sih, Lagian mau nikah sama siapa?" Tanya Amel menanggapi pertanyaan Asep dengan serius.
937Please respect copyright.PENANAuoNEBsOJSO
"Sama aku aja, mau gak?" Celetuk Asep sedikit bercanda.
937Please respect copyright.PENANAhw7VNLG7WL
"Mau aja sih, kalau Susi (istri Asep) ngizinin!" Sahut Amel balik membalasnya dengan candaan.
937Please respect copyright.PENANAV2OD5yriwe
"Mel, nanti malam kamu udah ada rencana belum?" Tanya Asep.
937Please respect copyright.PENANA6rqdETDsEL
"Gak ada sih, Paling tidur!" Jawab Amel cuek.
937Please respect copyright.PENANAczsM7mJ1LA
"Janda secantik kamu, Masa gak ada yang ngajak malam mingguan!" Celetuk Asep sedikit mengejek.
937Please respect copyright.PENANAcwAuZoHaba
"Kalo nanti malam aku main ke rumah, boleh gak?" Tanya Asep.
937Please respect copyright.PENANAr3Wvx51C6G
Amel yang menganggap itu hanya sebuah candaan pun mengiyakannya.
937Please respect copyright.PENANAnfPKWKPY3V
"Boleh aja, asal bawain Bakso buat aku!" Sahut Amel sedikit bercanda.
937Please respect copyright.PENANA4jR6S5NTK8
"Siap deh, nanti di bawain!" Jawab Asep.
937Please respect copyright.PENANAdQklBwsw83
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Asep dan Amel akhirnya tiba di pasar. Amel pun pergi berbelanja ke dalam pasar, sementara Asep menunggunya di luar.
937Please respect copyright.PENANAMtO0JEEwJ1
937Please respect copyright.PENANAxi5H3grCLv
937Please respect copyright.PENANAfWjWgIPeF5
*****
937Please respect copyright.PENANA38T4OkSmxt
Pada malam harinya, Saat Amel tengah berbaring di atas tempat tidur dan mengenang momen bahagia bersama sang suami, ia mendengar suara ketukan pintu yang membuat lamunannya terhenti.
937Please respect copyright.PENANA9J4BSL9I1W
"Siapa yang datang malam-malam gini?" Gumam Amel dalam hati.
937Please respect copyright.PENANAeFWj6soNu9
Awalnya, ia sedikit ragu untuk membuka pintu karena suara ketukan pintu yang terdengar begitu pelan. Namun ia tetap memberanikan diri untuk membuka pintu.
937Please respect copyright.PENANA9hzJndq9qz
Sesaat setelah Amel membukakan pintu, Asep yang sedari tadi berada di depan pintu langsung menerobos masuk ke dalam dan langsung menutup pintu, takut jika ada warga yang melihat ia berada di rumah Amel yang baru saja menjanda.
937Please respect copyright.PENANA8wzWk5LxQj
"Asep? Kamu ngapain ke sini malam-malam gini?" Tanya Amel sesaat setelah Asep masuk dan menutup pintu.
937Please respect copyright.PENANAJ6mfY2hIRp
Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
937Please respect copyright.PENANAYHmL2Dpe3B
"Tadi siang aku kan sudah bilang, mau main kesini!" Sahut Asep sambil menyerahkan kantong plastik yang berada di tangannya.
937Please respect copyright.PENANAFz4OzPz1az
Laki-laki itu tak datang dengan tangan kosong. Ia datang membawa semangkuk Bakso untuk janda cantik itu.
937Please respect copyright.PENANA4VMx9qTnze
"Ini, aku bawa bakso buat kamu!" Lanjut Asep sambil menyerahkan kantong plastik itu.
937Please respect copyright.PENANAoepB6PzKXv
"Sebenarnya kamu gak perlu repot-repot gini!" Sahut Amel meraih kantong plastik yang diberikan Asep, lalu mengajak laki-laki itu ke ruang tamu.
937Please respect copyright.PENANA1x1Q8WZYH3
Asep kemudian duduk di ruang tamu di atas kursi panjang yang terbuat dari rotan itu, menunggu Amel yang pergi ke dapur untuk mengambil mangkuk dan sendok.
937Please respect copyright.PENANAwdnS6qn2bS
Tak lama setelah itu, Amel pun kembali ke ruang tamu dan duduk di samping Asep.
937Please respect copyright.PENANAn6qy2qhvqV
"Sep, ini kamu gak mau baksonya?" Tanya Amel setelah menuang bakso tersebut ke mangkok.
937Please respect copyright.PENANAga2qtwPivB
"Gak usah, Mel! Aku bawain itu buat kamu!" Sahut Asep yang tampak sedikit gugup.
937Please respect copyright.PENANAzN535Uj5nL
Setelah itu, Amel pun mulai melahap Bakso tersebut hingga habis.
937Please respect copyright.PENANA4yp9U6SWC4
"Sep, Makasih baksonya! Sebenarnya kamu gak perlu repot-repot gini!" Celetuk Amel setelah menghabiskan Bakso itu.
937Please respect copyright.PENANAbrTmmsyPXt
"Iya Mel, Sama-sama!" Sahut Asep yang tampak canggung dan tegang!
937Please respect copyright.PENANAFarSitttXY
"Sep...! Kamu kenapa sih, kok tegang gitu?" Tanya Amel yang menyadari bahwa Asep bertingkah aneh.
937Please respect copyright.PENANATR2lQBoKp8
Asep pun tak menjawab pertanyaan itu.
937Please respect copyright.PENANASaUA9ijLa6
"Mel, kamu cantik...!" Ujar Asep, lalu mendaratkan tangan kanannya di atas paha mulus Amel, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah janda cantik itu.
937Please respect copyright.PENANA9EozYgsDbf
Saat itu Amel hanya mengenakan celana pendek berwarna abu-abu serta baju kaos berwarna senada.
937Please respect copyright.PENANAXc960sLarw
===========
BACA CERITA LENGKAPNYA DISINI 👇
https://victie.com/novels/hasrat-sang-janda-desa
ns216.73.216.23da2


