/story/214816/dekat-namun-jauh/
Dekat Namun Jauh | Penana
arrow_back
Dekat Namun Jauh
more_vert share bookmark_border
info_outline
format_color_text
toc
exposure_plus_1
coins
Search stories, writers or societies
Continue ReadingClear All
What Others Are ReadingRefresh
X
Never miss what's happening on Penana!
G
Ending in
Dekat Namun Jauh
lthfh20
Challengers:
Judging: Community Vote
Prompt Entries Comments (0)

Kita duduk berdampingan

setiap rapat yang memanjang hingga malam,

menyusun kata demi kata

agar keputusan tampak sempurna.

Namun di sela suaramu yang lantang, 

aku tetap tidak menemukan

tempat untuk namaku tinggal.


Orang-orang di luar sana berbisik, mengira kita mengucapkan yang saling memilih. Padahal aku hanya tahu jadwalmu, bukan isi dadamu.


Aku hafal tanda tanganmu

lebih baik daripada cara

kauasiku.


Mungkin memang ada jarak

yang tidak bisa menarik

oleh meja rapat, perjalanan,

atau percakapan.


Maka aku memilih diam,

menyimpan rasa seperti arsip rahasia:

rapi, sunyi, dan tidak untuk diumumkan.


“Tidak semua kedekatan berakhir menjadi kepastian.”


Show Comments
BOOKMARK
Total Reading Time:
toc Entries
No tags yet.
bookmark_border Bookmark Start Reading >
×


Reset to default

X
×
×

Install this webapp for easier offline reading: tap and then Add to home screen.