Bab 1 – Rahasia di Balik Senyum Santi
4341Please respect copyright.PENANAIJNyYvStq1
Malam itu villa mewah di pinggiran Jakarta terasa lebih panas dari biasanya. Lampu-lampu redup menyinari ruang tamu luas yang dilengkapi sofa kulit hitam dan karpet tebal. Di lantai atas, angin malam menyusup lewat jendela kamar utama yang sengaja dibiarkan terbuka sedikit.
4341Please respect copyright.PENANAd1yqxjWE7o
Santi duduk di tepi ranjang king-size, kakinya bergoyang pelan. Tubuhnya yang langsing dengan payudara F-cup itu hanya dibalut camisole tipis berwarna hitam dan celana pendek satin yang ketat di bokong bulatnya. Puting pinknya sudah setengah mengeras menembus kain tipis, menandakan bahwa tubuhnya sudah mulai bereaksi sebelum apa pun dimulai.
4341Please respect copyright.PENANAEPzxc0faCg
Ahmad berdiri di depannya, memegang gelas kecil berisi cairan bening kental. Senyumnya tipis, penuh kendali.
4341Please respect copyright.PENANAeNvRCp5dqC
“Kamu yakin malam ini mau coba yang lebih kuat, Sayang?” tanya Ahmad dengan suara rendah, hampir berbisik.
4341Please respect copyright.PENANAm2VcBGdJdU
Santi menggigit bibir bawahnya. Matanya yang coklat memikat itu berkilat campuran gugup dan lapar. “Aku… udah capek pura-pura polos terus, Mas. Di depan Papa, di kampus… aku selalu harus jadi Santi yang baik. Padahal di dalam sini,” tangannya menekan dada kirinya, “aku pengen banget diperlakukan seperti pelacur.”
4341Please respect copyright.PENANAcwdWFnT4JQ
Ahmad tertawa pelan, mendekat. Jari-jarinya yang panjang menyentuh dagu Santi, mengangkat wajah gadis itu agar menatapnya langsung.
4341Please respect copyright.PENANALqCRuJErz5
“Bagus. Malam ini aku mau lihat seberapa binal sebenarnya anak kuliahan yang suka pura-pura suci ini.”
4341Please respect copyright.PENANAwTghrmrlVS
Ia menyodorkan gelas itu. “Minum. Ini campuran baru. Aphrodisiac level tinggi plus sedikit stimulan yang bikin memekmu banjir cairan dan klitorismu hypersensitive. Efeknya mulai 15 menit, puncaknya dua jam. Kamu bakal merasa setiap hembusan angin di memekmu seperti jari yang mengelus.”
4341Please respect copyright.PENANAX4wZW8euMi
Santi menerima gelas itu tanpa ragu. Ia menatap Ahmad sambil menenggak cairan kental itu sampai habis. Rasa manis pahit langsung menyelimuti lidahnya. Begitu selesai minum, ia menjilat bibirnya sendiri dengan lidah merah muda.
4341Please respect copyright.PENANAwRmwEpVDVF
“Enak… agak pahit di akhir,” gumamnya.
4341Please respect copyright.PENANA3XGjkfqQIO
Ahmad meletakkan gelas kosong di nakas, lalu duduk di samping Santi. Tangan kirinya langsung merayap ke paha dalam gadis itu, mengusap pelan kulit putih yang halus.
4341Please respect copyright.PENANAwMajEYqjmp
“Cerita dulu sama aku,” perintah Ahmad lembut tapi tegas. “Apa yang paling sering kamu bayangin waktu sendirian di kamar? Waktu Papa kamu lagi tidur di sebelah kamar?”
4341Please respect copyright.PENANAugK0Dz5I64
Santi merona. Napasnya sudah mulai sedikit lebih cepat. “Aku… aku sering bayangin aku jadi budak seks. Dirantai, dipasang collar, digangbang banyak cowok. Mereka ngentot mulutku sampe air liurku berceceran, nerobos memek dan lubang pantatku barengan… trus mereka crot di dalam, di muka, di payudara… aku cuma bisa pasrah sambil squirt berkali-kali.”
4341Please respect copyright.PENANA6hobZimZK3
Ahmad tersenyum lebar. Jarinya semakin naik, menyentuh tepi celana pendek Santi.
4341Please respect copyright.PENANATvxQoxeivm
“Terus?”
4341Please respect copyright.PENANAk4G6WPYGVX
“Yang paling mesum…” Santi menunduk malu-malu, suaranya bergetar, “aku bayangin Papa aku nonton. Papa yang pengecut itu duduk di pojokan, coli sambil liat anaknya sendiri dijadiin pelacur umum. Dia crot cuma dari nonton aku digangbang… tanpa tahu itu aku.”
