Tubuh Airin masih bergetar hebat setelah orgasme pertama yang meledak dari hisapan ganas Ujang pada puting merah kecilnya, payudara bulatnya naik turun cepat mengikuti napas tersengal, keringat tipis membasahi kulit putih mulus di leher dan belahan dada yang terbuka lebar. Matanya setengah terpejam, bibir tebalnya menggigit bibir bawah sendiri, tapi bukannya reda, hasrat di dalam dirinya malah semakin membara seperti api yang diberi minyak. Sudah berminggu-minggu suaminya tidak menyentuhnya dengan benar, hanya sentuhan rutin yang dingin dan cepat, membuat tubuhnya kelaparan akan kenikmatan yang kasar dan liar. Kini, dengan pria tua tukang parkir ini yang begitu patuh dan ganas, Airin merasa setiap sel tubuhnya berteriak minta lebih.
58Please respect copyright.PENANAWZLzhRgQs2
Dengan napas masih tersengal, Airin mendorong tubuh Ujang pelan agar mundur selangkah, lalu ia berbalik menghadap meja kerja besar dari kayu jati yang penuh tumpukan dokumen, laptop, dan map-map rapat kementerian. Tanpa ragu, tangannya menyapu semua barang itu ke samping dengan gerakan cepat namun hati-hati agar tidak rusak, kertas-kertas beterbangan ke lantai, pena berguling, tapi ia tidak peduli. Meja kini kosong di bagian tengah, cukup lebar untuk tubuhnya. Airin naik ke atas meja itu dengan gerakan anggun meski penuh nafsu, duduk di pinggir meja, lalu ia melebarkan kedua pahanya lebar-lebar. Kebaya kuning brokatnya sudah terbuka sepenuhnya di bagian depan, bra renda kuningnya tergeser ke bawah, payudara bulat besarnya terpampang bebas berguncang pelan setiap kali ia bernapas. Celana dalam renda kuning yang sudah basah kuyup oleh cairan memek tembemnya ia tarik ke samping dengan jari gemetar, memperlihatkan memek tembem yang montok, bibir kemaluannya tebal dan merah muda mengkilap karena basah, clitoris kecilnya sudah membengkak tegak menonjol di atas lipatan itu.
58Please respect copyright.PENANASrlyRWsyTr
Kang... lihat memek tembem saya ini... sudah basah sekali karena Bapak... sekarang jilat kemaluan saya... menjilati memek saya sampai saya mengeluarkan cairan lagi... saya ingin lidah Bapak di clitoris saya... masuk ke dalam lubang memek saya... jangan pelan-pelan, Kang... liar... saya mau liar...
58Please respect copyright.PENANAVLZca0WvfD
Ujang menatap pemandangan itu dengan mata membelalak, kontolnya yang sudah terbuka dari celana chino masih berdenyut keras, kepalanya licin oleh cairan pra-ejakulasi yang menetes ke lantai. Ia mendekat tanpa kata, lututnya menyentuh lantai karpet ruang kerja, wajahnya tepat di depan memek tembem Airin yang terbuka lebar. Aroma khas kewanitaan Airin yang manis bercampur sabun vanila memabukkan, membuat Ujang mendengus kasar. Ia langsung menempelkan mulutnya ke bibir kemaluan itu, lidahnya yang kasar dan panas langsung menjilati dari bawah ke atas dengan gerakan lambat tapi kuat, menelusuri setiap lipatan memek tembem yang basah itu.
58Please respect copyright.PENANAblcVmFiDL9
Airin langsung menjerit nikmat, kepalanya terdongak ke belakang, tangan kirinya meraih tepi meja untuk menyangga tubuh, tangan kanannya menekan kepala Ujang erat-erat ke tengah pahanya.
58Please respect copyright.PENANAOZ7tJJioEm
Aaaahhhh... ya Kang... jilat memek saya... lidah Bapak kasar sekali... enak... aaaahhhh... jilat clitoris saya... hisap clitoris kecil saya... oooohhhh... saya horny sekali... memek tembem saya berdenyut... aaaahhhh...
58Please respect copyright.PENANAnj6oexA3ly
Ujang menurut, lidahnya berfokus pada clitoris yang membengkak itu, menjilati dengan gerakan melingkar cepat, lalu mengisapnya kuat seperti mengisap permen, giginya sedikit menyentuh sehingga Airin menggelinjang hebat. Payudara bulatnya berguncang-guncang liar setiap kali tubuhnya bergetar, puting merah kecilnya berdiri tegak mengkilap karena keringat. Tangan kiri Ujang naik, dua jarinya yang kasar langsung mencolok masuk ke lubang memek tembem Airin yang licin dan panas, mendorong dalam-dalam hingga buku jarinya menyentuh dinding dalam, lalu ia mulai mengocok cepat dengan gerakan maju mundur yang kasar. Cairan bening dari memek Airin langsung mengalir deras membasahi jari-jari Ujang, menetes ke meja kayu.
