3731Please respect copyright.PENANACj7MkT1V1bBAB 4
3731Please respect copyright.PENANA1buFmxj9YC
3731Please respect copyright.PENANARDG7844fQ9
3731Please respect copyright.PENANAdE0gVP0yT7
3731Please respect copyright.PENANAovVorzI0m9
3731Please respect copyright.PENANANFOWYsnPrq
Pagi ini kantor terasa seperti penjara. Aku duduk di kubikel dengan mata kosong menatap layar komputer yang belum juga kukerjakan. Semalaman aku hampir tidak bisa tidur. Bayangan Bang Dayat di jendela, tangan Qila yang mengocok kontolku sambil bercerita detail tentang tubuh Genjor dan kedekatan Bang Dayat di belakang rumah — semuanya berputar terus di kepala seperti kaset rusak.
3731Please respect copyright.PENANA9qcvHdKKcR
3731Please respect copyright.PENANA1PYX9U5q7x
3731Please respect copyright.PENANAEoPU6NG1tR
Aku mengusap wajah kasar. Kontolku berdenyut pelan hanya karena mengingat suara Qila yang lembut saat bilang, “Bang Dayat pasti butuh pelampiasan sebagai pria normal.” Aku merasa jijik dengan diriku sendiri. Harusnya aku marah besar. Harusnya aku konfrontasi. Tapi kenapa malah aku diam dan... mengeras?
3731Please respect copyright.PENANAXUqfQlS2lb
3731Please respect copyright.PENANARyISJVdBwu
3731Please respect copyright.PENANAe8mUzgPBbT
Aku melirik jam. Baru pukul 10.30. Biasanya aku pulang jam 5 sore, tapi hari ini aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Aku ingin melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi di depot saat aku tidak ada. Aku bilang ke bos ada urusan keluarga mendadak. Dia mengizinkan tanpa banyak tanya.
3731Please respect copyright.PENANAgSvEM6gMYY
3731Please respect copyright.PENANA4vTz1Ysyvx
3731Please respect copyright.PENANAYhNsyr81Qd
Sepanjang perjalanan pulang naik motor, angin sore menyapu wajahku tapi tidak bisa mendinginkan kepala. Aku membayangkan Qila lagi di depot, mungkin sedang tertawa dengan Genjor yang badannya basah keringat, atau berdiri dekat Bang Dayat yang gemuk itu. Payudaranya yang kenyal, paha putihnya, senyum tipisnya yang akhir-akhir ini jarang aku lihat saat bersamaku.
3731Please respect copyright.PENANAGp7JBY016z
3731Please respect copyright.PENANAGynj9C7Res
3731Please respect copyright.PENANAniEn4Qobkv
“Kenapa aku jadi seperti ini?” gumamku di dalam helm.
3731Please respect copyright.PENANArQLzMNHCJ4
3731Please respect copyright.PENANADnD4uXgB2D
3731Please respect copyright.PENANAYQQ5blKkdh
Ada amarah yang mulai mendidih, tapi juga ada rasa penasaran yang gelap dan memalukan. Aku ingin marah, tapi bagian lain dari diriku justru ingin tahu lebih dalam.
3731Please respect copyright.PENANAVxwVglK6VS
3731Please respect copyright.PENANAsDM5Co2Vrb
3731Please respect copyright.PENANAoPUxbElMVw
Aku tiba di kompleks jam 3 sore lebih sedikit. Aku parkir motor agak jauh, lalu berjalan pelan mendekati depot. Jantungku berdegup kencang.
3731Please respect copyright.PENANAgrvSMTgCoH
3731Please respect copyright.PENANAMqL4CllgCv
3731Please respect copyright.PENANA5DN1O3JcT1
Depot sedang ramai. Qila berdiri di dekat meja kasir, pakai kaos putih tipis yang agak basah di bagian dada karena keringat. Bra hitamnya samar terlihat. Celana pendek jeansnya membuat pahanya terlihat panjang dan mulus. Rambutnya diikat tinggi, beberapa helai menempel di leher yang berkeringat.
