Abidzar menarik pelan Celine, mengubahnya menjadi memunggunginya. Dia terpejam sejenak, dia berduaan di toilet dengan sang istri dadakannya.
1852Please respect copyright.PENANAOcWP4k0l81
Dengan keadaan istrinya itu hanya menggunakan celana dalam bertali tipis yang hanya berbentuk segitiga di depannya. Menutup bagian pentingnya.
1852Please respect copyright.PENANAuOA0G5oDPQ
Memang istrinya itu besar di negara asing dan kebarat-baratan.
1852Please respect copyright.PENANAVTt3b7eQPj
“Sambil pegang punya lo,” Celine berbalik namun Abidzar segera membaliknya lagi.
1852Please respect copyright.PENANAYhDlsdwgOD
“Ga bisa. Ibu juga mau mandi, jangan bikin dia nunggu.” Abidzar meraih lulur itu. Membuka segelnya karena masih baru.
1852Please respect copyright.PENANAFcyuFuTG7i
Celine dengan nakal berbalik lagi dan menarik handuk Abidzar lalu tersenyum menyebalkan. Bagai bocah nakal.
1852Please respect copyright.PENANAtfHoemk2Fp
Abidzar melotot saat dengan cepat Celine berjongkok, menggenggam dan melahapnya hingga setengahnya terbenam.
1852Please respect copyright.PENANAR3RdWVqLAy
“Oh!” Abidzar menggigit bibirnya merasakan hangatnya dan juga pijatan jemarinya. Kali ini lebih lama, membuat Abidzar tidak bisa fokus membuka lulur lagi.
1852Please respect copyright.PENANA3XqyHNd57C
Istrinya itu sungguh nakal sekali.
1852Please respect copyright.PENANAjOTQDkDM2m
Awalnya Celine ingin membuatnya tersiksa lagi, tapi entah kenapa dia jadi ingin terus melakukannya saat melihat wajah yang tersiksa itu terlihat tampan.
1852Please respect copyright.PENANAPqikoLXgVf
Bulu alisnya tebal, bulu matanya lentik, bibir tebalnya merah, rahangnya tegas. Abidzar terlihat seperti orang-orang arab?
1852Please respect copyright.PENANAkh0Eh8i6ry
Celine berdiri, mendorong Abidzar hingga bersandar di dinding lalu melahap bibirnya. Abidzar menahan bahu Celine, dia menarik wajahnya hingga ciuman terlepas.
1852Please respect copyright.PENANALU4G0b4ZDU
Keduanya terengah.
1852Please respect copyright.PENANAop00iladUq
Celine menelan ludah, dia hilang kendali. Dengan segera dia memunggungi Abidzar lagi dan mulai melanjutkan membuka lulur itu.
1852Please respect copyright.PENANAe6qeQpQVX3
Abidzar mengatur nafasnya, membiarkan bawahnya tetap seperti itu.
1852Please respect copyright.PENANAHJavxrIlZx
Tok.. Tok..
1852Please respect copyright.PENANAiZClUWYCqN
“Abi, udah selesai?”
1852Please respect copyright.PENANA6LalDc9G5d
Abidzar refleks membekap mulut Celine, membuat tubuh depannya menempel dengan kulit punggung Celine yang halus.
1852Please respect copyright.PENANAtAqECGfbqJ
“Belum, bu.”
1852Please respect copyright.PENANAKrGpwh1SEb
“Kalau begitu, ibu mandi di tempat bu Dewi ya, sekalian masak buat acara gotong royong nanti siang,”
1852Please respect copyright.PENANAfI34WHvV0J
“O-oh, iya bu.”
1852Please respect copyright.PENANAtcRJytRW8m
***
1852Please respect copyright.PENANAzGyVkGNCrV
Abidzar begitu tersiksa, tidak tahu akan berakhir dengan memandikan Celine yang anteng saja tubuhnya di guyur air.
1852Please respect copyright.PENANANNVW5wu2C0
Jemari besar Abidzar mengusap lembut kulit yang sudah dia oleskan lulur dan didiamkan beberapa saat itu, bersamaan dengan air yang dia guyurkan untuk membersihkannya.
