Dinda dengan sigap berlari menuju kamarnya. Mulutnya masih sibuk mengunyah roti yang digenggam sejak tadi. Setelah membongkar isi tas dan memeriksa beberapa sudut kamar, akhirnya ia menemukan benda yang sedang dicarinya.
1194Please respect copyright.PENANA3O0wWZSLkA
Sementara itu, Bima yang menunggu di halaman mulai kehilangan kesabaran.
1194Please respect copyright.PENANAUVyWTQOQAV
"Cepatlah! Nanti kamu terlambat!" teriaknya.
1194Please respect copyright.PENANAP5Qipo8bgy
Mendengar panggilan ayahnya, Dinda segera berlari keluar rumah.
1194Please respect copyright.PENANAr7kGndSjJ0
"Sudah tidak ada yang ketinggalan?" tanya Bima untuk memastikan.
1194Please respect copyright.PENANA7iXvepUi2U
Dinda menggeleng sambil mengangkat sebuah kotak alat lukis.
1194Please respect copyright.PENANAfJKW0cwWNS
"Sudah ketemu," jawabnya dengan senyum lebar.
1194Please respect copyright.PENANA5yGlNKmMhQ
Bima pun tersenyum lega.
1194Please respect copyright.PENANAJpTq7EdVQQ
Tak lama kemudian, keduanya masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju sekolah. Mengantar Dinda sudah menjadi rutinitas yang selalu dilakukan Bima setiap pagi. Meski lokasi tempat kerjanya tidak searah dengan sekolah, ia tetap bersikeras menjalankan tanggung jawab tersebut.
1194Please respect copyright.PENANABM9xOqyG3j
Sebenarnya, akan lebih mudah jika Ayunda yang mengantar karena arah kantornya jauh lebih sejalur. Namun Bima tidak ingin menambah beban istrinya yang sudah disibukkan oleh pekerjaan. Lagi pula, ia menikmati waktu-waktu singkat yang bisa dihabiskannya bersama Dinda sebelum memulai aktivitas sehari-hari.
1194Please respect copyright.PENANAaahUYz7PYU
Sesampainya di sekolah, Dinda memeluk Bima sebelum turun dari mobil.
1194Please respect copyright.PENANANM9kBhsEjM
"Dadah, Ayah!"
1194Please respect copyright.PENANATFslMwQCu8
"Dadah. Belajar yang rajin, ya," balas Bima sambil melambaikan tangan.
1194Please respect copyright.PENANAGwhWahzoJU
Ia terus memperhatikan hingga gadis itu menghilang di balik gerbang sekolah.
1194Please respect copyright.PENANA9ysUORgxX2
Rutinitas sederhana itu telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya sejak menikah dengan Ayunda. Kedekatannya dengan Dinda memberikan warna tersendiri dalam hari-harinya. Di saat pekerjaan terasa melelahkan dan kehidupan rumah tangga mulai dipenuhi jarak, kehadiran Dinda sering kali menjadi alasan yang membuatnya tetap bersemangat.
1194Please respect copyright.PENANAQeX4YJUGRD
Di tempat kerja, Bima terkadang menyempatkan diri menelepon Ayunda saat jam istirahat. Namun, istrinya sering menjawab dengan nada lelah. Tak jarang Ayunda meminta agar ia tidak menghubunginya jika tidak ada urusan penting.
1194Please respect copyright.PENANAh25THxlObI
Sikap Ayunda yang semakin tenggelam dalam pekerjaannya perlahan membuat Bima merasa diabaikan. Komunikasi mereka tidak lagi sehangat dulu. Percakapan yang dahulu terasa menyenangkan kini berubah menjadi formal dan singkat.
1194Please respect copyright.PENANARVnRenOMsz
Meski demikian, Bima memilih bertahan. Sebagian karena ia masih mencintai istrinya, dan sebagian lagi karena ia tidak ingin kehilangan keluarga yang telah dibangunnya bersama Dinda.
