“Eh Clif, sebelum mereka dateng, gue mau nyepongin lu dulu. Boleh ya?” pinta Catherine ke gue.
“Duh Cath, lain kali aja ya. Gue uda janji ke mereka bakalan cepet soalnya,” tolak gue.
Catherine pun cembetut dan kembali tidur. Masa gue kasi jatah lagi ke Catherine, kan Bella sama Manda juga perlu kontol hehehe.
Selesai mandi, gue pun bergegas menuju kosan Bella dengan mobil gue.
“Bell, gue udah di depan kosan lu ni,” kata gue setelah telepon gue diangkat Bella.
“Naik aja Clif, gue sama Manda udah siap kok,” jawab Bella.
Gue pun naik ke kamar mereka dan untuk kesekian kalinya gue terpesona sama toket mereka. Manda cuma make tanktop berwarna kuning yang dipadukan dengan hotpants berwarna putih, sedangkan Bella mengenakan tank top hitam dengan hotpants yang sewarna dengan tanktopnya.
“Pagi-pagi udah banyak pabrik susu yang buka aja ni. Hehehe,” kata gue menggoda mereka berdua.
“Dasar lu. Sini gue bekep,” kata Bella menarik kepala gue dan ditempelin ke toketnya yang kenyel.
“Udah ah Bell, nanti aja kalau mau seduce dia. Pindah dulu aja,” kata Manda menarik kepala gue dari gundukan kenyal di dada Bella.
Tanpa membuang waktu lebih lama, gue mulai ngebantuin mindahin barang mereka ke mobil gue. Setelah 3 kali naik turun akhirnya semua barang mereka udah berhasil kita pindahin.
“Udah semua ni?” tanya gue ke Manda dan Bella.
“Udah kok,” jawab mereka berdua.
Gue nyetir balik ke kosan gue dan sepanjang perjalanan perhatian gue fokus ke toket mulus Bella yang duduk di sebelah gue.
“Liatin apa hayo,” ledek Bella yang sadar kalau gue ngeliatin toketnya.
“Tau aja lu Bell. Hehe,” kata gue sambil cengengesan.
Ga lama kemudian, gue pun sampe di kosan gue karena emang jarak kosan Bella dan tempat gue ga jauh. Gue pun kembali ngangkatin barang-barang mereka dan gue pindahin ke lantai 2.
“Lu orang mau di kamar yang mana?” tanya gue ke mereka setelah semua barang mereka gue pindahin.
“Gue mau yang deket tangga aja,” kata Manda.
“Kalau gitu gue sebelah lu aja,” jawab Bella.
Begitu mereka selesai milih kamar, Catherine pun turun ke lantai 2 dan menyapa kedua temannya.
“Eh udah sampe aja,” kata Catherine.
Mereka pun cerita-cerita sambil bergosip seperti kebiasaan cewek-cewek kalau udah ngumpul. Gue tentunya ga bosen ngedengerin cerita mereka, mungkin lebih tepatnya gue ngeliatin belahan toket ketiga amoy yang bakalan bisa gue nikmatin setiap harinya.
“Eh, lu orang udah sarapan belum?” tanya Catherine.
“Gue sama Manda udah, lu kelamaan si jemputnya Clif,” jawab Bella.
“Belum nih, gue pengen minum susu aja,” kata gue sambil ngeliatin toket Bella dengan penuh napsu.
“Nih susunya,” kata Bella sambil melepas tanktop hitam dan nenaikan BHnya yang juga warna hitam.
Gue dengan semangatnya langsung mengkenyot toket Bella secara bergantian yang kiri dan yang kanan.
“Ah… geli. Hihi,” kata Bella sambil membekap kepala gue di toketnya.
“Dasar lu, pagi-pagi udah napsuan aja,” kata Manda.
“Man, sini dong. Gue mau rasain susu lu juga,” kata gue sambil menarik tangan Manda.
Manda pun mengikuti kemauan gue dan melepas tanktop dan BHnya. Muka gue dibenamin di antara toket Manda dan Bella yang berukuran besar.
“Enak ya Clif dijepit pake toket kita. Hihi,” kata Manda.
Gue ga bisa ngejawab karena mulut gue asik menyusu ke toket mereka. Tangan gue mulai melepas hotpants dan juga kolor Manda. Melihat itu, Bella langsung berinisiatif melepas punyanya sendiri.
Bersambung…..
Lanjutan Ceritanya KLIK DISINI
ns216.73.216.69da2


