Bab 3: Rahasia yang Tersembunyi
3201Please respect copyright.PENANAfkVQmIWTTI
Pagi berikutnya sinar matahari Jakarta menyusup lembut melalui tirai kamar Ari. Amara terbangun lebih dulu, tubuh langsingnya yang putih masih telanjang di bawah selimut tipis. Payudaranya yang besar dengan puting pink lembut naik turun perlahan mengikuti napasnya. Bokong bulat besarnya menekan kasur, meninggalkan lekuk indah. Rambut hitam panjangnya acak-acakan di bantal, mata coklatnya terbuka perlahan sambil tersenyum mengingat malam yang panas tadi.
3201Please respect copyright.PENANAenqlhot0En
Ia menoleh ke samping. Ari masih tertidur pulas, wajah tampannya yang polos terlihat damai. Tubuhnya yang tinggi 160 cm dengan otot ringan rileks terlihat. Amara mengusap pipi pacarnya dengan lembut, lalu mencium ciuman lembut.
3201Please respect copyright.PENANAUkzVFhT34k
“Ari… bangun, sayang. Aku harus pulang sebelum orang tua kamu curiga,” bisiknya manja.
3201Please respect copyright.PENANALj9wOdjvaY
Ari membuka mata, senyum menawannya langsung muncul. Ia memeluk Amara erat, tangannya sadar tanpa meraba bokong bulat itu lagi. “Sebentar lagi…peluk dulu.Malam tadi enak banget.”
3201Please respect copyright.PENANApRkMVXaXAQ
Amara tertawa kecil, sifat lucunya keluar. "Kamu mesum sekarang ya? Kemarin masih pemalu. Tapi aku suka kok." Ia balas memeluk, payudaranya yang besar menekan dada Ari. Mereka berciuman lagi, kali ini lebih dalam dan penuh kasih sayang sebelum akhirnya Amara bangkit dan memakai baju olahraganya kembali.
3201Please respect copyright.PENANAsbpdmsjGaD
Sebelum pulang, Amara berpesan, “Hari ini kamu belajar yang rajin ya. Malamnya nanti aku telepon.”
3201Please respect copyright.PENANAexISlB0u1A
Ari mengangguk, matanya penuh cinta. “Iya sayang.Hati-hati di jalan.”
3201Please respect copyright.PENANAh2N2clq1oL
Amara pulang dengan hati ringan. Tubuhnya masih terasa hangat, vaginanya sedikit nyeri tapi mengingatkan kenikmatan malam pertama mereka. Ia tidak tahu bahwa hari itu akan menjadi awal dari rahasia gelap yang mulai menyelamatkan hubungan mereka.
3201Please respect copyright.PENANAKcHkE5yZCn
Sore harinya, Ari keluar dari kampus dengan tas ransel di punggung. Ia berjalan menuju halte bus seperti biasa. Tubuhnya yang sedikit berotot terlihat lelah setelah seharian belajar. Tapi senyumnya masih ada, mengingat Amara.
3201Please respect copyright.PENANAUJt6iMfD7n
Tiba-tiba tiga orang menghadang sepanjang jalan sempit dekat parkiran motor. Kevin berdiri di depan, tinggi 171 cm, wajah tampan dengan tubuh atletis yang enak dipandang. Rambut hitam ikalnya sedikit berantakan, kulit sawo matangnya berkilau di bawah sinar sore. Senyumnya menawan, tapi matanya dingin dan penuh kesadisan. Di dekatnya ada Eko, tinggi 168 cm, wajah tampan keturunan China dengan rambut hitam lurus, tubuh atletis. Dan Malik, yang selalu siap dengan kameranya.
3201Please respect copyright.PENANA3Cqs9vZanh
“Hei, budak kecil,” sapa Kevin dengan suara rendah tapi mengancam. “Uang jajan bulan ini belum dibayar.”
3201Please respect copyright.PENANAkXyqx9MFP7
Ari langsung memucat. Ia sudah lama menjadi sasaran pengganggu Kevin dan teman-temannya. Sudah berbulan-bulan ia memberikan uang, melakukan tugas mereka, bahkan kadang-kadang dipengaruhi diam-diam. Tapi dia selalu bersembunyi di sini dari Amara. Ia tidak mau pacarnya tahu betapa lemahnya dirinya.
3201Please respect copyright.PENANA99h4mhhNTb
“Aku… aku belum gajian minggu ini, Kev,” jawab Ari pelan, rasanya gemetar.