58Please respect copyright.PENANAP1sO4FdK4d
Sementara itu, tangan kanan Ujang meraih payudara bulat kiri Airin, meremas kuat sambil jempolnya menggosok puting merah kecil yang sudah sensitif sekali. Payudara itu berguncang hebat di genggaman tangannya, daging kenyalnya bergetar setiap kali ia meremas lebih dalam.
58Please respect copyright.PENANAiX9gwVImCz
Aaaahhhh... colok memek saya lebih dalam, Kang... dua jari lagi kalau bisa... aaaahhhh... ya... begitu... kocok cepat... lidah Bapak di clitoris saya... hisap lagi... oooohhhh... toket bulat saya diremas kasar... puting merah saya... aaaahhhh... saya suka sekali... desah saya semakin liar... aaaahhhh... jilat dalam memek saya... masukkan lidah Bapak ke lubang memek tembem saya...
58Please respect copyright.PENANAeGdf6glVQP
Ujang menarik jarinya keluar sejenak, cairan memek Airin menetes panjang dari jari-jarinya, lalu ia mendorong lidahnya masuk ke dalam lubang kemaluan yang licin itu. Lidahnya yang panjang dan kasar bergerak maju mundur seperti mengentot dengan lidah, menekan dinding dalam memek tembem Airin, sementara hidungnya menekan clitoris sehingga setiap tarikan napasnya menggosok clitoris itu. Tangan kirinya kembali mencolok, kali ini tiga jari sekaligus, mengocok dengan gerakan cepat dan dalam, bunyi ceklek basah memenuhi ruangan bercampur desahan Airin yang semakin panjang dan hebat.
58Please respect copyright.PENANAen9vR5oRw4
Aaaahhhh... ya... lidah Bapak masuk... dalam sekali... aaaahhhh... colok memek saya... tiga jari... lebih cepat... oooohhhh... saya merasakan clitoris saya berdenyut... payudara bulat saya berguncang... remas lebih kuat, Kang... puting merah kecil saya... cubit... aaaahhhh... saya mau keluar lagi... cairan saya banyak sekali... aaaahhhh... jilat terus... menjilati kemaluan saya... hisap clitoris saya sambil colok... aaaahhhh... oooohhhh... nikmat sekali... saya horny banget... aaaahhhh...
58Please respect copyright.PENANAEijdYZjnsf
Airin menekan kepala Ujang lebih kuat lagi, pinggulnya bergoyang maju mundur mengikuti irama jilatan dan colokan, memek tembemnya berdenyut kuat di sekitar lidah dan jari Ujang. Payudara bulatnya berguncang liar di genggaman tangan kanan Ujang, puting merah kecilnya dicubit dan dipilin hingga memerah lebih gelap. Ekspresi wajah Airin penuh kenikmatan ekstrem, matanya terpejam rapat, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan desahan panjang yang bergema di ruang kerja.
58Please respect copyright.PENANAJTqZXv0hpR
Aaaahhhh... aaaahhhh... ya... saya mau orgasme lagi... lidah Bapak di dalam memek saya... colok lebih dalam... remas toket bulat saya... aaaahhhh... clitoris saya... hisap kuat... oooohhhh... cairan saya mengalir deras... aaaahhhh... saya keluar... aaaahhhh... ya... ya... aaaahhhh... oooohhhh... nikmat... nikmat sekali... aaaahhhh...
58Please respect copyright.PENANAGo77lCOgxR
Tubuh Airin menegang hebat, pinggulnya terangkat dari meja, memek tembemnya berdenyut kuat mengeluarkan cairan bening yang menyembur kecil ke wajah Ujang, membasahi dagu dan leher pria tua itu. Getaran orgasme kedua ini lebih panjang dan intens daripada yang pertama, desahannya memanjang hingga hampir menjadi jeritan nikmat, payudara bulatnya berguncang hebat di tangan Ujang, puting merah kecilnya bergetar-getar. Ujang terus menjilati dan mencolok hingga getaran itu reda perlahan, cairan memek Airin masih menetes ke meja kayu, membentuk genangan kecil.
58Please respect copyright.PENANAP1d2Esdzam
Airin terengah-engah, tubuhnya lemas tapi matanya masih penuh hasrat saat menatap Ujang yang wajahnya basah oleh cairannya sendiri.
58Please respect copyright.PENANA8bkxGHls9i
Kang... kontol Bapak pasti sudah sangat keras... sekarang giliran Bapak mengentot memek tembem saya... tapi dulu... cium saya dulu... saya ingin merasakan rasa memek saya di bibir Bapak...
58Please respect copyright.PENANADYaxp07pVt
Ujang bangkit perlahan, bibirnya basah dan mengkilap, mendekat ke wajah Airin dan mencium bibir tebal wanita itu dengan ganas, lidah mereka saling bertaut, Airin menjilat rasa cairan kemaluannya sendiri dari mulut Ujang sambil mendesah pelan.
ns216.73.217.39da2


