Luki merebahkan tubuhnya di ranjang kecil. kamar Tante Sarah. Ruangan itu sederhana, tapi cukup nyaman dibandingkan kos seadanya, Ια mencoba membiasakan diri dengan suasana baru
1632Please respect copyright.PENANAFqUm0SYes5
Sejak kedua orang tuanya ditahan karena kasus korupsi, hidupnya benar-benar jungkir balik. Dari rumah megah pindah ke rumah tante yang ukurannya jauh lebih sempit. Namun, justru di sini la bisa merasa lebih tenang.
1632Please respect copyright.PENANAKUOuHZ4nah
Ajeng, kakak angkatnya, memilih pindah ke kos bersama temannya. Luki tidak menahannya, karena ia tahu Ajeng juga butuh ruang untuk. hidup. Akhirnya, hanya ia yang menumpang di rumah tantenya.
1632Please respect copyright.PENANAsvy1R9j2hc
"Luk, mandi dulu sana. Badanmu pasti lengket dari tadi nggak ngapa-ngapain," suara Tante Sarah dari dapur.
1632Please respect copyright.PENANA3vGQ1rYNHp
"Iya, Tan sekalian pinjem handuk juga ya, Tas ku di atas soalnya," sahut Luki sambil setengah malas
1632Please respect copyright.PENANAADZhXWTS7r
"Dasar cowok, apa-apa Males. Handukku masih bersih, ambil aja di kamar."
1632Please respect copyright.PENANAfzKL4Jcn3N
Tante Sarah memang cerewet, tapi
1632Please respect copyright.PENANAMlZT9rk0U4
perhatiannya terasa hangat. Ada sisi keibuan, tapi juga kadang terasa seperti teman sebaya. Usianya yang masih muda membuat kehadirannya berbeda dari ibu rumah tangga pada umumnya.
1632Please respect copyright.PENANAL34jj5kplz
Luki keluar kamar hanya dengan kaos tipis, berjalan ke arah dapur. Tatapannya sempat jatuh pada Tante Sarah yang sedang mengikat rambut sambil menumis sayur. Sekilas, ia merasa canggung.
1632Please respect copyright.PENANA5e7GqRhu4d
"Tante, masakannya wangi banget," katanya mencoba mencairkan suasana. "Masak apa, Tan?"
1632Please respect copyright.PENANA5XJPLzcovL
"Ya iyalah, kalau nggak bisa masak, gimana mau ngurus kamu?" jawab Tante Sarah sambil melirik nakal. "Dimakan Tho γα
1632Please respect copyright.PENANAnk2IZAm7nR
"Jangan-jangan Tante sengaja biar aku betah di sini, ya?" Luki menahan senyum.
1632Please respect copyright.PENANAHFNIunTa0s
Malam itu, mereka makan berdua dengan obrolan ringan. Tidak ada kesedihan yang berlarut, hanya tawa kecil yang sesekali muncul. Buat Luki, mungkin inilah awal dari hidup baru yang penuh kemungkinan,
1632Please respect copyright.PENANAu04kONkFRK
Jam sudah lewat pukul sepuluh malam. Luki masih tenggelam dalam game di sofa ruang tamu, jari-jarinya lincah di layar ponsel. Suara efek tembak-tembakan membuat rumah kecil itu terasa lebih ramai dari biasanya,
Suara langkah pelan terdengar dari arah kamar. Tante Sarah muncul dengan daster tipis yang melekat pada tubuhnya, rambut panjangnya dibiarkan terural. Matanya yang agak sayu membuatnya terlihat semakin menggoda.
1632Please respect copyright.PENANAhdvwvgbq1W
"Luki... suaranya pelan tapi tegas, "udah malem, bukannya tidur sana!"
1632Please respect copyright.PENANA8t9f4MIaaS
"Sebentar, Tan. Tinggal satu game lagi," jawab Luki, berusaha tetap fokus.
1632Please respect copyright.PENANAGPoiWIdlSY
"Main game terus, Buruan tidur."
1632Please respect copyright.PENANAMRRTYONgPw
Luki menoleh sebentar, lalu buru-buru kembali ke layar ponsel. Tapi dalam sekilas pandangan itu, matanya tak sengaja menangkap lekuk tubuh Tante Sarah yang samar-samar terlihat di balik daster. Seketika, la merasa canggung dan tangannya agak kaku menekan layar.
1632Please respect copyright.PENANAn6gXTwOZ7C
"Tante kenapa belum tidur?" tanya Luki mencoba mengalihkan suasana.
1632Please respect copyright.PENANAVhHg4Mq1hX
"Tante mau tidur, liat ruang tamu masih nyala lampunya, jadi tante keluar," jawab Sarah sambil berdiri di dekat meja.