3731Please respect copyright.PENANAyuaVETv8vG
3731Please respect copyright.PENANAlQTfdEbatI
3731Please respect copyright.PENANA6pOGMHo13E
Genjor sedang mengangkat galon di depannya. Kaosnya basah kuyup, menempel ketat di tubuh tonggos-cungkringnya. Otot lengannya menonjol jelas saat dia mengangkat dua galon sekaligus. Qila tertawa kecil saat Genjor bilang sesuatu, tangannya menyentuh lengan Genjor sebentar sambil menunjuk nota. Sentuhan itu terlihat ringan, tapi cukup membuat dadaku panas.
3731Please respect copyright.PENANASa1C9nQ3cI
3731Please respect copyright.PENANA8fZgdUTTmT
3731Please respect copyright.PENANA1ykkI5Td0A
Di belakang, Bang Dayat sedang membawa galon kosong ke gudang belakang. Tubuhnya yang gemuk bergerak pelan, perut buncitnya bergoyang. Dia melirik ke arah Qila beberapa kali dengan senyum yang membuat mukanya semakin jelek.
3731Please respect copyright.PENANAKdrCvJyROp
3731Please respect copyright.PENANA3BVTylLraT
3731Please respect copyright.PENANAHNujyYLnnb
Aku berdiri di balik pohon agak jauh, mengamati. Qila terlihat santai sekali di antara mereka. Gerakannya luwes, senyumnya lepas. Berbeda sekali dengan sikap manyun dan cueknya saat bersamaku akhir-akhir ini.
3731Please respect copyright.PENANAvtVLzm4iwq
3731Please respect copyright.PENANAIJa4Eys5kx
3731Please respect copyright.PENANASFNfLdhHTo
Aku merasa amarah naik ke tenggorokan. Tapi aku tidak keluar. Aku hanya diam, menonton istriku tertawa dengan pria lain, tubuhnya yang sexy dikelilingi tatapan mereka. Kontolku malah berdenyut pelan di dalam celana. Aku benci ini, tapi tidak bisa menyangkal sensasi itu.
3731Please respect copyright.PENANANJM7zzBaFK
3731Please respect copyright.PENANAzvOyYwqouh
3731Please respect copyright.PENANAEGH02fZoEV
Setelah beberapa menit, aku memutar jalan dan masuk rumah seperti biasa, pura-pura baru pulang.
3731Please respect copyright.PENANAmXzOax5xjJ
3731Please respect copyright.PENANAYLwP1inanf
3731Please respect copyright.PENANA2vBQ8hJiWR
Tak lama kemudian Qila masuk rumah. Dia kaget melihat aku sudah duduk di sofa ruang tengah.
3731Please respect copyright.PENANAipuzktH73A
3731Please respect copyright.PENANAROQy3Selmq
3731Please respect copyright.PENANABdgbeZ07PM
“Mas kok sudah pulang? Baru jam setengah empat,” tanyanya sambil meletakkan tas di meja.
3731Please respect copyright.PENANAxP6JDSWmHN
3731Please respect copyright.PENANAtnfjugbzz3
3731Please respect copyright.PENANA0fJNeqSdSZ
“Kerjaan lagi sedikit, jadi pulang cepat,” jawabku datar. Mataku memperhatikan tubuhnya. Kaos putihnya masih lembab, putingnya samar terlihat karena bra tipis. Paha putihnya berkilau karena keringat.
3731Please respect copyright.PENANA5sXcdxPCqo
3731Please respect copyright.PENANA023jwsUSkf
3731Please respect copyright.PENANAI136t9UrJO
Qila mengangguk saja, lalu duduk di kursi seberangku. Dia mengambil kipas angin dan mengipas dadanya yang basah. Gerakan itu membuat payudaranya bergoyang pelan. Aku merasa nafsu dan amarah bercampur jadi satu.
3731Please respect copyright.PENANAbley0E102t
3731Please respect copyright.PENANASvr1O5fjRW
3731Please respect copyright.PENANAZ13os6MngQ
“Kamu hari ini… gimana?” tanyaku, suaraku agak tegang.
3731Please respect copyright.PENANAgw0KuOhIHc
3731Please respect copyright.PENANAw1wuJZVEhK
3731Please respect copyright.PENANA5uGHSUyZ2m
“Biasa aja. Rame. Genjor sama Bang Dayat bantu banyak,” jawabnya santai sambil mengipas terus.
3731Please respect copyright.PENANA5IZqHV8f24
3731Please respect copyright.PENANAKtJtU1fa5W
3731Please respect copyright.PENANAzZ0XGTH1Jz
Aku diam sebentar, lalu bertanya dengan nada yang berusaha tenang, “Bang Dayat… sering banget ya bantu di belakang rumah?”
