Ratna Kusuma, perempuan berjilbab berusia 32 tahun, adalah sosok sempurna di mata orang-orang. Isteri ustadz muda yang shalehah, pengajar ngaji di masjid, dan ibu rumah tangga yang tertib. Namun di balik kerudung yang selalu rapi dan baju kurung yang menutupi auratnya, tersimpan rahasia gelap yang tak pernah ia sangka akan meledak.
24866Please respect copyright.PENANAXaFNSxGK91
Langkah Fadhli, pemuda 23 tahun yang baru pindah ke rumah kontrakan belakang rumah Ratna, mengubah segalanya. Pria muda itu punya tatapan yang seolah menelanjangi, senyum yang menggoda, dan keberanian yang membuat Ratna gelisah. Setiap pertemuan di gang sempit, setiap pandangan yang tak sengaja bertaut, mengiris dinding taqwa yang selama ini Ratna bangun dengan keringat dan doa.
24866Please respect copyright.PENANAR2BY6HESLZ
Semua bermula dari sebuah senyum, lalu obrolan singkat, lalu sentuhan tangan yang tak sepantasnya. Ratna tahu ini salah. Ia tahu neraka menantinya. Namun tubuhnya—tubuh yang selama ini dikurung dalam kekangan norma—berteriak minta dibebaskan. Ketika Fadhli pertama kali menarik ujung jilbabnya, Ratna tidak menolak. Dan ketika bibir pemuda itu menyentuh kulit lehernya, dunia Ratna hancur lebur menjadi dosa yang luar biasa manis.
24866Please respect copyright.PENANACX5tZfEMi7
Di siang hari Ratna mengajarkan ayat suci, di malam hari ia merintih di bawah pelukan pemuda yang bukan suaminya. Dua dunia yang saling menelanjangi, dua sisi Ratna yang tak bisa lagi dipisahkan.
24866Please respect copyright.PENANA3IRPmZgL5h
Sebuah kisah tentang nafsu yang terlarang, dosa yang memabukkan, dan pertanyaan yang tak pernah terjawab: apakah taubat masih mungkin ketika tubuh sudah kecanduan?
ns216.73.216.133da2