1194Please respect copyright.PENANAl3PKZoB3zc
Setiap kali pulang ke rumah dan mendengar suara riang anak itu menyambutnya, rasa kecewa yang sempat memenuhi pikirannya perlahan menghilang. Bagi Bima, Dinda bukan sekadar anak tiri. Gadis itu telah ia anggap sebagai anaknya sendiri, seseorang yang tanpa sadar menjadi sumber kebahagiaan dan semangat dalam kehidupannya.
1194Please respect copyright.PENANAUVC6zEzGyP
Hari Selasa menjadi hari yang telah lama dinantikan Bima. Ia tengah merencanakan sebuah kejutan untuk ulang tahun Dinda yang ke-15. Rencana itu sengaja ia rahasiakan dari semua orang, termasuk Ayunda. Menurutnya, kejutan hanya akan terasa istimewa jika tidak diketahui siapa pun.
1194Please respect copyright.PENANA4lD8szYlky
Ia bahkan telah menyiapkan alasan untuk menutupi rencananya. Kepada Dinda nanti, ia akan berpura-pura pulang ke kampung halaman untuk menjenguk seorang teman yang sedang sakit. Bima tahu betul bahwa jika dirinya tidak berada di rumah, Dinda biasanya akan menghabiskan waktu dengan melukis di kamar daripada pergi bermain bersama teman-temannya.
1194Please respect copyright.PENANAjQLj2mZvQd
Sementara itu, Ayunda tentu tetap sibuk dengan pekerjaannya dan hampir selalu pulang larut malam. Awalnya Bima sempat berpikir untuk mengajak istrinya bekerja sama menyiapkan kejutan tersebut. Namun ia mengurungkan niatnya. Ia mengenal Ayunda dengan baik dan merasa bahwa istrinya kemungkinan besar akan menganggap hal itu berlebihan.
Karena itulah, Bima memilih mengurus semuanya sendiri.
1194Please respect copyright.PENANA2YxIbX1Ntw
Selepas jam istirahat, Bima meminta izin kepada atasannya untuk menjemput Dinda di sekolah.
1194Please respect copyright.PENANA6eVH29h9c6
Langit tampak mendung dan gerimis mulai turun ketika ia tiba di sana.
1194Please respect copyright.PENANAWcDEozU9S9
Di sisi lain, Dinda tengah duduk di dekat gerbang sekolah sambil menunggu jemputan. Satu per satu teman-temannya pulang bersama orang tua masing-masing. Beberapa dijemput sopir pribadi, sementara yang lain bercanda riang bersama teman-teman mereka sebelum pulang.
1194Please respect copyright.PENANAk1DRem4WkN
Sesekali Dinda membalas lambaian tangan teman sekelasnya dengan senyum tipis.
1194Please respect copyright.PENANAj44oYYxx1N
Dinda memang bukan tipe siswi yang memiliki banyak teman. Ia tidak tergabung dalam kelompok populer mana pun dan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan melukis.
1194Please respect copyright.PENANAs02H1VrUh2
Banyak siswa mengenalnya sebagai gadis yang cantik, cerdas, dan sopan. Namun di balik kesan itu, tak sedikit pula yang menganggapnya dingin dan sulit didekati.
1194Please respect copyright.PENANA6jzQ00vCEo
Beberapa siswa laki-laki pernah mencoba mendekatinya. Mereka berharap bisa mendapatkan perhatian lebih dari gadis itu. Namun semua usaha tersebut berakhir sia-sia. Dinda selalu menjaga jarak dan menolak dengan halus.
1194Please respect copyright.PENANAjYEqkxVHGo
Baik Bima maupun Ayunda pernah beberapa kali menyinggung soal kehidupan asmara putri mereka.
1194Please respect copyright.PENANAv8Lue8EuVG
"Kenapa Dinda nggak pernah bawa pacar ke rumah?" tanya Bima suatu ketika. Namun Dinda hanya menjawab singkat bahwa hal-hal seperti itu belum penting baginya.