3731Please respect copyright.PENANAp4CBqF0fe3
3731Please respect copyright.PENANAcozftFPaWi
3731Please respect copyright.PENANAyDdlfMKTAl
Qila melirikku sebentar. Dia tersenyum tipis, tapi aku bisa lihat ada kewaspadaan di matanya. “Iya. Dia baik kok, Mas. Kasian juga dia sendirian.”
3731Please respect copyright.PENANAynF61HHmw2
3731Please respect copyright.PENANALIFrJZnKYU
3731Please respect copyright.PENANAo1X9v0a7wy
Dia bangkit berdiri, meregangkan tubuhnya. Kaosnya naik, memperlihatkan perut rata dan pinggang yang indah. Aku menelan ludah.
3731Please respect copyright.PENANAzN5rhFeaCi
3731Please respect copyright.PENANAQfQ3UhDSjo
3731Please respect copyright.PENANAAtTWcGdzam
“Dia bilang ada yang mau dibicarakan serius sama aku,” lanjut Qila pelan sambil berjalan ke dapur. “Nanti malam aja kita obrolin ya, Mas. Aku mau mandi dulu, badan lengket banget.”
3731Please respect copyright.PENANAywTxXPPEdI
3731Please respect copyright.PENANA6JwPecySUC
3731Please respect copyright.PENANAs1eGXpEbRh
Nada suaranya lembut, tapi ada sesuatu yang membuat perasaanku tidak enak. Aku merasa ada yang disembunyikan, tapi aku belum tahu apa.
3731Please respect copyright.PENANACuiNVkxTI3
3731Please respect copyright.PENANAU1p48sIa94
3731Please respect copyright.PENANAfFbvtD62fg
Aku duduk sendirian di sofa, tangan mengepal pelan. Amarah mulai mendidih, tapi aku juga merasa cemas. Apa yang sebenarnya Bang Dayat bicarakan dengan istriku?
3731Please respect copyright.PENANAVp43sC9pQR
3731Please respect copyright.PENANAQEWkyQKSCp
3731Please respect copyright.PENANADhi9srqMr3
Qila keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah, memakai kaos longgar tipis berwarna krem tanpa bra dan celana pendek rumah yang ketat di pinggul. Bau sabun mandi yang segar bercampur aroma kulitnya yang hangat langsung memenuhi ruangan. Kami duduk di meja makan yang sederhana. Aku menyendok nasi, tapi nafsu makan hilang sejak tadi.
3731Please respect copyright.PENANApR5Fj1WCCa
3731Please respect copyright.PENANArAeTTrUwsK
3731Please respect copyright.PENANAgyaXkQxLa2
Makan malam berjalan dalam diam beberapa menit. Hanya suara sendok garpu yang terdengar. Qila makan dengan pelan, sesekali mengusap lehernya yang masih lembab. Payudaranya yang bebas bra bergoyang lembut setiap kali dia menggerakkan tangan.
3731Please respect copyright.PENANAbU017nzP34
3731Please respect copyright.PENANAG3GCZCwUzl
3731Please respect copyright.PENANAO7OGEFcH5x
Akhirnya Qila meletakkan sendoknya. Dia menatap aku dengan mata yang lembut, tapi ada sesuatu di balik tatapan itu.
3731Please respect copyright.PENANAUn6GkA2WGv
3731Please respect copyright.PENANA5uMoThAOWv
3731Please respect copyright.PENANA4pZ9EJE8Ri
“Mas… tadi siang Bang Dayat bicara serius sama aku,” katanya pelan, suaranya hati-hati.
3731Please respect copyright.PENANAAdYiAyyLht
3731Please respect copyright.PENANAISfIDW1q2a
3731Please respect copyright.PENANAT2cb5XmTJR
Aku langsung menegang. Jantungku berdegup keras. “Apa?”
3731Please respect copyright.PENANA9hkEuVOBxw
3731Please respect copyright.PENANAJYjyzPUx4a
3731Please respect copyright.PENANAyQI3sS8FqF
Qila menggigit bibir bawahnya sebentar, seolah memilih kata-kata. “Dia bilang… dia sudah lama sekali nggak merasakan sentuhan perempuan. Sudah tiga tahun istrinya meninggal. Badannya sering panas, susah tidur. Dia minta… sesuatu yang sederhana.”
