Dinda dengan sigap berlari menuju kamarnya. Mulutnya masih sibuk mengunyah roti yang digenggam sejak tadi. Setelah membongkar isi tas dan memeriksa beberapa sudut kamar, akhirnya ia menemukan benda yang sedang dicarinya.
1178Please respect copyright.PENANAGShImqYgbV
Sementara itu, Bima yang menunggu di halaman mulai kehilangan kesabaran.
1178Please respect copyright.PENANAhhITw4psUZ
"Cepatlah! Nanti kamu terlambat!" teriaknya.
1178Please respect copyright.PENANAWZPaAsvcYD
Mendengar panggilan ayahnya, Dinda segera berlari keluar rumah.
1178Please respect copyright.PENANAd1ayQRdt77
"Sudah tidak ada yang ketinggalan?" tanya Bima untuk memastikan.
1178Please respect copyright.PENANANSF2pBiGAO
Dinda menggeleng sambil mengangkat sebuah kotak alat lukis.
1178Please respect copyright.PENANAdxghjx5vvf
"Sudah ketemu," jawabnya dengan senyum lebar.
1178Please respect copyright.PENANAYirkXYbSo6
Bima pun tersenyum lega.
1178Please respect copyright.PENANAiRmtDlBkOh
Tak lama kemudian, keduanya masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju sekolah. Mengantar Dinda sudah menjadi rutinitas yang selalu dilakukan Bima setiap pagi. Meski lokasi tempat kerjanya tidak searah dengan sekolah, ia tetap bersikeras menjalankan tanggung jawab tersebut.
1178Please respect copyright.PENANAm4E5TemKpv
Sebenarnya, akan lebih mudah jika Ayunda yang mengantar karena arah kantornya jauh lebih sejalur. Namun Bima tidak ingin menambah beban istrinya yang sudah disibukkan oleh pekerjaan. Lagi pula, ia menikmati waktu-waktu singkat yang bisa dihabiskannya bersama Dinda sebelum memulai aktivitas sehari-hari.
1178Please respect copyright.PENANA9wHj9oW4SR
Sesampainya di sekolah, Dinda memeluk Bima sebelum turun dari mobil.
1178Please respect copyright.PENANAvIDR4RTYIB
"Dadah, Ayah!"
1178Please respect copyright.PENANADLlUmtmrz2
"Dadah. Belajar yang rajin, ya," balas Bima sambil melambaikan tangan.
1178Please respect copyright.PENANAmbyBnjrijn
Ia terus memperhatikan hingga gadis itu menghilang di balik gerbang sekolah.
1178Please respect copyright.PENANAb3hBsxgxGv
Rutinitas sederhana itu telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya sejak menikah dengan Ayunda. Kedekatannya dengan Dinda memberikan warna tersendiri dalam hari-harinya. Di saat pekerjaan terasa melelahkan dan kehidupan rumah tangga mulai dipenuhi jarak, kehadiran Dinda sering kali menjadi alasan yang membuatnya tetap bersemangat.
1178Please respect copyright.PENANAnbAQ4gzAEJ
Di tempat kerja, Bima terkadang menyempatkan diri menelepon Ayunda saat jam istirahat. Namun, istrinya sering menjawab dengan nada lelah. Tak jarang Ayunda meminta agar ia tidak menghubunginya jika tidak ada urusan penting.
1178Please respect copyright.PENANAPmDnnk2N9u
Sikap Ayunda yang semakin tenggelam dalam pekerjaannya perlahan membuat Bima merasa diabaikan. Komunikasi mereka tidak lagi sehangat dulu. Percakapan yang dahulu terasa menyenangkan kini berubah menjadi formal dan singkat.
1178Please respect copyright.PENANAmqImfhaus4
Meski demikian, Bima memilih bertahan. Sebagian karena ia masih mencintai istrinya, dan sebagian lagi karena ia tidak ingin kehilangan keluarga yang telah dibangunnya bersama Dinda.