1632Please respect copyright.PENANAmernzZg7nu
"Hehe... maaf ya tan, abis ini beneran tidur kok," ucap Luki dengan senyum tipis
1632Please respect copyright.PENANAjaE9Xh5t6o
Tante Sarah hanya mendesah kecil lalu berjalan mendekat, tangannya menepuk bahu Luki ringan "10 Menit lagi lampur harus udah mati γα.
1632Please respect copyright.PENANANtsGEBpOpJ
"Kalo gak, malam-malam ada yang makan kamu." kata Tante Sarah membuat Luki merinding.
1632Please respect copyright.PENANAiuup7r1LNI
Pagi itu jam delapan, sinar matahari sudah menembus tirai tipis kamar. Luki masih terlelap di ranjang, selimut setengah menutupi tubuhnya. Napasnya teratur, jelas ia belum siap menghadapi pagi.
1632Please respect copyright.PENANAbDT2hoGbMp
Pintu kamar perlahan terbuka. Tante Sarah masuk hanya dengan handuk melilit tubuh, rambutnya masih basah meneteskan air. Aroma sabun mandi segar terbawa masuk
bersamanya.
1632Please respect copyright.PENANA7OosP0vaXH
"Luki... bangun! Udah jam delapan, Bangun.. bangun.. disini gak boleh bangun siang." ucapnya sambil menepuk pelan kaki Luki.
1632Please respect copyright.PENANAeG16oXcTsF
"Hhmm... bentar Tan... masih ngantuk," jawab Luki dengan suara serak.
1632Please respect copyright.PENANAtAfeOsX43L
"Bentar-bentar terus. Ayo mandi, gantian sama Tante
1632Please respect copyright.PENANAClFKEPmAjp
Luki membuka matanya setengah malas. Tapi
1632Please respect copyright.PENANAPitFv1TTre
begitu melihat penampilan Tante Sarah, ia
langsung terperanjat. Handuk tipis itu nyaris tidak mampu menyembunyikan bentuk tubuhnya yang masih berembun sisa air mandi.
1632Please respect copyright.PENANAq1OzGFAsGG
"Tante... kok kesini cuma handukan sih," gumam Luki sambil buru-buru mengalihkan pandangan
1632Please respect copyright.PENANAVYfb9aReCD
"Ya terus mau telanjang gitu, Orang Tante abis mandi kok." jawab Sarah cuek sambil tersenyum miring
1632Please respect copyright.PENANA1shk57QTk0
"Bukan gitu maksudku ya pake baju dulu kek katanya tergagap.
1632Please respect copyright.PENANAKEmM0QyiXm
Tante Sarah hanya terkekeh, lalu berdiri di depan cermin kecil di kamar itu sambil merapikan rambut basahnya. Setiap gerakan kecilnya justru membuat Luki semakin salah tingkah la berusaha bangun dari ranjang, tapi pikirannya sudah kacau, campuran antara canggung dan penasaran.
1632Please respect copyright.PENANA6MKjOfXUdr
Air dingin yang mengalir dari kran tak cukup menenangkan kepala Luki, la berdiri lama di depan cermin kamar mandi, rambut. berantakan, mata masih menyimpan kantuk Tapi yang paling mengganggunya adalah bayangan Tante Sarah barusan.
1632Please respect copyright.PENANASnXsJso29Q
Tubuh dengan handuk tipis, kulit masih berkilau karena basah, senyum santai seolah tak menyadari efeknya. Luki menutup mata, tapi justru bayangan itu semakin jelas. Jantungnya berdetak cepat, napasnya terasa berat.
1632Please respect copyright.PENANAP1BwLPJhdj
"Ini nggak bener gumamnya pelan, menatap dirinya sendiri di cermin, la tahu, itu tante kandung papanya, orang yang justru menampungnya di saat susah. Tapi semakin ia mencoba menolak, tubuhnya makin merespons berbeda. Apalagi dirinya menumpang la jelas akan tahu diri.
1632Please respect copyright.PENANAkd28z0gSHi
Pikiran Luki berkelana, membayangkan jika Tante Sarah berdiri di depannya sekarang. Tatapan mata, aroma sabun yang masih menempel, bahkan suara renyahnya ketika
menegur tadi. Semua bercampur menjadi gambaran yang sulit ia usir.
la menggenggam keran erat, mencoba fokus pada dinginnya logam. Namun, rasa itu sudah terlalu kuat. Tubuhnya bereaksi dengan cara yang membuatnya semakin salah tingkah, la menghela napas panjang, menunduk, seolah kalah oleh dirinya sendiri.
1632Please respect copyright.PENANAuJCfqUc4EE
Waktu berjalan pelan di kamar mandi itu. Luki tahu, yang ia lakukan hanyalah bentuk pelampiasan. Hatinya penuh rasa bersalah, tapi ia tak dapat menahan hasratnya.
1632Please respect copyright.PENANA9MZQDe8xeX
Saat akhirnya berdiri kembali, wajahnya.
memerah, la membasuh muka berkali-kali, berharap sisa kotor dalam pikirannya ikut hilang.
ns216.73.217.110da2