3201Please respect copyright.PENANAUJrMw2Qb7h
Kevin tertawa sinis. Ia mendorong dada Ari hingga mundur ke tembok. "Alasan lagi? Kemarin kamu bilang besok. Hari ini aku butuh uang buat beli mainan baru buat budak-budakku."
3201Please respect copyright.PENANAKTsy73BUp2
Eko ikut meraih kerah baju Ari. "Cepat kasih, atau kami kasih tahu pacar kamu yang cantik itu. Amara kan? Payudaranya besar ya? Bokongnya juga enak dipandang."
3201Please respect copyright.PENANAoIbcYMbQdb
Ari langsung panik. "Jangan libatkan Amara! Aku… aku transfer sekarang juga."
3201Please respect copyright.PENANAYPTNkFxn8c
Ia mengeluarkan ponsel dengan tangan gemetar dan mentransfer sejumlah uang yang seharusnya untuk kebutuhannya sendiri. Kevin memeriksa notifikasi, lalu tersenyum puas.
3201Please respect copyright.PENANAiFiTrS3swp
"Bagus. Minggu depan jangan telat lagi. Kalau tidak, aku cari cara lain buat hiburan." Kevin menampar pipi Ari kasar sebelum ketiganya pergi sambil tertawa.
3201Please respect copyright.PENANAcOazHQXkBd
Ari berdiri di tempat, tubuhnya gemetar. Memar lama di lengannya terasa sakit lagi. Ia membersihkan bajunya, berusaha terlihat normal. Dalam perjalanan pulang, ia berjanji dalam hati: Amara tidak boleh tahu. Ia harus melindungi pacarnya itu, meski ia sendiri merasa sangat lemah.
3201Please respect copyright.PENANAvMW0R05IEZ
Malamnya Amara menelepon seperti janji. Suaranya ceria di telepon. "Ari, kamu lagi apa? Aku kangen nih. Besok aku ke rumah kamu lagi ya?"
3201Please respect copyright.PENANAFLWNaHl3KY
Ari berusaha tersenyum meski Amara tidak melihat. “Iya, Mar. Aku juga kangen. Belajar dulu ya, jangan telat istirahat.”
3201Please respect copyright.PENANA3z3Ug8bxVk
Tapi Amara merasakan ada yang aneh. Suara Ari terdengar lelah. "Kamu kenapa? Suaramu beda. Ada masalah di kampus?"
3201Please respect copyright.PENANAMyHMFAfmZi
“Tidak ada sayang.Cuma capek belajar saja,” bohong Ari. Ia tidak ingin Amara khawatir. "Aku baik-baik saja. Kamu istirahat ya."
3201Please respect copyright.PENANAtA3HQ2YFRD
Amara mengakhiri panggilan dengan perasaan gelisah. Ia pemarah dan tegas, tapi kali ini ia memilih percaya. Namun di dalam hatinya mulai muncul cadangan kecil. Ari yang biasanya romantis dan terbuka, hari ini terdengar sesuatu.
3201Please respect copyright.PENANAXXCIzLnvJb
Hari-hari berikutnya berlalu dengan pola yang sama. Ari sering pulang dengan memar kecil yang ia sembunyikan di bawah baju panjang. Ia bekerja lebih keras, bahkan mengambil pekerjaan paruh waktu tambahan agar bisa membayar “uang perlindungan” Kevin. Amara semakin sering datang ke rumah Ari, tapi Ari selalu berusaha terlihat bahagia. Mereka masih berciuman dan berpelukan hangat, namun Amara merasa Ari semakin jarang tersenyum lepas.
3201Please respect copyright.PENANAqXWTPn5nzz
Suatu sore, saat Amara sedang berjalan pulang dari kampusnya sendiri, Kevin tiba-tiba muncul di depannya. Pria tinggi atletis itu tersenyum menawan, tapi memuatnya penuh perhitungan.
3201Please respect copyright.PENANAhoLFhsHTfC
"Amara kan? Pacarnya Ari yang lemah itu," kata Kevin langsung.
3201Please respect copyright.PENANAprtvLvBNjF
Amara mengerutkan kening, sifat tegas dan pemarahnya langsung muncul. "Kamu siapa? Kenal-kenal ya?"
3201Please respect copyright.PENANAj38tX0117p
Kevin tertawa pelan. "Aku Kevin. Teman Ari… atau lebih tepatnya, majikannya. Kamu tahu nggak, pacar kamu itu sudah lama jadi budak aku? Memberi uang, mengerjakan tugas, bahkan kadang dipukul kalau telat bayar."