1178Please respect copyright.PENANAqc9MJP37df
Setiap kali pulang ke rumah dan mendengar suara riang anak itu menyambutnya, rasa kecewa yang sempat memenuhi pikirannya perlahan menghilang. Bagi Bima, Dinda bukan sekadar anak tiri. Gadis itu telah ia anggap sebagai anaknya sendiri, seseorang yang tanpa sadar menjadi sumber kebahagiaan dan semangat dalam kehidupannya.
1178Please respect copyright.PENANAQEhTl9p4Cu
Hari Selasa menjadi hari yang telah lama dinantikan Bima. Ia tengah merencanakan sebuah kejutan untuk ulang tahun Dinda yang ke-15. Rencana itu sengaja ia rahasiakan dari semua orang, termasuk Ayunda. Menurutnya, kejutan hanya akan terasa istimewa jika tidak diketahui siapa pun.
1178Please respect copyright.PENANAe4ncnENy30
Ia bahkan telah menyiapkan alasan untuk menutupi rencananya. Kepada Dinda nanti, ia akan berpura-pura pulang ke kampung halaman untuk menjenguk seorang teman yang sedang sakit. Bima tahu betul bahwa jika dirinya tidak berada di rumah, Dinda biasanya akan menghabiskan waktu dengan melukis di kamar daripada pergi bermain bersama teman-temannya.
1178Please respect copyright.PENANA7Ykidh4otL
Sementara itu, Ayunda tentu tetap sibuk dengan pekerjaannya dan hampir selalu pulang larut malam. Awalnya Bima sempat berpikir untuk mengajak istrinya bekerja sama menyiapkan kejutan tersebut. Namun ia mengurungkan niatnya. Ia mengenal Ayunda dengan baik dan merasa bahwa istrinya kemungkinan besar akan menganggap hal itu berlebihan.
Karena itulah, Bima memilih mengurus semuanya sendiri.
1178Please respect copyright.PENANA8Dm6vawbXl
Selepas jam istirahat, Bima meminta izin kepada atasannya untuk menjemput Dinda di sekolah.
1178Please respect copyright.PENANALSXnDvBOlE
Langit tampak mendung dan gerimis mulai turun ketika ia tiba di sana.
1178Please respect copyright.PENANA225ldyjF5T
Di sisi lain, Dinda tengah duduk di dekat gerbang sekolah sambil menunggu jemputan. Satu per satu teman-temannya pulang bersama orang tua masing-masing. Beberapa dijemput sopir pribadi, sementara yang lain bercanda riang bersama teman-teman mereka sebelum pulang.
1178Please respect copyright.PENANAVCpnBReNtP
Sesekali Dinda membalas lambaian tangan teman sekelasnya dengan senyum tipis.
1178Please respect copyright.PENANANZ7YwbJcss
Dinda memang bukan tipe siswi yang memiliki banyak teman. Ia tidak tergabung dalam kelompok populer mana pun dan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan melukis.
1178Please respect copyright.PENANAv8BZfHeYy3
Banyak siswa mengenalnya sebagai gadis yang cantik, cerdas, dan sopan. Namun di balik kesan itu, tak sedikit pula yang menganggapnya dingin dan sulit didekati.
1178Please respect copyright.PENANAPag7ZTvGQT
Beberapa siswa laki-laki pernah mencoba mendekatinya. Mereka berharap bisa mendapatkan perhatian lebih dari gadis itu. Namun semua usaha tersebut berakhir sia-sia. Dinda selalu menjaga jarak dan menolak dengan halus.
1178Please respect copyright.PENANAthKnjyiwzL
Baik Bima maupun Ayunda pernah beberapa kali menyinggung soal kehidupan asmara putri mereka.
1178Please respect copyright.PENANAoEtCAW9v9Q
"Kenapa Dinda nggak pernah bawa pacar ke rumah?" tanya Bima suatu ketika. Namun Dinda hanya menjawab singkat bahwa hal-hal seperti itu belum penting baginya.
