[Sayang, besok mau pulang gak?] Sebuah pesan mesra masuk ke ponsel Rafael dari Wenda.
914Please respect copyright.PENANAVYwRubLOK0
[Maaf Tan, kayaknya gak bisa. Besok aku mau nganter bapak kost ke Cirebon. Ngejenguk anaknya yang mesantren di sana] balas Rafael berbohong.
914Please respect copyright.PENANAf5FdLSv1YB
[Duh, giman sih, aku udah kangen banget sama belain kamu, Sayang]
914Please respect copyright.PENANAIz4Em7zy6L
[Iya sama, aku juga udah kangen sama Tante, Om dan Vasco. Emangnya Om Andi gak pulang?]
914Please respect copyright.PENANALMTazxaXzl
[Katanya ada kegiatan di Surabaya, pulangnya nanti hari Rabu. Duh kamu tega banget sih sama aku. Udah empat bulan gak pulang-pulang, katanya mau sebulan sekali]
914Please respect copyright.PENANAsx6pEOwUpB
[Iya, doain aja minggu depan aku bisa pulang. Maklum karyawan baru, kerjaannya masih numpuk kaya sedang diplonco gitu, Tan]
914Please respect copyright.PENANAWxiz8htRre
[Iya sih. Lagian kenapa sih kamu harus kerja segala. Mending di sini bantuin urus toko, bisa ngelanjutin kuliah, kita pun tetap bisa bersama]
914Please respect copyright.PENANAJcj3qc4xiA
[Kalau di sana terus, aku gak punya pengalaman lain, Tan. Kan pengen ngelanjutin kuliah lagi.]
914Please respect copyright.PENANA6DYVmGQaO8
[Lah, dari dulu kan aku sama Om Andi, udah sangat siap ngebiayain kuliah kamu sampai lulus!]
914Please respect copyright.PENANAPAUgMD7euh
[Aku ingin mandiri, Tan. Gak enak ngerepotin Om sama Tante terus]
914Please respect copyright.PENANAOi4xcBBYP1
[Siapa juga yang ngerasa direpotin?]
[Iya, pokoknya doain aja, biar aku cepet mandiri dan sukses]
914Please respect copyright.PENANAkpk97mK5Mo
[Alah palingan juga kalau udah sukses, lupa sama aku. Hancur lagi deh hatiku.]
914Please respect copyright.PENANAHhCnNe82eb
[Kagak lah, Tan. Masa iya aku lupa sama orang-orang yang udah berjasa. Aku juga gak mungkin lupa atau ninggalin anak kita] balas Rafael dengan perasaan hati yang mulai jijik dan geli.
914Please respect copyright.PENANAXFk1zyzYF3
[Enak aja anak kita, itu kan anaknya Om Andi, hehe.]
914Please respect copyright.PENANADzOq7WPV3r
[Hmmmm jadi beneran Vasco bukan anakku?] balas Rafael, saat mengetik kalimat itu wajahnya mendadak semringah.
914Please respect copyright.PENANAl5qELvRvQo
[Duh, segitu aja marah sih, Sayang. Asli kok Vasco itu darah daging kita berdua, Om Andi kan mandul, buktinya dari dulu aku gak hamil-hamil]
914Please respect copyright.PENANAhPr5BAJ5yH
[Kirain anaknya si Kelvin] balas Rafael, dengan yang mendadak geram.
914Please respect copyright.PENANAKuVgqv1DKd
[Ih, udah ah jangan bahas manusia brengsek itu lagi. Jadi ilang deh mood aku. Sayang, kamu janji ya gak akan selingkuh lagi]
914Please respect copyright.PENANAzyzsTyu822
[Iya, Tante juga jangan nakal lagi sama cowok lain. Kasihan Om Andi] balas Rafael dengan hati yang mulai bergetar.