1194Please respect copyright.PENANAtpuecsbqkb
Di tengah lamunannya, Dinda menyipitkan mata ke arah seberang jalan.
1194Please respect copyright.PENANA8oj9lweob1
Sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari sana tampak begitu familiar.
1194Please respect copyright.PENANA9nycGIuAsY
Tak lama kemudian, pintu mobil terbuka.
1194Please respect copyright.PENANArdvMd5Byqi
Senyum Dinda langsung mengembang ketika melihat Bima turun dan melambaikan tangan ke arahnya.
1194Please respect copyright.PENANAo3Opdb4Ull
Ia segera menghampiri.
1194Please respect copyright.PENANAOkO3A692K2
"Kok lama?" tanyanya.
1194Please respect copyright.PENANAyuaTmur1oP
"Tadi Ayah mampir beli buah," jawab Bima santai.
1194Please respect copyright.PENANAohOqX0a9Sn
"Alasan."
Dinda mendengus pelan sebelum masuk ke dalam mobil.
1194Please respect copyright.PENANAw6nU0tJCkN
"Ayo pulang."
1194Please respect copyright.PENANAMkfBq2I7x6
Bima hanya tertawa kecil melihat tingkah putrinya.
1194Please respect copyright.PENANActLp0LIT11
Dalam perjalanan pulang, beberapa siswa yang masih berada di sekitar sekolah sempat tersenyum dan menyapa Bima. Meski tidak mengenal mereka secara pribadi, Bima tetap membalas dengan ramah. Begitulah dirinya.
1194Please respect copyright.PENANAi7g6yZgJab
Bima adalah tipe orang yang mudah akrab dengan siapa saja. Ia tidak segan membantu orang lain, bahkan mereka yang baru ditemuinya sekalipun.
1194Please respect copyright.PENANAVkrfDbtQId
Ia sering memberi uang kepada pengamen jalanan, membantu pedagang kecil, atau sekadar berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
1194Please respect copyright.PENANA2u53lvlpsV
Kebiasaan itu terkadang membuat Ayunda dan Dinda kesal.
1194Please respect copyright.PENANAxdE8WVVsMg
Suatu kali saat mereka berlibur ke daerah Puncak, Bima memberikan uang kepada hampir setiap pengamen yang menghampiri kendaraan mereka.
1194Please respect copyright.PENANA0zKVtTDoEA
"Jangan ditanggapi terus! Aku nggak suka!" protes Ayunda saat itu.
1194Please respect copyright.PENANAIx1KfEQ4y9
Di kesempatan lain, Dinda juga pernah mengomel ketika Bima memberikan uang lima ribu rupiah kepada tukang parkir tua di depan minimarket.
1194Please respect copyright.PENANA7j06V3iqyC
"Ayah! Lima ribu bisa buat beli satu kuas lukis!" keluhnya sepanjang perjalanan pulang.
1194Please respect copyright.PENANAl9rLWgfThi
Namun Bima hanya tersenyum mendengar semua itu.
1194Please respect copyright.PENANA36vBLJYAGq
Baginya, kebaikan sekecil apa pun tidak akan pernah sia-sia.
1194Please respect copyright.PENANAtCg80WwqOP
Ia bukan orang yang terlalu religius. Ia juga bukan pendakwah atau seseorang yang gemar memberi nasihat. Namun Bima percaya bahwa setiap kebaikan akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali kepada orang yang menanamnya.
1194Please respect copyright.PENANALEgZN0iK7D
Setelah mengantar Dinda pulang, Bima kembali menuju tempat kerjanya di sebuah pabrik pengolahan pupuk.
1194Please respect copyright.PENANAyFVnSE8EZS
Atasannya sudah menunggu ketika ia tiba.
1194Please respect copyright.PENANAlZxVCsILMK
Pria paruh baya itu menjelaskan sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu. Bima mendengarkan dengan saksama, sesekali mengajukan pertanyaan untuk memastikan tidak ada instruksi yang terlewat.