1178Please respect copyright.PENANAT5InzbeDa6
Di tengah lamunannya, Dinda menyipitkan mata ke arah seberang jalan.
1178Please respect copyright.PENANAXZVRi2enmK
Sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari sana tampak begitu familiar.
1178Please respect copyright.PENANAkjj8H5xaMv
Tak lama kemudian, pintu mobil terbuka.
1178Please respect copyright.PENANAfZXfUlS8lK
Senyum Dinda langsung mengembang ketika melihat Bima turun dan melambaikan tangan ke arahnya.
1178Please respect copyright.PENANAF6SqCcwzxe
Ia segera menghampiri.
1178Please respect copyright.PENANA78oT1xnbhR
"Kok lama?" tanyanya.
1178Please respect copyright.PENANAFEqDH92XuA
"Tadi Ayah mampir beli buah," jawab Bima santai.
1178Please respect copyright.PENANAex4nLbpibX
"Alasan."
Dinda mendengus pelan sebelum masuk ke dalam mobil.
1178Please respect copyright.PENANAokISrq2qqd
"Ayo pulang."
1178Please respect copyright.PENANAEaY9r1LEc0
Bima hanya tertawa kecil melihat tingkah putrinya.
1178Please respect copyright.PENANAM0gblfj2T1
Dalam perjalanan pulang, beberapa siswa yang masih berada di sekitar sekolah sempat tersenyum dan menyapa Bima. Meski tidak mengenal mereka secara pribadi, Bima tetap membalas dengan ramah. Begitulah dirinya.
1178Please respect copyright.PENANAz3CuurS0MP
Bima adalah tipe orang yang mudah akrab dengan siapa saja. Ia tidak segan membantu orang lain, bahkan mereka yang baru ditemuinya sekalipun.
1178Please respect copyright.PENANAhRHHynyHtr
Ia sering memberi uang kepada pengamen jalanan, membantu pedagang kecil, atau sekadar berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
1178Please respect copyright.PENANAJLy14otm4e
Kebiasaan itu terkadang membuat Ayunda dan Dinda kesal.
1178Please respect copyright.PENANABfMwdMOyTC
Suatu kali saat mereka berlibur ke daerah Puncak, Bima memberikan uang kepada hampir setiap pengamen yang menghampiri kendaraan mereka.
1178Please respect copyright.PENANAwP6AUt81nO
"Jangan ditanggapi terus! Aku nggak suka!" protes Ayunda saat itu.
1178Please respect copyright.PENANACZFifDLqyd
Di kesempatan lain, Dinda juga pernah mengomel ketika Bima memberikan uang lima ribu rupiah kepada tukang parkir tua di depan minimarket.
1178Please respect copyright.PENANAoBt76HDNtq
"Ayah! Lima ribu bisa buat beli satu kuas lukis!" keluhnya sepanjang perjalanan pulang.
1178Please respect copyright.PENANAWIFDxavpju
Namun Bima hanya tersenyum mendengar semua itu.
1178Please respect copyright.PENANAe3BJDPojPd
Baginya, kebaikan sekecil apa pun tidak akan pernah sia-sia.
1178Please respect copyright.PENANAvpj8YxzRaK
Ia bukan orang yang terlalu religius. Ia juga bukan pendakwah atau seseorang yang gemar memberi nasihat. Namun Bima percaya bahwa setiap kebaikan akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali kepada orang yang menanamnya.
1178Please respect copyright.PENANAPZqkEMg8AH
Setelah mengantar Dinda pulang, Bima kembali menuju tempat kerjanya di sebuah pabrik pengolahan pupuk.
1178Please respect copyright.PENANAyHHnRHhfXJ
Atasannya sudah menunggu ketika ia tiba.
1178Please respect copyright.PENANAUfS8Z9hZOY
Pria paruh baya itu menjelaskan sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu. Bima mendengarkan dengan saksama, sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan tidak ada instruksi yang terlewat.
