Baca kelanjutan ceritanya di https://victie.com/novels/istriku-milik-bull-india
4991Please respect copyright.PENANAm6l2haKU9S
Tenggorokanku terasa seperti terbakar gurun pasir. Aku terbangun dengan nafas pendek dan keringat dingin yang membasahi daster katun tipisku. Jam dinding menunjukkan pukul dua pagi. Di rumah semegah ini, keheningan malam terasa lebih mencekam daripada gangguan Jakarta. Suara detak jarum jam terdengar seperti palu yang memukul paku.
4991Please respect copyright.PENANAog8LVT2ykr
Aku bangkit perlahan, berusaha tidak membuat kasur kayuku berderit. Bayangan wajah Mas Juned dan anak-anak sempat melintas, memberikan rasa bersalah yang aneh karena aku merasa begitu kesepian di kamar seluas ini. Aku butuh udara. Hanya segelas air dingin untuk membasahi kerongkonganku, lalu aku akan kembali berlindung di balik selimut.
4991Please respect copyright.PENANAILykH5dult
Dengan langkah berjinjit, saya membuka pintu kamar. Koridor pelayan remang-remang, hanya menerangi lampu dinding temaram yang memberikan bayangan panjang dan distorsi pada lantai marmer. Aku berjalan melewati lorong menuju dapur, melewati deretan kamar staf. Namun, langkahku berhenti tepat di depan kamar Rajesh.
4991Please respect copyright.PENANAt6sust0T6Y
Ahhh… mmmph… pelan-pelan, Rajesh…
4991Please respect copyright.PENANA4y1IXdRVDG
Suara itu. Bukan suara hantu, bukan juga suara angin. Itu suara rintihan tertahan yang sangat kukenal. Suara yang biasanya keluar dari mulut seorang wanita yang berada di puncak kenikmatan.
Jantungku berdegup kencang, menghantam rongga dadaku sampai rasanya sakit.
4991Please respect copyright.PENANA8mmKIlLbu9
Pintu jati tebal kamar Rajesh tidak tertutup rapat. Ada celah kecil, mungkin hanya seukuran jempol, tapi cukup untuk mengeluarkan cahaya remang dari dalam dan suara-suara yang menghancurkan nalar.
4991Please respect copyright.PENANAflVz0MTytu
Aku seharusnya lari. Aku seharusnya kembali ke kamarku dan menulikan telinga. Tapi kakiku seperti dipaku ke lantai. Rasa penasaran yang jahat mendorongku untuk mendekat, menempelkan wajahku ke celah pintu itu.
Mataku terbelalak. Duniamu rasanya jungkir balik seketika.
4991Please respect copyright.PENANAOJblT9ZTfg
Di atas kasur yang berderit ritmis, aku melihat pemandangan yang paling tidak masuk akal. Rajesh, si pria India berkulit gelap dengan otot-otot punggung yang tegang dan berurat, sedang duduk bersandar di kepala kasur. Dan di atasnya… Nyonya Dana.
4991Please respect copyright.PENANAOgFlztz96O
Istri kedua Tuan Fahd yang terhormat. Wanita yang tadi sore berbicara dengan anggun di tengah indahnya Jakarta, kini sedang menunggangi Rajesh dengan beringas.
4991Please respect copyright.PENANA73JbPj6bad
Gaun tidurnya yang berbahan sutra mahal sudah tersingkap hingga ke pinggang, menampilkan kulit putih susunya yang kontras dengan telapak tangan Rajesh yang gelap dan besar saat meremas pinggul Nyonya Dana.
4991Please respect copyright.PENANAIyN9FR3M7M
Krak… krak… krak…
4991Please respect copyright.PENANAjipkST2lTq
Suara kulit yang beradu dan derit kasur kayu terdengar begitu nyata di telingaku. Aku bisa melihat tetesan keringat jatuh dari dahi Rajesh ke dada Nyonya Dana yang naik-turun gila-gilaan. Rambut Nyonya Dana yang biasanya tertutup hijab kini tergerai berantakan, menutupi sebagian wajahnya yang memerah dan penuh peluh.
4991Please respect copyright.PENANAlkwOkVxE7u
"Kau sangat pembohong malam ini, Nyonya," suara Rajesh berat dan serak, terdengar seperti geraman harimau yang sedang mengoyak mangsanya.
4991Please respect copyright.PENANAPQmwY2wMXK
"Diam… dan teruskan… oh, Tuhan, Rajesh!" Nyonya Dana mendesah keras, mencengkeram bahu Rajesh sampai kuku-kukunya memutih.
Baca kelanjutan ceritanya di https://victie.com/novels/istriku-milik-bull-india
4991Please respect copyright.PENANANZig1j2kM6
4991Please respect copyright.PENANAxTGYX3pjNd