3731Please respect copyright.PENANAWxbvExFs8v
3731Please respect copyright.PENANADwtCcfefmO
3731Please respect copyright.PENANAPZ5QWVd6Qe
Aku meletakkan sendok dengan agak keras. “Apa yang dia minta, Qila?”
3731Please respect copyright.PENANADsnIUuZhJs
3731Please respect copyright.PENANAIoKFZbq0ch
3731Please respect copyright.PENANA1qveWdaYk3
Qila menunduk sebentar, lalu menatap aku lagi. Suaranya semakin lembut, hampir seperti membujuk. “Dia minta sowing, Mas. Cuma gesekan aja. Peler dia digesek ke memek aku dari luar… pakai kondom. Katanya cuma itu yang dia butuh. Nggak masuk, nggak apa-apa lagi. Cuma gesekan doang.”
3731Please respect copyright.PENANAcTDcLqdxGS
3731Please respect copyright.PENANACMOtpi2aT6
3731Please respect copyright.PENANAUbFigAZ7wk
Kata-kata itu seperti petir di kepalaku. Aku langsung panas. Amarah naik dengan cepat.
3731Please respect copyright.PENANAaX7EC3fi8V
3731Please respect copyright.PENANAnXBKeIpcA7
3731Please respect copyright.PENANAasBiEIOurD
“Apa?! Dia minta apa?! Gesek memek kamu?!” suaraku meninggi, tangan mengepal di atas meja. “Kamu istri aku, Qila! Masa ada cowok lain minta gesek memek kamu?! Lo gila apa dia?!”
3731Please respect copyright.PENANAthTlWByFYj
3731Please respect copyright.PENANASGRoIALAlF
3731Please respect copyright.PENANA5rSLzUzPmF
Qila tidak langsung membela diri. Dia malah meraih tanganku pelan, ibu jarinya mengusap punggung tanganku dengan lembut. Sentuhannya hangat dan menenangkan, tapi aku tahu itu bagian dari caranya.
3731Please respect copyright.PENANAakdbD8fEQr
3731Please respect copyright.PENANAJlCLCG8Jjy
3731Please respect copyright.PENANAhsrYdvhlhh
“Mas… tenang dulu. Aku juga kaget waktu dia bilang. Aku langsung bilang enggak. Aku bilang aku sudah punya suami. Tapi dia kelihatan benar-benar putus asa, Mas. Matanya sedih banget. Dia bilang cuma gesek dari luar kok, pakai kondom tebal. Nggak ada penetrasi, nggak ada ciuman, nggak ada apa-apa. Cuma pelampiasan kecil.”
3731Please respect copyright.PENANAH3RZCQ8Vwj
3731Please respect copyright.PENANAFREHfu2c1s
3731Please respect copyright.PENANADvK3UO9Gt3
Aku menarik tangan, dada naik turun cepat. “Tetap aja! Itu memek kamu, Qila! Yang cuma boleh aku sentuh!”
3731Please respect copyright.PENANA2p2NQnBZOI
3731Please respect copyright.PENANAI7yw8FwscK
3731Please respect copyright.PENANAj94yGVHnXX
Qila menghela napas panjang. Dia berdiri, berjalan mengitari meja, lalu duduk di kursi di sebelahku. Tubuhnya mendekat, pahanya menyentuh pahaku. Aroma sabun dari kulitnya membuat kepalaku semakin pusing.
3731Please respect copyright.PENANAv5vEpvCxUn
3731Please respect copyright.PENANAcqSbOgnLVC
3731Please respect copyright.PENANAHnHvddTUiR
“Mas… aku ngerti kamu marah. Aku juga awalnya jijik. Tapi coba pikirkan. Bang Dayat kan karyawan kita. Kalau aku tolak kasar, bisa-bisa dia keluar. Usaha galon kita lagi berkembang. Genjor sama Bang Wesno juga nyaman kerja di sini. Kalau Bang Dayat pergi, siapa yang bantu angkat galon berat-berat?”