914Please respect copyright.PENANAbW1InTlDKk
[Iya Sayang. Aku janji gak bakal nakal lagi selain dengan kamu. Waktu itu selingkuh juga, kan kamu yang duluan selingkuh]
914Please respect copyright.PENANA7N4LYzc2SR
[Udah ah jangan dibahas lagi]
914Please respect copyright.PENANA2GvUQaQibn
[Iya. Sayang, aku mau lagi]
914Please respect copyright.PENANABkILpmXKTw
[Video call?] balas Rafael, dengan perasaan hati yang mangkel.
914Please respect copyright.PENANAO9JbP6fqAj
[Bukan. Gak enak video call, kan aku lagi di toko, belum tutup, masih banhyak pembeli. Kirim video kamu yang lagi ngocok aja. Aku kangen banget sama kontolmu yang lagi muncrat.]
914Please respect copyright.PENANABfqk671HC6
[Kan udah banyak video yang aku kirim?]
914Please respect copyright.PENANAWEywIoB5Vm
[Tapi aku ingin yang terbaru, bosen liatin yang udah lama terus.]
914Please respect copyright.PENANADxRG78oKIj
[Aku baru aja nyampe kostan. Nanti aku kirim lagi]
914Please respect copyright.PENANAnWXuRofRsw
[Jangan lama-lama ya, Sayang.]
914Please respect copyright.PENANAoxZk1Q7xKD
[Iya. aku mandi dulu, ya]
914Please respect copyright.PENANAVbmtHBSu5Y
[Oke deh sayang. Aku tunggu videonya. I Love you my young husband, muuuach.]
914Please respect copyright.PENANAAOdNEPPWX4
Tak sampai lima menit setelah itu, Rafael pun langsung onani, kemudian mengirimkan hasil rekamannya.
914Please respect copyright.PENANA9b81xoe9p3
Setelah itu dia pun bergegas mandi besar. Lantas terlentang di atas kasur sambil menatap kosong langit-langit kamar yang membisu.
914Please respect copyright.PENANAzf1tqZbf54
“SIALAN!!”
914Please respect copyright.PENANAXHYjWLhKd2
Makinya menyumpahi dirinya sendiri yang kembali gagal.
914Please respect copyright.PENANATUOcZ8gwrD
Sejatinya Rafael nekad merantau, bahkan cuti dari kuliahnya di tingkat dua, semata-mata demi menyudahi hubungan terlarangnya dengan Wenda, istri pamannya.
914Please respect copyright.PENANAw6OZjZ3uaL
914Please respect copyright.PENANAQUvtilT8aR
Hidup Rafael mulai tak tenang dihantui perasaan berdosa dan bersalah pada pamannya yang telah dia khianatinya dalam jangka waktu yang cukup lama.
914Please respect copyright.PENANAveHPN7QSxD
914Please respect copyright.PENANABbXgb0uZtL
Walau kesadaran dan penyesalan itu datang terlambat, namun tetap membulatkan tekadnya untuk berubah.
914Please respect copyright.PENANAmn1F2niP25
914Please respect copyright.PENANAqu2M3bBdV2
Lima tahun bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah hubungan terlarang dan pengkhianatan.
914Please respect copyright.PENANAtLxWMW8QeE
914Please respect copyright.PENANAGBCl3IRhx5
Sebelumnya Rafaael pun telah melakukan berbagai cara agar bisa terlepas dari cengkraman nista dan dosa besar itu.
914Please respect copyright.PENANAap8lMkJ8rF
914Please respect copyright.PENANA7AHc7db2NP
914Please respect copyright.PENANAa0enAN1Fte
Namun selalu gagal, karena setan terlanjur jauh ikut campur. Bahkan setelah dirinya keluar dari rumah pamannya dan merantau ke Jakarta, cengkaraman maut sang iblis betina itu, tidak bisa lepas.
914Please respect copyright.PENANAq3E1IPQthz
914Please respect copyright.PENANAJagtckfWkY
914Please respect copyright.PENANATvWcpqgg1Q
Sampai detik ini, Rafael belum memberitahukan di mana tepatnya tempat kerja dan kostannya kepada semua keluarga besarnya di kampung.