1194Please respect copyright.PENANAa2EI8nFByr
Setelah semuanya jelas, keduanya berjabat tangan. Atasannya bahkan menepuk pundaknya dengan bangga.
1194Please respect copyright.PENANAAGzllrQSSm
Bima memang termasuk salah satu karyawan yang paling disukai di pabrik tersebut. Ia jarang mengeluh, disiplin dalam bekerja, dan selalu berusaha memberikan hasil terbaik. Bahkan ketika perusahaan sedang mengalami kesulitan dan beberapa kebijakan tidak menguntungkan karyawan, Bima tetap menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.
1194Please respect copyright.PENANA8IaHeIGeF5
Ada alasan lain mengapa ia begitu bertahan di tempat itu.
1194Please respect copyright.PENANAqInDuJIqbF
Pabrik tersebut merupakan salah satu anak perusahaan tempat Ayunda bekerja. Jika ia meninggalkan pekerjaannya, ia tidak akan lagi memiliki kesempatan melihat istrinya datang berkunjung ke pabrik.
1194Please respect copyright.PENANA0F0Ifj1Lcs
Meski Ayunda sering kali terlalu sibuk untuk sekadar menyapanya, Bima tetap menikmati momen-momen singkat itu.
Dari kejauhan, ia kerap memperhatikan bagaimana istrinya memimpin rapat, menjelaskan laporan, dan berbicara di hadapan para petinggi perusahaan.
1194Please respect copyright.PENANAClyeKHOe3V
Melihat Ayunda bekerja selalu membuatnya kagum.
1194Please respect copyright.PENANAfDhazQSsCw
Di mata banyak orang, Ayunda mungkin hanya seorang wanita karier yang ambisius.
1194Please respect copyright.PENANAC74MOEe8BE
Namun di mata Bima, ia tetaplah wanita yang pernah membuatnya jatuh cinta dan memutuskan untuk membangun sebuah keluarga bersama.
1194Please respect copyright.PENANARMZ81QH6qO
Sore perlahan berganti malam. Ayunda berjalan menuju mobilnya dengan langkah yang terasa lebih ringan dari biasanya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, pekerjaannya tidak menumpuk. Ia membayangkan bisa pulang lebih cepat dan beristirahat di rumah.
1194Please respect copyright.PENANAJZBLvUIXc1
Sebelumnya, ia juga menerima pesan dari Bima yang memberitahukan bahwa dirinya harus pulang larut karena ada pekerjaan tambahan di pabrik.
1194Please respect copyright.PENANAyiTOGxswON
Entah mengapa, kabar itu membuat Ayunda sedikit kesal.
1194Please respect copyright.PENANACKOrTKwJ0x
Meski selama ini ia lebih sering terlihat sibuk dan acuh terhadap keluarganya, bukan berarti ia tidak membutuhkan perhatian. Di balik sikap profesional yang selalu ditunjukkannya, Ayunda tetaplah seorang wanita yang sesekali ingin dimanja dan diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya.
1194Please respect copyright.PENANAnUkM9UpOW4
Sesaat sebelum menyalakan mesin mobil, ponselnya berdering.
1194Please respect copyright.PENANA8fdwP0jNoO
Nama atasannya muncul di layar.
1194Please respect copyright.PENANAZAh3tAVig9
"Halo, Ayunda. Kamu masih ingat Brian?" suara itu terdengar dari seberang telepon.
1194Please respect copyright.PENANAy4bryLMPjA
"Dia datang hari ini dan ingin bertemu denganmu."
1194Please respect copyright.PENANANgAO2PlK6k
Ayunda terdiam.
1194Please respect copyright.PENANAPcDi43P37e
Nama itu segera membangkitkan kenangan yang ingin ia lupakan.