3731Please respect copyright.PENANAWLPyKT9gYg
3731Please respect copyright.PENANA0m5fyY7eCv
3731Please respect copyright.PENANAvW2HhBFmNF
Dia berhenti sebentar, tangannya kembali memegang lenganku. Jarinya mengusap pelan, naik-turun seperti sedang menenangkan anak kecil.
3731Please respect copyright.PENANAYomgpapc6P
3731Please respect copyright.PENANARM13LB240d
3731Please respect copyright.PENANA5El5rEiWDe
“Lagian… kan cuma gesek dari luar, Mas. Pakai kondom. Nggak masuk. Aku nggak akan ngerasain apa-apa juga. Cuma biar dia lega. Kamu tahu kan dia kasian? Umur 40 tahun, badannya gemuk, jelek, tapi dia manusia juga yang butuh pelepasan.”
3731Please respect copyright.PENANA4hvSrkjvL0
3731Please respect copyright.PENANAZkxeyuBrn7
3731Please respect copyright.PENANAm8lStZeFez
Aku ingin membentak, tapi kata-kata Qila mengalir begitu halus, begitu logis, begitu… membingungkan. Amarahku masih ada, tapi mulai bercampur dengan rasa panas yang aneh di dada. Aku membayangkan Bang Dayat yang gemuk itu menggesekkan kontolnya ke memek Qila, meski pakai kondom. Bayangan itu membuat kontolku berdenyut meski aku marah.
3731Please respect copyright.PENANAeXZlnbHlXg
3731Please respect copyright.PENANAtmMfKYqpU8
3731Please respect copyright.PENANAM5tZMVq9hr
“Qila… ini nggak benar,” kataku dengan suara yang mulai goyah. “Kamu istri aku. Kenapa harus dia yang… gesek kamu?”
3731Please respect copyright.PENANAIIV6mTuand
3731Please respect copyright.PENANASju4AOUpD4
3731Please respect copyright.PENANAE4YwUt1JyD
Qila mendekatkan wajahnya. Bibirnya hampir menyentuh telinga aku. Suaranya menjadi sangat lembut, hampir menggoda. “Karena aku kasian, Mas. Kamu juga kan kadang cepet keluar… aku ngerti kok. Tapi ini bukan pengganti kamu. Ini cuma… pertolongan kecil. Kalau kamu nggak izinin, ya sudah. Aku tolak besok. Tapi aku takut dia sedih dan akhirnya keluar kerja.”
3731Please respect copyright.PENANAe66tjr7Uv2
3731Please respect copyright.PENANAUcC8lWbs8E
3731Please respect copyright.PENANAvTRlOimDZD
Dia sengaja menyebut soal aku yang cepat keluar. Itu menusuk banget. Aku merasa kecil, tapi juga semakin campur aduk. Amarah, cemburu, rendah diri, dan… sange yang tidak masuk akal.
3731Please respect copyright.PENANACZQIjyOt9H
3731Please respect copyright.PENANAdsWqyQjcUZ
3731Please respect copyright.PENANAPDc1MWIANw
Aku kehabisan kata-kata. Mulutku terbuka tapi tidak ada suara yang keluar. Qila melihat itu, lalu tersenyum tipis sambil mengusap paha dalamku pelan.
3731Please respect copyright.PENANA3rUqde1E9H
3731Please respect copyright.PENANASyHPmt22LM
3731Please respect copyright.PENANAkbWtLLAYO0
“Kalau kamu takut, kita pakai kondom tebal ya. Aku juga nggak mau lebih dari itu. Cuma gesekan luar. Kamu boleh awasin dari dekat kalau mau. Aku lakukan ini buat kita berdua juga, Mas. Biar usaha tetap jalan.”
3731Please respect copyright.PENANAj3vL5SrWyy
3731Please respect copyright.PENANAHZRrhFJmvw
3731Please respect copyright.PENANAWQVXlj0fE6
Aku diam lama. Pikiran berantakan. Bagian diriku yang marah ingin teriak “tidak boleh”, tapi bagian lain yang gelap malah membayangkan adegan itu dan merasa panas.
3731Please respect copyright.PENANAbT3dhY9Nn8
3731Please respect copyright.PENANAFC0rLqTwWJ
3731Please respect copyright.PENANAmJq1lOcoWx
Akhirnya, dengan suara yang hampir tidak terdengar, aku berkata:
3731Please respect copyright.PENANA0uXBzTqhmc
3731Please respect copyright.PENANAiA2gVCr7RW
3731Please respect copyright.PENANAFdY0G8K6pY
“…Terserah kamu deh. Asal cuma gesekan dari luar… dan pakai kondom.”