1178Please respect copyright.PENANAFMGSHsufFW
Setelah semuanya jelas, keduanya berjabat tangan. Atasannya bahkan menepuk pundaknya dengan bangga.
1178Please respect copyright.PENANArxW4Mq3O3a
Bima memang termasuk salah satu karyawan yang paling disukai di pabrik tersebut. Ia jarang mengeluh, disiplin dalam bekerja, dan selalu berusaha memberikan hasil terbaik. Bahkan ketika perusahaan sedang mengalami kesulitan dan beberapa kebijakan tidak menguntungkan karyawan, Bima tetap menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.
1178Please respect copyright.PENANAxgwWv6efDY
Ada alasan lain mengapa ia begitu bertahan di tempat itu.
1178Please respect copyright.PENANAecubHvRIsm
Pabrik tersebut merupakan salah satu anak perusahaan tempat Ayunda bekerja. Jika ia meninggalkan pekerjaannya, ia tidak akan lagi memiliki kesempatan melihat istrinya datang berkunjung ke pabrik.
1178Please respect copyright.PENANAv3VHqknLfx
Meski Ayunda sering kali terlalu sibuk untuk sekadar menyapanya, Bima tetap menikmati momen-momen singkat itu.
Dari kejauhan, ia kerap memperhatikan bagaimana istrinya memimpin rapat, menjelaskan laporan, dan berbicara di hadapan para petinggi perusahaan.
1178Please respect copyright.PENANAjvfEEP9Aeu
Melihat Ayunda bekerja selalu membuatnya kagum.
1178Please respect copyright.PENANAsiXRVqKXLI
Di mata banyak orang, Ayunda mungkin hanya seorang wanita karier yang ambisius.
1178Please respect copyright.PENANAUzYN1HMGst
Namun di mata Bima, ia tetaplah wanita yang pernah membuatnya jatuh cinta dan memutuskan untuk membangun sebuah keluarga bersama.
1178Please respect copyright.PENANAwWqQKwERFt
Sore perlahan berganti malam. Ayunda berjalan menuju mobilnya dengan langkah yang terasa lebih ringan dari biasanya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, pekerjaannya tidak menumpuk. Ia membayangkan bisa pulang lebih cepat dan beristirahat di rumah.
1178Please respect copyright.PENANANq7yhtITu5
Sebelumnya, ia juga menerima pesan dari Bima yang memberitahukan bahwa dirinya harus pulang larut karena ada pekerjaan tambahan di pabrik.
1178Please respect copyright.PENANAPT3so17Or6
Entah mengapa, kabar itu membuat Ayunda sedikit kesal.
1178Please respect copyright.PENANA7LkBTBbnxx
Meski selama ini ia lebih sering terlihat sibuk dan acuh terhadap keluarganya, bukan berarti ia tidak membutuhkan perhatian. Di balik sikap profesional yang selalu ditunjukkannya, Ayunda tetaplah seorang wanita yang sesekali ingin dimanja dan diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya.
1178Please respect copyright.PENANAqGFKJDeTlq
Sesaat sebelum menyalakan mesin mobil, ponselnya berdering.
1178Please respect copyright.PENANAbSMq7eim0m
Nama atasannya muncul di layar.
1178Please respect copyright.PENANAXYMe9v2tWA
"Halo, Ayunda. Kamu masih ingat Brian?" suara itu terdengar dari seberang telepon.
1178Please respect copyright.PENANAEaiZP3ZSco
"Dia datang hari ini dan ingin bertemu denganmu."
1178Please respect copyright.PENANAW5ntbG6X6k
Ayunda terdiam.
1178Please respect copyright.PENANABrc5P4K9qA
Nama itu segera membangkitkan kenangan yang ingin ia lupakan.