1194Please respect copyright.PENANAQT2ZfOWr3F
Dua bulan lalu, saat menghadiri acara perusahaan di Bali, ia sempat diperkenalkan kepada Brian, salah satu klien luar negeri yang bekerja sama dengan perusahaan. Pria itu dikenal memiliki kepribadian yang dominan dan sulit ditebak. Sejak pertemuan pertama, Ayunda tidak pernah merasa nyaman berada di dekatnya.
1194Please respect copyright.PENANAwHup0tjyPe
Ayunda tak begitu suka, ia merasa Brian sangat kasar saat mengelolah tubuhnya. Ia sempat demam ketika pulang dari perjalanan bisnis tersebut, mengapa tidak; dirinya dan Brian semalaman bercinta hingga subuh hari, entah berapa ronde telah terlewatkan dan berapa k0nd0m yang berserakan dilantai kamar tersebut.
1194Please respect copyright.PENANAStxZKQ7XiO
Yang pasti bagi Ayunda, pria itu selalu menghadirkan perasaan tidak nyaman yang sulit dijelaskan.
1194Please respect copyright.PENANAe13oEhyRZR
Mengingat kembali perjalanan bisnis tersebut membuatnya mengembuskan napas panjang.
1194Please respect copyright.PENANAqGrl0Gnedo
Ia sebenarnya ingin menolak permintaan atasannya. Bahkan berbagai alasan sudah bermunculan di kepalanya. Sayangnya, seperti biasa, loyalitas terhadap pekerjaan kembali mengalahkan keinginannya sendiri.
1194Please respect copyright.PENANAVEBdgVfhoK
"Iya, saya ingat. Bos sekarang di mana?" tanyanya.
1194Please respect copyright.PENANAljKeApfST0
"Datang saja ke Hotel Cendrawasih. Nanti staf hotel akan mengantarmu ke ruang VIP."
1194Please respect copyright.PENANAAJGbaZTvjs
Panggilan berakhir.
1194Please respect copyright.PENANAkfXVXwprCx
Ayunda menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum akhirnya menyalakan mesin mobil. Dengan perasaan bimbang, ia mengarahkan kendaraannya menuju hotel yang dimaksud.
1194Please respect copyright.PENANARpHBkkTaJk
Sesampainya di sana, Ayunda sempat dibuat heran oleh ramainya suasana hotel malam itu. Lobi dipenuhi berbagai kalangan tamu. Ada wisatawan, pebisnis, hingga orang-orang berpenampilan eksklusif yang tampak terbiasa hidup di lingkungan kelas atas.
1194Please respect copyright.PENANALUrQLZ41Mw
Tak lama kemudian, seorang staf hotel menghampirinya.
1194Please respect copyright.PENANA7uWE4DitaT
"Selamat malam, Bu Ayunda. Silakan ikut saya. Bapak-bapak sudah menunggu."
1194Please respect copyright.PENANA5i4UsmkF6Q
Ayunda mengangguk pelan.
1194Please respect copyright.PENANAph25STpGr9
Staf tersebut kemudian menuntunnya menuju lantai tujuh. Lorong yang mereka lewati tampak jauh lebih sepi dibandingkan area hotel lainnya.
1194Please respect copyright.PENANAq48OSTBxM9
Di depan sebuah ruangan besar di ujung koridor, langkah mereka berhenti.
1194Please respect copyright.PENANATtGLyCAj7W
Setelah mengetuk beberapa kali, pintu akhirnya terbuka.
1194Please respect copyright.PENANAWcg8CzqAiy
Suara musik langsung terdengar dari dalam.
1194Please respect copyright.PENANAGw0flQtJLx
Ruangan itu dipenuhi oleh sejumlah petinggi perusahaan dan relasi bisnis yang sedang menikmati malam mereka. Gelas-gelas minuman memenuhi meja, sementara tawa dan percakapan bercampur menjadi satu.
1194Please respect copyright.PENANA3Ek0SRl46A
Sebagian tamu sedang bernyanyi karaoke. Sebagian lainnya terlihat larut dalam obrolan dan hiburan yang disediakan.