4341Please respect copyright.PENANA7PAGKyuVKu
Ahmad tertawa pelan, puas. “Kamu emang punya jiwa pelacur sejati, Santi.”
4341Please respect copyright.PENANA54qdsTklcB
Obat mulai bekerja. Santi merasakan panas yang aneh menyebar dari perutnya ke bawah. Memeknya mulai terasa berdenyut, cairan hangat perlahan merembes keluar, membasahi celana dalam tipisnya. Putingnya mengeras total, terasa ngilu ingin disentuh.
4341Please respect copyright.PENANAxqTvPMaWef
“Mas… panas,” erangnya pelan.
4341Please respect copyright.PENANAiU38n9RvXJ
“Belum apa-apa sudah basah?” Ahmad menyelipkan tangan ke dalam celana pendek Santi. Dua jarinya langsung menemukan memek yang sudah licin banjir. “Wah, banjir banget nih memek anak orang. Rapat dan panas.”
4341Please respect copyright.PENANAG8uLQeNahw
Santi menggelinjang. “Ahh… jangan langsung… pelan dulu, Mas…”
4341Please respect copyright.PENANAquXm4vMDQ6
Tapi Ahmad justru semakin nakal. Jempolnya mengelus klitoris yang sudah bengkak, membuat Santi tersentak keras. Cairan bening langsung meleleh ke jari Ahmad.
4341Please respect copyright.PENANAp4iTqgDNiN
“Pelan? Kamu pikir aku mau main pelan sama budak yang sudah minta dihancurkan?” Ahmad menarik celana pendek dan celana dalam Santi sekaligus ke bawah, melemparnya ke lantai. Kini memek Santi yang pink, mulus, dan sudah basah mengkilap terpampang jelas di bawah cahaya lampu.
4341Please respect copyright.PENANA8M7b18HNLl
Ahmad mendorong Santi berbaring telentang. Ia membuka lebar kedua paha gadis itu, memperlihatkan seluruh kelaminnya yang sudah siap. Bau harum khas memek perawan yang terangsang memenuhi udara.
4341Please respect copyright.PENANAg6vo5bsn8g
“Indah sekali memekmu,” puji Ahmad sambil menunduk. Lidahnya menjulur, menjilat pelan dari lubang memek ke klitoris dalam satu sapuan panjang.
4341Please respect copyright.PENANAy5CCKTDBQT
“Nngghh!!” Santi melengkungkan punggungnya. Sensasi lidah Ahmad terasa berlipat ganda karena obat. “Mas… enak… lidahmu panas…”
4341Please respect copyright.PENANAtZ0AyX5c7X
Ahmad tidak buru-buru. Ia menikmati setiap detik. Lidahnya berputar pelan di klitoris, sesekali menekan kuat, lalu turun menjilat lubang memek yang terus mengeluarkan cairan bening kental. Dua jarinya menyusup masuk, mengaduk-aduk dinding memek Santi yang sempit dan berdenyut.
4341Please respect copyright.PENANApRtO2MiUxt
“Ssshh… dengar suara ini,” bisik Ahmad. Jari-jarinya bergerak keluar-masuk menghasilkan bunyi *plok-plok-plok* yang mesum karena memek Santi sudah sangat basah. “Memekmu ngomong minta kontol, Santi.”
4341Please respect copyright.PENANAvHDDlCDRjN
Santi menggenggam sprei kuat-kuat. Payudaranya yang besar naik-turun mengikuti napasnya yang memburu. Puting pinknya menegang sempurna.
4341Please respect copyright.PENANAEGOvvuxM0f
“Mas… aku mau… aku mau cum…” erangnya.
4341Please respect copyright.PENANAxVdiFG7OO8
“Belum boleh.” Ahmad langsung menghentikan gerakan jarinya, hanya meninggalkan ujung jari di dalam sambil menekan titik sensitif. “Malam ini aku mau edging kamu sampai kamu nangis minta kontol.”
4341Please respect copyright.PENANAOeiC3PutSF
Ia melanjutkan oralnya dengan lebih intens. Mulutnya mengisap klitoris Santi, lidahnya bergetar cepat di ujungnya. Santi menggeliat-geliat, pinggulnya naik turun mencari lebih banyak gesekan.