1178Please respect copyright.PENANAGldfgxaoPW
Dua bulan lalu, saat menghadiri acara perusahaan di Bali, ia sempat diperkenalkan kepada Brian, salah satu klien luar negeri yang bekerja sama dengan perusahaan. Pria itu dikenal memiliki kepribadian yang dominan dan sulit ditebak. Sejak pertemuan pertama, Ayunda tidak pernah merasa nyaman berada di dekatnya.
1178Please respect copyright.PENANAoX4l08MLjb
Ayunda tak begitu suka, ia merasa Brian sangat kasar saat mengelolah tubuhnya. Ia sempat demam ketika pulang dari perjalanan bisnis tersebut, mengapa tidak; dirinya dan Brian semalaman bercinta hingga subuh hari, entah berapa ronde telah terlewatkan dan berapa k0nd0m yang berserakan dilantai kamar tersebut.
1178Please respect copyright.PENANAYRjoFN7L0z
Yang pasti bagi Ayunda, pria itu selalu menghadirkan perasaan tidak nyaman yang sulit dijelaskan.
1178Please respect copyright.PENANAgxRSqHgIzL
Mengingat kembali perjalanan bisnis tersebut membuatnya mengembuskan napas panjang.
1178Please respect copyright.PENANAaTaLTN1ueD
Ia sebenarnya ingin menolak permintaan atasannya. Bahkan berbagai alasan sudah bermunculan di kepalanya. Sayangnya, seperti biasa, loyalitas terhadap pekerjaan kembali mengalahkan keinginannya sendiri.
1178Please respect copyright.PENANAzGSQ67XGg5
"Iya, saya ingat. Bos sekarang di mana?" tanyanya.
1178Please respect copyright.PENANAvBCmQKaomr
"Datang saja ke Hotel Cendrawasih. Nanti staf hotel akan mengantarmu ke ruang VIP."
1178Please respect copyright.PENANA1GrRz3U59u
Panggilan berakhir.
1178Please respect copyright.PENANADIaGtQL6dS
Ayunda menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum akhirnya menyalakan mesin mobil. Dengan perasaan bimbang, ia mengarahkan kendaraannya menuju hotel yang dimaksud.
1178Please respect copyright.PENANAKsdsBM7LqA
Sesampainya di sana, Ayunda sempat dibuat heran oleh ramainya suasana hotel malam itu. Lobi dipenuhi berbagai kalangan tamu. Ada wisatawan, pebisnis, hingga orang-orang berpenampilan eksklusif yang tampak terbiasa hidup di lingkungan kelas atas.
1178Please respect copyright.PENANAX4sHTqs0VK
Tak lama kemudian, seorang staf hotel menghampirinya.
1178Please respect copyright.PENANAJP9rOsQJSc
"Selamat malam, Bu Ayunda. Silakan ikut saya. Bapak-bapak sudah menunggu."
1178Please respect copyright.PENANA0v4C6iRZyG
Ayunda mengangguk pelan.
1178Please respect copyright.PENANA1ccRgH7JAA
Staf tersebut kemudian menuntunnya menuju lantai tujuh. Lorong yang mereka lewati tampak jauh lebih sepi dibandingkan area hotel lainnya.
1178Please respect copyright.PENANAgKBPCHMZ1E
Di depan sebuah ruangan besar di ujung koridor, langkah mereka berhenti.
1178Please respect copyright.PENANANHz8GRacpI
Setelah mengetuk beberapa kali, pintu akhirnya terbuka.
1178Please respect copyright.PENANAslBbpx39Wx
Suara musik langsung terdengar dari dalam.
1178Please respect copyright.PENANAxbiGxYXvF7
Ruangan itu dipenuhi oleh sejumlah petinggi perusahaan dan relasi bisnis yang sedang menikmati malam mereka. Gelas-gelas minuman memenuhi meja, sementara tawa dan percakapan bercampur menjadi satu.
1178Please respect copyright.PENANAxpJhUmJc3e
Sebagian tamu sedang bernyanyi karaoke. Sebagian lainnya terlihat larut dalam obrolan dan hiburan yang disediakan.
