Di ruang kerja yang diterangi lampu meja redup itu, udara terasa semakin tebal oleh aroma parfum vanila Airin yang bercampur dengan bau keringat segar dari tubuh Ujang yang baru mandi. Sofa kulit panjang di sudut ruangan menjadi saksi bisu saat Airin berdiri tepat di depan Ujang, jarak mereka begitu dekat hingga napas hangat keduanya saling bertemu. Kebaya kuning brokat yang ketat membalut tubuh Airin membuat payudara bulatnya terlihat menonjol sempurna, puting kecilnya sudah mengeras dan tercetak jelas di balik kain tipis yang hanya dilapisi bra renda kuning senada. Jilbab kuningnya masih rapi, tapi wajahnya kini memerah karena hasrat yang sudah lama terpendam, matanya sipit setengah terpejam penuh gairah.
113Please respect copyright.PENANA96ZjFd02J9
Airin meraih tangan kasar Ujang yang penuh urat, menariknya perlahan ke arah payudaranya yang besar itu. Jari-jarinya yang lentik membimbing telapak tangan pria tua itu menempel tepat di atas kebaya, di bagian cup bra yang menahan payudara bulatnya.
113Please respect copyright.PENANAJwyAMbfWq9
Sentuh saya, Kang. Remas payudara saya dari luar dulu. Rasakan betapa penuh dan beratnya toket saya ini setelah berminggu-minggu tidak disentuh suami saya. Saya sudah sangat horny, Kang. Saya butuh ini sekarang.
113Please respect copyright.PENANAhNrjgI7qRl
Ujang menelan ludah keras, tangannya gemetar saat mulai meremas. Telapak tangannya yang besar dan kasar menekan payudara bulat Airin melalui kain kebaya, merasakan kelembutan daging yang kenyal di baliknya. Ia meremas pelan dulu, lalu semakin kuat, jempolnya tanpa sengaja menyentuh puting kecil yang sudah mengeras itu. Airin langsung menggelinjang, kepalanya terdongak ke belakang, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan desahan panjang yang liar.
113Please respect copyright.PENANAEHhTMAMatQ
Aaaahhh... ya... begitu, Kang... remas lebih kuat... toket saya sudah kencang sekali... aaaahhhh... rasakan puting saya yang kecil ini mengeras karena Bapak...
113Please respect copyright.PENANAs3eo1uTQNy
Ujang semakin berani, kedua tangannya kini meremas kedua payudara bulat itu bergantian, menekan dan memijat dengan gerakan melingkar. Kebaya kuning itu mulai kusut di bagian dada, kain brokatnya bergesekan dengan bra renda sehingga puting merah Airin semakin jelas tercetak. Ia membungkuk, wajahnya mendekat ke leher Airin lagi, mencium kulit putih mulus di sana dengan bibir basah, lalu lidahnya menjilat garis leher hingga ke tulang selangka. Airin merespons dengan mendesah lebih keras, tangan kirinya meraih kepala Ujang, jari-jarinya menyelip ke dalam jilbabnya sendiri untuk menahan kepala pria itu agar tetap menempel di lehernya.
113Please respect copyright.PENANA1K9mrutRoH
Cium leher saya lagi, Kang... hisap kulit saya... aaaahhhh... ya... lidah Bapak panas sekali... saya sudah basah di bawah sini... memek tembem saya sudah mengeluarkan cairan banyak...
113Please respect copyright.PENANARxM6AcJRUi
Ujang tidak menunggu lama. Bibirnya turun lebih rendah, mencium bagian atas payudara yang tersingkap sedikit karena kebaya mulai terbuka di kancing paling atas. Ia menarik kancing satu per satu dengan gigi, kain kebaya terlepas perlahan memperlihatkan bra renda kuning yang tipis. Payudara bulat Airin hampir tumpah keluar, belahan dadanya dalam dan menggoda. Ujang menarik cup bra ke bawah dengan kasar, payudara bulat kiri Airin langsung terbebas, puting merah kecilnya berdiri tegak, mengkilap karena keringat tipis. Tanpa ragu, mulut Ujang langsung menangkap puting itu, mengisap kuat sambil lidahnya berputar-putar di sekitar areola yang berwarna muda.
113Please respect copyright.PENANAqVWjh8yowY
Airin menjerit kecil nikmat, kedua tangannya kini menahan kepala Ujang erat-erat, menekan wajah pria itu ke payudaranya. Tubuhnya bergoyang-goyang pelan, pinggulnya bergesekan dengan paha Ujang yang berdiri di depannya.
113Please respect copyright.PENANA7S7f1EPwWr
Aaaahhhh... ya Kang... hisap puting merah saya... kuat lagi... aaaahhhh... saya suka sekali... toket bulat saya berguncang karena hisapan Bapak... oooohhhh... jangan berhenti... hisap lebih dalam... aaaahhhh... saya horny sekali... suami saya tidak pernah begini... aaaahhhh...
113Please respect copyright.PENANAbc2mwskiV7
Ujang berganti ke payudara kanan, menarik cup bra satunya hingga kedua payudara bulat Airin terbebas sepenuhnya. Ia meremas keduanya bersamaan, mulutnya bergantian mengisap puting merah kecil yang sudah membengkak karena rangsangan. Payudara bulat itu berguncang-guncang setiap kali ia menarik puting dengan mulut, daging kenyalnya bergetar lembut. Airin mendesah panjang tanpa henti, suaranya semakin liar, matanya setengah terpejam, bibir tebalnya menggigit bibir bawah sendiri.
