Bab 4: Hari 1 – Gangbang Pertama yang Lembut (5 Pria)
4554Please respect copyright.PENANAzaVTe93r0n
Program malam pertama akhirnya tiba. Ruang klub terasa lebih luas dan intim di bawah pencahayaan lampu kuning keemasan yang redup. Aroma lilin lembut beraroma mawar samar-samar memenuhi udara, bercampur dengan bau kayu mahoni dari dinding dan karpet tebal yang meredam segala suara. Intan berdiri di tengah ruangan bundar khusus, jantungnya berdegup kencang hingga terasa di telinga. Tubuh langsingnya yang tinggi 166 cm hanya dibalut jubah sutra tipis berwarna putih yang diberikan Mr. Kulit putih mulusnya terlihat berkilau lembut, payudara F cup-nya naik turun pelan karena napas yang tidak stabil. Rambut hitam panjangnya tergerai sampai pinggang, mata cokelatnya memandang ke arah Dimas yang duduk diam di kursi penonton hitam di sudut ruangan.
4554Please respect copyright.PENANAIFMgTEDr4M
Dimas menggenggam lengan kursi kuat-kuat, rahangnya memegang. Senyum menawannya hilang sepenuhnya, digantikan campur aduk antara cinta, kecemburuan, dan harapan yang rapuh. Ia romantis dan pekerja keras, tapi malam ini ia harus belajar hanya menonton istrinya yang polos dan penurut menyentuh pria lain.
4554Please respect copyright.PENANAV4hc0lhHlm
Tuan X berdiri di samping dengan topeng hitam yang menutupi matanya. Suaranya tenang dan profesional. "Hari pertama. Lima orang. Ingat syarat: tidak boleh dibatalkan, Dimas hanya menonton, tidak protes jumlah. Mulai."
4554Please respect copyright.PENANAVdv8NXq3BH
Intan menarik napas dalam, tangan gemetar saat melepas ikatan jubah. Kain sutra meluncur pelan ke lantai, menampilkan tubuh telanjangnya yang indah. Payudara besarnya yang berat dengan puting pink kecil yang sudah sedikit menegang karena tegang, pinggang ramping, bokong bulat besar yang montok, dan vaginanya yang masih tertutup rapi dengan bulu halus hitam. Ia merasa sangat rentan, seperti gadis polos yang tiba-tiba berada di panggung cahaya. Pipinya memerah hebat, tapi ia tetap berdiri tegak demi suaminya.
4554Please respect copyright.PENANAZdcZAhs1GM
Lima pria bertopeng mata masuk dari pintu samping. Tubuh mereka atletis, badan mereka sudah setengah tegang dengan ukuran 15 hingga 18 cm. Mereka mengelilingi Intan secara perlahan, gerakan mereka tenang dan terkendali, tidak kasar seperti yang Intan takutkan.
4554Please respect copyright.PENANAg65AdTPXds
Pria pertama, yang paling berotot, mendekati lebih dulu. Suaranya lembut tapi penuh otoritas. “Kami akan membuat kamu nyaman malam ini, Intan. Santai saja.” Tangan besarnya menyentuh bahu Intan pelan, merasakan kulit putih yang halus dan dingin karena gugup. Ia menunduk, mencium leher Intan dengan lembut. Bibir hangatnya menyentuh kulit, membuat Intan mengomel. Aroma tubuh pria itu maskulin dan bersih, berbeda dengan aroma Dimas yang ia kenal.
4554Please respect copyright.PENANAP67uFXNFRx
Intan memejamkan mata, “Mas… aku takut,” bisiknya pelan ke arah Dimas, suaranya gemetar. Tapi Dimas hanya diam, tangannya semakin erat menggenggam kursi.
4554Please respect copyright.PENANAEOGH3oiSUP
Dua pria lain mendekat. Mereka meremas payudara besar Intan dengan lembut, telapak tangan mereka yang hangat menutupi hampir seluruh buah dada itu. Jari mereka memililin puting pink secara perlahan, membuat puncak sensitif itu memerah dan memerah. “putingnya cantik dan responsif sekali,” kata salah satu dengan suara rendah. Intan mendesah pelan, “Ahh…” Sensasi hangat menjalar dari dada ke perut bagian bawah. vaginanya mulai terasa basah, kristoris alaminya mengalir pelan.
4554Please respect copyright.PENANAt7yvJoPAaN
Pria ketiga berlutut di depan Intan. Ia paha membuka Intan lebar-lebar dengan tangan lembut, lalu lidahnya menyentuh kristorisyang sudah membengkak. Gerakan lidahnya lambat dan ahli, berputar di sekitar titik sensitif itu, sesekali menghisap ringan. Rasa manis cairan Intan memenuhi mulut. Intan menggigit bibir bawah, kakinya gemetar. “Ahh… enak… pelan saja…”
LANJUTAN CERITA BISA DI AKSES DI https://lynk.id/novelhambilah
4554Please respect copyright.PENANApbDTG9IEdJ