1178Please respect copyright.PENANAULse4xF18k
Pemandangan seperti itu bukan lagi hal asing bagi Ayunda.
1178Please respect copyright.PENANAJEOvpWQgLt
Selama bertahun-tahun bekerja di lingkungan tersebut, ia telah menyaksikan berbagai sisi dunia bisnis yang jarang terlihat oleh orang luar. Dan malam itu, sekali lagi, ia merasa dirinya kembali memasuki lingkaran yang sebenarnya sudah lama ingin ia tinggalkan.
1178Please respect copyright.PENANAFNEVBGSXAC
Setelah diperkenalkan oleh Bosnya, Ayunda yang berdiri dengan anggun tersenyum sembari menyapa para lelaki hidung belang itu. Dalam benaknya, Ayunda berpikir 'jika saja bukan karena uang dan profesi, aku akan meludahi mereka satu-satu' namun dalam dunia bisnis, kemunafikan juga ternyata sangat dibutuhkan.
1178Please respect copyright.PENANAXmWwJqOtaD
Ayunda kemudian dipersilakan duduk di salah satu sofa yang tersedia. Ia tahu bahwa sandiwara profesionalitas ini mungkin akan berlangsung cukup lama.
1178Please respect copyright.PENANAMp6cSiJ5KP
Dengan tenang, ia menyesap minuman di tangannya sambil berusaha menyembunyikan kegelisahan yang terus mengusik pikirannya.
1178Please respect copyright.PENANAn3oFz8vAL5
Tak lama kemudian, Brian menghampirinya.
1178Please respect copyright.PENANAg7nhKKhicD
"Remember me?" tanyanya dengan senyum tipis.
1178Please respect copyright.PENANAL2wfOym7WF
"Yes... How could I forget?" jawab Ayunda, membalas senyum tersebut.
1178Please respect copyright.PENANADLchZrTAYf
Namun di balik senyumnya, tersimpan perasaan tidak nyaman yang sulit disembunyikan. Ia hanya berharap malam itu segera berakhir dan dirinya bisa pulang ke rumah.
1178Please respect copyright.PENANAs4kXQFWgAG
Sayangnya, harapan itu tidak berjalan sesuai keinginannya.
1178Please respect copyright.PENANAjKsuys5Rye
Brian tiba-tiba mengecup leher Ayunda, melumat bibirnya dengan ganas yang seketika membuat wanita itu risih, Ia sedikit menolak dan mendorong tubuh besar Brian, namun tenaganya tak mampu mengimbangi kekuatan Brian. Lelaki tersebut kemudian berdiri dari sofa dan mengangkat gelasnya ke arah para tamu VIP yang memenuhi ruangan.
1178Please respect copyright.PENANADnvARnhScZ
Suasana mendadak menjadi riuh oleh tawa dan sorakan.
1178Please respect copyright.PENANAOY6fG0srne
" I Will have sex with Ayunda tonight!!"
1178Please respect copyright.PENANA2n7sFC89Pb
Ayunda langsung merasakan firasat buruk. Ia segera menarik lengan Brian dan berbisik pelan.
1178Please respect copyright.PENANAL5wgC7hoiE
"Please... don't do this."
1178Please respect copyright.PENANAxIaFchTPFJ
Namun Brian tampaknya tidak terlalu memedulikan keberatan tersebut. Sikapnya yang semakin berani membuat Ayunda merasa kehilangan kendali atas situasi.
1178Please respect copyright.PENANAzi2rxAOs4W
Untuk pertama kalinya malam itu, kesabarannya benar-benar habis.
1178Please respect copyright.PENANA6vRhRhiGko
Ayunda berdiri dari tempat duduknya.
1178Please respect copyright.PENANARM96y6gcqG
Ruangan yang semula ramai perlahan menjadi hening saat seluruh perhatian tertuju kepadanya.