113Please respect copyright.PENANAEH7r8HNbTu
Sekarang tangan Airin mulai aktif. Tangan kanannya turun perlahan, menyusuri perut Ujang yang rata meski agak kendur karena usia, lalu sampai ke selangkangan. Ia merasakan tonjolan keras di balik celana chino suaminya yang dipinjamkan itu. Jari-jarinya langsung mengelus kontol Ujang dari luar kain, meraba bentuknya yang panjang dan tebal, kepalanya sudah basah membasahi celana.
113Please respect copyright.PENANA1lsGM90sf7
Kontol Bapak sudah keras sekali, Kang... besar juga... saya ingin merasakannya nanti... tapi dulu saya mau elus dulu... aaaahhhh... hisap toket saya lagi sambil saya elus kontol Bapak...
113Please respect copyright.PENANAxk82NlGhv2
Airin membuka resleting celana Ujang dengan tangan gemetar karena nikmat, lalu memasukkan tangannya ke dalam celana dalam. Jarinya langsung menyentuh kontol telanjang yang panas dan berdenyut, kulitnya kasar tapi urat-uratnya menonjol kuat. Ia mengelus batang itu naik turun pelan, jempolnya menggosok kepala kontol yang sudah licin oleh cairan pra-ejakulasi. Ujang mendengus keras, mulutnya masih mengisap puting merah Airin dengan lebih ganas, giginya sedikit menggigit sehingga Airin menjerit nikmat.
113Please respect copyright.PENANAV9HtGnXJxa
Aaaahhhh... ya... gigit pelan puting saya... aaaahhhh... kontol Bapak panas sekali di tangan saya... saya elus lebih cepat ya... oooohhhh... saya sudah tidak tahan... memek tembem saya basah sekali... cairan saya sudah menetes ke paha...
113Please respect copyright.PENANAeLAIyHNiFY
Ujang melepaskan puting Airin sejenak, napasnya tersengal. Ia menatap wajah Airin yang penuh ekspresi kenikmatan, bibirnya basah oleh air liur sendiri.
113Please respect copyright.PENANAnYBpuglWf8
Bu Airin... toket Ibu enak sekali... puting merahnya manis... saya mau cium bawah juga nanti... tapi sekarang saya mau remas bokong Ibu...
113Please respect copyright.PENANAreZaRb1GPY
Airin mengangguk cepat, tangannya masih mengelus kontol Ujang dengan gerakan naik turun yang semakin cepat. Ia membalikkan tubuh sedikit, membiarkan Ujang meraih bokongnya yang penuh dari balik kain jarik. Telapak tangan Ujang meremas bokong itu kuat, jarinya menekan celah bokong hingga menyentuh lubang belakang Airin melalui kain celana dalam yang sudah basah.
113Please respect copyright.PENANAAiujsB7ujR
Aaaahhhh... ya... remas bokong saya... tekan lebih dalam... aaaahhhh... saya suka kalau bokong saya diremas kasar... kontol Bapak berdenyut di tangan saya... saya mau nanti Bapak mengentot saya keras... tapi dulu puaskan saya dengan mulut Bapak dulu...
113Please respect copyright.PENANA4YyM0BsV8m
Mereka berdua semakin liar, desahan Airin memenuhi ruangan, payudara bulatnya berguncang-guncang setiap kali Ujang meremas atau mengisap, puting merah kecilnya membengkak merah karena hisapan berulang. Tangan Airin terus mengocok kontol Ujang dari luar celana yang sudah terbuka, cairan pra-ejakulasi menetes ke jari-jarinya. Ujang mendesah kasar, tubuhnya gemetar menahan kenikmatan.
113Please respect copyright.PENANAbJFDOMelm3
Bu... saya sudah mau keluar kalau terus begini...
113Please respect copyright.PENANAv40HLXcszt
Jangan keluar dulu, Kang... simpan pejuh Bapak untuk di dalam memek tembem saya nanti... sekarang hisap puting saya lagi... saya mau orgasme dulu dari hisapan Bapak...
113Please respect copyright.PENANAYyqxgBduuK
Ujang kembali mengisap puting merah itu dengan ganas, lidahnya berputar cepat, giginya menggigit pelan, sementara tangan satunya meremas payudara satunya hingga berguncang hebat. Airin menjerit panjang, tubuhnya menegang, pinggulnya bergoyang liar, cairan dari memek tembemnya semakin banyak mengalir membasahi celana dalam hingga menetes ke lantai.
113Please respect copyright.PENANAGx24MnCwZh
Aaaahhhh... aaaahhhh... ya... saya mau keluar... hisap lebih kuat... aaaahhhh... oooohhhh... toket bulat saya... puting merah saya... aaaahhhh... saya orgasme... aaaahhhh...
113Please respect copyright.PENANAXd7LqhWK0F
Tubuh Airin bergetar hebat, matanya terpejam rapat, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan desahan panjang yang nikmat dan liar. Ujang terus mengisap hingga getaran orgasme Airin reda perlahan, payudaranya masih berguncang pelan karena napas tersengalnya.
ns216.73.216.37da2