1852Please respect copyright.PENANAkqz3KAGlYx
Gila, begitu lembut, licin. Nafas Abidzar memberat dengan rahang mengetat menahannya.
1852Please respect copyright.PENANAIqq1S7YJMO
“Kamu ga malu?”
1852Please respect copyright.PENANAwHrg2PpLjD
Celine menoleh, meliriknya malas. “Di pantai udah sering berjemur, banyak orang, cuma lo di sini kenapa malu,” santainya.
1852Please respect copyright.PENANA7ndtzaqOOY
Sungguh budaya yang berbeda.
1852Please respect copyright.PENANAMPLDLVHCsN
“Ke depannya jangan, negara ini beda, yang ada nanti di laporin ke polisi,”
1852Please respect copyright.PENANA8vqo7DBVZx
“Udah pernah.” singkat Celine dengan merem melek nyaman saat usapan dan air menyentuh kulitnya yang beberapa minggu tidak terkena lulur. “Lepas pakaian di— kenapa juga harus kasih tahu,” lanjutnya ketus.
1852Please respect copyright.PENANAeghq5HQR5F
Abidzar kurang fokus. “Depannya kamu sendiri,” ujarnya lembut walau suaranya terdengar agak memberat serak menahan godaan.
1852Please respect copyright.PENANAm60e0U04w1
“Ga, sekalian.” Celine menghadap Abidzar dengan menantang, tatapannya berubah nakal.
1852Please respect copyright.PENANA0orXxOg3Fc
Abidzar memalingkan tatapannya, dia baru saja melihat pusat seorang perempuan. Untung istrinya.
1852Please respect copyright.PENANAeZlm3bM2vf
“Cepet! Gue dingin!” amuknya dengan begitu tidak sopan dan tidak sabaran.
1852Please respect copyright.PENANAE8NKrpVXcW
Abidzar menghela nafas sabar. Dia kembali menatap Celine yang sungguh tidak ada malu walau telinga dan pipinya memerah samar.
1852Please respect copyright.PENANAjjGm3Qpooj
Apa sebenarnya malu juga? Tapi ditahan?
1852Please respect copyright.PENANAR885VZZiiO
Abidzar mengusap perut rata yang terkesan kurus itu hingga bersih, ke lengan kiri dan kanan, tak lupa ketiaknya dan dengan berdebar panas dingin.
1852Please respect copyright.PENANAOhPcwHLkZU
Abidzar berhasil mengusap kedua bukit itu hingga bersih dan bagian terberat pun harus dia lalui. Jemarinya menyentuh setiap lekuk tubuhnya tak terlewatkan.
1852Please respect copyright.PENANA8NBvjnCAS0
Abidzar menatap Celine yang terlihat terengah pelan, nafasnya memberat. Sama seperti Abidzar kini.
1852Please respect copyright.PENANAaQuRk5zvTU
“Selesai.” suara Abidzar semakin serak, dia sontak berdehem pelan.
1852Please respect copyright.PENANAemrJcLAc29
Celine meraih tengkuk Abidzar, melumat bibirnya rakus.
1852Please respect copyright.PENANAvyvrgObG9n
Abidzar memilih terpejam dan membalas, memeluk Celine agar tidak berjinjit lalu jatuh karena licin.
1852Please respect copyright.PENANAUbvJCU463z
Celine meraih dan menekannya masuk membuat Abidzar melotot dan menjauhkan wajahnya dengan terengah.
1852Please respect copyright.PENANATCB3aAhFET
“Serius?” tanyanya disela nafasnya yang terengah.
1852Please respect copyright.PENANAxitqI9r1PL
Celine mengangguk, melompat sedikit, membelitkan kedua kakinya ke pinggang Abidzar.
1852Please respect copyright.PENANAwWjTM7IwQD
Abidzar segera menangkapnya, mendudukannya di pinggiran bak air yang hampir terisi penuh. Abidzar memeluk Celine erat, bergerak tanpa tergesa. Tubuh basah keduanya merapat.
1852Please respect copyright.PENANApjw9u2JmTr
Tidak menyangka, lulur membuat mereka melebur menjadi satu.