1178Please respect copyright.PENANAoteCL3GERM
"Maaf, Tuan-Tuan," ucapnya dengan suara bergetar.
1178Please respect copyright.PENANAq7EMo0Oe50
"Hari ini saya bekerja sejak pagi dan kondisi saya benar-benar tidak baik. Saya rasa saya tidak bisa menemani acara malam ini lebih lama lagi."
1178Please respect copyright.PENANAts88Vs73Oo
Ia membungkukkan badan dengan hormat.
1178Please respect copyright.PENANA0Ftsm5a0l2
"Saya mohon izin untuk pulang lebih awal."
1178Please respect copyright.PENANASsk4x8f5lx
Keheningan menyelimuti ruangan.
1178Please respect copyright.PENANADEN8g0cZwN
Beberapa tamu saling berpandangan, sementara Ayunda berusaha menahan air mata yang hampir jatuh. Selama bertahun-tahun bekerja, hampir tidak pernah ia menolak permintaan yang diberikan kepadanya.
1178Please respect copyright.PENANAHng2MA32Zg
Malam itu menjadi pengecualian.
1178Please respect copyright.PENANAiu64RIazdl
Salah satu petinggi perusahaan kemudian menghampirinya.
1178Please respect copyright.PENANA9TgGF9OqSC
Dengan nada pelan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, pria itu berkata,
1178Please respect copyright.PENANAqnjmePrl9O
"Pulanglah jika itu maumu. Tapi setelah malam ini, jangan berharap kesempatan dan proyek besar akan datang dengan mudah."
1178Please respect copyright.PENANAJr7UoYsbli
Ancaman itu membuat Ayunda terpaku.
1178Please respect copyright.PENANAZs0uXVGycg
Dadanya terasa sesak.
1178Please respect copyright.PENANAi8nUW0yj1i
Ia tahu betul apa arti ucapan tersebut bagi karier yang selama ini dibangunnya dengan susah payah.
1178Please respect copyright.PENANAqVmI3wur1D
Di satu sisi, ia ingin pergi dan meninggalkan semua itu.
1178Please respect copyright.PENANAh0z5DigsYp
Di sisi lain, ia takut kehilangan posisi yang telah menjadi pusat hidupnya selama bertahun-tahun.
1178Please respect copyright.PENANAsz5LNpdlb3
Untuk beberapa detik, Ayunda hanya berdiri membisu.
1178Please respect copyright.PENANANEMNLOvgNy
Kemudian, perlahan ia kembali duduk.
1178Please respect copyright.PENANAeKeLhNEOB3
Sorot matanya kosong.
1178Please respect copyright.PENANABNvY0niLfQ
Malam itu, sekali lagi, ia memilih karier di atas dirinya sendiri.
1178Please respect copyright.PENANAi9F7hpdcFQ
Brian yang melihat keputusan tersebut hanya tersenyum puas. Tak lama kemudian, ia mengajak Ayunda meninggalkan ruangan untuk berbicara secara pribadi. Tanpa banyak kata, Ayunda mengikuti langkah pria itu.
1178Please respect copyright.PENANAZ4TsbQxlme
Sementara itu, jauh di tempat lain, Bima masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya di pabrik. Ia sama sekali tidak mengetahui pergulatan yang sedang dialami istrinya.
1178Please respect copyright.PENANAc8IkyTaDeN
Sedangkan Dinda, seperti biasa, menghabiskan malam seorang diri di rumah sambil menunggu kedua orang tuanya pulang.
1178Please respect copyright.PENANAMHvm87N8Im
Tanpa mereka sadari, malam itu akan menjadi awal dari perubahan besar yang perlahan mengguncang kehidupan keluarga kecil tersebut.
1178Please respect copyright.PENANAABHR89LkWM
BERSAMBUNG...1178Please respect copyright.PENANAq3sjFaQHsz
Chapter lengkapnya ada di: https://lynk.id/shark95
ns216.73.216.37da2


