Rumah kontrakan sederhana namun luas yang biasanya terasa sesak karena tawa dan omelan Inayah, kini terasa begitu lowong. Aku baru menyadari bahwa suara gesekan sapu di lantai dan denting sudip di penggorengan adalah musik latar yang selama ini menjaga kewarasanku.
4797Please respect copyright.PENANAyub9dilVJC
Sebagai pria yang bertahun-tahun jatuh bangun di dunia wirausaha, mengurus rumah tangga sebenarnya bukan perkara besar bagiku. Tanganku sudah biasa memegang timbangan kerupuk hingga membersihkan tangki susu sapi. Masak, mencuci, dan mengatur sisa uang di dompet adalah hal yang bisa kulakukan sambil memejamkan mata.
4797Please respect copyright.PENANAhHAGVA7vRf
Namun, fisik memang tidak bisa berbohong. Di usia yang melewati kepala empat, punggungku terasa seperti dipaku setiap kali selesai mengepel lantai petak ini.
4797Please respect copyright.PENANANVBqHCYFRE
4797Please respect copyright.PENANAr9093XO6hT
Srenngg… sreenngg… sreennggg
4797Please respect copyright.PENANAXSNo2DKf3G
Suara gesekan antara spatula dan wajan terdengar begitu nyaring seiring dengan bau harum semerbak di pagi hari ini.
4797Please respect copyright.PENANAVXlr9469Fk
Memasak nasi goreng dengan sisa nasi semalam, dengan bumbu-bumbu instan yang dengan mudah ditemui di warung-warung terdekat. Membuat seorang pria sekalipun tidak punya alasan untuk tidak bisa masak.
4797Please respect copyright.PENANAx5zS6OdW5P
Suara pintu kamar terbuka diiringi dengan derap kaki di lantai keramik pertanda sang penghuni kamar sudah bangun.
4797Please respect copyright.PENANA7KDB4mGoHD
“Masak apa yah?” Tanya Dimas di sebelahku, remaja bertubuh bongsor ini dengan mudah memiliki tinggi yang sama dengan bapaknya meski baru berusia 16 tahun.
4797Please respect copyright.PENANALIrPNdPFVw
“Itu, lihat sendiri dong, bapak masak apa?”
4797Please respect copyright.PENANAnWCBshLCmT
“Wahh, nasi goreng! Ayamnya ada yah?”
4797Please respect copyright.PENANApAhUNDYDHh
“Kalau ayam sih belum ada, belum beli bapak, kemarin kan kita semua sekeluarga sedang galau setelah ditinggal ibukmu”
4797Please respect copyright.PENANA4iwoKUnpbB
“Iya, yah… ngomong-ngomong Shinta mana yah?”
4797Please respect copyright.PENANAfS200hVSJA
“Itu, di kamar mandi, dari tadi belum keluar, ketok gih, ajak sarapan, keburu telat nanti”
4797Please respect copyright.PENANAYuRNwSuSeB
“Oke yah”
4797Please respect copyright.PENANAZ0PgDjjyEy
“Shinta jelek!! Cepetan keluar, entar telat sekolah nya loh!” Teriak Dimas dengan ringannya mencari masalah.
4797Please respect copyright.PENANAMvwcy5aMZg
4797Please respect copyright.PENANACDrBANfe7l
Dan dengan begitu, kisah rutinitas pagi keluarga kami tanpa sang ibu dimulai.
4797Please respect copyright.PENANAElHGZBOmcJ
______
4797Please respect copyright.PENANAVlsQrAbv3e
Setelah memastikan Dimas dan Shinta berangkat sekolah, aku pun juga ikut bergegas mengenakan jaket hijau dan memanaskan motor. Bergantung pada pekerjaan ojek online yang penghasilannya tidak seberapa tetaplah membuatku bersyukur karena pekerjaan ini tidak membutuhkan pendidikan tertentu maupun keahlian dan usia tertentu selain menaiki kendaraan bermotor.
4797Please respect copyright.PENANAcSWPOTfBBK
Tuas gas kuputar dengan lembut membawa motor matic injeksi kesayangan ku berwarna hitam ini untuk mencari nafkah setelah menyalakan aplikasi.
4797Please respect copyright.PENANAebxW3j0XsE
Warkop Cak Man adalah muara bagi segala jenis kabar—dari yang valid sampai yang busuk. Aroma kopi hitam yang gosong beradu dengan asap rokok kretek, menciptakan atmosfer yang biasanya membuatku rileks.
4797Please respect copyright.PENANA3kOYkz4xcx
Aku memarkir motor, mencoba mengatur napas sebelum bergabung di bangku panjang. Sugeng, yang perutnya sudah mengintip dari balik resleting jaket ojol yang tak lagi muat, langsung menyambar kehadiranku.
