Pagi Sabtu itu terasa tenang dan nyaman. 3 hari lalu, kami baru sahaja pindah ke bungalow 3 tingkat itu dan di bahagian belakang terdapat sebuah kolam renang kecil.2719Please respect copyright.PENANAqA5Q2gguBc
2719Please respect copyright.PENANA6IZOFxuOyU
Jam di dinding dah menunjukkan pukul 10 setengah pagi tetapi aku dan isteriku, Nisa, masih terbaring berbogel di atas katil.2719Please respect copyright.PENANALJeJSq1ci3
2719Please respect copyright.PENANA11gwFx39UI
Nisa terbaring mengereng, membelakangi ku. Aku berada di belakangnya, merangkul pinggangnya erat, menggesel-gesel konekku yang keras ke bontot Nisa, menikmati saat-saat intim bersamanya. Kulitnya lembut, hangat, dan aku boleh merasakan lengkung pinggulnya yang sempurna menekan ke arahku.2719Please respect copyright.PENANADtjtrimg5g
2719Please respect copyright.PENANA0okCRlTax1
Tiba-tiba, ketukan di pintu mengganggu kesunyian pagi itu.2719Please respect copyright.PENANAWZy0U9PrbF
2719Please respect copyright.PENANAnFsdNfTnGE
"Mak! Ayah! Nak bagi tau je, Marni nak datang tau sekejap lagi," suara Aireen, anak tunggal kami, kedengaran dari sebalik pintu.2719Please respect copyright.PENANAv7wnAVuFOl
2719Please respect copyright.PENANAUAjm4h5VM8
"Ok!" Jawab Nisa sambil sengaja menolak-nolak punggungnya lebih kuat ke arah konek ku.2719Please respect copyright.PENANAwX1k8w02V0
2719Please respect copyright.PENANAW6wJ6UYqC7
"Kenapa keras sangat ni? Fikirkan siapa?" Nisa bertanya dengan nada mengusik.2719Please respect copyright.PENANArZurUG6Tff
2719Please respect copyright.PENANAKnHAr3fETx
Aku tidak menjawab, hanya menekan konek aku lebih kuat kepada rekahan bontot Nisa. Hakikatnya, fikiranku dah hanyut ke arah Marni, sahabat baik anak aku.2719Please respect copyright.PENANAg60Ws1MIxr
2719Please respect copyright.PENANA1JKxrcKYC0
Isteriku ni masih cantik. Kebanyakan wanita seusianya pasti akan iri hati dengan tubuhnya. Selepas beranakkan Aireen, tambahan berat tubuhnya berkumpul di bahagian punggung dan teteknya. Pinggangnya masih ramping, teteknya yang dulu kecil besaiz B, kini membesar berbentuk D cup.2719Please respect copyright.PENANAhy3Tk3SzA9
2719Please respect copyright.PENANAHl65KwwcoH
Aku memang obses dengan punggung Nisa —masih gebu, menggoda, dan kerap kali aku perhatikan lelaki lain memandangnya dengan nafsu.2719Please respect copyright.PENANATwKCAn3l25
2719Please respect copyright.PENANApmWYGeXADa
Tapi Marni... Marni terletak di tahap lain. Badan gadis berumur 19 tahun itu kelihatan sangat luar biasa. Tubuhnya kecil, seperti Nisa—hampir 5 kaki sahaja, mungkin berat 45 kg. Perutnya rata, teteknya besar dan kelihatan sangat cantik, tapi bontotnya —oh, bontotnya seakan meminta untuk digenggam. Aku sanggup menikmatinya setiap saat, setiap masa, setiap waktu. Tak kerja pun takpe.2719Please respect copyright.PENANA7LSbYLnRGk
2719Please respect copyright.PENANArDhvlUerd2
Aku memejamkan mata, membayangkan tubuh remaja yang seksi itu. Tiba-tiba tangan Nisa meraba ke bawah dan memandu batangku masuk ke dalam lubang pepeknya.2719Please respect copyright.PENANA4o0iJKkYto
2719Please respect copyright.PENANALkS66s6guc
"Ermmm. Sedapnya konek you...." rintih Nisa dengan lembut.2719Please respect copyright.PENANABizIjjiZ9L
2719Please respect copyright.PENANAaUG8AlFqqz