4341Please respect copyright.PENANAltuvgDFdom
“Ahh! Ahh! Mas… enak… jangan berhenti… please…”
4341Please respect copyright.PENANATnkvUHAIwR
Tapi setiap kali Santi hampir mencapai puncak, Ahmad selalu memperlambat atau menghentikan sama sekali. Teknik edging yang kejam. Tubuh Santi sudah berkilau keringat. Cairan memeknya mengalir deras ke celah bokongnya, membasahi seprai.
4341Please respect copyright.PENANA099Wt5sFEB
Setelah hampir 40 menit foreplay oral dan fingering tanpa henti, Santi sudah dalam keadaan setengah gila. Matanya berkaca-kaca, bibirnya basah air liur.
4341Please respect copyright.PENANAazwpHG5OsA
“Mas… aku gak tahan lagi… memekku panas banget… tolong masukin… tolong ngentot aku…” pintanya dengan suara parau.
4341Please respect copyright.PENANAiQTsQcGh7a
Ahmad bangkit, membuka celana jeansnya. Kontolnya yang 19 cm langsung melompat keluar, sudah tegang maksimal, berurat, dan kepala kontolnya mengkilap precum.
4341Please respect copyright.PENANAKFUSNQkneD
Ia mengusap-usapkan kepala kontolnya di celah memek Santi yang licin, mengetuk-ngetuk klitoris yang bengkak.
4341Please respect copyright.PENANAppFfZ6dkM3
“Bilang dengan benar, budak.”
4341Please respect copyright.PENANAYMdJucbup5
Santi menatap kontol Ahmad dengan tatapan lapar. Suaranya bergetar penuh nafsu:
4341Please respect copyright.PENANAU2kQpaBXsx
“Tolong… Mas Ahmad… ngentot memek budakmu yang binal ini… Santi mau jadi pelacur Mas… mau dikocok sampe pingsan…”
4341Please respect copyright.PENANAsMTSBlURx2
Ahmad tersenyum puas. Ia menekan pinggulnya maju perlahan.
4341Please respect copyright.PENANARB1KMGmkF0
Kepala kontol tebal itu mulai merenggang masuk ke memek Santi yang sempit dan panas.
4341Please respect copyright.PENANAQiT2pSvsCE
“Nnggghhh…!! Besar… kontol Mas gede banget…” erang Santi, merasakan setiap inci yang masuk.
4341Please respect copyright.PENANA8k58XGayd8
Ahmad terus mendorong sampai pangkal. Kontolnya tertelan sempurna di dalam memek gadis 20 tahun itu. Dinding memek Santi berdenyut kuat menggenggam kontolnya.
4341Please respect copyright.PENANAKSe7lN3za0
“Enak sekali memek anak orang,” desis Ahmad. Ia mulai bergerak pelan, keluar-masuk dengan ritme yang menyiksa.
4341Please respect copyright.PENANA3tCt1nIEuY
Santi memeluk leher Ahmad, kuku-kukunya menancap di punggung pria itu.
4341Please respect copyright.PENANAYremYwMWly
“Lebih keras… Mas… Santi mau dihancurkan…”
4341Please respect copyright.PENANALxUi8OnTX3
Malam itu baru saja dimulai.
4341Please respect copyright.PENANAFIpmEzkJY7
Di rumah sederhana di Jakarta Selatan, Kevin duduk sendirian di depan laptopnya. Celananya sudah diturunkan sampai lutut. Tangan kanannya gerak naik-turun pelan sambil menonton video gangbang panjang. Matanya berkilat penuh nafsu.
4341Please respect copyright.PENANAubG27GR61F
“Wah… cewek ini enak banget… bokongnya gede, payudaranya montok… pasti enak banget digangbang,” gumamnya sambil mengocok kontol 12 cm-nya yang sudah basah precum.
4341Please respect copyright.PENANA3eS7ZlTBKN
Ia tidak tahu bahwa cewek di video yang sedang ia tonton itu adalah Santi — anaknya sendiri.
4341Please respect copyright.PENANAiGdUvhCv1F
Sementara itu, di villa, suara erangan Santi semakin keras memenuhi kamar.
4341Please respect copyright.PENANA65mfhzfHe0
“Mas… lebih dalam…! Santi mau crot…!!”
4341Please respect copyright.PENANArwg2au8NTG
Ahmad mempercepat hentakannya. Bunyi *plak-plak-plak* daging saling bertemu menggema.
4341Please respect copyright.PENANAsIwH9Eiz57
Obat masih bekerja keras di tubuh Santi.
4341Please respect copyright.PENANAT1BDiOENyV
Dan ini baru permulaan.
4341Please respect copyright.PENANAUExnBE60WE
4341Please respect copyright.PENANA5An2XzMYKz
4341Please respect copyright.PENANAC4LyEQjjPd