4797Please respect copyright.PENANAqyUywMrMcM
"Wah, ini dia bapak rumah tangga baru kita! Gimana, Ned? Sudah beres urusan dapur?" tanya Sugeng sambil terkekeh, menyodorkan piring berisi pisang goreng dingin.
4797Please respect copyright.PENANAT3RmvEJ1NM
Aku duduk, mengibaskan debu di celana. “Sudah dong bapak, rumah tangga gitu loh”
4797Please respect copyright.PENANAA6SpQY8zGr
"Salut aku sama kamu, Ned. Berani lepas istri ke Arab itu mental baja," sahut seorang teman lain sambil matanya tak lepas dari layar ponsel.
4797Please respect copyright.PENANAPW60oe5YFH
"Tapi kamu sudah membaca berita hari ini? Ada TKI kita di Riyadh, beladiri mau diperkosa majikan malah sekarang terancam pancung karena bunuh orangnya."
4797Please respect copyright.PENANAvQh1zJQPxi
Gelas kopi yang baru disodorkan Cak Man kutahan di udara. "Nasib orang beda-beda, Mas. Inayah berangkat lewat jalur resmi, agennya jelas. Nggak perlu nakut-takut begitu," ujarku, mencoba memotong pembicaraan.
4797Please respect copyright.PENANAokvNNGcTwS
Sugeng menyeruput kopinya hingga berbunyi sruput yang nyaring. "Bukan menakut-nakuti, Ned. Tapi ya kamu tahu sendirilah, majikan di sana itu kalau lihat perempuan Indonesia yang... ya, maaf-maaf saja, yang matang dan 'berisi' kayak istrimu, kadang otaknya pindah ke lutut. Ada yang jadi simpanan biar kiriman duit ke kampung lancar, ada juga yang nasibnya tragis di kamar mandi."
4797Please respect copyright.PENANAccwuxMU6Kq
Darahku berdesir. Kata-kata Sugeng tenggelam seperti siraman bensin di atas bara harga diriku. Aku meletakkan gelas dengan penyok yang cukup keras di atas meja kayu.
4797Please respect copyright.PENANAWaCWmrcxwX
"Mulutmu itu sekolah di mana, Geng? Istriku pergi buat nyari rejeki karena aku belum bisa sukses dan beliin dia rumah, bukan buat main serong," suaraku merendah, namun ada nada mengancam di sana. "Inayah itu perempuan baik-baik. Dia tahu batasannya."
4797Please respect copyright.PENANAxm4f9Tbr0K
“Iya, Ned, kita semua tahu Inayah orang baik,” Sugeng mencoba meredakannya, tapi matanya masih mencerminkan skeptisisme yang menyebalkan. "Masalahnya, disana dia nggak sendirian. Setan di gurun lebih galak daripada setan di sini."
4797Please respect copyright.PENANASjVRCssrDa
"Sudah, sudah! Malah bahas bini orang," sela Cak Man sambil mengelap meja dengan kain kusam.
4797Please respect copyright.PENANADXpMlAY9hF
Aku terdiam, namun dadaku bergemuruh. Ingin rasanya aku membanting gelas ini, tapi aku sadar, sebagian dari apa yang mereka katakan adalah ketakutan yang selama ini aku kunci rapat-rapat di laci pikiranku sendiri.
4797Please respect copyright.PENANA2v7vkjswuh
"Aku duluan, Cak. Orderan sudah bunyi," ucapku singkat, meski layar ponselku masih gelap.
4797Please respect copyright.PENANAspiTPIXYvo
Aku memakai helm dengan gerakan kasar, menyembunyikan wajahku yang mungkin sudah menahan malu sekaligus amarah. Saat menyalakan mesin motor, ponselku tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan notifikasi muncul, bukan dari aplikasi ojek, melainkan dari nomor tunggal yang sama kemarin:
4797Please respect copyright.PENANAoOrqv1oAvJ
"Baru sehari saja Inayah sudah jadi buah bibir di warkop. Bayangkan apa yang dibicarakan majikannya di sana sambil menatap punggung istrimu, Ned."
4797Please respect copyright.PENANArsbFOuT69Y
Tanganku gemetar di atas stang motor. Aku menoleh ke sekeliling, mencari sosok yang mungkin sedang mengamatiku dari kejauhan. Namun yang kutemukan hanyalah kepadatan orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
4797Please respect copyright.PENANAIg4tahS0Ix
4797Please respect copyright.PENANAsBwR2Yy0qz
4797Please respect copyright.PENANA5RlDuXOuVh