Tanganku merayap dari perutnya, melalui buah dadanya, sampai ke lehernya. Aku memegang lehernya dengan lembut sambil menariknya mendekat untuk mencium lehernya.2719Please respect copyright.PENANAHAVq1imGKz
2719Please respect copyright.PENANAXBJd1zToOR
Aku menggigit kulitnya lembut, dan dia mula merintih perlahan. Aku mula gerakkan pinggul ku supaya konek aku keluar masuk lubang pepek dia. Makin lama makin laju, makin kesedapan rasanya konek aku dalam pepek Nisa ni.2719Please respect copyright.PENANA99D97RISDV
2719Please respect copyright.PENANAU0bp7lJR3Q
"Ce...cepat sayang... Marni2719Please respect copyright.PENANAgR0YhPbsqx
...kejap lagi sam...sampai," bisiknya 2719Please respect copyright.PENANACRJof1eNCj
2719Please respect copyright.PENANAlQwIS5EFgn
Aku lajukan henjutan ku. Di masa yang sama, tangan aku kini meramas-ramas teteknya.2719Please respect copyright.PENANAyBaqeblZtr
2719Please respect copyright.PENANAihEWWMWrEs
Tiba-tiba kedengaran loceng rumah ditekan. Ding Dong!2719Please respect copyright.PENANA0gmnxjNrHg
2719Please respect copyright.PENANAaWnVbucOwJ
Di saat itu, Nisa mendesah panjang. Dia menggerakkan tubuhnya sampai konek aku terkeluar dari lubang pepeknya. 2719Please respect copyright.PENANAkJ9jbKnzgo
2719Please respect copyright.PENANApThbGUCkaC
"Eh! You dah cum sayang?" Aku tanya terkebil-kebil. Konek aku masih keras basah lencun dengan air pepeknya.2719Please respect copyright.PENANAw3t6js0In5
2719Please respect copyright.PENANA94eMEzFtWi
"Haah. Best!" Jawabnya dengan satu senyuman manis sebelum mengucup pipi ku.2719Please respect copyright.PENANAHOd9jDDqDZ
2719Please respect copyright.PENANATIyb1SZdtJ
"Lah. Then macam mana dengan i? Konek I masih keras ni"2719Please respect copyright.PENANAZs0RkgROsC
2719Please respect copyright.PENANACVlQ4MSgFh
"Goncang lah sendiri!" Ujarnya sinis. Dia terketawa kecil sebelum bangun dari katil.2719Please respect copyright.PENANAgjOXFH3Dhh
2719Please respect copyright.PENANACEn7J0bSvx
"Dah! I nak mandi, nak pergi pasar ni!" Ujarnya sebelum melangkah masuk ke dalam bilik mandi.2719Please respect copyright.PENANAL7JQAZ8JGw
2719Please respect copyright.PENANASqZ6zOCZJm
Aku menghela nafas berat. Aku mula menggengam konek aku untuk melancap, tetapi diganggu dengan satu lagi ketukan kuat di pintu bilik aku. 2719Please respect copyright.PENANAchSIht8Z0E
2719Please respect copyright.PENANAPrRW18Njiw
"Ayah! Aireen dengan Marni nak berendam kat pool jap boleh?"2719Please respect copyright.PENANAaOL3WSI4h3
2719Please respect copyright.PENANAPJM1R7UD2S
Spontan aku tersenyum lebar. Mungkin inilah ganjaranku. Hari ini akan bermula dengan pemandangan tubuh Marni yang menawan itu.2719Please respect copyright.PENANAXfWKCJBI9I
2719Please respect copyright.PENANAEv9Q8Mv6qc
"Pergilah. Nanti ayah join!"2719Please respect copyright.PENANA0QCXTDPdu8
Di saat itu, aku cuba bayangkan kerja aku, muka boss aku dan wajah-wajah kawan aku yang aku tak suka. Perlahan-lahan, konek aku yang sekeras batu itu mula kendur.
Aku bangkit dari katil dan memakai seluar pendek bersama sehelai singlet. Kemudian, aku berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi, dan di masa yang sama, Aireen dan Marni muncul dari bilik tidur Aireen.2719Please respect copyright.PENANALIdkRy2CZ3
2719Please respect copyright.PENANAoQXLcZXvPT
Terbeliak aku bila ternampak Marni hanya memakai bikini biru muda...dan ia kelihatan sangat-sangat menakjubkan di tubuhnya


