Jam sudah menunjukkan pukul tujuh empat puluh lima malam, cahaya lampu meja redup di ruang kerja masih menyala samar, menciptakan bayangan panjang di dinding rak buku yang penuh dokumen rahasia kementerian. Udara di ruangan itu terasa semakin berat, bercampur aroma keringat segar, parfum vanila yang mulai pudar dari tubuh Airin, serta bau khas pejuh kental yang baru saja membasahi wajah cantiknya yang masih mengenakan jilbab kuning rapi. Pejuh putih itu masih menetes perlahan dari pipi kirinya, menyusuri garis rahang hingga jatuh ke belahan dada kebaya kuning brokat yang sudah terbuka lebar, meninggalkan noda basah di kain tipis yang menempel pada kulit putih mulusnya. Airin duduk di pinggir meja kerja, pahanya masih terbuka lebar, memek tembemnya berdenyut pelan setelah squirt hebat tadi, cairan beningnya membentuk genangan kecil di lantai karpet di bawah meja. Napasnya tersengal panjang, tapi matanya sipit itu masih berkilau penuh hasrat, bibir tebalnya tersenyum tipis melihat Ujang yang berdiri di depannya dengan kontol jumbo masih tegak keras, berdenyut-denyut tanpa tanda-tanda lemas meski baru saja mengeluarkan pejuh banyak ke wajahnya.
66Please respect copyright.PENANAhsvauOZSHr
Ujang menatap Airin dengan mata penuh nafsu yang belum reda, napasnya kasar, dada kurus tapi kekarnya naik turun cepat. Kontolnya yang besar dan berurat itu masih mengkilap oleh campuran cairan memek Airin dan pejuhnya sendiri, kepalanya merah gelap berdenyut kuat setiap detik. Ia merasa tubuhnya masih penuh tenaga, hasrat yang selama puluhan tahun terpendam sebagai tukang parkir tua yang jarang disentuh wanita kini meledak tanpa kendali.
66Please respect copyright.PENANA3IC9bzyvO8
Bu Airin... saya belum puas... kontol saya masih ngaceng keras sekali... lihat ini... masih ingin mengentot Ibu lagi... tapi sekarang saya mau main di toket bulat Ibu dulu...
66Please respect copyright.PENANAcm2F946WHB
Airin tersenyum lebar, wajah cantiknya yang masih dibasahi pejuh terlihat semakin seksi dengan ekspresi penuh nafsu itu. Ia turun perlahan dari meja kerja, kakinya sedikit gemetar karena orgasme sebelumnya, tapi ia mengikuti tarikan tangan kasar Ujang tanpa ragu. Mereka berdua berjalan beberapa langkah ke arah sofa kulit panjang di sudut ruang kerja, sofa yang biasanya digunakan Airin untuk membaca laporan malam-malam saat lembur sendirian. Kini sofa itu akan menjadi saksi adegan yang jauh lebih liar.
66Please respect copyright.PENANA9Y0NNOS3a5
Ujang mendorong Airin duduk di tengah sofa, posisinya tegak dengan punggung bersandar pada sandaran empuk. Ia berdiri tepat di depan Airin, kakinya sedikit terbuka, kontol jumbo itu mengarah lurus ke arah dada wanita itu. Airin langsung mengerti apa yang diinginkan pria tua itu. Dengan gerakan lambat penuh godaan, ia menarik kebaya kuning brokatnya lebih lebar lagi, kedua cup bra renda kuning yang sudah tergeser ia tarik ke bawah sepenuhnya hingga payudara bulat besar ukuran tiga puluh empat C itu terbebas total. Payudara bulat itu terlihat sempurna, kulit putih mulusnya berkilau karena keringat dan noda pejuh sebelumnya, puting merah kecilnya berdiri tegak karena udara dingin AC dan rangsangan yang tak henti.
66Please respect copyright.PENANAyTspeoI9RM
Airin merapatkan kedua payudara bulatnya dengan kedua tangan, menekan dari sisi hingga membentuk celah dalam dan sempit di tengah, belahan dadanya menjadi lebih dalam dan menggoda. Ia menatap Ujang dengan mata setengah terpejam, lalu mengeluarkan ludah dari mulutnya, meludahi sela toket itu berkali-kali hingga air liurnya menetes panjang dan membasahi kulit di antara payudara bulatnya. Celah itu kini licin dan berkilau, siap menerima kontol Ujang.
66Please respect copyright.PENANAL6aexrgXne
Ayo, Kang... gesekkan kontol jumbo Bapak di sela toket bulat saya... saya rapatkan lebih kuat... ludah saya sudah banyak... licin sekali... aaaahhhh... saya ingin merasakan urat-urat kontol Bapak menggosok puting merah saya...
66Please respect copyright.PENANAQ5SqI2n7jW
Ujang mendengus kasar, tangannya memegang pangkal kontolnya yang tebal, lalu ia mendorong kepala kontol besar itu masuk ke celah sela toket Airin yang sudah licin oleh ludahnya sendiri. Sensasi panas dan lembut dari payudara bulat itu langsung membungkus batang kontolnya, dinding daging kenyal menekan dari kedua sisi, urat-urat kontolnya bergesekan dengan kulit putih mulus di sela itu. Ujang mulai menggerakkan pinggulnya pelan dulu, menarik kontolnya ke atas hingga kepalanya hampir keluar dari atas belahan dada, lalu mendorong kembali ke bawah hingga kepala kontolnya menyentuh tulang dada Airin. Setiap gerakan membuat payudara bulat itu berguncang lembut, bergoyang ke atas dan ke bawah mengikuti irama genjotan.