3731Please respect copyright.PENANA3xgB7V32bD
3731Please respect copyright.PENANA6UHX8V7LyW
3731Please respect copyright.PENANA8uCeybTT8l
Kata-kata itu keluar begitu saja. Aku langsung menyesal, tapi juga merasa ada beban yang lepas. Qila tersenyum lembut, matanya berbinar. Dia mencium pipiku pelan.
3731Please respect copyright.PENANAjcwBMzfbzv
3731Please respect copyright.PENANA0yAVrayCXu
3731Please respect copyright.PENANApIb3qAg2qY
“Makasih, Mas. Aku tahu kamu paling ngerti aku.”
3731Please respect copyright.PENANAomzeYY6Hur
3731Please respect copyright.PENANAPO6LfwjTXW
3731Please respect copyright.PENANAWv7FIrXkCm
Malam itu Qila sudah tidur lebih dulu. Aku terbaring di sampingnya, mata terbuka lebar di kegelapan. AC berisik pelan, tapi kepalaku jauh lebih berisik.
3731Please respect copyright.PENANAbZtdkdS7f3
3731Please respect copyright.PENANAQnR3xUscgs
3731Please respect copyright.PENANAUUFJeATmAn
Aku baru saja mengizinkan pria lain menggesek memek istriku. Meski cuma dari luar, meski pakai kondom. Kenapa aku bilang iya? Kenapa aku kehabisan kata-kata saat Qila bicara dengan suara lembutnya itu?
3731Please respect copyright.PENANApkKM5LbDVi
3731Please respect copyright.PENANAIkfZfVis3d
3731Please respect copyright.PENANAquVDhOEDYG
Aku menoleh ke Qila. Dia tidur telentang, kaosnya naik sedikit, memperlihatkan perut rata dan pinggiran celana dalamnya. Tubuh yang sebentar lagi mungkin akan disentuh pria lain. Payudaranya naik turun pelan. Aku membayangkan Bang Dayat yang gemuk dan jelek itu menggesekkan kontolnya ke bibir memek Qila. Gesekan panas, lambat, mungkin basah…
3731Please respect copyright.PENANARbnH1HtSy2
3731Please respect copyright.PENANACfYDsD93D3
3731Please respect copyright.PENANAEmHeGld6cN
Kontolku mengeras lagi. Aku benci diri sendiri karena merasakan ini.
3731Please respect copyright.PENANAEEkJLKZ66q
3731Please respect copyright.PENANA9Gz87WqkmC
3731Please respect copyright.PENANA5Q9abPcyLe
Qila tadi begitu pintar memanipulasi. Dia memainkan rasa kasihanku, menyebut kelemahanku di ranjang, menjanjikan “cuma gesekan”, dan membuat seolah ini keputusan yang bijak untuk usaha kami. Dan aku… kalah. Aku pasrah.
3731Please respect copyright.PENANAUMvAPGrCpt
3731Please respect copyright.PENANA2oeqiApLL9
3731Please respect copyright.PENANA9i2kcJ9KM0
Aku mengusap wajah kasar. Besok mungkin Bang Dayat akan datang minta sowing. Aku harus melihatnya sendiri? Atau aku pura-pura tidak tahu? Pikiran itu membuat dada aku sesak, tapi juga ada getaran aneh di selangkangan.
3731Please respect copyright.PENANASDgMBinTzU
3731Please respect copyright.PENANACXvmQDjZg3
3731Please respect copyright.PENANAhGesexeohU
Malam semakin larut. Aku tidak bisa tidur. Ada amarah, cemburu, rasa malu, dan sensasi terlarang yang semakin kuat bercampur jadi satu.
3731Please respect copyright.PENANAWpx0xcM5mk
3731Please respect copyright.PENANAQNOSFhLRT8
3731Please respect copyright.PENANASpR7is4FOE
Ini baru permulaan. Dan aku sudah tidak bisa mundur lagi.
3731Please respect copyright.PENANAqRs36Fx790
BAB 5-15👇
https://victie.com/novels/permainan-syaqila-sowing-menjadi-awal-mula3731Please respect copyright.PENANATrPBqQDPLc