914Please respect copyright.PENANAFF8mgr9uwb
914Please respect copyright.PENANAoZgfCBZcCa
914Please respect copyright.PENANAN1bnchU4wH
Namun komunikasi online tetap masih berjalan. Dan dari hubungan telpon itu lah, dia kembali masuk dalam bujuk rayu Wenda berbuat mesum secara online.
914Please respect copyright.PENANA5AEIjGiXNH
914Please respect copyright.PENANABznb3li0yu
914Please respect copyright.PENANA4vQcSIOMsT
Chat, vidieo call sex atau mengirim video tak senonoh, seolah menjadi rutinitas yang tak bisa lagi dihindarkan.
914Please respect copyright.PENANA7W4Oj78PTz
914Please respect copyright.PENANAyF1NTM2UUi
914Please respect copyright.PENANAqALLF4wjLS
Rafael telah berusaha menghentikan semua itu dengan cara baik-baik. Namun ancaman Wenda justru makin mengerikan.
914Please respect copyright.PENANAWfNtAJg4B4
914Please respect copyright.PENANAgSkAm9ggwa
Istri pamannya itu bahkan berani sesumbar akan membongkar semua aib Rafael di depan semua orang.
914Please respect copyright.PENANAGyiTjYTZ3c
914Please respect copyright.PENANACsQrx5soor
914Please respect copyright.PENANAMvm5uY6AGN
Rafael tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan dirinya, jika pamannya benar-benar tahu semua itu.
914Please respect copyright.PENANAV4egSeA9SY
914Please respect copyright.PENANAmLcUmMYfb3
914Please respect copyright.PENANAvnwZ6flkXq
Terlebih lagi jika dia tahu kalau Vasco, bukan darah dagingnya.
914Please respect copyright.PENANA8H2EC0B6Mr
914Please respect copyright.PENANAkJjUA2URIF
914Please respect copyright.PENANA9gLSrqnFs3
“Raf… Rafa….” Sebuah sapaan hangat nan merdu dari luar kamar, membuyarkan lamunan Rafael.
914Please respect copyright.PENANA2Em1G9KTci
914Please respect copyright.PENANAu5IWk54Uwk
914Please respect copyright.PENANAq5H59gjjX3
“Iya, Bu Haji,” balas Rafael sambil bergegas bangkit dari tidurannya.
914Please respect copyright.PENANAdvVY3NiMk2
914Please respect copyright.PENANAUd0YgXuyKP
914Please respect copyright.PENANAkvajugCDh2
“Makan dulu, Raf,’ balas Bu Haji masih dari luar kamar.
914Please respect copyright.PENANARLQnEBZYmg
914Please respect copyright.PENANAEgavWaYhGK
914Please respect copyright.PENANA79lZZcBUQF
“Iya Bu,” balas Rafael, seiring dengan suara langkah kaki Bu Haji yang menjauhi kamarnya.
914Please respect copyright.PENANAyVd4r7l3Hy
914Please respect copyright.PENANA3Q4zNi7V53
914Please respect copyright.PENANAsH2Toey3GP
914Please respect copyright.PENANAIAhRAVWTj6
Rafael keluar kamar, lantas menjuju meja makan. Setelah itu dia pun bergegas pergi ke masjid untuk menjalankan shalat Asyar.
914Please respect copyright.PENANAClbc1uUmre
914Please respect copyright.PENANAtSF3qpXztr
914Please respect copyright.PENANAXVg6kmbNxy
Saharusnya Rafael merasa sangat beruntung karena saat ini dia bisa tinggal bersama Bapak dan Ibu Haji Hamdan.
914Please respect copyright.PENANAzUPzfRoM0g
914Please respect copyright.PENANAGtcInTOYBz
914Please respect copyright.PENANANBTptQ23u2
Ketika pertama diterima kerja, Rafael langsung mencari kostan yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan tempatnya bekerja.