1194Please respect copyright.PENANABS8FUQAY7T
Pemandangan seperti itu bukan lagi hal asing bagi Ayunda.
1194Please respect copyright.PENANASzUnptcfbo
Selama bertahun-tahun bekerja di lingkungan tersebut, ia telah menyaksikan berbagai sisi dunia bisnis yang jarang terlihat oleh orang luar. Dan malam itu, sekali lagi, ia merasa dirinya kembali memasuki lingkaran yang sebenarnya sudah lama ingin ia tinggalkan.
1194Please respect copyright.PENANABPjY8X3AWG
Setelah diperkenalkan oleh Bosnya, Ayunda yang berdiri dengan anggun tersenyum sembari menyapa para lelaki hidung belang itu. Dalam benaknya, Ayunda berpikir 'jika saja bukan karena uang dan profesi, aku akan meludahi mereka satu-satu' namun dalam dunia bisnis, kemunafikan juga ternyata sangat dibutuhkan.
1194Please respect copyright.PENANAHT3UvcVzyW
Ayunda kemudian dipersilakan duduk di salah satu sofa yang tersedia. Ia tahu bahwa sandiwara profesionalitas ini mungkin akan berlangsung cukup lama.
1194Please respect copyright.PENANA8talXllAxN
Dengan tenang, ia menyesap minuman di tangannya sambil berusaha menyembunyikan kegelisahan yang terus mengusik pikirannya.
1194Please respect copyright.PENANAfhROvGBl31
Tak lama kemudian, Brian menghampirinya.
1194Please respect copyright.PENANAjTSygmly1Q
"Remember me?" tanyanya dengan senyum tipis.
1194Please respect copyright.PENANAZxqi5PqdTl
"Yes... How could I forget?" jawab Ayunda, membalas senyum tersebut.
1194Please respect copyright.PENANApyOXIyDbN4
Namun di balik senyumnya, tersimpan perasaan tidak nyaman yang sulit disembunyikan. Ia hanya berharap malam itu segera berakhir dan dirinya bisa pulang ke rumah.
1194Please respect copyright.PENANAedsfsRqKcw
Sayangnya, harapan itu tidak berjalan sesuai keinginannya.
1194Please respect copyright.PENANATnlU3VTXOo
Brian tiba-tiba mengecup leher Ayunda, melumat bibirnya dengan ganas yang seketika membuat wanita itu risih, Ia sedikit menolak dan mendorong tubuh besar Brian, namun tenaganya tak mampu mengimbangi kekuatan Brian. Lelaki tersebut kemudian berdiri dari sofa dan mengangkat gelasnya ke arah para tamu VIP yang memenuhi ruangan.
1194Please respect copyright.PENANA5UCaZKym2N
Suasana mendadak menjadi riuh oleh tawa dan sorakan.
1194Please respect copyright.PENANAr31WQHvtHP
" I Will have sex with Ayunda tonight!!"
1194Please respect copyright.PENANAz0UtaGNx61
Ayunda langsung merasakan firasat buruk. Ia segera menarik lengan Brian dan berbisik pelan.
1194Please respect copyright.PENANAQK8jR3DLZa
"Please... don't do this."
1194Please respect copyright.PENANA3QtQgWlBIF
Namun Brian tampaknya tidak terlalu memedulikan keberatan tersebut. Sikapnya yang semakin berani membuat Ayunda merasa kehilangan kendali atas situasi.
1194Please respect copyright.PENANA1yp0AbhpAL
Untuk pertama kalinya malam itu, kesabarannya benar-benar habis.
1194Please respect copyright.PENANADjcQZIiW0F
Ayunda berdiri dari tempat duduknya.
1194Please respect copyright.PENANA1cozNL7EOA
Ruangan yang semula ramai perlahan menjadi hening saat seluruh perhatian tertuju kepadanya.