1852Please respect copyright.PENANAY5WEBltLBb
***
1852Please respect copyright.PENANA9lKqquBlsF
Abidzar menguap, entah ke berapa kali. Walau begitu, dia tetap mencabuti rumput yang berada di pinggiran jalan yang sering dilewati penduduk.
1852Please respect copyright.PENANAJegFKsn3dk
Semua warga hari ini berada di luar rumah, melakukan gotong royong dengan begitu penuh kekeluargaan.
1852Please respect copyright.PENANAWE2yAZsY4c
“Pengantin baru nguap terus,”
1852Please respect copyright.PENANAG5bczczaGR
Abidzar menoleh pada pak Lukman yang sama tengah mencabuti rumput liar.
1852Please respect copyright.PENANAHPtvq7bSba
“Eh, pak.”
1852Please respect copyright.PENANAlQRC9upSoJ
“Istrinya kemana? Ga diajak ikut? Tumben hari ini ga keluar, mengacau di kebun. Untung dia istrimu, nak. Kami mulai maklum, dan makasih uang jajannya, padahal tanpa uang kami akan berusaha tidak kesal,” lalu terkekeh.
1852Please respect copyright.PENANA3SPZ4frunI
“Kita saling membantu, dia perlu arah, pak. Perlu banyak belajar—”
1852Please respect copyright.PENANA5J1MAbZnGN
Keduanya terus berbincang. Hingga semua selesai, jalanan kembali bersih tanpa khawatir ada ular lagi.
1852Please respect copyright.PENANAkAbuuvrXAA
“Abi, ajak Celine makan kemari,” Mimah mendekati anaknya sambil memberikannya segelas air.
1852Please respect copyright.PENANASjdfJn2ABo
Abidzar meminumnya. “Kaki Celine keseleo, bu.” balasnya.
1852Please respect copyright.PENANAyZEMUE4jxy
“Apa? Kenapa?”
1852Please respect copyright.PENANAC9D4AbEDsX
Telinga Abidzar memerah. Tidak mungkinkan dia menceritakan tentang yang terjadi di toilet tadi pagi.
1852Please respect copyright.PENANAQLwVTzbrVA
***
1852Please respect copyright.PENANAT2CO4rt7tN
Celine menjambak rambutnya. Dia frustasi dengan dirinya sendiri. Kenapa malah melakukannya, niat awal ingin menyiksanya.
1852Please respect copyright.PENANAAXFnxSEhmc
Celine tidak menyangka akan melakukan itu, entah berapa kali dia sampai hingga lutut lemas dan terpeleset.
1852Please respect copyright.PENANA1lNecxTa1V
Celine menatap kakinya yang membiru, sudah dipijat oleh Abidzar dan tidak terlalu sesakit awal. Tapi tetap saja pincang.
1852Please respect copyright.PENANAJ9YPRQVHcw
“Jadi ga bisa bikin kerusuhan, padahal lagi banyak orang di luar!” kesalnya.
1852Please respect copyright.PENANAeaLsK3urM0
Celine menyesal melakukannya, ini tidak sesuai dengan rencana. Ke depannya apa yang harus dia lakukan?
1852Please respect copyright.PENANAlWWnuAnrCG
Mana Abidzar enak.
1852Please respect copyright.PENANADbBlnb4gVP
“Heh! Apa yang lo pikirin!” amuknya pada diri sendiri dengan suara pelan lalu memukuli kepalanya gemas.
1852Please respect copyright.PENANAT9AZgS3IzW
Padahal sudah berjam-jam yang lalu, tapi Celine tetap saja gelisah. Sungguh menjengkelkan!
1852Please respect copyright.PENANA9Dzt7UFrSc
Celine misuh-misuh lalu terdiam. Apa dia harus mengubah rencana? Menjadi berubah lebih baik, pura-pura sajakan bisa.
1852Please respect copyright.PENANAXk1BEJThCw
Iya! Bener!
1852Please respect copyright.PENANAYmWlxB0YnD
Celine tersenyum senang lalu tersentak pelan.
1852Please respect copyright.PENANATWqlbuMckG
“Lagi apa?” ujar Abidzar setelah mengetuk pintu. “Aku masuk,” lanjutnya.1852Please respect copyright.PENANApvvPG1O6rX