914Please respect copyright.PENANAzb6j6lyjXw
914Please respect copyright.PENANArdwWv58jWf
914Please respect copyright.PENANAr7wbj51uGw
Tempat kost yang didatangi milik Pak Haji Hamdan. Namun batal menempatinya karena sudah penuh dan harganya pun terlalu mahal.
914Please respect copyright.PENANAfd0RflH76m
914Please respect copyright.PENANAvlX6j0wGgo
914Please respect copyright.PENANAFT1QzWVgcP
Ketika akan meninggalkan rumah sang pemilik kostan itu, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, sehingga Rafael pun dicegah pergi.
914Please respect copyright.PENANArZHM49Uo8p
914Please respect copyright.PENANAUV9SQo4ALl
914Please respect copyright.PENANA56hrcYThSd
Sambil menunggu hujan reda, Rafael pun ngobrol basi-basi dengan Pak Haji, hingga akhirnya ngalor ngidul tak karuan, termasuk menceriatakan beberapa latar belakang Rafael.
914Please respect copyright.PENANAx9jyOxwWii
914Please respect copyright.PENANAbFpBYTgeiz
914Please respect copyright.PENANAZkcaCRZw2I
Dan berdasarkan obrolan ngelantur itulah benang silaturhami mereka terjalin dengan sangat indah.
914Please respect copyright.PENANAIRrNbauEnK
914Please respect copyright.PENANAZ9oQNVrZtR
914Please respect copyright.PENANAw9qIYUR7Zh
Pak Haji benar-benar tersentak ketika mengetahui jika Rafael berasal dari kampung tempat dirinya lahir dan dibesarkan dahulu.
914Please respect copyright.PENANA6oAMdrwByo
914Please respect copyright.PENANA0LRr7lzEYY
914Please respect copyright.PENANAXBrcIgnwKS
Bahkan Pak Haji masih kenal dan ingat dengan nama kakek, nenek, ibu dan sebagian keluarga besarnya Rafael.
914Please respect copyright.PENANASctNHy1wbw
Atas dasar itulah Pak Haji akhirnya mengajak Rafael untuk tinggal di rumahnya. Menempati kamar bekas pembantunya yang berlokasi di dapur.
914Please respect copyright.PENANAU4HvyKwZRx
Pak Haji Hamdan, berusia 52 tahun, sementara istrinya sepuluh tahun lebih muda.
914Please respect copyright.PENANAhwNrFknp6e
Mereka memiliki dua putri kembar yang duduk di kelas satu SMA. Si kembar tinggal di asrama pesantren modern daerah Cirebon.
914Please respect copyright.PENANADeQFGZ0GvP
914Please respect copyright.PENANAuanWeKlbOH
Pak Haji seorang pebisnis yang cukup sukses, sementara Bu Haji, hanya ibu rumah tangga biasa yang sibuk dengan urusan kemasyarakatan, sesekali mengurusi kost-kotsan yang lumayan banyak di lokasi berbeda-beda.
914Please respect copyright.PENANA028pDXLjDc
Pada awalnya Rafael merasa canggung tinggal seatap dengan keluarga kaya raya dan sangat religius itu.
914Please respect copyright.PENANAqCA2QCfSEq
Lama kelamaan semunya berubah karena Pak Haji dan istrinya memperlakukan Rafael seperti keluarganya sendiri.
914Please respect copyright.PENANAenOPIv86Nz
Bahkan saat Rafael akan membayar sewa kostnya pun ditolak. Rafael juga makan di sana sebagaimana layaknya keluarga.
914Please respect copyright.PENANAhtXZ7MQI1t
Karena hal itulah Rafael pun semaksimal mungkin membantu pekerjaan rumah tanpa pamrih. Termasuk memelihara rumah dan halaman sekitar yang cukup luas.