66Please respect copyright.PENANAK51bVLoRu2
Aaaahhhh... ya Kang... genjot toket saya... kontol Bapak panas sekali di sela toket bulat saya... aaaahhhh... gesek lebih cepat... rasakan puting merah kecil saya bergesek kepala kontol Bapak... oooohhhh... enak... toket saya diremas oleh kontol jumbo Bapak...
66Please respect copyright.PENANAQcTWTWWVbT
Airin merapatkan payudaranya lebih kuat lagi dengan kedua tangan, jari-jarinya menekan daging kenyal itu hingga celah semakin sempit, menciptakan gesekan yang lebih intens. Ia mendongakkan wajahnya sedikit, menatap Ujang dengan ekspresi penuh kenikmatan, bibir tebalnya terbuka mengeluarkan desahan panjang setiap kali kontol Ujang mendorong ke atas dan menyentuh dagunya. Payudara bulatnya berguncang lebih hebat sekarang, bergoyang liar ke depan dan ke belakang, puting merah kecilnya bergesekan dengan batang kontol yang berurat, membuat sensasi listrik menjalar ke seluruh tubuhnya.
66Please respect copyright.PENANAamLI7PKZez
Ujang mempercepat gerakan, pinggulnya maju mundur dengan ritme lebih kencang, menggenjoti sela toket itu seperti mengentot memek, bunyi gesekan licin dari ludah dan keringat memenuhi ruangan bercampur desahan keduanya. Tangan kanannya meraih kepala Airin, jari kasarnya menekan jilbab kuning itu agar wajah wanita cantik itu tetap menghadap ke atas, sementara tangan kirinya meremas payudara kanan Airin dari samping, menambah tekanan pada celah sela toket.
66Please respect copyright.PENANA4bOZCBErGJ
Aaaahhhh... toket bulat Ibu enak sekali... lembut... kenyal... kontol saya digesek payudara Ibu... aaaahhhh... puting merah kecilnya menggelitik kepala kontol saya... saya mau keluar lagi... pejuh saya mau muncrat ke toket Ibu...
66Please respect copyright.PENANAuvvwMlbrAN
Airin mendesah lebih liar, tubuhnya bergoyang mengikuti genjotan Ujang, payudara bulatnya berguncang hebat seperti gelombang ombak, daging kenyal itu bergetar setiap kali kontol jumbo itu mendorong ke bawah dan ke atas. Ia menjulurkan lidahnya sedikit, menjilat kepala kontol Ujang setiap kali muncul dari atas belahan dadanya, rasa asin pejuh sebelumnya masih menempel di sana.
66Please respect copyright.PENANA4KJ7fSDtOK
Genjot lebih kencang, Kang... crot di toket bulat saya... basahi payudara saya dengan pejuh dan sperma Bapak... aaaahhhh... saya suka kalau toket saya penuh sperma... oooohhhh... gesek lagi... urat kontol Bapak menggosok sela toket saya... aaaahhhh...
66Please respect copyright.PENANAjLNO9xao0F
Ujang mendengus keras, pinggulnya bergerak lebih cepat dan kasar, kontol jumbonya keluar masuk sela toket dengan kecepatan tinggi, kepalanya berdenyut kuat di ujung atas belahan dada Airin. Tak lama kemudian, tubuhnya menegang, kontolnya bergetar hebat di antara payudara bulat itu, lalu pejuh kental menyembur deras pertama kali mengenai leher Airin, kedua menyembur ke atas payudara kiri, ketiga ke payudara kanan, keempat ke belahan dada hingga menetes panjang ke perutnya. Sperma putih kental membasahi payudara bulat Airin sepenuhnya, menetes dari puting merah kecilnya seperti susu, membentuk aliran panjang yang mengkilap di kulit putih mulus itu.
66Please respect copyright.PENANAPosqWjDU5T
Aaaahhhh... ya... pejuh Bapak banyak sekali... panas di toket bulat saya... aaaahhhh... sperma Bapak menetes ke puting merah kecil saya... oooohhhh... enak... saya suka... aaaahhhh...
66Please respect copyright.PENANA2S879XFIZo
Ujang mengocok kontolnya beberapa kali lagi hingga tetes terakhir keluar, napasnya tersengal kasar, sementara Airin mengoles pejuh itu di payudaranya dengan kedua tangan, meremas payudara bulatnya sendiri hingga sperma berbusa di antara jari-jarinya. Ekspresi wajahnya penuh kepuasan liar, matanya menatap Ujang dengan janji hasrat yang masih jauh dari selesai.
66Please respect copyright.PENANAJMdfzgaMPV
Kang... kontol nya masih keras... saya ingin Bapak mengentot memek tembem saya lagi... di ranjang besar... saya ingin pejuh Bapak mengalir di dalam memek saya berkali-kali...
ns216.73.217.39da2


