Penjaga Pantai yang Menjaga Kedamaian
Namaku Yuda. Aku seorang penjaga pantai yang bekerja di sebuah pesisir kecil di pantai Barat. Hidupku cukup sederhana – setiap pagi aku memeriksa kondisi pantai, membersihkan sampah yang terbawa ombak, dan menjaga agar wisatawan tidak terlalu jauh masuk ke laut saat arus kuat.
Di dekat warung makan pantai yang kubantu, tinggal seorang wanita bernama Siti – ia sudah janda tiga tahun setelah suaminya pergi bersama wanita lain tanpa memberikan kabar. Kita mulai akrab ketika ia sering membeli ikan bakar yang kukasihkan padanya saat ia lelah bekerja di warung makan dekat pantai.
"Aku sering merasa kesepian," katanya suatu sore sambil melihat laut. "Setelah suami pergi, aku merasa seperti kehilangan arah hidup."
"Aku mengerti," jawabku pelan. "Tapi pantai ini selalu ada – ia bisa jadi tempat kamu menemukan kembali jalannya sendiri."
Aku mulai membantu Siti dengan berbagai hal kecil – terkadang membantunya memperbaiki meja warung yang retak, atau hanya memberinya secangkir kelapa muda saat ia bekerja di warungnya. Kita tidak pernah melampaui batas persahabatan. Aku selalu datang hanya ketika dia membutuhkan bantuan, dan selalu pergi setelah pekerjaan selesai.
Suatu hari, seorang pria datang menemukanku di pantai. "Kau adalah Yuda ya?" katanya dengan tatapan penuh rasa hormat. "Saya adalah kakak dari mantan suaminya. Saya tahu kamu selalu membantu Siti dengan tulus – tidak seperti orang lain yang mungkin akan mengambil keuntungan."
Kini, Siti telah membuka usaha kecil sendiri menjual makanan pantai. Setiap kali aku melihatnya tersenyum saat melayani pelanggan, aku merasa puas. Aku hanya penjaga pantai yang membantu menjaga kedamaian bagi orang lain – bukan seseorang yang pernah berpikir untuk merusak apa pun.
90Please respect copyright.PENANAHUP809nzVE