914Please respect copyright.PENANA3vAdNVvEdy
Sesekali di juga menjadi sopir tembak. Beruntung dulu pamannya mengajari dia membawa mobil, bahkan membuatkan SIM.
914Please respect copyright.PENANA7LagCgNT3k
Pak Haji sering bepergian. Saat di rumah, dia biasa mengajak Rafael shalat berjamaah di masjid.
914Please respect copyright.PENANAtRJouBMq9r
Hal tersebut juga membuat Rafael lebih cepat dikenal dan akrab dengan para ahli Masjid juga sebagin tetangganya.
914Please respect copyright.PENANAFg1Fitt4YU
Di kawasan itu Rafael bahkan dikenal sebagai keponakan Pak Haji yang tampan, kalem dan soleh.
914Please respect copyright.PENANApPwFwn04Ig
Pak Haji pun menginventariskan motornya untuk Rafael, sebagai penunjang segala kegiatannya.
914Please respect copyright.PENANAgX1g26TEFU
‘Nikmat mana lagi yang akan lu dustakan? Lupakan si Wenda dan semua masa lalu lu yang hitam kelam itu.
914Please respect copyright.PENANAWm3NerBIvt
"Termasuk Bu Vina dan semua cewek yang akan menjadi penggangu lu. Fokus bekerja demi masa depan. Bukankah lu ingin melanjutkan kembali kuliah?"Kembali hati kanan Rafael menasehatinya.
914Please respect copyright.PENANAyl6r9f8wml
"Iya, sekarang kan gua udah berubah banget, Bro! Doakan aja, selalu kuat menahan segala godaan",Hati kiri Rafael pun berusaha santai menanggapinya.
914Please respect copyright.PENANAUMrbqmMcbE
"Kalau lu mau benar-benar berubah dan terhindar dari segala godaan, jangan pake celana ketat. Asal lu tahu, kontol lu yang suka dipamerin itulah yang membuat cewek-cewek ngiler dan berpikiran kotor sama elu!" cecar sang hati kanan masih belum puas menasihati.
914Please respect copyright.PENANAxeqolDnGik
"Waduh! Sejak kapan gua suka pemer-pamer kontol, Blog?" sangkal hati kiri Rafael tak terima.
914Please respect copyright.PENANA1sotXeEDh2
914Please respect copyright.PENANAzWKjXm9kr2
‘Gak pemer-pamer langsung sih, tapi kan seolah sengaja dipamerin dengan make celana ketat. Dasar norak, lu!’ Hati kanan pun mulai naik pitam.
914Please respect copyright.PENANAANKk4YHZAF
"Waduh!" Hati kiri Rafael terperanjat. Kebisaan masa lalu itu memang sudah seharusnya dia tinggalkan.
914Please respect copyright.PENANAPUAljmRTK9
"Apalagi sekarang lu tinggal serumah dengan Pak Haji. Harusnya lu malu, karena selangkang lu yang norak itu, sering tak sengaja keliatan sama Bu Haji!" tuduh hati kanan makin sengit.
914Please respect copyright.PENANAZxJ4VMoxcT
"Waduh, jangan gila lu, Ndro! Jangan suudzon gitu dong sama Bu Haji!" Sang hati kiri kembali tersentak kesal.
914Please respect copyright.PENANAueCo69AwVK
"Bu Haji juga manusia biasa yang punya nafsu. Apalagi Pak Haji-nya sering tak di rumah. Lu tahu sendiri gimana gersangnya istri yang sering ditinggal suaminya? Ingat, tragedi masa lalu, jangan sampai terulang kembali!"
914Please respect copyright.PENANAfvhpjFl4vY
914Please respect copyright.PENANAKg6o0on1hx
"Waduh!" Mulut Rafael benar-benar menganga.
914Please respect copyright.PENANAsqOi9K6kf9
“Tuman, selalu saja terlambat menyadari. Cuih!"pungkas hati kiri, sambil meludah.914Please respect copyright.PENANAaBTRdIyhzT