1194Please respect copyright.PENANAjoQ2qrFKJY
"Maaf, Tuan-Tuan," ucapnya dengan suara bergetar.
1194Please respect copyright.PENANA6b9nx9u2BP
"Hari ini saya bekerja sejak pagi dan kondisi saya benar-benar tidak baik. Saya rasa saya tidak bisa menemani acara malam ini lebih lama lagi."
1194Please respect copyright.PENANAtwJqeRyHlw
Ia membungkukkan badan dengan hormat.
1194Please respect copyright.PENANAiDxTMQJw3E
"Saya mohon izin untuk pulang lebih awal."
1194Please respect copyright.PENANAjIr5GZu3qT
Keheningan menyelimuti ruangan.
1194Please respect copyright.PENANAc6OUJYLHDE
Beberapa tamu saling berpandangan, sementara Ayunda berusaha menahan air mata yang hampir jatuh. Selama bertahun-tahun bekerja, hampir tidak pernah ia menolak permintaan yang diberikan kepadanya.
1194Please respect copyright.PENANAbUDVaMectt
Malam itu menjadi pengecualian.
1194Please respect copyright.PENANAMTYlqyLq7v
Salah satu petinggi perusahaan kemudian menghampirinya.
1194Please respect copyright.PENANAy5i3J6HbLJ
Dengan nada pelan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, pria itu berkata,
1194Please respect copyright.PENANAYbVRF8ci0P
"Pulanglah jika itu maumu. Tapi setelah malam ini, jangan berharap kesempatan dan proyek besar akan datang dengan mudah."
1194Please respect copyright.PENANAfu0x660xoI
Ancaman itu membuat Ayunda terpaku.
1194Please respect copyright.PENANAx6amCUAQ7S
Dadanya terasa sesak.
1194Please respect copyright.PENANAlAdmBjf7vO
Ia tahu betul apa arti ucapan tersebut bagi karier yang selama ini dibangunnya dengan susah payah.
1194Please respect copyright.PENANAemQ5KnmyO9
Di satu sisi, ia ingin pergi dan meninggalkan semua itu.
1194Please respect copyright.PENANAEbl571Jg40
Di sisi lain, ia takut kehilangan posisi yang telah menjadi pusat hidupnya selama bertahun-tahun.
1194Please respect copyright.PENANAfqVcxk8XwT
Untuk beberapa detik, Ayunda hanya berdiri membisu.
1194Please respect copyright.PENANA2AMpaDA7Rb
Kemudian, perlahan ia kembali duduk.
1194Please respect copyright.PENANALdVJRj9LBd
Sorot matanya kosong.
1194Please respect copyright.PENANAyrL6lmAMyi
Malam itu, sekali lagi, ia memilih karier di atas dirinya sendiri.
1194Please respect copyright.PENANAQFBIzSNqos
Brian yang melihat keputusan tersebut hanya tersenyum puas. Tak lama kemudian, ia mengajak Ayunda meninggalkan ruangan untuk berbicara secara pribadi. Tanpa banyak kata, Ayunda mengikuti langkah pria itu.
1194Please respect copyright.PENANAxhLksv2tTL
Sementara itu, jauh di tempat lain, Bima masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya di pabrik. Ia sama sekali tidak mengetahui pergulatan yang sedang dialami istrinya.
1194Please respect copyright.PENANAtT6tc3MTx2
Sedangkan Dinda, seperti biasa, menghabiskan malam seorang diri di rumah sambil menunggu kedua orang tuanya pulang.
1194Please respect copyright.PENANAGPUbg5lXI3
Tanpa mereka sadari, malam itu akan menjadi awal dari perubahan besar yang perlahan mengguncang kehidupan keluarga kecil tersebut.
1194Please respect copyright.PENANAlIm6ZpXyjI
BERSAMBUNG...1194Please respect copyright.PENANAu2WKoI5kV7
Chapter lengkapnya ada di: https://lynk.id/shark95
ns216.73.216.253da2