3201Please respect copyright.PENANAjlwXkTWi3q
Amara langsung marah. Matanya menyala. "Kamu bohong! Ari nggak mungkin seperti itu. Mundur atau aku teriak!"
3201Please respect copyright.PENANAhotUroSnFd
Kevin tidak mundur. Ia mendekat, suaranya rendah dan mengancam. "Buktinya ada. Aku punya foto memar Ari, video dia menangis minta ampun. Kalau kamu tidak percaya, aku bisa sebarkan ke seluruh kampus. Orang tua Ari juga pasti malu punya anak lemah begitu. Lagian… aku anak orang berpengaruh di kota ini. Ancaman kamu tidak ada artinya dibanding aku."
3201Please respect copyright.PENANAs9mmZpS0h1
Amara menjawab. Tubuhnya gemetar karena marah dan takut. Dia tahu Kevin bukan orang biasa. Keluarganya punya pengaruh besar. Tapi hatinya sakit mendengar Ari disiksa seperti itu.
3201Please respect copyright.PENANA7vwpKke8FZ
“Apa maumu?” tanya Amara dengan suara tegas, tapi ada ketakutan.
3201Please respect copyright.PENANAOjbdBXa19c
Kevin tersenyum lebar. "Aku mau kamu gantikan Ari. Jadi budak aku selama 12 hari saja. Setelah itu, aku janji tidak akan mengganggu Ari selamanya. Tidak ada pengganggu lagi, tidak ada uang perlindungan. Ari bebas."
3201Please respect copyright.PENANAxu2kymxHA0
Amara menatap Kevin dengan mata coklatnya yang memikat, tapi kini penuh amarah. "Kamu gila! Aku pacar Ari. Aku nggak mau jadi mainan kamu."
3201Please respect copyright.PENANAUwXThQRjWt
Kevin mendekat lebih dekat, bisikannya dingin. "Pilihannya sederhana. 12 hari kamu jadi budak seks aku dan teman-teman aku. Atau Ari terus menderita, dan aku pastikan hidup kalian berdua hancur. Kamu pilih mana, Amara yang cantik dengan payudara besar dan bokong bulat itu?"
3201Please respect copyright.PENANAdJr2ytSrRg
Amara diam lama. Air mata hampir jatuh, tapi ia tahan. Sifat tegasnya muncul dengan rasa sayangnya pada Ari. Ia ingat malam manis mereka, pelukan hangat, sperma hangat yang Ari berikan di dalam vaginanya. Ia tidak mau Ari terus disiksa karena kelemahannya.
3201Please respect copyright.PENANANaWavfNfKJ
“Aku… setuju,” kata Amara akhirnya, suaranya hampir pecah. "Tapi janji kamu. Setelah 12 hari, Ari bebas selamanya."
3201Please respect copyright.PENANA5iLJiQtxfK
Kevin tersenyum puas, matanya berkilat senang. "Bagus. Mulai besok, hari pertama. Aku akan kirim alamat gudang kosong. Datang sendirian. Kalau kamu cerita ke Ari, semuanya batal dan aku hancurkan dia."
3201Please respect copyright.PENANAV60KOOzKV9
Amara pulang dengan hati berat. Malam itu ia menangis diam-diam di dalam ruangan. Tubuhnya yang indah terasa dingin. Ia mencintai Ari dengan tulus, tapi demi melindungi pacarnya yang lemah dan romantis itu, ia rela mengorbankan dirinya.
3201Please respect copyright.PENANAgXhmVsxp7Y
Sementara itu, Ari di rumahnya sedang memeriksa memar di lengannya. Ia tersenyum pahit. "Amara tidak boleh tahu. Aku harus kuat demi dia."
3201Please respect copyright.PENANAnhtghRFHdo
Keduanya tidur dengan pikiran yang berbeda malam itu. Amara merasa takut tapi ada sedikit rasa penasaran aneh di dalam dirinya — sifat suka didominasi yang mulai perlahan terbangun. Ari merasa bersalah karena tidak bisa melindungi pacarnya, namun ia masih percaya cinta mereka cukup kuat.
3201Please respect copyright.PENANACQcha7oXRn
Rahasia mulai terbentuk. Besok, Amara akan melangkah ke gudang kosong, meninggalkan malam manis bersama Ari dan memasuki dunia gelap yang penuh nafsu dan penyiksaan.
3201Please respect copyright.PENANAVpX7GwF2OX
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
3201Please respect copyright.PENANAlcjQqANw6w
3201Please respect copyright.PENANABk0MtboQQV


